Gara Gara Pergi Berlayar

Gara Gara Pergi Berlayar
Resepsi Pernikahan


__ADS_3

# Gara Gara Pergi berlayar


Bab 20 ( Resepsi Pernikahan )


Hari ini merupakan hari yang ditunggu untuk Deni dan Dini, setelah kemarin mengadakan akad nikah maka hari ini merupakan hari resepsi yang diadakan di ballroom sebuah hotel bintang lima.


Dekorasinya dibuat sangat mewah dengan didominasi warna gold menambah kesan wah dalam acara pernikahan mereka.


Banyak karangan bunga yang disimpan rapih mulai dari parkiran hotel sampai jalan menuju tempat acara.


Foto prewed Deni dan Dini pun menghiasi gedung acara. Ya disela bulan madu mereka yang hanya berdiam diri di apartement mereka berdua menyempatkan diri untuk membuat foto prewed walaupun nuansanya indoor.


Tak lupa juga kilas balik hubungan mereka yang dimulai sejak masa putih abu bahkan dibuat video untuk di tonton seluruh undangan.


Dini dan Deni menginap di hotel tersebut setelah beberapa hari menghabiskan waktu berdua di apartement Deni.


" Kamu siap sayang? " tanya Deni pada Dini yang sudah terlihat berdandan cantik memakai gaun berwarna peach.


" Siap Mas, tapi aku deg degan " ucap Dini.


Deni memegang tangan Dini yang memang terasa dingin. Sebenarnya Deni pun sama gugupnya dengan Dini tapi dia berusaha menepis perasaan itu.


" Bismillah aza ya sayang " Deni berucap sambil mencium pucuk kepala Dini.


Dini membalas kecupan Deni dengan pelukan. Mereka saling berpelukan binar bahagia terpancar dari wajah mereka berdua.


Tok tok tok


" Mas nya sama Mbak nya mohon segera ke ballroom. Acaranya akan segera dimulai " seorang laki laki yang berpenampilan kemayu datang memanggil mereka berdua.


" Ok makasih ya " jawab Deni


" Ayo sayang acaranya akan dimulai, Bismilhirrahmannirrahim " mereka mengucap basmallah bersamaan.


Kemudian mereka berdua berjalan beriringan di sambut tepukan tangan dari para tamu.


Setelah melalui serangkaian acara sekarang mereka berdua sedang berdiri di pelaminan dan menerima ucapan selamat dari para undangan.


Dini sangat kaget ternyata tamu yang hadir banyak sekali. Yang paling mendominasi tentu saja relasi bisnis Papih Deni.


Kemudian kerabat mereka berdua, teman mereka di masa SMA dan kuliah. Tidak ketinggalan teman kantor Dini yang penasaran dengan pernikahan Deni dan Dini.

__ADS_1


Bahkan Wida dan Vika turut hadir dengan dandanan mereka yang glamour. Tanpa merasa malu mereka datang padahal sudah menjelekan Dini pada temannya yang lain.


" Sayang banyak banget tamunya, kok temen kantor aku juga hampir semua datang padahal aku gak ngundang loh " tanya Dini keheranan melihat teman kantornya banyak yang hadir.


" Iya Mas yang undang mereka supaya merasakan kebahagiaan kita juga "


" Tapi kok Mas bisa tahu semua teman teman kantor? " masih dengan nada heran Dini bertanya pada suaminya.


" Itu mah soal gampang karena ada satu hal yang belum mas sampaikan "


" Oh ya, rahasia apa lagi. Kok Mas banyak rahasia nya sih " Dini merenggut manja.


Tiba tiba datang atasan Dini yang bernama Pak Sarif untuk mengucapkan selamat yang tanpa sengaja beriringan dengan Siti sahabat Dini " Deni, Dini Om ucapkan selamat ya untuk pernikahan kalian berdua semoga pernikahan kalian sakinah mawadah warahmah "


" Mmhhhh Om? " Dini mengernyitkan keningnya lalu menatap Pak Sarif dan suaminya bergantian.


" Iya ini Pak Sarif atasan kamu di kantor, beliau pamanku adik bunda "


Mata Dini langsung membulat, bibirnya membentuk huruf O sempurna.


" Udah dong sayang jangan melongo gitu " ucap Deni sambil tertawa di ikuti tawa Pak Sarif.


" Makasih Paman buat ucapannya, makasih juga udah jagain Dini selama aku berlayar. Nah Din Paman Sarif yang bantu aku buat mendata tamu teman teman kantormu "


Pantas saja Deni bisa tahu acara pertunangannya dengan Budi ternyata dari Pamannya. Dia juga merasa malu karena selama ini ternyata di awasi oleh Paman Deni.


Dini pun mengingat ngingat apa dulu dia pernah bikin hal memalukan?


Andai dia tahu itu Paman Deni mungkin Dini akan bersikap lebih baik fikirnya. Misalnya tidak berpacaran dengan Budi heheee.


Pantas saja waktu itu Dini bisa dengan mudah masuk ke kantor tersebut, padahal saat itu banyak sekali pelamar yang lebih berpengalaman.


Wajar saja Wida dan Vika iri karena Dini anak baru bisa menempati posisi yang lumayan bagus di kantornya.


" Udah gak usah melamun jangan di ingat ingat lagi, pasti kamu lagi mikirin kelakuan kamu di kantor ya kan? "


" Isshhh apaan sih " Dini tersipu malu karena tebakan Deni tepat, muka nya merah seperti kepiting rebus.


" Ya sudah paman permisi dulu mau bergabung dengan yang lain, Tante mu minta maaf tak bisa hadir karena dia menunggui sepupumu yang baru lahiran "


" Iya gak apa apa, nanti kalau sempat kami akan berkunjung menemui tante dan cucu paman " ujar Deni.

__ADS_1


" Oke Paman tunggu ya "


Selepas pamannya pergi Dini mencubit pinggang Deni pelan " Mas kamu jahat ih, sampe ngerahasiain banyak hal gitu " rajuknya pada Deni.


" Iya maaf sayang, Mas sengaja juga sih biar Paman bisa ngawasin kamu hahaa " Deni tertawa apalagi melihat Dini yang mengerucutkan bibirnya makin gemas dibuatnya.


Sepasang pengantin itu terus tersenyum terkadang terlihat mereka berdua bercanda dan tertawa lepas.


Banyak tamu yang mengabadikan moment pernikahan mereka yang sangat mewah ini.


Selain dekor yang mewah, pengantin yang rupawan, gaun yang dikenakan keluarga pun terlihat mewah dan elegan juga hidangan yang tersedia merupakan hidangan pilihan yang benar benar lezat.


Tentu saja karena Papih Deni yang pengusaha di bidang kuliner memiliki banyak usaha restoran sehingga hidangan yang disajikan dibuat oleh para chef pilihan.


" Apaan sih si Dini jadi pengantin pecicilan gitu " Wida sedang duduk menikmati hidangannya bersama Vika.


Dia melihat moment ketika Dini tertawa bersama Deni.


" Iya udah berasa pengantin paling cantik saja " jawab Vika.


" Kalian sampai sekarang masih aza iri sama Dini, sebenarnya apa sih yang bikin kalian iri? " tanya Siti karena merasa geram dengan kelakuan kedua temannya itu.


" Apaan sih ikut campur saja, urusan kita dong mau gak suka sama siapa juga. Emang ngaruh buat kamu? lagian iri apaan itu mah perasan kamu aza " Jawab Vika ketus.


" Gak ngaruh cuma jengah, sebaiknya kalian berfikir dua kali untuk membenci Dini karena kalian bakal rugi malah bisa bisa kalian nanti dipecat secara tidak hormat " ucap Siti.


Wida dan Vika menjadi penasaran dengan ucapan Siti barusan. Karena Dini sudah resign kenapa mereka harus rugi jika membicarakan Dini.


" Emang kenapa harus rugi, toh si Dini gak bakal kerja lagi " jawab Wida sambil mendecih.


" Mmhhhh kasih tau jangan ya? hahaa " Siti mempermainkan perasaan Wida dan Vika.


" Kalau gak niat ngasih tahu gak usah bikin penasaran " hardik Vika.


" Yeeee galak amat sih hahaa. Oke aku kasih tahu ya. Aku juga baru tahu barusan karena gak sengaja ngucapin selamat beriringan bareng Pak Sarif bos kita "


" Ah udahlah ngomongnya gak usah berbelit belit kenapa sih "


" Hehee, jadi Pak Sarif itu Pamannya suami Dini. Beliau adik kandung Bundanya Deni. Gituuu faham kalian? Makanya jangan macam macam lagi ya "


Siti berucap sambil mendekatkan wajahnya ke arah wajah Vika dan Wida. Setelah itu Siti berlalu pergi memilih hidangan kesukaannya.

__ADS_1


Wida dan Vika menganga mendengar apa yang diucapkan Siti. Mereka berharap salah mendengar kemudian mereka saling cubit tangan masing masing lalu mereka bergumam sambil berpandangan.


" Gawaat "


__ADS_2