
"Ibu ini bicara apa, sih? Siapa juga yang mau cepat-cepat punya anak. Lagi pula Leta sama Mas Bobby 'kan belum menikah. Leta tidak kepikiran soal anak dulu," jawab Aleta dengan mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
"Oh iya? Tapi orang tua Bobby meminta kalian untuk segera memiliki anak,"
"Ayolah, Bu. Leta enggak mau bahas ini. Lagian Mas Bobby udah punya anak dari Bu Cesya," celetuk Aleta sembari beranjak dari meja pantry yang dia duduki.
"Apa? Anak?" Seketika bola mata Devica langsung membulat dengan sempurna.
Dibalas anggukan kecil oleh Aleta. "Tapi, kenapa kamu tidak menceritakan hal ini pada Ibu?"
"Leta juga baru tahu, Bu. Kalau gitu, Leta ke kamar dulu ya. Nanti sore Mas Bobby jemput." Aleta berjalan meninggalkan dapur.
Dia tidak ingin dibanjiri dengan pertanyaan dari ibunya. Itulah cara satu-satunya untuk menghindari pertanyaan itu dengan pergi. Melihat putrinya yang nyelonong gitu aja, Devica hanya menggelengkan kepalanya.
****
__ADS_1
Begitu sampai di kamarnya, Aleta langsung mengambil handuk dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Aleta mulai melucuti pakaiannya dan masuk ke dalam bath up yang sudah terisi air dan busa. Sejenak dia menegadahkan kepalanya menatap langit-langit kamar mandi.
Kini pikirannya kembali dipenuhi dengan ucapan Cesya Dree. Dia merasa sedikit ragu dengan ucapan Bobby. Gadis ini yakin jika calon suaminya pasti memiliki rahasia yang belum dia ketahui. Tapi apa rahasianya?
Setelah beberapa menit melakukan ritual mandi ala wanita, Aleta pun keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian. Dia mengambil one set andalannya yang sering dia pakai pada saat berada di rumah. Selesai itu, dia memoles sedikit wajahnya, lalu pergi tidur siang di kasur yang empuk itu.
Tak membutuhkan waktu lama untuk Aleta tidur. Hanya dalam beberapa menit dia sudah berada di dalam mimpi. Saat ini posisi tidurnya memeluk guling.
****
"Bukankah sudah kukatakan jika James adalah anakmu? Kenapa kamu masih tidak percaya dengan ucapanku, Mas?" Cesya menatap sendu mantan suaminya.
"Aku minta maaf, Cesya. Jika aku tahu ini lebih awal mungkin aku akan tetap mempertahankanmu dan tidak akan menikahi Aleta. Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang?" Bobby membalas tatapan mantan istrinya dengan mata yang berkaca-kaca.
Sementara itu, tanpa mereka tahu jika Aleta sudah berada di belakang mereka. Entah sejak kapan Aleta berada di belakang mereka. Yang jelas, Aleta mendengar semua pembicaraan calon suaminya dengan Bu Cesya.
__ADS_1
'Ternyata aku hanya pelampiasanmu, Mas! Jika saja aku tahu kamu hanya menganggapku sebagai pelampiasan, aku tidak akan menerima lamaran mulai itu!' Hati Aleta bergejolak menahan amarah yang kian memuncak itu.
"Lalu, kamu akan tetap menikahi gadis kampung itu?" tanya Cesya dengan melingkarkan kedua tangan di leher Bobby.
"Bagaimana mungkin aku menikahi gadis yang usianya masih sangat muda. Aku akan membatalkan pernikahanku dengan Leta dan kembali padamu. Aku ingin putra kita, James memiliki keluarga yang utuh dan harmonis. Kita harus memikirkan masa depan untuk putra kita James. Jadi, apakah kamu mau kembali menjadi istriku?" Bobby menarik pinggang ramping mantan istrinya.
Cesya mengangguk disertai senyuman yang bahagia. Sedangkan Aleta, dia merasakan sakit pada hatinya. Dia tidak menyangka jika dia akan kehilangan Bobby dalam sekejap.
Dengan langkahnya yang berat, Aleta menghampiri Bobby dan juga Bu Cesya. Dengan penuh rasa kesal, Aleta menarik lengan Bobby dan langsung menamparnya. Tamparan itu cukup keras dan berbekas di pipi pria bermata biru itu.
"Jika aku tahu kamu akan melakukan ini, aku tidak akan menerimamu, Mas! Kamu pria jahat yang pernah aku temui di dunia ini. Aku benci sama kamu!" teriak Aleta dengan sedikit meneteskan air matanya.
"LETA!"
****
__ADS_1