
# Gara Gara Pergi Berlayar
Bab 31 ( Hasutan Tessa )
" Ngapain kamu ngendap ngendap gitu? " teriakan Tessa dari lantai dua membuat kaget Mela yang baru saja pulang.
" Mih " sahut Mela sambil tersenyum kaku.
" Kemana kamu semalam? anak gadis gak ingat pulang. Mau jadi apa kamu? untung saja Papihmu gak tahu kelakuanmu " kembali suara Tessa menggema membuat telinga Mela gatal.
" Ih Mamih jangan teriak teriak dong nanti Papih denger loh " ucap Mela setengah berbisik.
" Papihmu gak ada dia sedang ke resto " balasnya sambil memasang wajah masam.
" Loh itu ada mobilnya di depan, emang Papih pakai mobil siapa Mih? "
Bukannya di jawab Mela malah di toyor ibunya, lalu ditarik tangannya di bawa ke kamar miliknya.
" Ih mamih kenapa sih main toyor aza, mana narik narik tangan aku. Sakit dong Mih " dia protes pada ibunya yang mencekal tangannya sangat kuat.
Didorongnya Mela sampai terduduk di pinggiran ranjang, menyusul Tessa duduk disebelahnya dengan memasang wajah kesal. Mela hanya diam tak berani bicara melihat wajah Tessa yang kecut.
" Mamih lagi kesel sama Papih kamu, tadi dia pergi ke Resto bareng Dini. Mamih dengar Dini akan belajar mengelola Resto dan setelah Deni pulang mereka berdua yang akan mengelola Resto tersebut " papar Tessa.
" Lah terus kenapa ya enaklah Mih jadi Papih gak cape ngurusin sendirian "
" Dasar anak bodoh kamu tahu gak sih artinya? kalau semua dikelola Mas mu sama si Dini nanti keuangan kita juga diatur sama dia ngerti gak sih?"
Kepala Mela kembali di toyor Tessa. Gigi Tessa sampai bergemeletuk menahan kesal pada anak gadisnya yang dia anggap bodoh.
" Aku gak percaya, pasti Papih tetep sayang sama aku. Apa yang aku minta pasti Papih kasih " kilahnya.
" Coba aza kamu minta dikasih gak, masih sayang gak Papih sama kamu? Terus hari gini kamu baru pulang darimana? kalau Papihmu tahu pasti dia bakal marah "
" Mmmhhh hehee " Mela hanya memberikan senyuman pada Ibunya.
" Apa kamu senyum senyum gak jelas gitu "
" Lah Mamih kayak gak pernah muda aza. Aku tuh udah hangout ma temen temen karena pulangnya larut jadi aku nginap di rumahnya. Gitu loh Mih "
" Mamih gak peduli, lain kali kamu gak boleh pulang malam apalagi sampai gak pulang. Kalau Papih sampai marah Mamih gak bakalan mau bantu kamu.
Mamih juga pernah muda tapi mudanya Mamih gak kayak kamu. Cuma ngabisin duit, bodoh dipiara "
__ADS_1
" Ih Mamih ngatain aku lagi, lagian ya gimana Mamih mau ngabisin duit kalau kakek gak sekaya Papih " mendengar ocehan anaknya Tessa langsung mendelik.
" Papih gak bakalan tahu Mih kalau Mamih gak bilang, yakin deh. Tapi Mamih kok keselnya sampe segitunya sih apa ada hal lain yang bikin Mamih marah? " tanya Mela.
Tessa menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya kasar. Dia seperti punya beban berat yang sedang dipikul.
" Papih kamu, Mamih lihat dia terlalu dekat sama Dini. Temen Mamih pun sampe merhatiin katanya harus hati hati sama Dini selain cantik dia pun sedang ditinggal Deni " suara Tessa begitu lirih ketika bercerita pada Mela.
" Ppfftt ppfftt hahaaa " Mela tertawa terbahak bahak sampai memegang perutnya.
" Heehhh ngapain kamu ketawa, kamu ngetawain Mamih? dasar anak gak guna " umpatnya tak bisa menahan kesal melihat anaknya menertawakannya.
" Mamih lucu loh masa cemburu sama Dini, dia juga mikir kali masa mau sama Papih yang sudah berumur. Mamih aneh ih "
" Kamu bukannya menghibur Mamih malah ngetawain, ini bukan perasaan Mamih aza tapi Jeng Fitri juga bilang gitu " kilahnya tak mau disalahkan.
" Mamih mamih Tante Fitri di dengerin dia itu kan biang gosip. Mending Mamih jauhin dia lah jangan cari penyakit. Dia orangnya bermuka dua. Heran deh sama Mamih masa gak nyadar "
" Udah ah aku mau istirahat, Mamih keluar dulu deh tidurku belum nyenyak. Biar nanti malam aku fresh " tambah Mela.
" Memang nanti malam kamu mau keluar lagi, ih ini dinasehatin malah gak mau denger kenapa sih "
Saking kesalnya Tessa sampai menjewer telinga Mela dan menariknya sampai Mela meringis.
Dihempaskannya tangan Tessa lalu dia menarik tangan ibunya supaya keluar dari kamarnya.
" Awas kamu ya kalau keluar lagi uang jajan kamu Mamih kurangi Huuhhh " Tessa berteriak teriak tepat di depan pintu kamar anak perempuannya.
Setelah tak terdengar suara Ibunya Mela merebahkan badannya di ranjang king sizenya. Matanya tak bisa terpejam mengingat perkataan ibunya.
Dia jadi khawatir apa yang dikatakan ibunya akan menjadi kenyataan. Bila nanti sepasang suami istri itu yang mengelola usaha Mukhlis bagaimana dengan nasib dia dan ibunya. Apalagi mereka hanya ibu dan anak tiri yang tak memiliki hak apapun.
Apalagi sekarang makin terlihat Mukhlis sangat berlebihan pada Dini dengan menghadiahinya mobil mahal. Dan sekarang sedang belajar mengelola Resto Mukhlis.
Belum lagi prasangka ibunya soal kedekatan Mukhlis dengan Dini apa benar mereka ada hubungan lain. Tapi mana mungkin bukankah mereka baru bertemu sekarang sekarang, itu pun karena membatalkan pertunangan Dini.
Atau memang Mukhlis menyukai Dini dan mengambil kesempatan ketika Deni pergi?
Fikiran aneh itu terus berkelebat di otaknya sehingga membuatnya gelisah. Badannya terus bergerak ke kanan dan ke kiri dan matanya tak bisa terpejam.
Akhirnya dia bangkit dan membuka layar ponselnya. Dia memperhatikan foto pernikahan Dini dan Deni ketika berfoto keluarga. Melihat Mukhlis tersenyum lebar hal yang sudah lama tidak dilihatnya.
Kemudian dia beralih ke sosmednya stalking sosmed Dini yang makin hari bertambah makin cantik senyumnya merekah ketika dipeluk Deni.
__ADS_1
" Hehhh lu makin cantik karena duit Mas gue. Awas aza lo macam macam ma Mamih kamu bakal menyesal "
Sepertinya hasutan Tessa sudah mulai merasuk ke fikirannya.
***
Pukul 6 lebih Mela terbangun dari tidurnya gegas dia ke kamar mandi karena sudah berjanji akan ikut makan malam sekalian ada yang akan di minta pada Mukhlis.
Dia ingin menguji apakah Mukhlis akan mengabulkan keinginannya. Andaikan dikabulkan berarti Papih tirinya itu masih sayang padanya.
Namun apabila di abaikan dia akan mempertimbangkan ajakan Mamihnya untuk bekerja sama.
Tok tok tok
" Mel Mela, ayo keluar Papih udah nunggu di meja makan " terdengar suara Tessa memanggil Mela.
" Iya Mih bentar lagi aku turun, nanggung "
Setelah selesai berdandan Mela segera keluar dari kamarnya, dia turun ke lantai satu menuju meja makan.
Disana sudah ada orang tuanya menunggunya.
" Maaf Pih aku baru selesai mandi tadi ketiduran sampai jam 6 lebih " ucap Mela sambil menghenyakan bokongnya di kursi.
" Tumben kamu makan di rumah. Memang kamu dari mana bisa tidur sepulas itu " tanya Mukhlis tanpa menatap Mela. Dia hanya fokus pada hidangan yang ada di depannya.
" Kok Papih aneh ya seperti cuek gitu sama aku, apa bener yang Mamih bilang " gumamnya dalam hati.
" Mmhhh cuma di kampus aza Pih, tadi siang aku pulang terus langsung diam di kamar sampai ketiduran. Tanya aza Mamih kalau gak percaya. Ya kan Mih? "
" Haaa, gimana? "
Melihat ibunya tak bisa diajak kompromi Mela memelototinya, Tessa pun gelagapan.
" Oh i-iya Pih dari siang Mela di kamarnya " Tessa membenarkan ucapan Mela.
" Huhhh Mamih kenapa sih gak bisa diajak kompromi " umpatnya dalam hati.
Mukhlis memperhatikan mereka melalui ekor matanya. Mela yang melotot dan Tessa yang gelagapan.
Mukhlis tersenyum miris melihat tingkah ibu dan anak itu. Dia bukan tak tahu kelakuan Mela yang sering pulang malam bahkan hampir shubuh.
Namun Mukhlis masih menahan diri untuk menegurnya, dia ingin Tessa yang terlebih dahulu menegur Mela.
__ADS_1
" Pih, boleh gak aku minta ganti mobil. Masa mobil Teh Dini lebih bagus dari punyaku? " dengan entengnya Mela meminta pada Mukhlis.