Gairah Sang Duren Sawit (Duda Keren Sarang Duit)

Gairah Sang Duren Sawit (Duda Keren Sarang Duit)
Kegelisahan Aleta


__ADS_3

'Anak? Apakah Mas Bobby punya anak? Tapi, kenapa dia tidak memberi tahuku kalau dia punya anak?' Aleta bertanya-tanya dalam hatinya seraya menatap mantan suami istri itu.


Mengetahui tingkah Aleta yang sedang bingung itu, Bobby segera berjalan menghampiri calon istrinya itu. Namun, baru saja Bobby hendak melangkah, lagi-lagi Cesya memegang tangan Bobby. Sekali lagi, Bobby menghempaskan tangan Cesya karena dia tidak ingin istrinya salah paham dan berpikir yang tidak-tidak.


Bobby kembali mendekati Aleta. Dia memegang kedua pipi calon istrinya serta menunjukkan senyum kagum. "Wah ... istri kecilku ini terlihat sangat cantik. Kau benar-benar bersinar, Sayang. Tidak salah jika aku memilihkan gaun ini untukmu. Gaun ini sangat cocok di tubuhmu. Aku semakin tergila-gila padamu," Bobby memuji Aleta sembari mengelus wajahnya dengan penuh kelembutan.


"Benarkah? Tapi, gaun ini terasa sangat berat, Mas. Aku kesulitan berjalan ini," keluh Aleta dengan mengerucutkan bibirnya.


Melihat tingkah istrinya yang begitu menggemaskan membuat Bobby tersenyum sembari mengelus kepala istrinya. "Sayang, namanya juga gaun pengantin ya sudah pasti berat. Apalagi gaun pengantin yang kamu pakai ini beratnya 12 kg. Tapi, walaupun ini berat, kamu terlihat bak ratu," timpal Bobby dengan senyumannya yang tulus.


"12 kg?" Aleta seketika langsung membulatkan matanya.


Bobby mengangguk. "Mbak, berapa gaun ini?" tanya Bobby pada pelayan.


"Untuk gaun pengantin yang ini harganya 314 juta, Pak," jawab salah satu pelayan.


Glek!


Lagi-lagi Aleta terkejut mendengar harga gaun pengantinnya, sehingga dia pun menelan salivanya. Dia menatap tajam calon suaminya. Namun, Bobby yang mengerti arti tatapan itu hanya mengedipkan sebelah matanya seraya mengeluarkan kartu ATM untuk membayar gaun pengantin untuk Aleta.


"Ini, saya bayar sekarang dan tolong bantu istriku untuk mengganti pakaiannya!" perintah Bobby pada para pelayan beserta memberikan ATM-nya.


"Baik, Pak." Pelayan itu mengambil ATM Bobby dan pelayan yang lain membantu Aleta untuk mengganti pakaiannya lagi.


Setelah Aleta dan para pelayan pergi ke ruang ganti, Bobby pun menarik tangan Cesya dan membawanya ke luar. "Ikut aku!" tegas Bobby dengan menyeret Cesya ke luar Bridal Collection.


"Pelan-pelan dong, Mas! Tanganku sakit tahu," rengek Cesya sembari berjalan cepat.

__ADS_1


Setelah berada di luar, Bobby segera melepaskan tangan mantan istrinya. Dia menyorotkan tatapannya yang sangat tajam sehingga membuat Cesya tertegun beberapa kali. Bobby yang dulu terkenal dengan kelembutan hatinya kini telah berubah menjadi sosok pria yang tempramen.


"Kenapa kamu menyeretku keluar, Mas? Apa bridal collection ini milikmu sampai kau mengusirku seperti ini, hah!" bentak Cesya sembari memegangi pergelangan tangannya yang terasa sakit.


"Jangan bertele-tele! Katakan, apa maumu? Kenapa kau mengikutiku sampai ke sini?" tanya Bobby tanpa basa-basi lagi.


"Siapa juga yang mengikutimu, Mas? Asal kau tahu saja, ini ke mari karena aku ingin memberi beberapa gaun untuk koleksiku. Kau jangan terlalu geer seperti itu! Aku tidak tahu jika aku akan bertemu denganmu di sini!" timpal Cesya dengan nada bicara yang tinggi.


"Okay, baiklah. Sekarang katakan, apa maksudmu bicara jika james adalah anakku? Apa kau ingin menjebakku dan membuat istriku salah paham padaku?" skak Bobby.


"Itu menurut pikiranmu saja, Mas. Sejujurnya aku ingin mengatakan ini jauh sebelum kau akan menikahi gadis murahan itu! Aku tidak menyangka jika kau akan menikahi wanita yang lebih rendah dariku! Kau tahu, kenapa aku memberi tahumu tentang james saat ini? Karena aku tidak ingin gadis murahan itu merebut semua hartamu maka dari itu, aku ingin menyelamatkanmu dengan mempersatukanmu dengan james," jelas Cesya.


Deg!


Tanpa mereka sadari, saat ini Aleta sudah berada di belakang mereka. Jantungnya terasa berhenti berdetak saat itu juga. Dengan langkahnya yang berat, Aleta berjalan meninggalkan Bobby dengan mantan istrinya tanpa sepengetahuan Bobby.


"Aku peringatkan kau sekali lagi! Jangan pernah bicara hal buruk mengenai istriku lagi. Sebab dia lebih baik darimu, dia tidak matre sepertimu. Dia sangat menyayangiku, itulah kenapa aku menikahinya. Dan satu lagi, jangan pernah muncul di hadapanku lagi apalagi mengatakan jika james adalah anakku! Dia bukan anakku tapi dia adalah buah dari perselingkuhanmu dulu!" bentak Bobby dengan mengepalkan kedua tangannya. Hanya itu yang bisa dia lakukan, dia tidak ingin menyakiti seorang wanita.


"Bobby! Dengarkan aku dulu! James itu anakmu!" teriak Cesya pada saat Bobby meninggalkannya.


Namun, Bobby tidak menggubrisnya sama sekali. Dia kembali masuk ke bridal collection. Pria itu tidak tahu jika Aleta susah pergi meninggalkannya.


Begitu berada di dalam, Bobby segera menghampiri para pelayan yang membantu Aleta. "Mbak, di mana istriku?" tanya Bobby setelah sampai di hadapan pelayan itu.


"Maaf, Pak. Nyonya muda sudah pergi sejak tadi. Apa Bapak tidak melihat Nyonya muda keluar?" jawab salah satu pelayan disertai bertanya balik.


"Jika saya melihatnya saya tidak akan bertanya pada kalian! Ya sudah kalau begitu, saya pergi. Ingat! Siapkan gaun pengantin itu untuk istriku, jika ada wanita bernama Cesya ingin melihat gaun pengantin, jangan biarkan dia memasuki dan memegang gaun pengantin yang sudah saya beli itu, paham!" tegas Bobby.

__ADS_1


"Baik, Pak."


Setelah itu, barulah Bobby pergi menuju parkiran. Begitu dia sudah berada di depan mobilnya, dia langsung masuk dan langsung menghidupkan mesin. Pria ini melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


****


Di jalan ...


Aleta tengah berjalan sembari memegang botol minuman. Dia berjalan cukup pelan sembari memikirkan ucapan mantan istri Bobby. Kemudian dia melihat ada sebuah kursi besi panjang yang sudah di cat warna putih. Dia pun duduk untuk menghilangkan rasa lelahnya karena berjalan cukup jauh.


"Benarkah jika Mas Bobby punya anak? Jika benar begitu, apakah pernikahan ini akan tetap terjadi atau Mas Bobby akan kembali pada Bu Cesya?" Aleta bergumam sembari menundukkan kepalanya.


"Leta!" panggil seorang wanita yang sedang berlari ke arahnya.


Sontak Aleta pun mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah sumber suara itu. Begitu dia melihat wanita itu, ternyata dia adalah sahabatnya yaitu Nisa. Dia melihat Nisa tersenyum ke arahnya.


"Hei, Beb. Lo ngapain di sini sendirian?" tanya Nisa dengan napas yang ngos-ngosan serta langsung duduk di sebelah sahabatnya.


"Enggak ngapa-ngapain sih, gue cuma pengen duduk aja di sini. Lo sendiri ngapain di sini?" Aleta balik bertanya pada sahabatnya.


"Gue habis ketemuan sama cowok," jawab Nisa dengan malu-malu kucing.


"Wah, seriusan lo ketemuan? Terus, gimana? Lo jadian sama cowok itu?" tanya Aleta dengan raut wajah penasaran.


Aleta yang awalnya sempat gelisah, tiba-tiba langsung senang mendengar kabar dari sahabatnya jika dia sudah dekat dengan pria. "Iya, gue serius. Gue belum jadian sih, tapi lo tahu? Siapa pria yang ngajak gue ketemuan itu?" Nisa Menaik-turunkan alisnya.


"Siapa?"

__ADS_1


****


__ADS_2