
# Gara Gara Pergi Berlayar
Bab 26 ( Perubahan Sikap Mela )
Mela pulang lewat tengah malam, semua lampu ruangan terlihat sudah dipadamkan. Dengan demikian dia tak perlu khawatir teguran dari Mamihnya.
" Bagus ya kamu jam segini baru pulang "
Tiba tiba saja Ibunya sudah berada di dekatnya sambil bersedekap matanya pun melotot.
" Mih " cuma itu yang keluar dari bibir Mela itu.
Tanpa perasaan takut dan bersalah dia langsung melanjutkan langkah menuju kamarnya.
Ibunya mengikuti dari belakang setelah mereka masuk kamar Tessa langsung menutup rapat pintunya.
" Kamu apa apaan sih pulang jam segini, gak lihat ini jam brp? Papih udah mulai negor Mamih karena ulahmu. Kamu jangan bikin suasana rumah jadi panas kayak gini dong "
Tessa terus menghujani Mela dengan omelannya panjang lebar.
" Mamih kenapa sih kayak yang gak pernah muda saja. Lagian kan aku bisa jaga diri " Mela membela dirinya.
" Cih bisa jaga diri, lihat saja bajumu apa kamu bisa bilang itu menjaga diri. Tadi pergi bajumu tak seperti itu "
" Ah iya lupa aku gak pake outer tadi aku simpan di mobil karena terburu buru. Udah ah Mih aku mau istirahat jangan ganggu dong "
Mela meraih lengan ibunya kemudian menariknya agar keluar dari kamarnya.
" Lama lama kamu gak punya sopan santun Mela " dengan perasaan kesal terpaksa Tessa keluar dari kamar anak gadisnya.
Setelah ibunya keluar Mela duduk di depan meja rias, wajahnya tersenyum bahagia dan mengucap sebuah nama " Budi "
Lekas dia meraih ponselnya dan mencari sebuah kontak yang baru di save nya malam ini.
Dipandangnya kontak bernama Budi, dia ingin menghubunginya tapi setelah difikir dia tak mau membuat Budi berfikir dia terlalu mengejarnya.
" Besok sajalah aku cari alasan supaya bisa bertemu lagi "
Mela pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, dia bersiap tidur. Sebelum tidur dia menatap langit langit dan tersenyum sambil mengingat wajah Budi. Senyum terus tersungging dari bibirnya bahkan dia pun berharap bertemu Budi dalam mimpinya.
***
__ADS_1
Pagi ini di ruang makan sudah ada Mukhlis dan Tessa yang sedang sarapan. Mereka membiasakan setiap pagi untuk sarapan bersama.
" Pagi Pih, Mih " Mela langsung duduk di dekat Tessa dan mengambil sepotong roti bakar yang sudah tersedia di meja
" Bi aku mau susu ya " pintanya pada salah seorang ART.
" Pagi pagi belum mandi sudah makan, anak gadis gak baik seperti itu " tegur Tessa sambil memandang tajam anak gadisnya.
Tak menunggu lama susu yang diminta Mela sudah siap dan disimpan tepat di hadapan Mela.
Mukhlis langsung berdiri setelah menyelesaikan sarapannya, meraih tas dan kunci mobilnya tanpa pamit dia langsung pergi begitu saja.
Mela tertegun melihat Mukhlis hari ini, tak biasanya dia melihat sikap ayah sambungnya seperti itu. Tessa langsung memelototinya lalu mengikuti langkah suaminya.
" Pih, Papih mau berangkat? " tanya Tessa basa basi, dia tahu suaminya marah karena dia tak bisa menegur anak gadisnya untuk tidak pulang malam.
" Ya " jawab Muhklis singkat.
" Hati hati Pih "
Mukhlis segera masuk ke dalam mobilnya dan segera melajukannya tanpa menyapa kembali istrinya yang memandang di teras rumahnya.
" Aargghh ini gara gara Mela, anak itu bikin suasana rumah jadi panas saja " bergegas ia masuk ke dalam rumah menghampiri Mela yang sedang sarapan.
" Harus seperti Mas Deni gitu? aku gak ngerti deh masa segitu aza marah. Papih makin kesini kayak gak sayang aku lagi apalagi semenjak ada Mas Deni pulang "
Awalnya Tessa akan memarahi anaknya tapi melihat Mela meragukan ayah sambungnya dia merasa ada peluang agar bisa mengajak Mela bekerja sama seperti dulu.
" Mmmhhh kamu tahu gak mobil apa yang dijadikan hadiah buat Dini? " ucap Tessa ingin memancing rasa ingin tahu Mela.
Mela menggelengkan kepalanya sambil mengunyah roti bakarnya.
" Mini Coop*r seri xxx " Tessa langsung memandang Mela ingin melihat langsung reaksi Mela ketika mendengarnya.
" Apaa? enak banget dia dapat hadiah semahal itu. Padahal waktu itu aku minta sama Papih tapi gak dikasih. Mentang mentang aku cuma anak sambungnya "
Bibir Mela langsung mengkerucut " Aku gak terima Mih, aku harus minta penjelasan Papih "
" Apa yang mesti dijelasin, ya itu karena kamu cuma anak sambung makanya gak dikasih. Coba dulu kamu ikutin apa kata Mamih buat deketin Deni mungkin kamu yang bakal dapat mobil itu bahkan semua hal yang bakal Deni miliki "
Tessa terus saja memanasi Mela, agar dia mendapatkan teman untuk membantunya.
__ADS_1
Mela langsung terdiam berfikir apa yang harus dipilih. Dia mengerti apa yang dimaksud Mamihnya.
" Pasti Mamih ingin aku bantu dia buat ngedukung rencananya. Tapi aku bingung aku kan mau deketin Budi setidaknya aku harus deketin Dini dulu. Aku bingung harus gimana " monolognya dalam hati.
Sambil berfikir tak terasa roti dan susu miliknya sudah habis. Dia langsung berdiri untuk mandi.
" Kamu mau kemana? daritadi Mamih ngomong panjang lebar di dengerin gak sih? " Tessa menghalangi langkah putrinya sambil memasang wajah kesal.
" Aku mau mandi Mih gerah nih, udah ini mau langsung ke kantor Papih minta dibeliin mobil yang sama dengan milik Dini "
" Duduk dulu bentar, kamu kok cari penyakit mending kalau kamu dikasih. Bisa bisa kamu diceramahinya "
" Jadi aku harus gimana Mih? " tanya Mela meminta pendapat ibunya
Tessa mendekati Mela matanya melihat ke sekeliling ruangan " Sebaiknya kamu bantu Mamih buat misahin Deni sama Dini "
" Ini justru yang cari penyakit, udah tahu mereka gak bisa dipisahin. Lagian Mih aku tuh udah di anggap adik sama Mas Deni. Kalau aku godain dia malah bisa bisa dia ilfeel sama aku. Untung aza dulu kita gak dilaporin ke Papih " ucap Mela sambil merotasi matanya.
" Kamu dengerin dulu dong, Mamih bakal suruh sepupu kamu yang bakal deketin Deni tugas kamu cuma bantu yakinin ucapan Mamih aza supaya dia percaya apa yang Mamih bilang "
" Emang siapa Mih yang mau di suruh godain Mas Deni? "
" Yusi "
" Hahhh, Mbak Yusi? "
" Iya ternyata dari dulu dia menyukai Deni, cuma waktu itu dia dijodohin tantemu sama anak temannya. Kemarin Mamih ketemu pas arisan keluarga. Sekarang dia kerja disini udah dimutasi dan tidak jadi menikah sama anak teman tantemu itu" sahut Tessa.
" Mamih yakin bakal berhasil, aku sih gak yakin " ucap Mela merasa tak yakin dengan rencana ibunya.
" Kenapa gak yakin? "
" Aku aza gak tertarik liat mbak Yusi apalagi Mas Deni jauh banget sama Dini. Mamih kalau pilih orang yang bener dong "
" Gampanglah kalau itu, Mamih bisa nyuruh dia nyalon dulu rawat diri dulu sementara Deni berlayar yang penting pas dia pulang udah kinclong. Sekarang hanya harus cari cara bagaimana supaya mereka renggang saja "
" Gimana Mamih saja deh aku gak ikut ikutan. aku cuma khawatir malah jadi masalah buat Mamih. Udah enak hidup kita gini jadi gak perlu cari masalah lagi "
" Enak gimana kamu saja tersisihkan gara gara ada si Dini, lama lama kita diusir dari sini "
" Aku gak percaya kalau Papih bakal sejahat itu, apalagi dari kecil aku sudah bersamanya. Begitupun Mas Deni dia sayang sama aku kok " balas Mela dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
" Ya sudah gimana kamu sajalah, tapi sebaiknya kamu fikir fikir dulu saran dan ajakan Mamih siapa tahu kamu berubah fikiran. Ini demi kita juga kan "
Mela seperti tak peduli, dia langsung berdiri kembali meninggalkan ibunya di meja makan.