GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-32


__ADS_3

Siang sudah berganti menjadi malam sedangkan murid-muridnya belum selesai bermeditasi.


Lili dan han yang sedari tadi menunggu sudah sangat bosan karena hanya diam menatap orang yang tengah duduk bermeditasi.


Tidak lili sangka mereka akan membutuhkan waktu yang sangat lama, jika itu lili mungkin dirinya hanya membutuhkan waktu 1 jam.


"Oh iya, han aku sudah melihat roh spiritmu. Aku juga mengambil satu pedang".


Ucap lili dengan wajah santai nya lalu duduk menyender di tembok.


" kapan kau kesana? Pedang apa yang kau ambil?"


Tanya han dengan wajahnya yang penasaran dan tidak marah sama sekali karena lili yang mengambil senjatanya.


Lili mengeluarkan pedangnya dari gelangnya, han yang melihat pedang lili menganga dan melotot melihat pedang yang belum sempurna dibuat itu malah diambil lili.


"Ganti sajalah. Pakai saja tombakku pedang ini belum selesai ditempa"


Bujuk han yang sudah tiba-tiba memegang tombak gu nin ditangannya.


Lili yang melihat han menyodorkan tombaknya menggeleng cepat dan memeluk pedangnya dengan erat.


"Tombak itu milikmu, aku juga lebih menyukai pedang ini".


Lili kembali menatap han lalu mengeluarkan sesuatu lagi digelangnya.


Han yang melihat berlian putih ditangan lili kembali menganga tak percaya.


Padahal dari dulu han mencari berlian putih itu dan belum berhasil ditemukan. Tetapi lili malah memegang banyak berlian putih.


" dapat dari mana?"


Tanya han yang masih menganga seperti orang idiot.


Saat lili melihat wajah han dirinya bukan main ingin terbahak karena tidak bisa menahan mulutnya lagi.


Tetapi dengan tenang lili merubah ekspresinya dan diam seketika agar tidak mengganggu yang lain.


"Eh"


Lili tiba-tiba saja berdiri dan membuka mata batinnya.


Keadaan sekitar yang sunyi bahkan gunung-gunung hingga setiap sudut istana dirinya dapat melihat dengan jelas.


Lili melihat ada 5 orang tengah menghampiri ruangan latihan mereka. Anehnya orang-orang ini tampak asing dengan pakaiannya yang serba hitam.


Lili juga bingung kenapa para pelayan dan pengawal semuanya tengah tidur dilantai.


"Han, buat pelindung diruangan kita"


Ucap lili dengan matanya yang masih tertutup.


"Untuk apa?"


"Cepat lakukan!"


Bentak lili saat melihat orang asing itu semakin mendekati mereka.


Han yang mendengar lili seperti mengkhawatirkan sesuatu langsung cepat-cepat membuat pelindung diruangan latihan.


Saat lili membuka matanya dirinya baru teringat sesuatu dan menggeretakkan giginya antara khawatir dan marah.


"Kau tetap disini, ada yang penyusup yang mengarah kesini. Bukalah ilusi pikiran chen dan biarkan dia membantu. Lawan kita sepertinya agak sulit".


Lili dengan cepat keluar ruangan dan berlari melewati lorong istana agar cepat-cepat keruangan wei.


Han yang ditinggalkan lili begitu saja mau tak mau mengikuti perintah lili dan membuka ilusi pada diri chen.


" jika terjadi sesuatu pada wei akan kubunuh kalian semua!"


Batin lili dengan wajah yang geram dan masih berlari mengkhawatirkan anaknya.


Tak butuh waktu yang lama lili sudah sampai didepan pintu ruangan wei.


Bahkan suara larian lili di lantai istana tidak terdengar sama sekali hingga dirinya dapat dengan mudah pergi keruangan wei.


Saat masuk kedalam  ruangan wei gu nin sudah berubah menjadi besar, anehnya gu nin kalah terkapar dengan darah yang banyak.


Saat melihat sekitar lagi lili tidak melihat wei dimanapun.


Lili rasanya hampir pingsan karena tidak melihat wei. Sekuat apa musuhnya ini.


Bahkan dapat menumbangkan gu nin yang kuat ini.


"Axe! Cloud! Tan!"


Teriak lili kuat dengan mata yang sudah menitikkan air mata.


Wajahnya berubah seketika menjadi merah padam, rambut disebelah kirinya berubah menjadi hitam beserta mata kirinya yang berubah menjadi ungu.


Rambut disebelah kanannya berubah menjadi merah dengan mata kanan yang juga berubah menjadi biru.


Air mata lili jatuh mengenai lantai, saat itu juga air mata yang jatuh tadi berubah menjadi es.


Bulu-bulu putih berbentuk sayap keluar dari punggung lili.


Lili benar-benar terlihat menyeramkan namun tetap saja cantik.


Api hitam dan api merah mengelilingi tubuh lili beserta sayap es yang muncul tiba-tiba dipunggungnya semakin membesar.


Sayap putihnya semakin keluar dan semakin melebar membuat dirinya hampir terlihat seperti tan.

__ADS_1


Axe beserta cloud dan tan tiba dihalaman depan ruangan wei.


Axe kaget bukan main saat melihat sayap besar ditubuh lili serta tampilan lili yang sedikit menyeramkan.


Bahkan lili menangis dengan wajah yang murka, axe bingung apa yang terjadi pada lili sebenarnya.


"Kalian ikut aku"


Dengan cepat lili terbang diudara dan dengan cepat pergi keruangan latihan.


Kekacauan sudah terjadi, 5 orang tadi bahkan hampir menghancurkan pelindung milik han.


Saat tiba di atas ruangan latihan seluruh muridnya sudah sadar dan mulai melawan, anehnya mereka terlihat seperti kewalahan.


Han juga sangat terfokus melawan satu orang lelaki yang lili prediksi kira-kira mencapai tingkat dewa seperti han.


Lili sudah tidak tahan lagi menunggu pertarungan ini selesai, dengan murka lili berdiri diam tepat dihalaman depan ruangan latihan beserta axe dan anaknya yang masih terbang.


"Axe, selamatkan gu nin".


Ucap lili pelan lalu menutup matanya.


Saat mata lili terbuka lagi bola matanya yang berwarna biru memiliki garis panjang seperti mata burung.


Dengan tatapan yang tajam lili maju mengeluarkan kekuatan api hitamnya dan membentuk api itu menjadi sabit yang yang sangat besar.


Sabit api hitam yang sudah dicampurkan racun beserta api neraka yang menyelimuti sabit itu tampak mengerikan.


Semua orang melihat lili dengan terkejut, kekuatan yang diluar nalar pemikiran manusia.


Kekuatan yang besar dan menakutkan seperti sedang melingkari mereka semua.


" lili"


Ucap han pelan saat menoleh kearah lili lalu kembali bertarung karena tidak diberikan jeda sedikit pun dari lawan.


"Minggir!"


Teriak lili kepada muridnya dan han yang masih bertarung.


"Han! Buat pembatas biar aku yang hancurkan mereka".


Teriak lili lalu kembali terbang kelangit membuat chen dan yang lainnya menganga kagum.


Han dengan cepat mundur dan membuat pembatas pertahanan yang tinggi.


Setelah membuat pembatas dirinya pergi menaiki cloud menghampiri lili.


"Dimana--Dimana anakku sialan!"


Teriak lili lalu maju menyerang musuh menggunakan sabitnya dengan membabi buta.


Han yang mendengar perkataan lili terkejut dan langsung marah.


Matanya berubah menjadi putih, kekuatan yang tersegel kini kembali dibuka han karena sudah terlalu marah.


"Tan, kau bantu lili. Cloud, terbang naik keatas!"


Cloud dengan cepat terbang kelangit mengikuti perintah han.


Cahaya sinar bulan berkumpul saat han menaikkan tombaknya dilangit.


Awan-awan menggumpal mendekati han dan berkumpul dibelakang tubuh han.


Awan-awan ini membentukkan dirinya menjadi lebih besar dan semakin membesar, tak lama kemudian awan tadi berbentuk manusia besar yang tengah menganga memegang tongkat.


Mulut patung awan itu dikelilingi cahaya yang terang beserta api suci milik han yang digabungkan dengan inti cahaya sinar bulan.


Han kembali diam dan menunggu lili selesai membantai musuh-musuhnya.


"Kekuatan macam apa ini?"


Tanya chen yang benar-benar sangat kagum dan agak sedikit takut melihat wujud lili dan han yang berubah sangat drastis.


Lili yang saat ini masih geram membantai musuhnya habis-habisan.


Api hitamnya dikumpulkan menjadi banyak dan dibiarkan terbang dibelakangnya membuat siapa saja pasti akan langsung menghindari lili.


Musuhnya ini benar-benar tak kenal lelah. Padahal sudah lili buat jatuh berkali-kali tapi mereka masih tetap gigih melawan lili.


Lili melempar sabit besarnya kelangit lalu menatap sabit itu dan kembali menatap musuhnya yang tengah kewalahan.


Saat itu jugalah sabit tadi berputar seperti gasing dan mengarah ke 5 orang musuhnya.


Api hitam yang berada dibelakang tubuh lili kini diarahkannya untuk membakar pelan tubuh musuhnya.


Lili membuat rantai dari esnya dan mengikat satu orang perempuan yang dimana adalah salah satu penyusup yang mencuri wei.


Saat perempuan itu sudah terikat di rantai es milik lili, lili melempar kuat perempuan itu dari atas langit sampai jatuh kebawah.


Darah berceceran keluar dari kepala perempuan itu, lili yang geram menginjak tulang kering musuhnya dan menatap hina perempuan didepannya.


"Han, hancurkan 4 orang itu".


Ucap lili pelan namun masih tetap dapat didengar han dari kejauhan.


Mulut patung awan tadi semakin membesar dan menganga semakin lebar.


Cahaya-cahaya yang menggumpal beserta api suci milik han membentuk bola besar dan meluncur menghantam 4 orang penyusup yang tadinya sudah terkena sabit dan bola api hitam milik lili.


Ledakan yang besar dengan api-api yang menyebar tidak membuat lili dan han terluka.

__ADS_1


Istana juga masih aman dan tidak rusak sama sekali kecuali ruangan latihan.


Pelindung yang dibuat han lebih kuat dari biasanya, bahkan dapat menahan ledakan dari api hitam lili dan api suci milik han.


Sehingga chen,xiao dan yang lainnnya serta para pengawal dan pelayan yang pingsan tiba-tiba itu masih selamat tanpa tergores sedikit pun.


Axe yang tadinya menyembuhkan gu nin kini juga menghampiri han dan lili.


Sayap putih es yang ada dipunggung lili kini menghilang dan juga rambut serta matanya kembali normal seperti biasanya.


Begitu juga dengan han yang menormalkan kekuatannya lagi dan merubah kembali matanya serta menutup segel kekuatannya.


Cloud dan han kini menghampiri lili yang masih menginjak tulang kering perempuan itu.


Sedangkan yang disiksa lili saat ini meringis dan menangis kesakitan.


Pelindung tebal telah dibuka oleh han sehingga xiao, chen dan yang lainnya dapat melihat keadaan dengan jelas.


"Dimana anakkku!"


Ucap lili lagi dengan menguatkan pijakannya lalu menelungkupkan tubuh perempuan yang tengah meringis kesakitan itu.


"Nana, baca pikirannya"


Perintah lili yang langsung dibalas anggukan oleh nana.


Tak membutuhkan waktu yang lama nana kini sudah memasuki alam pikiran penyusup tadi walaupun sempat terkena tolakan yang kuat.


"Dia kembali. Dia mengambil wei, sekarang mereka berada di inti gunung iblis untuk melakukan ritual".


Jelas nana lalu kembali ketempatnya karena sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.


" siapa? Dia itu siapa!?"


Teriak han yang sudah turun dari tubuh cloud dan menghampiri lili.


"Wen dan 2 temannya. 3 bunga lotus".


Setelah lili mendengar perkataan nana wajahnya kembali memerah karena marah.


Apa yang sebenarnya mereka inginkan sehingga berpikir untuk menumbal anaknya.


" cih, kali ini tak akan kubiarkan kalian hidup"


Ucap lili pelan lalu meremas rumput-rumput dihalaman karena terlalu geram.


Setelah lili berdiri dia melihat perempuan yang disiksanya barusan tengah menangis.


Lili baru sadar saat melihat tanda bunga lotus dileher wanita ini, saat itulah lili memikirkan cara licik dan kembali menggeret perempuan tadi dengan rantai esnya.


"4 hari lagi pertandingan akan dimulai. Sebelum itu ayo kita pemanasan melawan semut kecil hehe. Kalian semua ikuti aku".


Tak sampai semenit lili kembali berhenti membuat semua muridnya serta han ikut berhenti menatap lili dengan bingung.


" gu nin, axe, cloud dan tan. Kalian ikut juga".


Setelah mengucapkan itu lili kembali berjalan  menuju suatu tempat rahasianya dan diikuti yang lain.


"Kakak sangat menakjubkan! Aku ingin jadi seperti dirinya"


Ucap xiao dengan wajah yang berbinar ditambah anggukan dari semua orang yang bangga memiliki kakak atau guru seperti lili.


Chen yang biasanya tidak peduli dengan sekitarnya kini menatap punggung lili dari belakang dan berharap dirinya bisa menjadi seperti lili dengan usahanya sendiri.


"Aku akan menjadi seperti raja han"


Ucap jo tiba-tiba dan mengepalkan tangannya lalu diangkatnya kelangit agar lebih semangat dengan usahanya mengejar han dan bahkan dirinya berpikir untuk melebihi han.


"Kita semua akan menjadi seperti mereka dengan usaha kita sendiri. Maka dari itulah, kita harus tetap bersama oke!"


Ucap nana dan tersenyum senang.


Bahkan disaat yang penting begini mereka semua masih bisa mengeluarkan suasana yang hangat.


Lili dan han yang mendengar mereka sedari tadi bahkan sampai tersenyum hangat dan saling menatap lalu kembali berjalan melanjutkan tugasnya untuk mengambil anaknya kembali.


"Baik anak-anak. Mari kita pijaki 3 semutnya hahah".


Ucap lili sambil menggeret perempuan tadi masih dengan rantainya.


Sebenarnya lili khawatir akan keadaan wei tetapi lili teringat sesuatu dan kembali menjadi tenang.


Karena sebenarnya wei sudah lili berikan pelindung yang sangat kuat disetap inci tubuh anaknya sehingga tidak mudah untuk melukai wei.


Jadi yang paling penting bagi lili adalah membawa wei kembali dengan selamat, tetapi jika tubuh wei terdapat goresan sekecil apapun itu bersiap-siaplah musuhnya akan disiksa selama mungkin hingga mati dibuat lili.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2