Gara Gara Pergi Berlayar

Gara Gara Pergi Berlayar
Rencana Yang Gagal


__ADS_3

# Gara Gara Pergi Berlayar


Bab 19 ( Rencana Yang Gagal )


Pov Tessa


Hari ini pernikahan Deni anak dari suami keduaku. Deni merupakan anak satu satunya Mas Mukhlis dari istri pertamanya.


Sebenarnya aku tak menyetujui hubungan Deni dengan Dini. Mereka pasangan sejak zaman sekolah putih abu.


Dari dulu aku selalu berusaha memisahkan mereka karena aku berharap Deni bisa bersama Mela anak dari suamiku sebelumnya.


Aku tak mau harta yang Mas Mukhlis miliki jatuh ke tangan orang lain. Setiap Deni dekat dengan seorang gadis aku melakukan berbagai cara agar mereka pergi meninggalkan Deni.


Hanya Dini yang mampu bertahan, padahal dulu mereka sempat terpisah karena Deni pergi berlayar. Aku mempekerjakan Dini di salah satu cafe suamiku. Untung saja dia sangat bodoh sehingga mau mengikuti keinginanku.


Namun semenjak bekerja anak itu menghindar dariku. Setiap kali kuajak membantu di cafe dia selalu beralasan kerja atau ingin beristirahat.


Tapi tak apa justru aku makin mudah mengadukannya pada Deni berkat kepandaianku bicara mereka sempat putus.


Namun 2 minggu yang lalu Deni menghubungi ayahnya dan meminta agar membatalkan acara pertunangan Dini dan kekasihnya yang baru.


Tentu saja aku abaikan karena itu keinginanku sejak dulu, Deni berpisah dari Dini. Tak perlu susah payah memisahkan mereka karena Dini memiliki pasangan baru.


Namun Deni begitu cerdik dia mengancamku bila tak mengikuti keinginannya maka aku tak akan mendapat bagian harta milik Mas Mukhlis.


Sial*n anak ini mulai cerdik dia menggunakan aset ayahnya untuk menekanku.


Mela sendiri seperti tak tertarik pada Deni, dia sering ditolak dan merasa di abaikan akhirnya dia mencari kekasih sendiri. Bodoh sekali anak itu padahal kalau dia bersama Deni hidupnya tak akan mengalami kesusahan.


Andaipun dia tak menyukai Deni dia bisa mencari yang lain, yang terpenting Deni masuk jeratannya terlebih dahulu.


Sia-sia usaha dulu mendekatkan mereka. Sering kali aku menyuruh Deni menemani Mela hanya untuk sekedar jalan agar mereka lebih saling mengenal dan berharap selanjutnya mereka saling jatuh cinta.


Cara ter extrem pun pernah aku lakukan meninggalkan mereka berdua di rumah. Namun lagi lagi itu tidak berhasil. Bahkan Deni menjadi sering tidak pulang ke rumah. Setiap kali kutanya dia hanya bilang berkumpul bersama temannya.


Aku pun tak bisa berbuat banyak makin aku memaksa maka suamiku akan curiga dengan maksud terselubungku. Bahkan bisa bisa aku diceraikannya.

__ADS_1


Tadinya setelah Mela tidak berhasil mendekati Deni aku berniat menjodohkannya dengan keponakanku setelah Deni pulang berlayar.


Tapi semuanya gagal Deni masih menginginkan Dini bahkan dia rela pulang hanya untuk membatalkan pertunangan Dini.


Karena ancamannya aku tak bisa menolak, susah payah aku menghentikan acara pertunangan Dini dan Budi. Dan akhirnya hari ini Deni berhasil menikahi Dini.


Rencananya resepsi akan digelar beberapa hari lagi karena mengejar jadwal kepergian Deni untuk kembali berlayar.


Tunggu saja Dini, aku akan membuatmu menyesal karena menikahi Deni. Aku tak peduli bagaimana caranya akan memisahkan mereka. Ketika menikah nanti Deni akan pergi kembali berlayar dan Dini pasti akan tinggal bersama kami.


Akan kubuat hidupnya terasa di neraka, tak dapat kubalaskan rasa kesalku pada Deni maka akan aku tumpahkan amarahku pada Dini.


Namun lagi lagi rencanaku akan kembali gagal, ternyata Deni akan membawa Dini ke apartement miliknya.


Aku pun baru tahu kalau Deni memiliki apartement ketika dia masih sekolah dulu. Pantas saja dia sering tidak pulang ke rumah, sepertinya dia menghindariku.


Aku benar benar kecolongan, ternyata Mas Muklis dan Deni membeli apartement tanpa sepengetahuanku.


Apa mereka tahu maksudku ya?


Ya setelah Deni pergi aku akan memisahkan mereka dengan mengadu dombanya. Dan ketika Deni kembali sesuai rencana semula Deni akan aku jodohkan dengan keponakanku.


" Mih kok melamun sih? " tiba tiba Mela sudah ada dibelakangku membuat aku tersentak kaget.


" Kamu bikin Mamih kaget tiba tiba sudah di belakang "


" Ih Mamih gitu aza kaget, Mamih kenapa sih? aku tanya dari tadi tapi gak nyahut "


Jawab Mela dengan ketus, dasar anak zaman sekarang gak bisa ngehormati orangtua.


" Mamih cuma lagi kesal aza, gara gara kamu gak becus menggoda Deni sekarang dia menikah dengan perempuan sial*n itu. Padahal kalau kamu berhasil menggodanya hidupmu pasti sudah terjamin tak akan pusing mikirin duit " ucapku panjang lebar agar dia faham keinginanku.


" Mamih itu gimana sih, aku kan udah berusaha emang Mas Deni nya aza gak tertarik sama aku ya mau gimana lagi. Lagian ya wajar aza dia gak tertarik karena dari kecil kami bersama. Pastinya dia sudah anggap aku seperti adik perempuannya "


Mela terus saja berkilah padahal kalau dia pandai menjerat pasti sudah dari dulu Deni mau pada Mela. Dia tak kalah cantik dari Dini karena sedari kecil aku sudah merawatnya agar menjadi gadis yang cantik.


" Udah ah aku gak mau bahas ini lagi, lagian ya Mih aku udah punya calon sendiri Mamih gak usah pusing lagi. Ok Mih "

__ADS_1


Ucapnya sambil mencium pipiku, lalu pergi begitu saja. Dasar anak zaman sekarang gak punya sopan santun datang tak diundang pulang tak diantar.


[ Waalaikum Salam ]


[ ............... ]


[ Alhamdulillah kalau sudah sampai, gunakanlah sebaik mungkin ya. Papih berikan kamu hadiah sebagai tanda kalau Papih sayang kalian berdua ]


[ ............... ]


[ Papih minta jagalah rumah tangga kalian, apalagi kondisi berjauhan harus saling terbuka ]


[ ............... ]


[ Iya, Waalaikum Salam ]


Kudengar Mas Mukhlis sedang menerima telepon, kalau dari obrolannya aku yakin pasti itu Dini karena membicarakan hadiah mobil.


" Siapa Pih? " tanyaku pada Mas Mukhlis setelah selesai menerima telepon.


" Dini Mih, dia ngasih tahu mobil sudah sampai dan mengucapkan terima kasih "


" Apa gak berlebihan ngasih hadiah mobil? Papih juga kok gak bilang sama Mamih mau kasih hadiah mobil sih "


Aku protes pada Mas Mukhlis kenapa tidak bertanya dulu, walaupun itu uang miliknya setidaknya aku akan memberi masukan mobil apa yang pantas diberikannya.


Aku jadi penasaran mobil apa yang dikasihnya, tapi kalau aku bertanya nanti dibilang kepo dan terlihat sekali kalau aku tidak suka.


" Ya gak lah Mih, Papih rasa Dini pantas mendapatkannya. Mereka berpacaran sangat lama, menghadapi banyak masalah juga. Alhamdulillah mereka berjodoh "


" Emang Papih ngasih hadiah mobil apa? " tanyaku, mulutku tak tahan untuk bertanya.


" mobil buat perempuan lah Mih yang pasti cocok untuk Dini "


Aku hanya manggut manggut mendengar penjelasan suamiku. Sebenarnya aku penasaran tapi lebih baik aku lihat nanti sajalah kalau mereka datang. Aku yakin mereka juga pasti akan datang berkunjung.


Mungkin aku terlihat diam namun hatiku terasa panas melihat perlakuan suamiku yang terlalu berlebihan pada menantunya. Ini tidak bisa dibiarkan, aku tak terima.

__ADS_1


__ADS_2