
Kini Bobby dan Aleta sudah sampai di depan rumah Aleta. Mereka keluar dari mobil secara bersamaan dan berjalan memasuki rumahnya. Namun, begitu Aleta hendak membuka pintu rumahnya, tiba-tiba Bobby menarik lengan calon istrinya, pelan.
Sontak Aleta pun langsung menoleh ke arah Bobby. Dia menatap ke arah tangan Bobby yang tengah menggenggam tangannya. "Ada apa, Mas?" tanya Aleta dengan nada suara yang masih bete.
"Aku mau langsung pulang, ya. Kamu masuklah dan istirahat. Besok pagi aku akan menemuimu lagi," ujar Bobby dengan mengelus pipi calon istrinya.
"Hmm ... terserah, Mas. Leta masuk dulu," timpal Aleta sembari melepaskan tangannya dari genggaman Bobby.
Bobby yang melihat ekspresi Aleta masih terlihat marah, hanya bisa tersenyum sembari menggelengkan kepala. Sementara itu, Aleta langsung nyelonong masuk tanpa melihat Bobby. Setelah melihat calon istrinya masuk, Bobby segera berjalan menuju mobil. Dia memasuki mobilnya dan segera pulang.
****
Di dalam kamar Aleta ....
Saat ini, Aleta baru selesai mandi. Dia tengah duduk di depan meja rias dengan menatap dirinya sendiri dari pantulan cermin. Terlihat jelas jika matanya sedikit berkaca-kaca seakan ingin meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Kenapa Mas tidak bilang dari awal jika Mas punya anak dari Bu Cesya? Kenapa Mas harus berpura-pura tidak tahu jika Bu Cesya punya anak, apa kamu sengaja menutupi semua ini dariku? Tolong, jangan membuatku merasa ragu dengan pernikahan ini, Mas. Aku butuh penjelasanmu, kenapa kamu tidak peka sih, Mas!" gumam Aleta dengan nada yang kesal.
Tiba-tiba ponsel Aleta berdering tanda ada telepon masuk. Tanpa berlama-lama, Aleta beranjak dari meja rias dan berjalan menuju meja nakas untuk mengambil ponselnya. Dia meraih ponsel dan duduk di tepi ranjang.
Setelah melihat layar ponselnya, terlihat jelas nama Bobby di ponselnya. Yup, yang menghubungi Aleta tidak lain dan tidak bukan calon suaminya. Sejenak Aleta terdiam, dia tidak ingin mengangkat teleponnya akan terapi dia juga tidak mungkin menolak telepon dari Bobby.
Dia takut ada hal yang penting soal pekerjaannya. Mau tidak mau, dia pun langsung mengangkat telepon dari calon suaminya. Sebelum berbicara, dia menempelkan ponsel di telinganya.
Telepon terhubung!
"Hallo, Sayang. Kamu belum tidur?" tanya Bobby dengan penuh kelembutan dari seberang telepon.
"Belum ngantuk, lagian kalau pun aku sudah tidur, aku tidak akan mengangkat teleponmu, Mas," jawab Aleta dengan nada ketus.
"Kok galak banget sih istri kecilku ini. Minta dipeluk ya," canda Bobby dengan sedikit tertawa.
__ADS_1
"Jangan mulai mesumnya deh," timpal Aleta.
"Siapa yang mesum sih, Sayang. Aku hanya bercanda agar kamu tidak jutek lagi sama aku,"
"Abisnya Mas enggak peka! Leta itu butuh penjelasan bukan gombalan mautmu, wahai sang duren sawit!" celetuk Aleta dengan nada yang sedikit ditekankan.
"Oho, jadi dari tadi kamu marah itu karena menunggu penjelasanku? Tadi katanya enggak mau kepo, enggak mau tau juga dan sekarang Leta minta penjelasan,"
"Ya tadinya Leta emang enggak mau tahu dan kepo juga. Tapi ... sebentar lagi aku ini akan menjadi istrimu, aku berhak tahu semua kehidupanmu, Mas! Termasuk James anakmu juga. Aku hanya meminta penjelasan saja sebelum kita menikah, aku mau kita saling jujur saja. Aku tidak mau memulai pernikahan dengan kebohongan!" timpal Aleta.
"James bukan anakku, Leta! Sudah berapa kali aku bilang, dia bukan anakku! Asal kamu tahu saja, dia adalah anak hasil dari pria yang berselingkuh dengan Cesya dulu!"
"Tidak ada salahnya untuk cek DNA, Mas? Siapa tahu saja James memang anakmu," saran Aleta.
****
__ADS_1