
Lili melaksanakan tugasnya dengan penuh kesabaran dan semangat yang tetap ia pertahankan setelah mendengat cerita tentang gurunya.
Dia masih membutuhkan gurunya, dan dia akan dengan cepat menyelesaikan tugasnya.
Lili selalu mengingat perkataan gu nin dan juga mengingat gurunya disetiap langkah perjalanan.
Walaupun dirinya sekarang ini sangat lelah, dirinya pasti bisa melakukan tugas dari gurunya.
Hampir satu jam berlalu dan lili menyelesaikan pekerjaannya lalu tersenyum puas kearah gu nin.
"Guru, aku berhasill. Aku benar-benar murid yang hebat kann"
Lili berteriak senang dan bangga saat melihat kembali kolamnya.
Han yang mendengar itu keluar dari giok dan tersenyum puas.
"Kau benar-benar kuat. Aku bangga hahha. Baiklah, hari sudah hampir malam. Kau pulanglah dan istirahat.
Setelah mengatakan itu han kembali masuk kedalam giok da mempersiapkan sesuatu untuk lili pelajari besok.
Lili yang berjalan hampir pingsan ini beruntung karena dirinya sudah berada tepat didepan pintu.
Jika saja tadi dia pingsan di tanah wajahnya pasti akan terbentur sesuatu.
" mellyy"
"Ya putrii--, yatuhannn ada apa dengan mu tuan putri?"
Melly mengangkat lili naik kekasur karena tadi tepat didepan pintu lili jatuh tidak berdaya lagi.
Melly yang melihat lili kelelahan langsung mengambil handuk basah dan pakaian baru untuk lili.
Gu nin hanya diam dan memakan apel manisnya disamping kasur lili.
Melly membersihkan lili dngan sangat baik dan juga melly memijati pundak lili yang sakit sedari tadi menjadi lebih enakan.
***
Besoknya, lili sudah lebih sehatan dan kembali bersemangat untuk berlatih lagi.
Saat melihat melly yang sedang tertidur duduk menyender kedinding membuat lili tak sampai hati membangunkan melly.
Lili membaringkan melly dikasurnya dan juga memakaikan selimut untuk melly.
Lili sangat berterima kasih pada melly karena sudah merawatnya hingga begadang semalaman.
"Hoi gu nin, jangan tidur terus. Ayo aku akan membersihkan kau dulu setelah itu kau baru boleh makan apel manisnya"
Lili mengangkat gu nin dan membersihkannya dengan telaten.
Dia menghiasi gunin degan permata biru yang diletakkan dikepalanya sangat cantik.
Karena gu nin adalah betina.
Lili langsung pergi saat gu nin sedang memakan apel manisnya.
Lili pergi untuk membersihkan dirinya, baru sempat ingin masuk ke bak hangatnya guru han keluar tiba-tiba disaat lili sedang telanjang.
Lili yang kaget otomatis menutupi badannya menggunakan tangan mulusnya. Han yang melihat lili langsung memerah karena dia barusan melihat jelas tubuh menggoda lili.
"GURU MESUMMMM!!!"
****
__ADS_1
"Maafkan aku lili, aku tidak tau. Lagipula siapa juga yang menyuruhmu tidak melepaskan gioknya diluar"
Sejak daritadi han meminta maaf kepada lili, sungguh walaupun dia tergoda dia tidak akan menyangkalnya. Karena han juga seorang pria.
Lili sejak tadi terus menutupi wajahnya yang sudah memerah dan panas karena kelakuan gurunya saat kejadian tadi pagi.
Memang benar dia juga salah karena tidak melepaskan kalungnya terlebih dahulu, tapi masalahnya gurunya ini tadi melihat lili tanpa berkedip saat lili kepergok telanjang bulat.
"Guru-- guru mesum. Mee--suummm"
Lili yang tergagap-gagap mengatakan itu membuat han melotot dan terkejut.
Han merasa sangat bersalah kepada lili, da sedari tadi gu nin menatap lili dan han dengan bingung.
"A-anu lili aku minta maaf"
"Guru--guru bodoh huwaaaaaa"
Lili teriak dengan wajahnya yang hampir menangis karena malu.
Han yang melihat wajah lili seperti ingin menangis tiba-tiba saja memeluk lili.
Lili yang dipeluk oleh roh gurunya itu merasa dirinya sedang tersengat listrik sekarang.
Wajahnya sekarang sudah seperti tomat yang sangat merah.
"Shttt, tenanglah. Aku takkan mengulanginya lagi"
Suara lembut han menenangkan lili. Hanya dengan kalimat itu lili berhenti menangis dan diam seketika.
Sejak kapan dirinya menjadi cengeng seperti ini?.
Apa karena pengaruh tubuh dan umurnya yang memuda?
Han pun tersenyum kearah lili dan meminta maaf lagi untuk kejadian yang tadi.
Lili yang sudah baikan mengangguk pelan yang artinya guru bodohnya ini sudah dimaafkan.
"Baiklah, karena kau sudah berhenti menangis. Mari lanjutkan pelajaranmu sebagai muridku, lili".
" masuklah ke dalam giok, aku akan menunggu kau di dalam"
Lili mengangguk dan mencari apel manis untuk gu nin, sekarang gu nin sedang tertidur. Lili tidak sampai hati ingin membangunkannya.
Maka dari itu dia siapkan apel manis untuk gu nin saat dia bangun nanti.
Lili membuka kalungnya dan memejamkan matanya. Saat membuka mata dirinya sudah didalam ruangan yang dia masuki kemarin.
Tidak ada yang berubah, kecualu sekarang terdapat gurunya yang sedang berdiri tegak.
Lili terkejut saat melihat gurunya benar-benar asli seperti manusia saat didalam giok.
Biasanya jika sudah keluar dari giok, han hanya seperti roh-roh lainnya tapi bisa menyentuh benda.
"Pelajari isi dari gulungan ini"
"Isinya apaan?"
Lili membolak balikan gulungan dihadapannya tanpa minat.
Saat membuka gulungan itu lili semakin tidak mengerti karena isinya hanya berupa teknik perubahan tampilan.
Dia menatap gurunya tidak percaya dan sedikit jengkel dengan apa yang akan dipelajarinya.
__ADS_1
"Guruu, apa ini benar yang harus aku pelajari?"
Han hanya mengangguk cepat dengan menampilkan wajah yang datar dan tangan yang sedang dilipatnya didepan dada.
"Jika kau bisa mempelajari teknik itu, aku akan mengajarkan cara menggunakan tombak bulan purnama ku. Oh ya, saat kau sudah sangat bisa menguasai teknik ini, kekuatan mu akan meningkat 60% saat memakai jurus pengubah tampilan ini. Singkatnya, saat kau berubah kekuatanmu akan meningkat 60%"
Lili yang langsung melotot tidak percaya mendengarkan omongan han cepat-cepat mengambil gulungan itu dan duduk membaca apa yang sudah tertera disana.
Lili saat ini sangat sulit untuk memahami isi dari gulungan dihadapannya.
"Mmm.. Aku harus memakai energi dalam ku dulu ya?"
"Ahh, lalu---- mmmmm".
Lili tetap membaca dan memastikan tebakannya.
Setengah jam berlalu, lili tetap mencari tau maksud dan isi sebenarnya dari gulungan ini.
Sedangkan han sedang menikmati tidur nyenyaknya.
" aku paham sekarang!"
Lili merasa senang dan puas karena sudah memahami tekniknya.
Walaupun membutuhkan waktu yang bisa dibilang agak lama, dirinya tetap bisa memahami dan akan mencoba menggunakan teknik merubah tampilan dan melihat apakah dirinya benar-benar mendapatkan kekuatan atau gurunya hanya menipu lili.
Lili diam dan menutup matanya bersiap untuk mengeluarkan energi dalamnya.
Tubuhnya dikelilingi warna hitam, hijau, putih yang berwara kebiru-biruan, serta warna merah gelap dan oranye terang.
Lili agak merasa hampir kehilangan kendali karena kekuatan kegelapannya ingin melonjak keluar lebih banyak.
Lili tetap menutup matanya merasakan sakit luar biasa .
Han yang terbangun sangat kaget saat melihat aura yang ada didalam lili, kekuatan alam dan kegelapan ada ditangan lili.
Disertai kekuatan api yang sangat besar dan kekuatan es yang suci.
Han benar-benar tidak percaya saat ini, dirinya melihat lili dengan pandangan kagum karena diusia lili yang 18 tahun ini memiliki kekuatan yang luar biasa.
Saat lili benar-benar sudah menormalkan kekuatannya dia merapalkan kalimat yang sangat panjang dan saat kata terakhir dirinya memikirkan wajah lelaki imajinasinya yang bisa dibilang memiliki ketampanan yang sangat jauh dari kata rata-rata.
Saat sudah memikirkan itu, dirinya dikelilingi asap putih dan langsung menampilkan dirinya yang berbeda.
Memiliki rambut panjang berwarna merah gelap, kulit dan wajah putih yang mulus, mata yang agak sedikit sipit memiliki bola mata yang berwarna hijau terang, tinggi dan juga memiliki postur tubuh yang sangat diatas rata-rata.
Perubahan lili menjadi laki-laki tampan saat ini sangat sempurna. Han yang melihat perubahan lili berhasil hanya melongo tidak percaya dan hampir tersedak karena ketampanan lili benar-benar jauh diatas han.
"A-anu guru. Apa aku berhasil?"
"Kau sangat-sangat berhasil. Aku sangat bangga padamu"
Lili tersenyum sumringah saat dia benar-benar berhasil melakukan teknik yang dibilang agak susah menurutnya.
Walaupun dirinya merasakan sakit saat menormalkan semua energi dalamnya, rasa sakitnya sudah hilang sepenuhnya saat lili berubah.
Lili yang penasaran dengan perubahannya pergi melihat ke cermin . tepat di depan cermin lili hampir pingsan karena mimisan melihat orang yang sangat tampan didepan kaca.
"Halo tampan. Wah-wah bahkan aku bisa melebihi ketampanan guru han, hahahaha".
Lili sangat bangga dan bahagia saat melihat Perubahan sempurnanya.
Han yang mendengar perkataan lili hanya manyun dan merasa dirinya sangat menyedihkan karena merasa ketampanannya hanya sia-sia saja.
__ADS_1