Gara Gara Pergi Berlayar

Gara Gara Pergi Berlayar
Akhirnya Bertemu


__ADS_3

# Gara Gara Pergi Berlayar


Bab 38 ( Akhirnya Bertemu )


Pov Budi


Setelah mengetahui Dini hamil rasanya hatiku bertambah hancur, sebelumnya aku berpikir dengan kepergian Deni mungkin akan sedikit mudah untuk mengambil hati Dini kembali. Pastinya Dini akan merasa kesepian seperti dulu.


Bukankah dulu mereka putus karena mereka berjauhan?


Jadi aku tak salah kalau berpikir seperti itu. Siapa juga yang tahan ditinggalkan suaminya berlama lama apalagi pengantin baru.


Mungkin tidak semua wanita seperti itu, tapi masih ada wanita seperti itu dan kebanyakan seperti itu yang kutemui.


Semenjak Dini memutuskan untuk kembali memilih Deni, dia benar benar menjauh dariku. Semua kontak baik ponsel atau pun sosmed sudah di bloknya. Kenapa dia begitu tega padaku.


Andai saja sosmed ku belum diblok mungkin aku masih bisa menghubunginya. Aku juga pernah membuat fake account tapi dia tidak mau mengkonfirmasi permintaan pertemananku.


Apa dia sudah berubah menjadi wanita sombong? mungkin saja.


Atau dia ingin menjaga perasaan suami dan keluarganya, dan menginginkan rumah tangga yang tentram? bisa jadi.


Tapi apapun itu aku gak peduli, yang aku inginkan Dini kembali padaku entah bagaimana caranya.


Pernah aku hampir putus asa untuk menemui dan mendekati Dini sampai sampai aku kembali pada kebiasaanku dulu yaitu menenggak minuman keras. Tapi Tuhan memberikan aku jalan lain.


Aku dipertemukan dengan Mela adik Deni. Sepertinya ini jalan yang bagus untuk menemui Dini. Setidaknya dia akan menjadi jalanku.


Terkadang kesal juga dengan tingkah manjanya yang terlalu mencari perhatian. Sampai aku sadari ternyata dia menaruh hati padaku. Ya ampun bagaimana kalau dia benar benar mencintaiku rasanya hanya akan menambah masalah baru.


Tapi aku berusaha menjaga jarak dari Mela, seringkali dia aku abaikan jika mengirim pesan atau menghubungiku dengan alasan sibuk aku sibuk.


Tapi makin aku menjauh dia makin mendekat bikin aku pusing saja. Jauh sekali sifatnya dengan Dini, dia manja gak jelas dan terlihat caper.


** Flash Back On


Suatu hari Mela mengajak aku untuk bertemu sepulang kerja bahkan sedikit memaksa yang akhirnya mau tak mau aku mengikuti keinginannya.


Kami bertemu di tempat pertama kali kami bertemu disana kami minum alkohol berdua hingga mabuk. Mungkin aku terlalu merindukan Dini sampai tak bisa mengontrol diri.


Entah berapa banyak minuman keras yang sudah aku tenggak aku tak ingat sama sekali. Yang terpenting saat itu aku bisa melupakan Dini sejenak.


Menjelang pagi aku terbangun dengan kepala yang berat, mataku terbuka dan melihat sekitar. Rasanya aku tak mengenali tempat ini.

__ADS_1


Dan tunggu....kenapa di perutku seperti ada tangan yang melingkar?


Segera kuangkat selimut, ya ampun aku melihat Mela sedang memelukku. Bahkan kami berdua tidak memakai sehelai pakaian pun. Kami benar benar telanjang bulat.


Apa yang sudah aku lakukan?


Walaupun ini bukan yang pertama buatku bahkan banyak wanita yang sudah tidur denganku. Tapi kenapa harus dia?


Ku geser tubuhnya supaya terlepas, tapi dia malah bangun kemudian kembali memelukku.


" Mel udah Mel ini sudah mau pagi aku mau kerja " sedikit kudorong tubuhnya dan aku berdiei mengambil bajuku yang berceceran.


Tapi aku mendengar isakan tangisnya, aku jadi tak tega.


" Maaf Mel, tapi ini salah. Kenapa kamu bawa aku kesini? harusnya kamu membawaku pulang atau biarkan aku disana " dengan sedikit marah aku berbicara.


Dia tak bergeming bahkan tangisnya tak berhenti. Gimana ini? sok suci amat nih perempuan.


" Aku gak tahu rumah kamu. Jadi aku bawa kesini. Lagipula kemarin kamu yang maksa aku kenapa sekarang kamu marah " jawabnya sambil menangis.


Aku pun jadi merasa tak enak, tapi aku yakin pasti dia yang menginginkannya. Dia langsung memelukku dengan erat padahal kami belum memakai pakaian.


Aku sebagai laki laki normal tentu saja tak menampik kalau aku tergoda melakukannya lagi. Dan ya begitulah kami mengulangi adegan panas dan kali ini dengan keadaan yang sama sama sadar.


Flash Back Off


Hebat sekali keluarga si Deni memberikan hadiah semahal itu. Apa karena ini Dini mau meninggalkan aku?


Kalau memang begitu rupanya dia matre juga ya. Tapi aku gak percaya walaupun beberapa bulan kami saling mengenal aku menilai dia bukan perempuan seperti itu.


Aku berusaha memanggilnya " Dini "


Tapi dia tak mau menoleh, walaupun beberapa kali kupanggil. Sampai orang di sekeliling kami kebingungan melihat aku terus menyebut nama Dini.


Sialnya lampu berubah hijau dan Dini langsung tancap gas. Arah kantorku berlawanan tapi aku penasaran jadi aku terus mengikutinya. Sampai aku tiba di sebuah resto dan mobil Dini terlihat parkir di area staf.


Ya aku mengenali itu mobil Dini karena jarang sekali orang memakai mobil seperti ini.


Aku diam cukup lama di mobil sambil memidai sekeliling sampai ada seseorang yang mengetuk kaca mobilku.


" Maaf Pak Restonya belum buka mungkin sekitar satu atau dua jam an lagi " ternyata seorang satpam yang mengetuk kaca mobilku.


" Oh ya pak maaf, tadinya saya mau sarapan disini. Kalau begitu saya kembali nanti siang saja kesini untuk makan siang. Makasih ya Pak "

__ADS_1


Aku tak mau berlama lama akhirnya aku pergi dan membawa mobilku ke luar area resto untuk kembali ke kantor.


Walau datang sedikit siang tapi aku belum terlambat hanya saja semua jadi serba mepet. Aku bekerja tapi tak bisa fokus terus mengingat Dini.


Jam 10 aku mendapat pesan dari Mela dia mengajakku makan siang. Aku sempat berpikir apa restoran tadi milik keluarga Deni kalau iya berarti Mela bisa kesana.


Aku pun mengajak Mela untuk makan siang di resto xxx. Ternyata benar perkiraanku dia tidak menolak ajakanku bahkan dia sangat senang setelah beberapa waktu aku abaikan akhirnya aku mau berjumpa kembali.


Ada sedikit kekhawatiran juga setelah kejadian malam itu kami melepas hasrat aku takut dia hamil. Ini pasti akan menjadi mimpi buruk untukku.


Tapi kali ini kan hanya makan siang apalagi bisa bertemu Dini tentu saja tidak akan aku lewatkan


Aku hanya rindu Dini ku, walaupun hanya sekejap setidaknya bisa melepas rasa ini.


Pukul 12 siang aku izin keluar kantor dan menuju resto xxx, Mela pun sedang dalam perjalanan ke sana. Dalam setengah jam aku sudah tiba di parkiran dan melihat Satpam tadi pagi yang menyapaku.


Dia tersenyum dan aku balas senyumnya dalam hati aku bicara " Aku gak bohong kan siang ini aku kembali kesini hehee "


Setelah mendapat tempat parkir aku langsung masuk dan mencari table dimana Mela sudah kirimkan posisinya padaku.


Pucuk di cinta ulam pun tiba dari kejauhan aku lihat Mela sedang duduk dengan wanita berhijab yang aku yakini itu pasti Dini.


Akhirnya aku bisa bertemu dengannya dan dia tak akan bisa menghindariku lagi. Setelah cukup lama kami tak bertemu hari ini aku bisa duduk satu meja dengannya.


Gegas aku menuju table tersebut dengan senyum merekah. langsung ku sapa mereka berdua.


" Maaf apa aku datang terlambat? "


Mereka berdua melihat kearahku. Mela langsung tersenyum, awalnya Dini kaget tapi raut wajahnya berubah menjadi datar.


" Enggak kok, ayo duduk disini " Mela menjawab dan memberiku kursi di dekatnya. Dini masih terdiam tak memberi respon.


" Kalian mau makan apa, biar di pesan dulu ya " ucap Dini tanpa menanyakan kabarku terlebih dahulu.


" Kamu mau apa." tanya Mela.


" Terserah " jawabku singkat karena masih curi curi pandang pada Dini. Kenapa dia makin terlihat cantik.


Beres Mela menulis menu pilihannya Dini langsung memanggil pelayan dan memberikan pesanannya.


" Loh Teteh gak pesan? " tanya Mela.


" Enggak Mel, aku disini kerja bukan mau makan siang lagian dari pagi aku makan terus di bawain bekal sama Bi Marni. Aku juga gak mau ganggu kalian berdua. Kalian yang santai aza ya aku mau keliling lihat karyawan ".

__ADS_1


" Oh oke teh, makasih ya "


Dini pun berdiri dan pamit pada kami. Arrghhh sial gagal lagi rencanaku.


__ADS_2