
"Sudah, jangan banyak protes. Ayo kita berangkat sekarang." Bobby meraih tangan Aleta dan membawanya pergi.
"Ayolah, Mas. Hoddie ini terlalu besar," Aleta merengek sembari mengikuti langkah calon suaminya.
Bobby tidak menggubrisnya sama sekali. Dia hanya tersenyum kecil mendengar rengekan calon istrinya. Sementara itu, Aleta merasa kesal, karena Bobby tidak menanggapinya.
"Nyebelin!" Aleta melepaskan tangannya dari genggaman Bobby.
Kemudian Aleta berlari dan meninggalkan calon suaminya. Sementara itu, Bobby hanya tertawa kecil disertai gelengan kepalanya. Setelah itu, pria bermata biru segera mengejar Aleta yang sudah lari lebih dulu.
"Aarrghh, memalukan! Gue kek Nek gombreng aja pakai hoddie sebesar ini. Aah, Mas Bobby makin hari makin nyebelin aja," Aleta menggerutu sembari menghentak-hentakkan kakinya.
"Euh, gemesin banget sih, Gadis cabaiku ini!"
Tiba-tiba Bobby sudah berada di samping Aleta dan menyomot bibir Aleta yang sedang dikerucutkan. "Hei, Pak Duren sawit!" Aleta memekik karena terkejut.
"Apa, Gadis cabai." Bobby mendekatkan wajahnya pada wajah Aleta.
__ADS_1
Seketika Aleta langsung tertegun disertai tatapan yang sangat dalam. Kemudian dia mendorong pelan dada bidang Bobby sejauh satu meter. "Kendalikan dirimu, Pak Duren sawit! Ini tempat umum," celetuk Aleta dengan mengalihkan pandangannya.
Aleta paling tidak tahan jika Bobby sudah mendekatinya dan menatapnya dengan jarak yang sangat dekat. Menurut Aleta, hal itu bisa membahayakan jantungnya karena saat itu juga jantungnya langsung berdetak lebih cepat dari biasanya. Kini gadis cabai itu membalikkan badannya dengan membelakangi Bobby untuk menetralkan debaran jantungnya.
"Iya, iya. Udah jangan kesal gitu dong. Ayo kita lanjut jogging." Bobby kembali memegang tangan Aleta dan mengajaknya berlari.
"Ih, Mas. Memang jogging harus ya sambil pegangan tangan kek gini? Udah kek nenek-nenek mau nyebrang aja," Aleta bicara dengan nada ketus.
"Haha, kamu ini kalau bicara suka buat saya ketawa." Bobby mengelus lembut kepala Aleta disertai tawa kecilnya.
****
"Hai, kita ketemu lagi, Nyonya Albern," sapa wanita itu dengan menoleh ke arah Aleta.
Sontak, Aleta yang saat ini tengah menatap layar ponselnya langsung mengalihkan pandangan ke arah samping. Begitu dia menatap ke arah wanita yang disampingnya, bola matanya terbelalak. Ternyata, wanita yang saat ini berada di sampingnya tidak lain dan tidak bukan adalah Cesya Dree, mantan istri Bobby.
"Eh, Bu Cesya. Pagi, Bu." Aleta tersenyum sembari menunduk kecil sebagai tanda hormat.
__ADS_1
"Pagi, Nyonya Albern," Cesya balik menyapa Aleta sedang panggilan marga Bobby.
"Bu Cesya tidak perlu memanggil Leta seperti itu. Saya tidak enak jadinya,"
"Lupakan itu. Oh iya, apakah kamu yakin akan menikah dengan Bobby? Apa dia sudah memberi tahumu mengenai rahasianya?" Cesya menatap Aleta dengan tatapan yang menunjukkan ketidaksukaannya.
"Iya, Bu. Saya yakin. Oh iya, kalau boleh tahu rahasia apa ya?" Aleta mengerutkan keningnya.
"Sudah kuduga kalau Bobby tidak akan mengatakannya. Asal kau tahu saja, Leta. Bobby sebenarnya ...."
"Leta!"
Tiba-tiba Bobby memanggil calon istrinya dan berjalan menuju Aleta beserta mantan istrinya itu. "Sedang apa kau di sini?" tanya Bobby dengan nada yang ketus pada mantan istrinya.
"Aku hanya menyapa calon istrimu ini, Mas."
"Leta, ikut aku!" Bobby menarik lembut tangan Aleta dan membawanya menjauhi mantan istrinya itu.
__ADS_1
****