Gairah Sang Duren Sawit (Duda Keren Sarang Duit)

Gairah Sang Duren Sawit (Duda Keren Sarang Duit)
Dikira Pacar


__ADS_3

Mall ....


Saat ini Aleta dan Nisa telah sampai di salah satu mall. Mereka sedang menunggu membeli popcorn dan minumannya untuk menonton film. Sebelumnya mereka telah membeli dua tiket bioskop.


Sambil menunggu jam tayang dimulai, mereka pun menunggu di luar sambil foto-foto. Tiba-tiba Aleta merasa ingin membuang air kecil. Tanpa berlama-lama dia pun menitipkan popcorn dan juga minumannya pada Nisa.


"Nis, gue ke toilet bentar ya," ucap Aleta seraya menitipkan popcorn dan minumannya.


"Okay, jangan lama."


"Iya, Nisa." Aleta berjalan cepat menuju toilet.


Begitu sampai di toilet, Aleta segera membuang air kecil. Setelah itu, dia mencuci tangannya di wastafel sembari bercermin melihat riasannya. Setelah mencuci tangan, dia pun mengeringkan tangan dengan tisue. Kemudian dia sedikit merapikan riasannya tepatnya bagian bibir.


Selesai itu, Aleta keluar dari toilet dan berjalan menuju ruang bioskop. Sesampainya di luar ruang bioskop dia tidak melihat temannya, Nisa. Karena Aleta berpikir Nisa sudah masuk ke ruang bioskop, dia pun langsung masuk.

__ADS_1


Ternyata dugaan Aleta benar, jika Nisa memang sudah berada di ruang bioskop dan duduk di posisi tengah. Melihat filmnya yang akan segera diputar, dia pun berjalan ke arah temannya dan duduk tepat di sebelah temannya. Tidak sengaja kakinya tiba-tiba tersandung.


Aleta membulatkan matanya, dia sudah bisa menebak jika dia akan terjatuh. Tanpa dia duga, kini tubuhnya jatuh di pangkuan seorang pria yang tengah duduk di sebelah kursinya. Saat itu juga kedua pasang mata saling bertemu dan juga saling memandang satu sama lain.


"Leta! Lo enggak apa-apa?" tanya Nisa seraya menarik-narik hoddie yang dikenakan temannya.


Seketika Aleta langsung tersadar dan segera bangun dari pangkuan pria itu. "Saya minta maaf, kaki saya tiba-tiba tersandung," ucap Aleta pada pria itu.


"Tidak masalah," jawab pria itu dengan singkat.


Awalnya Aleta tampak santai dan begitu menikmati filmnya. Namun selang beberapa menit kemudian pria yang berada di sebelahnya tiba-tiba berteriak sangat keras pada saat adegan yang cukup menyeramkan dan juga mencekam itu. Sontak seluruh orang yang berada di ruang bioskop langsung menatap kearah Aleta, Nisa dan juga pria itu.


"Mbak, suruh diam itu pacarnya! Kalau takut nonton film horor jangan so'-so'an nonton. Ganggu aja," omel seorang wanita yang berada tepat di belakang Aleta.


Mendengar itu, Aleta dan Nisa saling bertatapan. Tak lama kemudian, mereka pun tertawa kecil. Aleta menoleh ke belakang dan menatap wanita yang berada di belakangnya.

__ADS_1


"Maaf, Mbak. Pria yang berada di sebelah saya ini bukan pacar saya. Mbak, sudah keliru," timpal Aleta dengan menahan tawanya.


"Benarkah? Saya kira pacarnya Mbak. Maaf ya, Mbak. Saya salah paham," ucap wanita itu dengan wajahnya yang merona karena malu.


"Tidak apa-apa, Mbak. Santai saja." Aleta tersenyum ramah.


Setelah menggubris wanita yang berada di belakangnya, Aleta pun kembali menikmati filmnya. Kemudian Nisa berbisik pada Aleta. "Leta, jika cowok lo ada di sini ... gue yakin dia akan jealous liat lo duduk di sebelah cowok kek gini," bisik Nisa.


"Udah lo diam, jangan banyak bicara. Nikmati saja filmnya!" tegas Aleta tanpa menoleh ke arah Nisa.


"Yee, dibilangin gitu amat jawabannya. Gue laporin lo sama cowok lo," goda Nisa.


"Wah, nyari mati lo. Lo mau gue batalin jalan-jalan plus traktirannya!" ancam Aleta dengan menaik-turunkan alisnya.


****

__ADS_1


__ADS_2