Gairah Sang Duren Sawit (Duda Keren Sarang Duit)

Gairah Sang Duren Sawit (Duda Keren Sarang Duit)
James Anakmu Mas!


__ADS_3

"Aku belajar bahasa gaul agar aku bisa mengimbangi tingkah istri kecilku ini," kekeh Bobby sembari mengelus kepala Aleta dengan lembut.


"Haha, Mas bisa saja." Aleta menatap Bobby disertai tertawa puas.


"Kita jalan ya, setelah fitting baju pengantin kita harus membuat kartu undangan juga." Bobby segera menghidupkan mesinnya. Kemudian dia melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


"Mas, kenapa tidak serahin saja sama orang tua kita? Takutnya salah nanti," saran Aleta seraya melirik ke arah calon suaminya yang sedang fokus menyetir.


Mendengar itu, Bobby tersenyum kecil disertai dengan gelengan kepala. "Sayang, aku ini pernah menikah. Jadi, aku tahu dan aku cukup berpengalaman dalam mengurus pesta pernikahan nanti. Lagi pula aku hanya memilih gaun pengantin yang akan kamu pakai dan juga kartu undangan saja. Selebihnya, biarkan orang tua yang mengurus semuanya. Aku hanya ingin kartu undangan dan juga pakaian pengantin kita sesuai dengan seleramu. Aku ingin melihatmu bersinar di hari pernikahan kita nanti, kamu tidak keberatan 'kan jika kita mengurus dua persiapan ini?" Bobby menaik-turunkan alisnya.


"Baiklah, Mas. Leta setuku. Leta lupa jika calon suamiku ini adalah seorang duren sawit," ledek Aleta sembari tertawa kecil.


"Aleta!" panggil Bobby.


"Iya, Mas duren sawit," ledek Aleta lagi.


Mendapat ledekan dari Aleta membuat Bobby segera menepikan mobilnya dan membuka seat belt. Dia memegang kedua pipi Aleta dan menatapnya begitu lekat. Aleta yang melihat itu hanya bisa mengedipkan matanya sembari terus tertegun. Dan tanpa dia duka, Bobby langsung mendaratkan bibirnya di bibir ranum gadis itu.


Deg!


Jantung keduanya mulai berdetak cepat. Mereka merasakan sensasi yang aneh. Awalnya bibir mereka hanyalah menempel saja, akan tetapi Bobby mulai memainkan lidahnya dengan menerobos masuk ke mulut Aleta. Sementara itu, Aleta hanya terdiam tanpa membalas ciuman Bobby.


Setelah beberapa menit kemudian, Bobby melepaskan pagutannya. Aleta langsung tertunduk malu. Dia meresam jemarinya karena saat ini, dia benar-benar salah tingkah. Berbeda dengan Bobby, dia justru semakin gemas melihat reaksi calon istrinya itu.


Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Bobby kembali melajukan mobilnya lagi. Sementara itu, Aleta masih menetralkan debaran jantungnya. Sehingga dia pun mengalihkan pandangannya dengan menatap ke luar jendela mobil.


Dengan melihat suasana di jalan, Aleta akan lupa dengan kejadian kilatnya itu. 'Bodoh! Kenapa aku diam aja sih? Aah, malu sekali," Aleta merutuki dirinya sendiri dari dalam hati.


****

__ADS_1


Bridal Collection ....


Saat ini Aleta dan Bobby telah sampai di bridal collection. Mereka sedang memilih gaun pengantin yang cocok untuk Aleta. Ada 4 pelayan yang melayani Bobby dan juga Aleta.


"Tunjukkan gaun pengantin termahal dan tercantik, saya ingin istri saya ini terlihat bersinar di hari pernikahannya," ujar Bobby pada keempat pelayan itu.


"Baik, Pak," timpal salah satu pelayan itu.


Tanpa berlama-lama lagi, keempat itu langsung mengambil gaun pengantin permintaan Bobby. Setelah ke empat pelayan itu pergi, Aleta langsung menarik lembut calon suaminya. Dia membawa Bobby ke sudut ruangan dan menatapnya dengan tatapan yang dalam.


"Mas, lihat Leta!" Aleta masih memegang tangan Bobby.


Seketika Bobby pun langsung menatap mata calon istrinya. "Iya, Sayang. Ada apa? Kenapa mengajakku ke tempat terpojok?" tanya Bobby dengan penuh kelembutan.


"Mas, kenapa Mas meminta mereka untuk membawakan gaun termahal? Leta tidak punya banyak uang, bagaimana jika harganya puluhan juta? Leta enggak bakalan sanggup membayarnya," tutur Aleta dengan pelan dan sedikit berbisik.


"Jangan khawatir, masih ada aku 'kan." Bobby menaik-turunkan alisnya.


"Aku juga serius. Udah, jangan takut. Aku akan membayarnya. Aku akan habiskan uangnya untuk pernikahan kita." Bobby menangkup kedua pipi Aleta disertai senyumannya yang mempesona.


Cup!


Bobby mengecup kening Aleta. Seketika mata Aleta langsung terbelalak menatap ke arah Bobby. Sementara itu, tanpa mereka sadari ke empat pelayan itu sudah kembali dan memperhatikan adegan sweet pasangan calon pengantin ini.


"Permisi, Pak. Maaf mengganggu, ini gaun pengantin yang Bapak minta," ucap salah satu pelayan sembari menunjukkan gaunnya.


Bobby dan Aleta menoleh ke arah empat pelayan itu. Kemudian mereka berjalan mendekatinya. Begitu berada di hadapan para pelayan itu, Aleta terpesona melihat gaun pengantin yang super mewah dan sangat cantik itu. Kedua matanya berbinar dan tidak berhenti menatapnya.


Bobby dapat memastikan jika saat ini Aleta sangat menyukai gaun pengantinnya itu.  "Apa kau menyukainya, Sayang?" tanya Bobby dengan memegang tangan calon istrinya.

__ADS_1


Aleta pun mengangguk tanpa mengatakan apa pun. "Mbak, tolong bantu istriku ini untuk mencoba gaun ini!" perintah Bobby pada para pelayan.


"Baik, Pak. Mari, Nyonyo." Para pelayan itu mengajak Aleta untuk ke ruang ganti.


Dibalas dengan anggukan kecil oleh Aleta. Sambil menunggu calon istrinya mencoba gaun itu, Bobby duduk di sebuah sofa yang sudah disediakan. Sesekali dia mencari tempat yang sangat romantis untuk honeymoon nanti.


"Ekhem! Tidak disangka-sangka aku akan melihatmu di sini," ucap seorang wanita yang tiba-tiba datang dan duduk di sebelah Bobby.


Mendengar hal itu, Bobby pun menoleh ke arah sumber suara. Begitu kedua matanya menatap wanita itu, alangkah terkejutnya dia melihat wanita yang seharusnya tidak dia lihat lagi. Yup, wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah Cesya.


Mengetahui hal itu, Bobby pun hendak beranjak dari duduknya namun, Cesya memegang tangan Bobby. "Duduklah dulu, ada hal yang ingin aku katakan padamu," ucap Cesya dengan menatap tajam mantan suaminya.


"Cesya, lepaskan tanganku! Kita sudah tidak punya hubungan apa pun lagi ya. Tolong, jaga sikapmu ini!" tegur Bobby dengan membalas tatapan mantan istrinya.


"Okay, aku akan lepaskan. Tapi, Mas harus dengerin dulu perkataanku," timpal Cesya.


"Baiklah, aku beri waktu 3 menit untuk mengatakannya. Cepatlah!" tegas Bobby dengan mengalihkan tatapannya.


"Mas, James itu sebenarnya anakmu," ujar Cesya dengan tangannya yang masih menggenggam tangan Bobby.


"Apa maksudmu? James siapa?" tanya Bobby dengan menoleh kembali ke arah mantab istrinya.


"James anakku. Dia adalah anakmu! Pada saat aku meninggalkanmu dulu, aku tengah mengandung anakmu, Mas. Aku menyesal karena aku tidak memberi tahumu saat itu," jelas Cesya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Hentikan omong kosong ini! Aku tidak akan mempercayai tipu muslihatmu itu!" Bobby menghempaskan tangan Cesya dan berjalan menuju ruang ganti. Dia menunggu Aleta di luar ruang ganti itu guna menghindari mantan istrinya.


Tak tinggal diam, Cesya pun mengejar Bobby. Setelah sampai di samping Bobby, dia kembali memegang tangan Bobby. "Percayalah, Mas. James adalah anakmu. Maafkan aku, aku telah memisahkan kalian selama ini," ucap Cesya dengan raut wajahnya yang sedih.


Deg!

__ADS_1


Jantung Bobby teada berhenti berdetak pada saat Aleta keluar dari ruang ganti dan menatap ke arahnya dan juga Cesya.


****


__ADS_2