Gara Gara Pergi Berlayar

Gara Gara Pergi Berlayar
Jangan Dia


__ADS_3

# Gara Gara Pergi Berlayar


Bab 55 ( Jangan Dia )


Malam itu Mukhlis tidak kembali ke kamarnya, dia memilih tidur di kamar tamu karena malas menghadapi Tessa yang terus uring-uringan.


Berulang kali Tessa mengirimkan pesan menanyakan keberadaan Mukhlis tapi tak sekalipun di balasnya. Karena penasaran Tessa pergi ke garasi untuk melihat mobil Mukhlis dia khawatir Mukhlis tidur di apartement Dini.


Secemburu itu Tessa pada Dini yang jelas jelas menantu. Sampai di garasi Tessa melihat mobil Mukhlis ada di tempatnya. Dia sedikit lega, menurut dugaannya sekarang Mukhlis berada di kamar tamu.


Dia pun menuju kamar tamu yang berjejer di lantai dua. Satu persatu dibuka tapi Mukhlis tak ada, kini harapannya hanya tinggal kamar yang di ujung.


Klekk klekk


Dua kali dicobanya untuk dibuka tapi pintu terkunci.


" Fix Mas Mukhlis tidur di dalam, kenapa harus di kunci segala. Sepertinya dia menghindariku. Sudahlah lebih baik aku istirahat saja daripada marah marah tak jelas " gumamnya dalam hati.


Tessa pun kembali melangkah menuju kamarnya dengan membawa perasaan yang kesal.


Di dalam kamar Mukhlis hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya. Tanpa keluar pun Mukhlis bisa melihat apa yang dilakukan Tessa karena dia memasang CCTV tanpa sepengetahuan istrinya.


Setelah dirasa aman karena Tessa sudah kembali ke kamarnya, Mukhlis segera merebahkan badannya di kasur. Dia pun segera terlelap karena sudah merasa terlalu lelah setelah pertemuan tadi malam dengan persiapan yang sangat mendadak.


***


Suara adzan Shubuh membangunkan Mukhlis dari tidurnya. Malam ini tidurnya terasa nyenyak tanpa mendengar ocehan Tessa meminta ini dan itu.


" Hoaaammm segar sekali rasanya, sudah lama tidak tidur dengan nyenyak. Masa iya aku harus beli rumah sendiri agar bisa nyaman Ckck " Mukhlis berdecak mengingat hari harinya tak sedamai dulu.


Dia pergi ke kamar mandi untuk berwudhu dan menunaikan shalat shubuh. Setelahnya dia pergi ke luar hanya untuk berkeliling mencari udara segar.


Setelah berjalan jalan selama setengah jam dan di rasa cukup Mukhlis kembali ke rumah. Baru saja tiba di gerbang rumah dia sudah Melihat Tessa sedang bersedekap dan memandangnya tajam.


" Pih darimana sih pagi pagi sudah keluyuran " cecar Tessa pada suaminya.

__ADS_1


" Nyari janda muda " balas Mukhlis sambil berlalu masuk ke dalam.


Mendengar jawaban suaminya Tessa langsung merajuk menyusul ke dalam sambil menghentak hentakan kakinya.


Security yang berjaga pun terkikik mendengar jawaban majikannya " Siapa yang gak pusing tiap hari kerjanya ngomel. Aku aja yang kerja gini milih cari istri baru, apalagi Pak Mukhlis anak gadis pun tak akan menolak heheee "


Di dalam rumah Tessa masih mengejar Mukhlis meminta penjelas kenapa dia tidur di kamar tamu, namun Mukhlis tetap saja mengabaikannya.


Karena diabaikan terus Tessa duduk di meja makan sambil melamun, bahkan kedatangan Mela ke meja makan untuk sarapan pun Tessa tak menyadarinya karena dia terlalu fokus dengan lamunannya.


" Mih kenapa melamun? " tanya Mela.


" Papih kamu kemarin tidur di kamar tamu, padahal Mamih mau bahas soal pesta kalian " jawab Mela dengan wajah masam.


" Mamih juga kenapa sih uring uringan wajar aja kalau sampai Papih kesal. Lagian ya Mih aku mau pestaku sederhana karena permintaan dari keluar Budi pun seperti itu " terang Mela pada Ibunya.


Tak lama Mukhlis datang dan duduk di kursinya dia sudah terlihat rapi dan wangi. Tessa membuang muka berharap untuk di rayu. Namun keinginan Tessa tak terkabul karena ternyata Mukhlis tetap tidak mengacuhkannya.


Mereka bertiga sarapan dengan suasana sunyi tanpa ada obrolan, yang terdengar hanya dentingan sendok.


" Makasih untuk apa? " tanya Mukhlis.


" Papih udah jadi ayah sambung yang baik, selalu memenuhi semua keinginanku. Maaf kalau aku membuat Papih malu dan belum bisa membuat Papih bangga "


Mukhlis tersenyum mendengar penuturan Mela dia merasa terharu. Mela berdiri dan memeluk Mukhlis " Maafin aku ya Pih " Mela berucap sambil tersedu sedu.


" Sudahlah, semua sudah terjadi Papih hanya berusaha melakukan yang terbaik. Tapi maaf Mel Papih gak bisa jadi wali mu. Karena ayah kandungmu masih ada jadi kamu harus cari ayahmu, karena itu salah satu syarat sah menikah "


Mela tertegun sejenak, ada sedikit raut kecewa tapi itu tak lama. Karena apa yang diucapkan Mukhlis memang benar adanya.


" Iya Pih nanti aku dan Mamih akan cari ayahku "


" Ya sebaiknya secepatnya karena waktunya sebentar lagi. Papih berangkat dulu ya "


" Iya Pih " Mela menganggukan kepalanya.

__ADS_1


" Pih, bagaimana dengan pestanya aku mau dibuat semegah pernikahan Deni "


" Soal pernikahan biar aku yang urus kamu tak usah repot repot " Tanpa panjang lebar Mukhlis menjawab pertanyaan Tessa. Selesai menjawab pertanyaannya Mukhlis langsung pergi.


" Mel sebaiknya kamu jangan cari ayahmu, minta Papihmu saja yang menjadi wali " ucap Tessa pada putrinya.


" Gak Mih bener kata Papih selagi ayahku masih hidup maka yang wajib menjadi waliku ya ayah kandungku. Kecuali dia berhalangan hadir misal sakit mungkin bisa di gantikan yang lain. Bahkan masih ada Ikbal yang bisa menggantikan Ayah " tukas Mela.


" Kamu tahu gak resikonya kalau ayahmu jadi wali, bisa malu kita Mel. Ayahmu itu akhhhh Mamih gak sanggup ngomongnya. Pokoknya jangan dia Mel, Mamih mohon "


Tessa mencoba mempengaruhi Mela agar tak mencari ayahnya karena Tessa sudah bertemu dan tahu keadaannya.


Ayah Mela seorang pemabuk yang pekerjaannya tak jelas, itu semua berimbas pada Ikbal karena kurang perhatian dari orang tuanya sehingga menjadi anak yang pemalas dan sulit di atur.


" Mih ini bukan soal malu atau soal penampilan Ayah. Tapi ini menyangkut sah tidaknya pernikahanku. Tolong deh Mamih jangan memperkeruh suasana. Harusnya kita bersyukur Papih masih mau ngurusin pernikahan aku "


Mela mulai kesal pada Ibunya yang terus memprovokasi dirinya. " Huhhh pantas saja Papih tak betah di rumah dan sering mengabaikan Mamih karena sifatnya seperti ini "


" Ah kamu tau apa sih anak kemarin sore, Kita tuh di hargai karena uang dan penampilan kita. Kalau teman teman Mamih sampai tahu kamu anak tiri Papih mau di taruh dimana muka ini "


" Udah lah Mi aku bilang gak usah mikirin soal itu lagi, kalau Mamih gak mau bantu aku bakal cari ayah sendiri "


Mela langsung beranjak dari duduknya, untung sarapannya sudah selesai. Kalau tidak moodnya akan berubah karena perilaku ibunya.


" Eh eh kamu mau kemana, kita belum selesai bicara. Duduk kamu, orang tua ngomong main tinggal saja " bentak Tessa.


" Apalagi sih Mih? " dengan perasaan malas terpaksa Mela duduk kembali.


" Kamu jangan lupa minta kado sama Papihmu mobil keluaran baru, ya minimal sama lah sama Dini "


" Halah Mamih udah lah kita urusin saja dulu pernikahanku, Papih mau ngurus semuanya aja aku anggap seperti hadiah. Ayahku saja belum tentu peduli "


" Kamu di kasih tahu susah banget sih, Mamih tuh wanita yang melahirkan mu. Tahu apa yang terbaik buatmu. Jangan membantah terus.


Hari ini kita ke butik buat baju pengantinmu. Mamih gak minta persetujuan mu. Nanti kamu pilih gaun terbaik dan harus lebih bagus dari punya Dini " bentak Tessa.

__ADS_1


" Terserah Mamih aja lah aku gak peduli, kalau Papih marah jangan kambing hitamkan aku " tak mempedulikan panggilan Tessa, Mela terus berjalan menuju kamarnya.


__ADS_2