GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-64


__ADS_3

"Gong! "


Panggil xiao dari kejauhan melihat gong yang terduduk diam di halaman sejak mereka selesai makan malam.


"Oh,xiao ya".


Jawabnya tersenyum lalu kembali menunduk menatap rumput hijau yang dipijakinya.


"kau sedang apa disini?"


Tanya xiao seraya duduk disebelah gong.


" Aku hanya merindukan ye".


Jawab gong lalu kembali menatap kelangit menahan matanya agar tidak mengeluarkan sesuatu yang menurutnya akan memalukan jika xiao melihatnya.


Xiao yang mendengar jawaban gong barusan langsung terdiam karena memang ye juga termasuk teman terdekatnya.


"Ye itu anak yang baik. Bagiku keluargaku hanyalah dia. Dia harta berhargaku, aku tak menyangka mengapa orang seperti dia bisa pergi secepat ini".


Lanjutnya lalu menghembuskan nafasnya pelan dan tersenyum lebar menatap langit mengingat-ingat lagi hari-harinya bersama ye.


"jika saja, Jika saja para iblis itu tidak ada. Mungkin saja saat ini ye,vivi dan jo akan bersama kita. Hah, aku benar-benar merindukan mereka".


"Gongg!!!"


Panggil nana lalu memeluk gong dari belakang dengan senyumnya yang merekah.


Xia dan yang lainnya juga menyusul dan mengikuti nana memeluk gong.


Yuto yang memang masih belum tau sepenuhnya juga ikut menyusul menghibur gong yang murung sedari tadi.


"Kami juga adikmu loh!. Jangan bersedih lagi, mereka juga pasti sedang mengawasi kita dari kejauhan. Jika kau sedih seperti ini nantinya ye akan sedih juga".


Ucap nana lalu menepuk-nepuk pelan kepala gong yang kini mulai menangis karena sudah tak dapat menahan air matanya lagi.


"terima kasih, satu-satunya yang kumiliki saat ini hanya kalian bersama kak lili dan raja han. Aku pasti akan menjaga kalian".


Ucap gong menghapus air matanya membiarkan teman-temannya memeluk dirinya menyalurkan rasa hangat yang sudah lama tak ia dapatkan.


"ingatlah gong, aku ini adik kecilmu hahaha".


Ucap nana tertawa nyaring tepat ditelinga gong disahuti dengan yang lainnya.


"haihh, untunglah kau baik-baik saja gong".


Ucap xiao tersenyum menatap gong yang tengah tertawa bersama yang lain.


"BERISIK WOI! KALIAN MENGGANGGU TIDURKU! "


Teriak gu nin dari balkon kamar wei yang tak jauh dari halaman dimana mereka saat ini tengah tertawa kencang.


"wlee, itusih masalahmu".


Ejek leo dan jun lalu kembali tertawa mengejek gu nin yang saat ini tengah kesal setengah mati.


"sudahlah gu nin. Biarkan mereka bermain, kau tidur sajalah lagi".


Ucap lili seraya membawa gu nin masuk kedalam kamar.


Tak lama kemudian lili juga ikut menyusul ke halaman bersama han melihat anak-anak muridnya yang berisik ini.


"Lili, aku ngantuk loh".


Ucap han memeluk lili dari belakang dengan dagu yang diletakkannya di pundak lili serta matanya yang tertutup.

__ADS_1


"kami sudah kebal melihat yang beginian".


Ucap anak muridnya berbarengan saat melihat lili dan han yang selalu bermesraan seperti itu.


Bukan lili sebenarnya namun han lah yang paling parah jika sudah bucin dengan lili.


"hei".


Panggil lili dengan tatapan mata yang tajam membuat seluruh anak muridnya menjadi diam dan duduk dengan rapi menghadap lili.


"kayaknya kita beneran berisik nih? "


Batin xia menggaruk tengkuknya sambil agak menunduk menatap lili agak takut.


"Ambil daging dan minumannya nya didalam. Kita harus mabuk malam ini".


Ucap lili tersenyum membuat anak muridnya yang tadi merasa tegang karena tatapan lili kini juga ikut tersenyum dan kembali berisik berlarian masuk kedalam mengambil daging dan minuman yang dikatakan lili barusan.


"Lili, Ayo tidur.  Aku mengantuk".


Ucap han masih dengan matanya yang tertutup.


"kau yakin masih ingin tidur?  Kau tak ingin daging bakarnya?".


Ucap lili menatap han kaget karena mata han yang tadinya tertutup langsung terbuka lebar saat mendengar lili mengatakan daging.


"aku tidak jadi ngantuk ayo makan daging"


Ucap han cepat dengan mata yang sudah terbuka lebar.


"tapi aku masih ingin seperti ini tidak apa-apa ya?"


Tanya han masih dengan posisi yang sama seperti tadi.


"Tanganmu merayap kemana bodoh!! "


"hehe"


Kekeh han menampilkan wajah mesumnya. Sedangkan lili saat ini tengah memukul-mukul han dengan wajahnya yang memerah bukan main.


***


"Nona, orang itu sudah kuhubungi. Dia berkata akan memutuskan pilihan jika sudah melihat nona".


Ucap medusa memberi tau informasi mengenai orang yang dicari-cari Lili.


"Aku akan menemuinya setelah melihat teknik anak muridku. Aku akan pergi bersama mereka ke gunung, kau jagalah istana terlebih dahulu".


Ucap Lili lalu pergi meninggalkan ruangannya menghampiri anak muridnya bersiap melanjutkan pelatihan.


"Kakak beneran mau ke masa depan? "


Tanya nana ditengah perjalanan dengan mata yang berbinar sangat antusias tak sabar melihat bagaimana keadaan di masa depan.


"Yah, mungkin begitu".


Jawab Lili lalu berdiri tepat diatas pohon melihat anak-anak muridnya melanjutkan pelatihan.


"Gong, Lanjutkan".


Ucap Lili yang langsung dituruti Gong dan maju kedepan bersiap melakukan tekhnik yang diberikan Lili.


"kalian semua mundur".


Ucap Lili memperingati yang lain karena mungkin gong akan mengeluarkan dampak lebih besar.

__ADS_1


"Tuhan, berilah aku kekuatan".


Ucap Gong seraya menutup matanya membiarkan energi-energi kuat masuk kedalam tubuhnya.


Mata gong yang tadinya berwarna coklat terang itu kini berubah menjadi kuning terang dengan lambang matahari yang tiba-tiba saja muncul dibelakang tubuhnya.


Tepat saat gong mengayunkan tangannya kedepan sebuah hamparan angin besar dari tangannya keluar begitu saja merusak beberapa pohon yang berjarak jauh darinya.


Setelah mengayunkan tangannya, gong mengeluarkan tekhnik bela dirinya yang juga mengeluarkan hamparan angin besar.


Angin yang dibuatnya sangat tajam dan mungkin bisa saja menusuk tulang rusuk beberapa manusia jika sudah terkena serangan barusan.


Gong yang sudah menyelesaikan tekhnik bela dirinya kembali berdiri tegak menatap lurus kedepan dengan tatapan mata yang kosong. Tak lama kemudian sebuah patung budha raksasa yang terbentuk dari sinar cahaya matahari itu muncul tepat dihadapan tubuh gong.


Patung budha yang dipanggilnya dapat bergerak karena memang gong memindahkan roh nya ke patung budha raksasa ini.


"sudah cukup".


Gong yang mendengarkan perintah Lili langsung memindahkan rohnya ketubuh aslinya dan menghilangkan patung budha barusan.


"Yang benar saja".


Ucap chen tak percaya melihat betapa besarnya kekuatan Gong barusan.


"Gong!!  Kau hebatt!! "


Teriak yang lain heboh dan langsung menghampiri gong yang kini tengah malu karena mendengar pujian dari teman-temannya.


"nana".


Panggil lili menunggu jawaban dari nana yang masih sibuk memuji dan berteriak heboh ke arah gong.


"nana".


Panggil lili lagi dengan suara yang agak keras. Namun entah karena nana yang terlalu aktif atau apa nana masih tidak mendengar panggillan dari lili.


"eh, kok aku merinding ya".


Ucap nana memegang tengkuknya dengan keringat yang bercucuran tak sadar dengan lili yang sudah berada dibelakangnya.


"Hiyyy, kabur deh mendingan".


Ucap xiao dan yang lainnya pergi menghindar agak jauh meninggalkan nana yang menatap bingung temannya masih tak sadar dengan Lili yang berada dibelakangnya.


"Nana, kupingmu memang hilang atau ingin kuhilangkan".


Ucap Lili dengan senyum jahatnya dan wajahnya yang sedikit geram karena dicuekin sedari tadi.


"Duh".


Nana yang kaget melihat Lili hanya terkekeh pelan lalu menunduk takut tak tahan melihat wajah seram lili.


"Mood ku sedang tidak baik. Jangan bikin diriku membunuh orang ya nana sayang".


Ucap Lili lalu menghembuskan nafasnya pelan mengucap sabar didalam hatinya berkali-kali menghadapi anak murid yang seperti titisan iblis ini.


"kau lakukan tekhniknya".


Sambungnya lalu kembali mundur dan duduk diatas pohon beringin melihat tekhniknya yang akan digunakan oleh nana.


"Baik".


*


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2