
Di dalam mobil ....
"Pak, maafkan saya. Saya terpaksa menukar pakaian saya dengan pakaian Nisa. Saya tidak punya pilihan lain, karena mungkin para wartawan akan mengenali saya dari pakaian. Maka dari itu saya meminta Nisa untuk bertukar pakaian," ucap Aleta.
"No problem. Yang penting kau bisa lolos dari para wartawan. Saat ini, kau jangan pergi ke kantor dulu sampai masalah ini reda. Saya akan pikirkan cara untuk menangani masalah ini. Sekarang antar kami ke Albern Home, Hadwin!" perintah Bobby pada teman sekaligus direktur utama di perusahaan miliknya.
"Baik, Pak."
Meskipun Bobby sudah mengatakan semua itu, Aleta tetap merasa cemas tentang gosip yang tengah beredar ini. Bagaimana bisa dia terlibat gosip dengan bosnya sendiri. Padahal tidak ada yang spesial diantara mereka.
Mungkin itu menurut Aleta, tidak menurut tanggapan orang lain dan semua karyawan di Albern Food. Mereka semua melihat Bobby dan Aleta yang setiap harinya semakin dekat. Bahkan mereka yakin jika telah terjadi sesuatu diantara Bos dan sekretarisnya ini.
__ADS_1
Pada dasarnya hubungan antara Bos dan sekretarisnya memang selalu berdampak ke gosip hangat di kantor. Padahal belum tentu semua itu terjadi. Namun, setelah rekaman pengakuan Bobby yang tersebar luas itulah yang membuat semua orang berpikir jika hubungan Aleta dan Bobby bukan hanya sebatas atasan dan bawahan saja. Melainkan pasangan kekasih yang terlibat cinta lokasi semenjak Aleta menjadi sekretarisnya.
Bagi Bobby ini tidak begitu berpengaruh. Dia tidak begitu mengkhawatirkan jika gosip ini akan berpengaruh pada perusahaannya. Dia justru terlihat begitu cool dan tidak merasa takut sama sekali. Dia yakin jika dia akan bisa melewati semua itu dan membantah gosip ini.
Berbeda dengan Aleta, dia sangat mencemaskan keluarganya. Dia takut jika berita ini akan sampai di telinga keluarganya. Aleta takut hubungan Aleta dengan keluarganya menjadi sedikit renggang akibat kesalahpahaman ini.
Bobby yang melihat raut wajah Aleta sedang mencemaskan sesuatu pun langsung menyadarkan Aleta dengan memegang kedua tangannya. "Don't worry. Everything will be fine," ucap Bobby dengan senyuman di bibirnya.
Hadwin merasa senang melihat perubahan Bobby yang semakin hari semakin baik saja. Dulu yang sedari awal Bobby membentengi dirinya dari seorang wanita kini dia mulai menghancurkan benteng yang telah dia buat sendiri. Dia mulai terbiasa dan keluar dari prinsipnya.
Rupanya perkataan dan rencana Hadwin pada saat itu telah membuka mata hatinya. Setelah itu dia yakin akan mulai membuka hatinya kembali. Dia akan membantu Bobby agar keluar dari rasa trauma hubungan yang pernah Bobby alami sebelum dia sukses.
__ADS_1
Yup, selama ini Hadwin lah yang selalu menjadi support sistemnya Bobby. Di kala Bobby sedang terpuruk, Hadwin yang selalu menemani bahkan menghiburnya. Karena Hadwin ini adalah sosok pria yang sangat humoris. Di adalah orang yang memiliki energi positif untuk kehidupan Bobby. Sampai Bobby yang dulunya miskin sekarang menjadi pengusaha sukses, tentunya hal itu juga atas bantuan dan support dari keluarganya.
Setelah beberapa menit kemudian, mereka sampai di Albern Food. Bobby dan Aleta keluar dari mobil. Sedangkan Hadwin, dia pergi untuk memarkirkan mobilnya di basement. Sebelum memasuki rumahnya, dia mendatangi security.
"Pak, jika ada wartawan atau siapapun yang ingin menemui saya, katakan saya sedang tidak ada di rumah! Jika mereka bertanya, ke mana saya pergi. Katakan saja tidak tahu! Hanya itu saja, jangan sampai mereka memasuki rumah saya, mengerti!" perintah Bobby pada security.
"Baik, Pak Bobby. Saya mengerti." Security menundukkan kepalanya tanda hormat.
Setelah mengatakan itu, dia mengajak Aleta masuk dan seperti biasa dia mengajak Aleta ke ruangan kini gorden untuk bersantai. Kali ini, mereka tidak hanya bertiga saja sama robotnya. Mereka kali ini berempat, yaitu Bobby, Aleta, Hadwin dan robotnya. Mereka sedang mengobrol santai sambil meminum minuman soda kaleng yang sudah disiapkan Robbie, yaitu robotnya.
"Leta, kabari orang tuamu jika kau akan tinggal di rumahku selama beberapa hari. Katakan jika kau sedang mengurus proyek besar untuk awal bulan!" perintah Bobby.
__ADS_1
BERSAMBUNG...