
Pagi hari yang baru sudah tiba. Semua orang dipenginapan sudah bersiap-siap untuk menuju ke kaisaran melanjutkan pertandingan yang sudah ditunggu-tunggu.
Begitupun juga lili yang sudah bersiap-siap pergi mencari dimana tempat ratu medusa.
Han bilang medusa itu adalah ratu ular yang sangat kuat, lili memang sudah tahu itu karena disaat dia menonton televisi banyak film-film fantasi yang menampilkan scene ratu medusa.
Han juga berkata bahwa tempat ratu medusa berada adalah di gurun ular.
Memang jarak dari penginapan ke gurun ular sangat jauh, namun lili tetap akan pergi menguatkan tekadnya untuk mencari tahu apa yang dimaksud wanita didalam alam mimpinya.
"Kalian semua,bertarunglah dengan benar disana. Jangan meninggalkan topeng rubah yang aku berikan. Karena para iblis akhir-akhir ini mulai berdatangan mengincarku karena suruhan raja sialannya itu. Mereka juga belum tahu wajah anak-anak muridku, sebisa mungkin jangan biarkan orang lain ikut bertarung disana".
Ujar lili membuat chen bingung.
" mengapa mereka tidak boleh ikut bertarung?"
Tanya chen penasaran, begitu juga dengan yang lain kini menatap lili penuh dengan tanda tanya.
"Karena hanya kalian saja yang bisa mengalahkan iblis itu. Kalian sudah kebal karena pil yang kubuat waktu itu. Jadi, mau kalian dicakar sekalipun kalian tak akan terinfeksi dan menjadi iblis. Tapi, kalian tahu kan bagaimana jika orang lain yang melakukannya?"
Tanya lili berjalan mengarah tubuh axe yang sudah berubah menjadi besar.
Lili duduk ditubuh axe menaikkan sebelah alisnya menunggu apakah ada pertanyaan lainnya.
"Chen, awasi teman-temanmu".
Sambung lili lagi karena tidak mendengar apa-apa dari anak muridnya.
"Han, jaga yang lain ya. Secepatnya aku akan pulang".
Ucap lili lalu mencubit-cubit pipi suaminya dengan gemas saat melihat wajah cemberut han karena ditinggal oleh lili.
" hati-hati dijalan. Ingat! Jangan sampai terluka!"
Ujar han lalu menepuk-nepuk kepala lili dan mengelus lembut rambut istrinya.
"Baiklah. Aku akan pergi, kalian ingatlah dengan apa yang aku katakan. Han, aku pergi tolong jagakan wei".
Setelah mengatakan itu lili pergi bersama axe meninggalkan mereka semua yang termenung menatap kearah langit dimana tempat lili berada bersama axe.
***
" axe, apa kau tau gurun ular diarah mana?"
Tanya lili dipertengahan jalan seraya memakan apel manis milik gunin yang dicurinya.
Entah seperti apa reaksi gunin, mungkin harimau kecil itu sedang mengonmel-ngomel sendirian.
"Aku sudah hidup lebih lama dari kau. Tentu saja aku tau".
Jawab axe percaya diri membuat lili rasanya ingin memotong kepala axe dengan sabit api hitam miliknya.
" jadi, apa kau tau siapa itu dewi kegelapan?"
Tanya lili lagi kepada axe. Pertanyaan lili barusan berhasil membuat axe terdiam menutup rapat mulutnya.
"Kau tidak bisu kan?"
"Bicara apa kau. Dari mana kau tahu dewi kegelapan?"
Tanya axe lalu kembali termenung mengingat wanita kejam yang mengurungnya 50 tahun silam.
"Hei, kalau kubilang bahwa aku adalah reinkarnasi dewi kegelapan bagaimana?"
Jawab lili lagi semakin membuat axe terdiam di perjalanan. Jika axe bilang bahwa itu tidak mungkin tapi, lili memang benar-benar memiliki kekuatan kegelapan yang sama seperti dewi kegelapan.
"Kau ini bisu ya?"
Kesal lili karena sedari tadi axe selalu terdiam dan termenung saat lili bertanya sesuatu kepadanya.
__ADS_1
"Dewi kegelapan adalah legenda 3 negri kekaisaran. Kekaisaran air,tanah, dan langit selalu menghormati dewi kegelapan. Karena hanya dewi itulah yang bisa mengalahkan raja iblis. Raja iblis pada saat itu sangat mengerikan, mungkin jika dirinya mengeluarkan seluruh kekuatannya setengah bagian bumi pasti akan hancur. Dan yang bisa menyetarakan kekuatan raja iblis hanyalah dewi kegelapan. Dewi kegelapan wafat disaat 30 thun yang lalu. Dia wafat dikarenakan meledakkan tubuhnya sendiri agar raja iblis yang saat itu sedang bertarung dengan dirinya juga ikut mati terbakar. Dan benar saja, peperangan besar saat itu selesai diakhiri dengan kematian raja iblis dan dewi kegelapan. Raja iblis yang baru sudah datang dan dia juga sedang mengincar dirimu. Aku tak bisa mengelak jika kau adalah reinkarnasi dewi kegelapan karena peperangan besar benar-benar akan terjadi sebentar lagi".
Jelas axe membuat lili yang mendengarkan hanya mengangguk-angguk dan agak merasakan pusing dikepalanya.
Memori-memori tentang dewi kegelapan masuk kedalam otaknya, otaknya saat ini benar-benar serasa akan pecah. Ingatan-ingatan dewi kegelapan ini membuat lili hampir pingsan karena tak bisa menahan sakit dikepalanya.
Axe yang merasakan kegelisahan dari lili langsung mendarat turun dan melihat keadaan lili yang tengah menangis menunduk memegang kepalanya.
"Kau tidak apa-apa?"
Tanya axe panik saat mendengar suara tangisan lili.
Saat lili mendongak menatap axe dirinya sangat kaget.
Air mata yang dikeluarkan lili adalah air mata yang tidak biasa. Lili menangis mengeluarkan darah segar dari matanya. Darah itu kemudian berubah menjadi hitam saat menetes kebawah.
Tampilan lili saat ini benar-benar memprihatinkan. Axe tidak tau mengapa lili tiba-tiba bersikap aneh seperti ini. Apalagi saat melihat lili yang menangis mengeluarkan darah segar dari matanya.
Axe sangat panik, takut dan kaget memikirkan keadaan lili.
"Aku tidak apa-apa".
Ucap lili tiba-tiba lalu mengusap darah yang keluar dari wajahnya walaupun agak merasa jijik .
" aku tidak tau apa yang terjadi denganku. Aku hanya mengingat sesuatu dan tiba-tiba saja sudah seperti itu"
Sambungnya lalu kembali menyuruh axe terbang melanjutkan perjalanan mereka.
Walaupun lili sudah berkata tidak apa-apa namun, axe masih saja merasa khawatir pada lili.
Bagi axe, apa yang dilihatnya barusan itu sungguh tidak normal. Bagaimana bisa orang menangis mengeluarkan darah secara tiba-tiba seperti itu.
"Aku tau kau khawatir. Tapi kumohon, tetap lanjutkan perjalanannya karena aku sudah tau dimana tempat medusa berada".
Ujar lili yang mendapatkan ingatan tiba-tiba tadi. Lili kini juga semakin percaya pada wanita dialam mimpinya, karena ingatan yang dilihatnya benar-benar seperti pernah dirasakan. Itu sangat familiar, walaupun memang ada keraguan sedikit tetapi lili tetap melanjutkan tekadnya untuk bertemu medusa.
Lili yang merasa dirinya sudah dekat dengan kediaman medusa memilih berjalan kaki dan menyuruh axe untuk berubah menjadi kecil agar tidak menarik perhatian yang lain.
" axe, apakau takut?"
Tanya lili kepada axe kecil yang tengah bertengger dikepalanya.
"Untuk apa aku takut. Ular-ular ini sudah seperti makanan sehari-hari ku".
Jawab axe sombong membuat ekspresi lili yang tadinya biasa saja kini berubah menjadi seperti ingin muntah dah dijelek-jelekkan lagi. Han itu membuat axe kesal bukan main, tapi karena memang sudah mendengar candaan yang tak lucu dari lili axe hanya diam saja walaupun hatinya belum kebal untuk melihat wajah mengesalkan lili.
Rasanya jika axe tak takut pada lili mungkin axe sudah membakar tubuh wanita yang bersamanya ini.
"Oh sudah sampai?"
Langkah kaki lili terhenti tepat didepan bukit kecil.
Lili merasakan sesuatu yang besar dibawah namun tidak ada celah untuk masuk kedalam tanah.
"Apa harus ku hancurkan saja?"
Tanya lili kembali melihat axe yang tengah mengangguk-angguk menatap pasir gurun dihadapannya.
"Kau kan paling suka membuat keributan".
" baiklah!"
BHOOMM
Ledakan kuat yang dilakukan lili berhasil membuat semua siluman ular mengerubungi dirinya melihat apa yang terjadi.
Tentu saja lili tak menghiraukan hal itu karena yang berada dibawah pasir ini lebih menggiurkan daripada siluman-siluman ular ini.
"Emas,emas,emas,emas,emas,emas,emas,emas".
__ADS_1
Ujar lili cepat tanpa henti seperti seorang rapper handal.
Tanpa ba bi bu lili melompat kebawah dan terjun bahagia kearah emas .
Emas yang bagaikan lautan berserak di tempat itu membuat lili rasanya tidak ingin pulang.
" berani sekali kau datang kemari".
Ucap seorang wanita tiba-tiba dari kegelapan goa dibawah tanah itu.
Lili yang merasakan kekuatan serta aura membunuh yang kuat langsung berdiri tegap mencari darimana arah kekuatan itu berasal.
Kaki lili rasanya sudah tak dapat berjalan dan tetap melengket pada tanah karena merasakan tekanan yang kuat.
"Axe, kau jaga diatas saja. Yang dibawah ini urusanku".
Ujar lili menyuruh axe keluar mengatasi siluman ular yang lain.
Axe dengan cepat terbang keatas dan berubah menjadi besar membuat siluman-siluman ular yang lain ketakutan melihat burung phoenix besar dihadapan mereka.
Bisa dibilang besar burung itu berkali-kali lipat daripada mereka.
" oh?Phoenix langka".
Sambung wanita itu lalu berjalan pelan menampakkan dirinya.
Lili terkejut bukan main saat melihat anak kecil dihadapannya. Perasaan lili barusan yang berbicara itu seperti wanita berusia 30 tahunan.
Tapi yang keluar malah anak kecil yang menggunakan mahkota di kepalanya.
"Oh? Adik kecil. Kau sedang apa disini?"
Tanya lili berjongkok menatap anak kecil yang berjarak 5 meter darinya.
Pertanyaan lili barusan membuat anak kecil dihadapannya merasa kesal bukan main.
Tekanan kekuatannya semakin besar membuat lili tidak bisa bergerak sama sekali.
"Siapa yang kau bilang adik kecil?!"
Teriak anak kecil itu lalu menaikkan tangannya menunjuk kearah lili.
Racun ular keluar dari setiap jari-jarinya.
Lili yang tak dapat bergerak memejamkan matanya dan terdiam dalam waktu yang lama.
Lili tak merasakan apapun, keadaan juga tiba-tiba sunyi. Saat membuka mata lili sangat bingung melihat anak kecil dihapannya terdiam melotot kaget kearahnya.
"Apa yang terjadi?"
Tanya lili bingung menoleh kekanan dan kiri melihat apa yang sebenarnya tengah terjadi.
"Mungkin karena aku?"
Jawab seseorang tiba-tiba membuat lili terperanjat kaget dari tempatnya.
Lili melompat memegang dadanya yang berdegup kencang karena terkejut.
"Lho? Kau kan!--"
.
.
.
bersambung.
Instagram: penimelinda_
__ADS_1