
"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan. Aku akan tes DNA James, kamu akan menyesal atas apa yang kamu katakan ini, kita akan segera tahu James bukanlah anakku!" Bobby berbicara dengan nada yang sedikit tegas dari seberang telepon.
"Iya, Mas. Kita akan segera tahu kebenarannya nanti. Aku berharapnya sih James bukan anakmu. Tapi, jika James memang anakmu, maka aku akan menganggapnya sebagai putraku juga," Aleta menjawab ucapan calon suaminya dengan lembut.
"Aku yakin dia bukan anakku, aku tidak ingin Cesya muncul kembali di kehidupan kita, Sayang. Sudah cukup dia menghinamu, sekarang jangan sampai dia menghalangi pernikahan kita,"
"Dia menghinaku, Mas? Tapi, kenapa? Apa salahku padanya?" Aleta memasang wajah yang keheranan.
"Lupakan saja, aku tidak ingin mengingat perkataannya. Hatiku sakit jika istri cabaiku ini dihina seperti itu," Bobby bicara dengan nada yang ketus.
"Ish, Mas! Kenapa masih memanggilku cabai? Nyebelin banget!" omel Aleta dengan bibir yang dikerucutkan.
"Itu panggilan kasih sayang, toh kamu juga selalu panggil aku pria aneh. Jadi kita impas ya," kekeh Bobby.
"Ih, kok gitu. Jadi calon suami enggak mau kalah!"
"Ya udah, iya. Aku ngalah deh. Sekarang kamu tidur gih! Ini sudah malam, besok pagi aku jemput kamu. Kita pergi jogging bersama ya."
__ADS_1
"Ah, malas. Tubuhku sudah mungil, Mas. Ngapain harus jogging segala sih," Aleta protes dengan suara yang sedikit dimanja-manjakan.
"Sudah, jangan banyak protes! Olahraga itu penting, bagus untuk kesehatan. Sekarang cepat tidur, aku jemput kamu besok pagi!" perintah Bobby.
"Iya deh iya, Leta turutin kemauanmu, Mas. Leta tidur sekarang, bye."
"Tunggu dulu!"
"Apa lagi sih, Mas? Katanya nyuruh Leta tidur, sekarang Leta mau matiin teleponnya malah manggil lagi," keluhannya Aleta sembari menempelkan ponsel di telinganya kembali.
"Aku mau bilang sesuatu sebelum kamu tidur,"
"Aku mencintaimu, Aleta. Aku menyayangimu lebih dari diriku sendiri. Aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anakku nanti, aku minta maaf atas kesalahpahaman ini. Besok aku akan melakukan tes DNA sesuai yang kamu inginkan. Selamat malam, tidur yang nyenyak ya. Sweet dream, chili baby, muach. Tutt! Bobby mematikan teleponnya.
Telepon terputus!
Setelah bicara di telepon dengan calon suaminya, Aleta pun langsung menaruh ponsel di meja nakas. Kemudian dia merebahkan tubuh. Dia tersenyum dengan matanya yang menatap ke arah langit-langit kamar mengingat ucapan lembut dari calon suaminya.
__ADS_1
Aleta menutup wajahnya yang merona bak kepiting dengan selimutnya. Setelah mulai merasa mengantuk, dia pun langsung menutup matanya. Tak lama kemudian, Aleta pun tertidur denganĀ posisi memeluk selimut.
****
Pagi hari ....
Terdengar suara ketukan pintu di kamar Aleta. Saat ini Aleta masih terlelap di kasur empuknya. Setelah beberapa menit kemudian, Aleta mulai mendengar suara ketukan pintu dan perlahan membuka matanya.
"Sebentar!" Aleta mengucapkan dengan sedikit berteriak.
Aleta bangun dan beranjak dari ranjang. Dia mengambil ikatan rambutnya dan berjalan pelan ke arah pintu. Gadis cabai ini langsung membuka pintunya. Setelah pintunya terbuka, dia segera mengikat rambutnya dengan kepala yang sedikit tertunduk.
"Ekhem!"
Sontak Aleta langsung mengangkat kepalanya dan menatap orang uang mengetuk pintu kamar. Seketika bola mata Aleta langsung membulat dengan sempurna. Tangannya yang saat ini berada di atas rambutnya, seketika langsung Aleta turunkan.
"Aarrghh!" Setelah beberapa saat Aleta langsung berteriak sembari membalikkan badannya.
__ADS_1
****