Gara Gara Pergi Berlayar

Gara Gara Pergi Berlayar
Drama Pengantin Wanita Di Pagi Hari


__ADS_3

# Gara Gara Pergi Berlayar


Bab 61 ( Drama Pengantin Wanita Di Pagi Hari )


Pagi hari menjelang, setelah sholat Shubuh Budi kembali ke kamarnya. Dia masih terduduk di sisi ranjangnya.


Semalam Abah menasehatinya untuk menjadi laki laki baik dan merubah perangainya. Dia tak boleh egois karena ada calon bayi yang menjadi tanggung jawabnya.


Walau rasa kesal masih bergelayut dalam hati tapi harus di kesampingkannya. Mengingat bukan hanya nama baik Mela dan keluarga Mukhlis ini juga menyangkut nama baik dia dan Abahnya.


Belum lagi dia akan membuat Dini bertambah ilfeel karena kelakuannya yang menyebalkan bila sampai pernikahan itu batal. Lagi lagi semua karena Dini, alasan Budi untuk berubah baik.


" Huuffttt " Budi menarik nafas dalam dalam untuk meredakan rasa kesalnya. Di ambilnya ponsel miliknya yang berada di atas nakas dan mencari kontak Mela. Kemudian dia mengirim pesan pada wanita yang akan jadi istrinya itu.


[ Aku akan datang dan bertanggung jawab, kamu jangan khawatir. Berdandan lah yang cantik dan jadilah wanita yang paling cantik nanti di pesta kita ] send


Setelah mengirim pesan dia pun keluar kamar menemui Abah dan Umi nya. Lalu mengatakan dia sudah benar benar siap untuk menikah dengan Mela.


Hal itu membuat haru kedua orang tuanya, sekaligus merasa bangga karena Budi bisa mengenyampingkan egonya.


Budi kemudian berbaur dengan keluarganya yang lain untuk mempersiapkan diri pergi ke tempat pernikahannya nanti.


***


Di Hotel tempat Mela menginap


Jam sudah menunjukan pukul 5 pagi semua sudah mulai bersiap siap. Bahkan tim MUA untuk pengantin sudah datang membawa segala perlengkapannya.


Salah satu perias dari tim MUA mengetuk kamar Mela berkali kali namun sang pemilik kamar sepertinya enggan membukanya. Sampai perias tersebut kebingungan dengan kondisi tersebut.


Untung saja di tengah kebingungannya Tessa datang karena ingin melihat sampai sejauh mana proses make up putrinya.


" Ini kenapa kok kamu masih disini? " tanya Tessa pada perias tersebut.


" Maaf Bu mbaknya gak mau keluar saya sudah ketuk berkali kali tapi gak ada jawaban " jawab laki laki yang terlihat gemulai.


" Mela mela buka pintunya, kamu lagi apa sih. Ini sudah pagi kamu harus segera di rias " berkali kali Tessa memanggil tapi tak ada jawaban. Dia sampai panik dan menghubungi Mukhlis yamg sedang berada di bawah.

__ADS_1


Suara Tessa yang cukup keras mengudang perhatian yang lain, untung saja setengah dari lantai itu khusus di sewa untuk keluarga dari pengantin wanita sehingga tak ada orang lain yang tak di kenal merasa terganggu. Sampai Dini datang dan menghampirinya karena merasa terganggu dengan teriakan Tessa.


" Ada apa Mih? " bukannya menjawab pertanyaan Dini, Tessa malah membuang muka.


Tak lama Mukhlis datang dengan terburu buru, bukannya bertanya pada Tessa yang sudah menghubunginya dia malah bertanya pada Dini " Ada apa Din? "


" Ini Pih Mela tak mau keluar, padahal MUA sudah menunggu untuk merias. Aku jadi khawatir Pih " jawab Dini yang sudah mengetahui ceritanya dari laki laki kemayu di depannya kalau Mela tak mau keluar setelah berkali kali di panggil.


Mukhlis langsung menghubungi CSO dan meminta dibawakan kunci cadangan untuk membuka kamar Mela.


Menunggu 5 menit kunci cadangan sudah datang kemudian kamar Mela langsung di buka. Disana ada Mela yang terbaring di kasur masih memakai piyama dengan mata yang masih sembab dan terlihat menyedihkan.


Tessa adalah orang yang pertama kali merangsek masuk ke dalam untuk melihat Mela. Setelah melihat keadaan Mela yang terlihat menyedihkan bukannya prihatin atau bertanya dia malah memaki Mela.


" Ngapain sih kamu nyusahin saja, orang manggil dari tadi bukannya bukain pintu ini malah nangis. Dasar bodoh bikin panik saja " tegur Tessa pada Mela sambil mendorong kepala Mela hingga terdorong ke belakang.


Mela memalingkan wajah dari ibunya lalu bangun dan berlari memeluk Mukhlis " Pih aku takut hiks hiks "


Mukhlis mengusap rambut Mela layaknya seorang ayah disaksikan Dini, Tessa dan pegawai MUA " Apa yang kamu takuti? "


" Dia pasti datang, Papih sudah bicara dengan Abah nya. Kalau sampai dia tidak datang maka dia akan berhadapan dengan Papih " jawab Mukhlis sambil tetap mengelus rambut Mela penuh kasih.


Ting


Ponsel Mela berbunyi, semua orang melihat ke arah ponsel yang berada di atas kasur. Dini mengambilnya dan menyerahkannya pada Mela.


" Dari Budi Pih " lirihnya ketika melihat nama pengirim.


" Bukalah " titah Mukhlis.


Mela membuka pesan tersebut, setelah membacanya dia langsung tersenyum memeluk Dini dan Mukhlis bergantian.


[ Aku akan datang dan bertanggung jawab, kamu jangan khawatir. Berdandan lah yang cantik dan jadilah wanita yang paling cantik nanti di pesta kita ]


Itulah isi pesan yang dikirim Budi, tidak terlalu panjang tapi mampu membuat gairah hidup Mela kembali bangkit.


" Dia akan datang Pih, ini " ucap Mela sambil menyerahkan ponselnya pada Mukhlis agar ikut membaca.

__ADS_1


Mukhlis yang sedang menjaga mood Mela ikut membaca pesan tersebut bergantian dengan Dini lalu mereka pun ikut tersenyum.


" Ya tentu saja dia akan datang, pasti karena dia mencintaimu juga takut pada Papih " canda Mukhlis membuat mereka bertiga tertawa dan mengabaikan Tessa.


" Ayo segeralah bersiap nanti Budi datang kamu masih belum beres pasti nanti dia kecewa " bujuk Mukhlis pada Mela.


" Iya Pih, Mbak harus dandanin aku cantik banget ya. Pokoknya lebih cantik dari pengantin lain. Termasuk mbak Dini heheee " ucapnya sambil melirik Dini.


Dini hanya tersenyum dengan tingkah Mela yang terlihat menjadi kekanak kanakan. Padahal biasanya sangat menyebalkan apalagi bila sedang kompak dengan ibunya.


" Siyap Mbak " jawab si pegawai MUA.


" Sana kamu segera ke ruang rias " titah Mukhlis.


" Makasih Pih, Mbak Dini. Aku sayang kalian. Papih hebat Mas Budi saja sampai takut heheee " ucap Mela sambil terkekeh lalu memeluk Mukhlis dan Dini bergantian dan berjalan keluar bersama perias menuju kamar rias pengantin.


Tessa melongo melihat tingkah Mela yang mengabaikannya. Yang paling penting dia sangat malu pada Mukhlis karena Mela lebih dekat dengan ayah tirinya itu.


Yang lebih membuat Tessa kesal Mela sekarang terlihat lebih akrab dengan Dini. Dan dia tak suka hal itu, buatnya ini adalah hal yang buruk.


Andai saja tak ada Mukhlis dia ingin memaki Mela yang telah mengabaikannya " Dasar gak sopan " dia terus menggerutu dalam hati.


Tessa keluar dengan wajah merah padam, tanpa pamit dia langsung keluar begitu saja. Muklis dan Dini saling berpandangan.


" Biarkan saja, ayo kamu segera bersiap nanti kamu juga telat " titah Mukhlis pada menantu kesayangannya.


" Iya Pih " jawab Dini.


Beruntung tim MUA bisa bekerja dengan cepat dan selesai tepat waktu walau harus ada drama pengantin wanita di pagi hari.


Pukul 8 pagi rombongan keluarga Budi sudah tiba, mereka di sambut keluarga inti Mela salah satunya Dini yang berdiri di belakang Mukhlis.


Seharusnya yamg berdiri di posisi Mukhlis saat ini adalah Rudi ayah kandung Mela. Tapi entah kenapa sampai keluarga pengantin pria tiba ayah kandung Mela tersebut masih belum hadir.


Tessa sudah berkeringat mendengar pertanyaan Mukhlis tentang ayah kandung Mela, dia pun merasa takut melihat tatapan tajam mata Mukhlis yang seakan menghakiminya.


" Brengs*k kemana si Rudi bikin masalah saja dia " makinya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2