
# Gara Gara Pergi Berlayar
Bab 40 ( Mela Kepergok Tessa )
Tessa siang ini sedang membawa mobilnya menuju resto tempat Dini bekerja. Dia masih kesal dengan keputusan suaminya. Entah kesal karena apa karena sebenarnya dia juga menyadari dia tak berhak marah dengan keputusan suaminya.
Bisa jadi dia marah karena perasaan iri. Karena dia memiliki dua anak dari perkawinan sebelumnya, Ikbal kakak Mela yang di urus suaminya sejak kecil dan Mela yang dia bawa dan hidup bersamanya sekarang.
Ikbal sering merajuk dengan kehidupannya yang serba kekurangan, tak jarang dia menyalahkan Tessa atas kemiskinannya.
Dia merasa Tessa tak adil kenapa Tessa hanya membawa Mela ketika dulu dia bercerai. Dengan teganya Tessa meninggalkan Ikbal hidup miskin sedang Mela hidup bergelimang harta bersama Tessa.
Dia sering protes dan untuk mendiamkannya Tessa harus memberikan apa yang Ikbal pinta.
Sudah banyak uang yang dikeluarkan Tessa sehingga dia harus berbohong pada Mukhlis. Bahkan ada perhiasan miliknya yang dijual untuk memenuhi permintaan Ikbal.
Terkadang Tessa merasa diperas, tapi dia kesampingkan perasaan itu sebab pikirnya Ikbal tetaplah putra laki lakinya.
Andaikan bisa dia ingin membawa Ikbal hidup bersamanya di rumah Mukhlis. Tapi apa bisa?
Lagipula Tessa sudah tanggung berbohong dengan bilang hanya Mela anaknya ketika dulu dia dilamar Mukhlis. Dia takut Mukhlis kecewa dan akan meninggalkannya.
Tessa sudah berjuang habis habisan memenuhi keinginan Ikbal, namun yang diperjuangkannya tidak tahu diri. Ikbal yang bisa hidup miskin ketika dipenuhi keinginannya oleh Tessa menjadi berubah layaknya OKB.
Dia menjadi angkuh, bertambah malas, kerjanya hanya menghabiskan uang saja tanpa dia tahu bagaimana cara Tessa mendapatkannya.
Ingin sekali Tessa marah tapi dia akan diingatkan kembali oleh Ikbal atas kesalahannya dulu meninggalkan dia untuk hidup bersama laki laki kaya.
Sekarang Ikbal hanya ingin penebusan dosa dari Tessa dengan cara memenuhi segala keinginannya.
Lamunan Tessa buyar ketika melihat dengan mata kepalanya sendiri anak gadisnya Mela sedang berjalan bersama Budi sambil bergelayut di lengan Budi.
Tessa sampai mengucek matanya berkali kali karena merasa tak percaya " Cobaan apa lagi ini? " gumamnya dengan gigi yang gemeretak.
Dia berniat turun dari mobilnya mau menghampiri Mela namun urung karena mobil di belakangnya terus membunyikan klakson agar maju.
Dia terpaksa melajukan mobilnya untuk segera diparkirkan dan berniat segera turun. Namun dia kurang beruntung di jam makan siang seperti sekarang sulit sekali mendapat tempat parkir kosong. Untuk parkir di tempat staf tentu saja sudah penuh.
__ADS_1
Setelah beberapa waktu akhirnya dia mendapat tempat parkir, dia langsung turun mencari Mela namun putrinya itu sepertinya sudah pergi.
" Sial*n mereka sudah pergi gara gara susah dapat parkir. Lebih aku temui mantu sial*n itu sekarang. Apa yang sedang dia rencanakan sampai sampai mantannya di jodohkan dengan Mela. Nanti aku akan kasih tahu Deni kelakuan istri tercintanya "
Tessa terus menggerutu, tanpa dia sadari banyak orang yang memperhatikan dia berbicara sendiri.
Dengan tergesa gesa dia langsung masuk ke dalam resto menuju ruang kerja suaminya, karena pasti Dini akan diberi ruangan tersebut.
Tanpa permisi Tessa langsung menerobos masuk ke dalam ruangan Dini. Bahkan pintu didorong dengan kasar.
Blughhh
Dini sampai tersentak kaget dia yang sedang fokus memeriksa laporan langsung mengusap dadanya.
" Mih, saya kira siapa? " Dini segera berdiri hendak mencium tangan Tessa.
Namun Tessa langsung membentak menantunya itu " Hehhh Dini kamu kurang kerjaan ya, ngapain kamu jodohin si Mela sama mantan tunangan kamu. Punya rencana apa kamu? "
" Maksud Mamih apa ya aku gak ngerti " alis Dini bertaut.
Dari sini Dini mulai mengerti kalau ibu mertuanya menuduh dia bersekongkol dengan Budi.
" Mamih salah, aku baru hari ini ketemu mereka berdua disini. Itu pun Mela ngabarin ngedadak pas udah di sini " saat ini Dini masih berusaha bersabar tak mau jika orang lain mendengar percakapan mereka.
" Banyak omong kamu, bilang aza kamu ingin menguasai harta keluarga ini lalu ngajak mantan tunanganmu bekerja sama iya kan? "
Dini mulai geram dengan tingkah ibu mertuanya sampai sampai dalam hatinya beristighfar mendengar semua ucapan mertuanya.
" Cukup ya Mih, sudah cukup aku mengalah sama semua sikap Mamih. Apa sabar aku belum cukup? masih ingat gak Mamih dulu gimana ke aku. Beruntung aku gak bilang sama Papih sama Mas Deni. Kalau Mamih masih bersikap seperti ini, aku gak segan laporin Mamih ke Papih sama Mas Deni. Aku gak mau bayi yang aku kandung stres gara gara tingkah Mamih "
Mendengar ancaman Dini nyali Tessa sedikit ciut, namun egonya tetap tinggi tak mau mengalah.
" Sombong kamu jangan mentang kamu disayang ya jadi seenaknya. Kamu tunggu pembalasanku "
Tessa langsung berbalik dan keluar dari ruangan Dini " Astagfirullah, Ya Allah maafkan aku sudah membuat ibu mertua marah " ucap Dini sambil mengusap dadanya.
" Nanti malam aku harus bilang sama Mas Deni, jangan sampai keduluan sama Mamih. Aku takut dia berbicara yang tidak tidak. Emang ya dari dulu Mamih gak pernah berubah " Dini bermonolog dalam hatinya.
__ADS_1
Setelah merasa tenang Dini kembali melanjutkan pekerjaannya yang tadi terganggu.
***
Setelah keluar dari ruangan Dini Tessa buru buru masuk kembali ke mobilnya. Dia mengambil ponselnya di tas. Berkali kali dia mencoba menghubungi Mela namun selalu di tolak.
" Kemana sih ini anak ngerjain aza, atau mereka lagi berduaan. Ih jangan sampe deh aku punya menantu si Budi itu. Mela harus dapat seorang pengusaha kaya raya. Dia harus mendapatkan suami yang lebih dari aku "
Ddrrtt
Deringan pertama Tessa langsung meraih ponselnya di situ tertera nama Mela. Gegas dia mengangkat panggilan telepon anaknya.
[ Apa Mih? aku lagi di jalan " ucap Mela di seberang telepon ]
[ Mela kamu sama siapa, jangan bilang kamu lagi sama mantan tunangan si Dini ]
Degh
Mela yang sedang menyetir dalam posisi santai langsung duduk tegak, dia melihat ke arah luar. Tapi tak dilihatnya mobil ibunya.
[ Eng-enggak kok Mih aku lagi sendiri ]
[ Halaahh bohong kamu, tadi Mamih lihat kamu di resto lagi keluar sama si Budi. Kamu gak jijik jalan sama dia? kamu pacaran sama dia? ]
[ Mamih apa sih berisik banget ]
[ Awas ya kalau kamu ketahuan pacaran sama dia, Mamih gak suka ya ]
Pusing mendengar omelan ibunya Mela langsung mematikan sambungan teleponnya.
" Ih kok bisa ketahuan Mamih, tumben tumbenan juga Mamih datang ke resto. Biasanya dia paling anti. Pasti si Dini di maki maki hahaaa " gumam Mela sambil tertawa.
Tessa yang sedang berbicara namun terpotong ucapannya karen Mepa mematikan panggilannya langsung merasa kesal.
" Huhhhh dasar anak kurang ajar, susah banget di ajak kaya. Giliran sama si Budi yang karyawan biasa dia mau "
Tessa menggerutu, lalu masuk mobilnya dan pergi keluar dari area resto.
__ADS_1