
"Kak, gurunya lili itu sangat tampan"
"Iya iya, mungkin kita harus baik-baik kepada lili agar bisa bertemu dengan gurunya"
Chacha dan xixi mengangguk tersenyum-senyum mengiyakan rencana mereka.
Lili bersama axe sudah hampir sampai ke kerajaan untuk mempersiapkan kembali barang-barangnya.
Saat melihat kebawah dirinya langsung loncat dari tubuh axe.
Dia mendarat dengan sempurna membuat banyak pasang mata yang memperhatikan dirinya.
Gu nin sedari tadi tertidur pulas dipelukan lili membuatnya terkejut saat lili melemparnya ke kasur.
Gu nin hanya menyipitkan matanya dan melihat lili yang sedang kalang kabut, dirinya tidak peduli dengan sikap lili dan kembali memejamkan matanya untuk tidur.
***
Lili kini sedang berada didapur istana, ruangan dapur ini sangat besar.
Untunglah tidak terlalu ramai orang saat dia mengambil makanan dan diletakkannya didalam gelang hitam yang diberikan gurunya.
Banyak jenis pisau didapur yang diambil lili.
Mumpung tidak ada yang melihatnya dia juga mengambil banyak barang yang diperlukan.
Saat keluar dari dapur, dia melihat chacha dan xixi sedang berdiri tersenyum kearah lili.
Lili seperti merinding dan langsung kabur dari sana saat mengingat bahwa xixi dan chaca yang tidak pernah tersenyum hangat kepadanya kini sedang tersenyum sok akrab kepada lili.
Dirinya kini sedang mengarah ke ruang utama istana untuk berpamitann kepada ayah dan ibunya.
Saat melangkah masuk kedalam dia mendengar suara kegaduhan.
Lili hanya berjalan tanpa suara dan melihat kejadian didepannya.
Seorang anak perempuan menangis menghadap ayah dan ibunya.
Sedangkan penasihat istana, yaitu paman jahatnya ini memarahi dan menatap jijik perempuan itu. Begitupun yang lain hanya terdiam dan melihat perempuan itu dengan tatapan yang sama.
Suara isakan menggema di ruangan ini, gadis ini tetap menunduk dan menangis-nangis meminta pertolongan.
"Cukup!"
Lili mengepalkan tangannya dan berjalan menatap orang-orang dengan tajam.
Dia melihat ayah dan ibunya dengan tatapan yang sedikit kecewa dan itu membuat yui dan chun bingung dengan tatapan lili.
Lili menarik tangan gadis itu agar berdiri disamping dan mengelap air mata yang sangat banyak diwajahnya.
Mata gadis ini sangat merah dan bengkak, lili melihat gadis itu dan tersenyum kearah gadis tadi.
"Apa yang kau lakukan putri?!"
Ucap penasihat istana dengan suara yang lantang.
__ADS_1
"Oh, bisa ceritakan padaku kenapa dia menangis seperti ini?"
Kini lili menghadap ayah dan ibunya dan memutar melirik semua orang yang hanya terdiam, kini dirinya kembali menatap ayah dan ibunya meminta penjelasan.
"Haih, anak disebelah mu itu adalah seorang putri dari kerajaan tetangga. Mereka terkena pemberontakan dari komplotan yang bernama naga iblis-".
Chun berhenti saat perkataannya sudah dipotong oleh pamannya yang bernama liu.
" dan anak ini datang kesini sambil menangis-nangis meminta pertolongan seperti orang yang tidak tau malu. Dia sudah tidak ada jabatan lagi, untuk apa kami menolongnya.
Lagipula kerajaannya sudah hancur dan seluruh penghuni istana tidak ada lagi yang tersisa"
Liu menunjukkan ekspresi marahnya sambil menunjuk gadis disebelahnya seperti sedang meremehkan.
"Sikapmu tidak berubah ya paman liu. Tetap jahat sama seperti kau dan yang lainnya menyiksa ku"
Lili menatap liu dan yang lain dengan senyum tipisnya.
Sedangkan yui dan chun kaget mendengar perkataan lili.
"Apa maksudnya?" tanya yui dengan wajah yang tak percaya.
Kini liu, pangeran daniel, putri xixi dan chacha serta yang lain menunduk gemetar saar mendengar perkataan lili.
"Oh pura-pura bodoh ya? Yah, lagipula nanti aku tidak ada diistana mungkin sekarang ini aku bisa memberitahu yang sebenarnya. Jadi-" lili menjeda perkataanya dan menatap semua orang yang sedang gemetar, sedangkan gadis disebelahnya menatap kearah semua orang dengan bingung saat mereka bergetar takut mendengar ucapan lili.
"Melly!"
Melly masuk dan menutupi tubuh depan lili dengan kain, sedangkan pakaian belakangnya terbuka lebar dan menampakkan bekas cambukan ditubuhnya.
Lili langsung menutupi badannya lagi dan menggenggam tangan gadis disebelahnya.
"Sudah kan? Sudah liat? Aku sedikit kecewa saat melihat ayah dan ibu sangat sibuk dengan urusan istana dan tidak tau dengan keadaanku yang hampir mati dicambuk oleh saudari ku sendiri"
Xixi menunduk dengan wajah yang tak percaya, apakah kelakuannya kepada lili akan terbongkar secepat ini?
Dimana lili yang lemah?
Dimana lili yang tidak akan berbicara apapun saat dirinya disiksa?
Yui melirik xixi sedang bertekuk menangis meminta maaf, yang langsung diikuti chacha.
Kini yui melirik lili kembali merasakan rasa bersalah yang sangat besar karena tidak dapat menjaga anaknya dengan baik.
"Dan sekarang aku benar-benar kecewa kepada ayah dan ibu saat hanya membiarkan gadis ini memohon menangis-nangis, kalian tak menghiraukannya sama sekali. Apakah dengan menampung anak yang tidak memiliki jabatan begitu hina?"
Lili benar-benar sangat kecewa saat ini, dirinya kembali menatap liu.
"Kau paman liu, kau yang selalu mengambil emas di kamarku karena banyak dan aku terlalu lemah untuk melawanmu. Kau juga yang selalu datang kepadaku dan menjambak diriku saat kau sedang dalam masalah. Kau selalu datang melampiaskan amarahmu kepadaku, sungguh dari dulu aku ingin melakukan ini padamu"
Lili menatap liu dengan mata yang berkaca-kaca.
Gadis disebelahnya tidak percaya dengan apa yang sudah dirasakan lili selama ini, sedangkan chun sudah mengeluarkan kekuatannya dan menatap lui dengan tajam.
Lili menutup mata gadis disebelahnya dengan tangan kirinya, lalu ia mengarahkan jari kanannya kearah lui dan mengeluarkan api hitamnya yang langsung menembak kepala lui.
__ADS_1
Ruangan menjadi sangat riuh saat semua orang melihat tubuh liu sudah hancur berkeping-keping, daniel,xixi dan chaca kembali ketakutan saat melihat lili dengan cepatnya membunuh penasihat istana mereka.
Yui menatap lili kaget karena sudah membunuh orang. Sedangkan lili sangat puas karena memang dari dulu tugasnya adalah membunuh orang.
"Aku pergi"
Lili berlari bersama gadis disebelahnya dan diikuti gu nin dibelakang lili.
"Siapa namamu?" tanya lili menatap mata gadis itu.
"Wei--- wei liyan"
Jawab wei dengan nada yang sedikit gemetar.
"Nah wei, mau ikut bersamaku mengelilingi dunia?"
Wei menatap lili dengan senang dan mengangguk mengiyakan karena dirinya tidak akan merasakan kesepian dan merasakan kesengsaraan lagi semenjak dirinya tidak memiliki orang tua bahkan kerabatnya karena kumpulan naga iblis sudah membantai habis keluarga dan kerajaannya. Dia pasti akan membalas berkali-kali lipat kepada mereka.
"Axe!!"
Lili berteriak tepat dihalaman kerajaan yang luas ini.
Yui dan chun mengejar lili dengan wajah yang sangat menyesal atas perbuatan mereka.
"Lili, ibu minta maaf"
Axe datang tepat saat ibunya mengucapkan kata maaf. Bagi lili itu sudah cukup karena ibunya sudah mengetahui kesalahannya.
"Ayah juga minta maaf" sambung chun dengan wajah yang sangat menyesal.
Lili tersenyum menghadap kearah ibu dan ayahnya.
"Aku sudah memafkan kalian, tetapi orang yang tidak bisa dimaafkan masih ada didalam.
Tolong bantu aku mengurusi mereka yaa. Ayah, ibu sampai jumpa"
Lili menaiki axe bersama wei dan langsung pergi dengan cepat meninggalkan istana.
Yui menangis melihat kepergian lili, chun masuk kembali kedalam ruangan utama dan menyebarkan kekuatan petirnya kearah semua orang tanpa mempedulikan siapa orang nya.
Kini dirinya membantai habis-habisan orang yang sudah menyiksa anaknya. Saat ia melihat yang lain sudah terkapar pingsan chun memeluk istrinya dengan meneteskan air mata.
"Hati-hati , putriku"
.
.
.
.
.
.
__ADS_1