Gara Gara Pergi Berlayar

Gara Gara Pergi Berlayar
Percakapan Grup WA Di Kantor


__ADS_3

# Gara Gara Pergi Berlayar


Bab 17 ( Percakapan Grup WA Kantor )


Saat ini pasangan pengantin baru itu berada di kamar berdua sambil membahas hadiah dari Pak Mukhlis.


Dini kembali menghubungi Papih mertuanya memberitahukan hadiahnya sudah diterima dan menyampaikan rasa terima kasih pada Papih mertuanya.


" Din nanti kamu masih ingat kan cara menyetir mobil, dulu kan Mas pernah ajarin kamu. Jadi nanti selama Mas kembali berlayar kamu bisa menggunakannya sendiri " ucap Deni sambil membelai rambut Dini.


" Iya Mas tapi aku udah lama gak nyetir jadi mungkin sedikit kaku. Paling nanti belajar sebentar ya " jawabnya.


" Iya nanti kita belajar, kamu Mas tinggal sebentar gak papa kan? Maafin Mas ya karena sudah tanda tangan kontrak. Kalau memungkinkan nanti Mas coba untuk pulang lebih cepat, do'a kan saja ya biar di acc " pintanya pada Dini.


" Iya Mas, aku pasti selalu do'a in kamu aku juga pengen kita berkumpul biar cepet cepet punya dede bayi hehee "


" Iya dong, Mmhhh Din boleh gak? "


" Masih siang Mas malu sama orang rumah " jawab Dini.


" Lah kenapa malu aku cuma mau minta tolong bikinin jus aza kok " ucap Deni.


Blussshh


Wajah Dini memerah malu " Duh bisa bisa nya aku berfikir yang nggak nggak "


Deni langsung tertawa melihat wajah Dini yang merah seperti kepiting rebus.


" Istri Mas ini ternyata otaknya mesum ya hahaa "


" Ih apaan sih " Dini langsung berdiri sambil menutup wajahnya dan pergi menuju dapur.


Tak lama Dini kembali dengan membawa jus mangga kesukaan Deni " Mas Jus nya "


" Makasih sayang, ini ponsel kamu dari tadi berbunyi kenapa di biarkan? " tanya nya.


" Sengaja Mas, malas biar saja "


" Gak boleh gitu, siapa tahu penting " Deni mengambil ponsel Dini dan menyerahkannya.


" Iya iya deh si paling baik hehee "


Dini membuka beberapa pesan dari temannya dan segera dia balas. Kebanyakan pesannya memang menanyakan kebenaran tentang pernikahan Dini.


Bahkan banyak yang mengira Dini menikah dengan Budi. Untuk menghindari kesalah fahaman Dini langsung mengupload status di WA dan sosmednya yang menyatakan pernikahannya dengan Deni sudah sah di mata hukum dan agama.


" Lagi apa Yang kok serius amat sih sampai cuekin suami " tanya Deni.


" Ih Pak Suami gitu ya, tadi suruh balasin pesan pesan sekarang lagi balasin pesan malah bilang di cuekin " jawab Dini sambil mengkerucutkan bibirnya.

__ADS_1


" Ih kamu ya godain Mas saja bibirnya sampai di monyong monyongin gitu hahaa " goda Deni sambil menjawil dagu Dini.


" Ini loh Mas banyak yang nanyain soal pernikahan kita, bentar ya Mas "


Setelah membaca pesan masuk Dini pun beralih pada grup WA di kantor. Ternyata disana banyak percakapan membahas dirinya.


Karena mereka lebih banyak yang tahu hubungannya dengan Budi sehingga tak heran banyak yang menghujat Dini dengan perkataan tak sopan.


[ Tunangan sama siapa Nikah sama siapa? emang gak jelas nih anak ]


[ Iya kelihatannya saja alim taunya gak jadi jaminan ]


[ Kasihan ya Pak Budi di PHP ]


[ Dasar matre pasti nih gara gara laki yang baru lebih kaya dan lebih cakep ]


Dan banyak lagi tanggapan miring lainnya. Namun ada juga yang memberikan tanggapan bijak karena ada sebagian yang tahu dari cerita Siti kalau Deni dan Dini lebih lama berpacaran. Tapi bukan berarti Dini selingkuh namun mereka sempat break.


[ Ya wajar aza kali, kita sebagai perempuan harus realistis gak usah ngerasa paling bener dan paling suci ]


[ Iya lagian kalau iri bilang bosss ]


[ Kalian gak suka sama Dini gak usah cari alasan untuk ngebenci dia. Emang dasar kalian aza yang dengki ]


Dan masih banyak lagi percakapan lainnya yang akhirnya membuat mereka perang komentar.


Tanggapan mereka kebalikan dari grup WA kantor, lebih banyak hal positif mengucapkan selamat dan mendo'akan agar langgeng dan segera diberikan momongan.


Melihat komentar di sosmed Dini lebih merasa tenang. Namun dia pun tak mau ambil pusing hal yang wajar perlakuan teman di kantor seperti itu apalagi ada Budi disana.


Dia melihat ada pesan masuk di messenger dengan nama akun Budi. Dini lupa belum membloknya baru nomor ponsel saja yang diblok karena tak mau diganggu mantannya itu.


Budi sering kali mengirim pesan padanya, sehingga Dini khawatir akan terjadi salah faham dengan Deni.


Kali ini Budi mengirim pesan ucapan selamat atas pernikahan Dini tanpa mendo'akan apapun.


Akhirnya Dini putuskan untuk membalas pesan Budi dengan hanya mengucapkan terima kasih dan mendo'kan kembali agar Budi segera bertemu jodohnya.


Dini pun melakukan hal yang sama dia memblok Budi di semua akun sosmednya. Bahkan beberapa hari ke belakang dia sudah menghapus foto foto bersama Budi di semua akun sosmednya.


" Kenapa kok jadi sedih gitu? " Deni memandang Dini.


Dini menyerahkan ponselnya dan memperlihatkan percakapan di grup kantor, lalu Deni membacanya perlahan.


" Kamu sedih? apa kamu menyesal dengan pernikahan kita? " tanya Deni sambil mengangkat dagu Dini lembut.


" Mas ngomong apaan sih, mana ada aku menyesal justru sebaliknya aku bahagia. Mungkin kemarin aku sempat goyah aku minta maaf karena aku butuh tempat bersandar dan berbagi " Dini tertunduk merasa bersalah.


" Mas udah maafin kamu dari lama, lagipula itu bukan sepenuhnya kesalahanmu. Tapi karena kondisi juga, andai saat itu Mas tidak memilih berlayar mungkin hal ini tidak terjadi " jawab Deni.

__ADS_1


" Makasih Mas udah mau maafin aku " Dini langsung memeluk Deni, dibalas dengan kecupan Deni di kening Dini.


" Sebaiknya kamu hapus grup WA lagipula bukannya kamu udah resign " pinta Deni dengan lembut karena khawatir Dini salah faham.


" Iya Mas tadinya mau aku hapus setelah resepsi karena berniat mengundang mereka di acara resepsi nanti. Lagipula aku berniat mengganti nomor ponselku "


" Kenapa, apa ada yang mengganggumu? " tanya Deni.


" Ya Mas tahu sendiri, dan lagi aku ingin memulai hidup baru gak apa kan? " pinta Dini dengan manjanya.


" Tentu saja gak masalah selagi itu baik untuk kamu dan kita. Dan kalau ingin mengudang teman sebaiknya kita undang sekarang bukankah Mas bilang akan menyebar undangan setelah kita akad "


" Baiklah Mas aku akan undang mereka sekarang, dan mungkin untuk undangan resminya menyusul saja " jawab Dini.


Dini pun langsung meraih ponselnya dan mengirim pesan di grup kantor tentang undangan pernikahannya nanti "


[ Assalammu Alaikum teman-teman, saya ucapkan terima kasih untuk do'a baik yang sudah tersemat. Saya dan suami mengucapkan banyak terima kasih untuk semuanya. Selain itu saya ingin mengundang semuanya di acara resepsi kami sebagai bentuk syukur kami sekeluarga. Semoga kalian berkenan hadir. Untuk link undangan terlampir ya. Terima Kasih ] send


[ Link ] send


Tak perlu menunggu lama, banyak balasan yang masuk. Bahkan mereka banyak yang takjub.


[ [ Alhamdulillah selamat ya Din, salam buat paksu oppa korea hehee ]


[ Dini you are so lucky, selamat ya ]


[ Selamat Dini, big hugh ]


[ Wooww Dini hebat keren, pestanya di ballroom hotel bintang 5 pasti suaminya tajir melintir ]


[ Gitu aza bangga ]


[ Dasar plin plan ]


[ Lu mampu? iri bilang boss. Kalian tuh emang satu setelan ]


[ Iya nggak tahu nih si Wida sama si Vika keki amat, kayak yang mampu saja dapetin yang lebih baik ]


[ Huhuuuu ]


Dari sekian banyak komentar masih saja tersemat ungkapan iri, dari siapa lagi kalau bukan dari Vika dan Wida. Dini hanya tersenyum ketir. Tapi Dini bersyukur masih ada yang membelanya. Lucunya Wida dan Vika malah mendapat cibiran dari temannya yang lain.


" Manusia itu lah manusia yang dipenuhi iri dengki " batinnya.


Terakhir Dini mengucapkan terima kasih dan berpamitan keluar dari grup karena sudah bukan bagian dari perusahaan tersebut.


[ Makasih buat tanggapan positif kalian, saya juga ingin pamit dari grup ini karena terhitung hari kemarin saya resign dari kantor. Maaf ya bila selama bekerja ada hal yang membuat kalian tidak nyaman. Terima kasih buat semua, Assalammu Alaikum ] send


Kemudian Dini keluar dari grup, dan kini hatinya merasa plong. Alhamdulillah.

__ADS_1


__ADS_2