
"Saya teringat Ayah, karena selama ini. Di saat saya sedang sedih atau mendapatkan masalah, dia lah orang yang selalu mengelus kepala saya sebagai bentuk support dan kasih sayangnya. Melihat Pak Bobby yang melakukan itu, saya jadi teringat pada Ayah. Sikap Pak Bobby yang penyayang ini yang telah membuat hati saya terharu. Saya telah salah besar menilai Pak Bobby." Aleta menatap Bobby dengan mata yang berkaca-kaca serta senyuman di bibirnya.
"Lah, saya pikir kau menangis karena tidak suka jika saya mengelus kepalamu. Ternyata kau menangis karena teringat ayahmu." Bobby menepuk jidatnya sendiri. Dia tidak habis pikir dengan jawaban Aleta.
"Oh iya, sebelumnya kau menilai saya seperti apa?" tanya Bobby.
"Dulu pada saat saya bertemu Pak Bobby di hari peresmian Albern Food, saya mengira Bapak ini orang yang aneh. Sebab setiap melihat saya, Pak Bobby selalu menghindar dan bersikap dingin. Dan itu terus terjadi setelah saya bekerja di bagian packing. Tapi, setelah saya mengetahui masa lalu Pak Bobby saya jadi mengerti kenapa Pak Bobby terlihat tidak menyukai wanita. Namun, setelah melihat sisi lain Pak Bobby yang Bapak tunjukkan hari ini, saya menilai Pak Bobby ini orangnya penyayang dan sangat peduli pada orang lain. Sangat disayangkan jika Bu Cesya meninggalkan Pak Bobby hanya karena kondisi finansial saja," secara tidak langsung Aleta telah memuji kepribadian Bobby.
Bobby yang menyebar itu tentu tersenyum bangga karena pada akhirnya, gadis cabai yang selalu berkata pedas ini bisa menyadari akan ketulusan hatinya. Hal inilah yang ingin dia dengan dari Aleta. Sedari dulu Aleta tidak pernah menyadari hal itu bahkan mengatakan hal-hal yang memujinya.
"Ya mungkin, dulu Cesya tidak membutuhkan kasih sayang. Dia hanya membutuhkan uang saja. Saya tidak pernah menyesali perceraian saya dengan Cesya. Dan asal kau tahu saja Aleta, saat ini hanya ada satu wanita yang selalu membuatku terpikat. Wanita itu selalu menghidupkan debaran jantung yang selama ini tidak pernah berdebar selama ini. Kau tahu, siapa wanita itu?" Bobby menatap sekretarisnya dengan tatapan yang penuh misteri.
"Siapa? Apakah wanita itu Kak Inesa Baldeu BA-nya Albern Food?" tebak Aleta.
"No, wanita itu adalah--"
__ADS_1
"Pak Bobby," panggil Hadwin tiba-tiba yang membuat ucapan Bobby terhenti.
Bobby dan Aleta menoleh ke belakang secara bersamaan. "Ada apa?" tanya Bobby tanpa berekspresi.
"Saya sudah mengatur pertemuan Pak Bobby dengan beberapa media untuk melakukan konferensi pers guna mengklarifikasi masalah ini," jelas Hadwin.
"Bagus, kapan konferensi pers di mulai?" tanya Bobby.
"Pukul 15.00, Pak."
Sementara Aleta, dia sebenarnya masih merasa penasaran dengan siapa wanita yang berhasil meluluhkan sang Duren Sawit ini? Namun, dia mengesampingkan dulu penasaran itu dan berjalan mengikuti bosnya. Setelah sampai di ruangan yang tadi, mereka semua duduk dan mulai membahas rencananya.
"Aleta, saya akan melakukan konferensi pers untuk membantah gosip ini. Tapi, jika konferensi pers ini gagal maka saya harus melakukan cara kedua," jelas Bobby dengan menatap serius Aleta.
"Cara kedua? Apa itu, Pak?"
__ADS_1
"Saya harus melamarmu. Dan kau akan menjadi tunanganku yang sesungguhnya," jawab Bobby.
Deg!
Seketika jantung Aleta langsung terhenti. Dia shock mendengar ucapan yang keluar dari bibir bosnya. Apakah tidak ada cara lain selain menyeret dirinya ke dalam hubungan yang sangat serius ini? Mengingat jika usianya yang masih sangat muda untuk menjalin hubungan serius, Aleta tidak siap untuk menerima hal itu.
Entah apa yang akan terjadi jika dia benar-benar menjadi tunangannya? Kehidupan apa yang akan dia jalani nantinya? Semua ini adalah kesalahan bosnya, seharusnya dia tidak mengatakan itu di hadapan mantan istrinya, atau semua ini tidak akan pernah terjadi.
Kini keadaan sudah rumit, tidak ada cara lain selain cara 1 dan 2. Aleta berharap konferensi ini dapat menyelesaikan masalah ini agar dia tidak perlu menjalani hubungan yang tidak semestinya terjadi. Aleta teringat pada wanita yang Bobby sukai.
"Tapi, Pak. Kita tidak mungkin bertunangan. Usia saya belum begitu dewasa untuk menjalin hubungan yang serius. Saya belum siap untuk menghadapi media tentang pertunangan ini. Saya juga takut, kehidupan seperti apa yang akan saya jalani nantinya. Saya akan terus dicap sebagai sugar baby-nya Pak Bobby. Saya tidak ingin itu terjadi. Semoga saja rencana yang pertama akan berhasil sehingga kita tidak perlu bertunangan. Pak Bobby tidak boleh bertunangan dengan wanita yang tidak Pak Bobby sukai. Ingatlah wanita yang telah memikat Pak Bobby," timpal Aleta.
Bobby tersenyum. "Kau tahu, Leta? Wanita yang telah memikat saya itu tidak lain dan tidak bukan adalah kau sendiri, Aleta Quenby Elvina!" Bobby mengatakan sebuah kejujuran yang membuat Aleta terlonjak kaget.
Aleta membulatkan matanya dengan sempurna. Dia benar-benar sangat terkejut dengan ucapan bosnya. Tidak, bukan hanya Aleta saja. Hadwin pun turut terkejut mendengarmya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....