GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-39


__ADS_3

1 jam lebih sudah berlalu namun lili belum saja datang membawakan makanan.


Apalagi sekarang meja makan sudah penuh dengan 8 muridnya, han serta wen yang memelas kelaparan.


"Lama banget".


Protes xiao menampilkan wajahnya yang disengajakan keriput seperti orang yang benar-benar kelaparan.


"Aaaaaghhh, pingin mati rasanya".


Ucap chen seperti zombi yang merantukan kepalanya dimeja makan.


Tampak seluruh orang disana memegang perutnya kelaparan.


Tepat saat han menegakkan kepalanya lili datang dengan makanan yang banyak.


" MAKANAN SUDAH DATANG!!!"


teriaknya keras karena puas dengan hasil kerja kerasnya walaupun masih kesal dengan seluruh perkataan pelayannya.


"Kak lili yang masak nih?"


Tanya leo yang sudah bersemangat mencium aroma masakan.


"Iyadong. Dulu ini aku chef lo"


Sombong lili melipatkan tangannya didada dengan hidungnya yang tiba-tiba memanjang(gakgak:v)


"Memangnya enak? Kakak bisa masak?"


Tanya xiao dengan wajah tidak berdosanya. Karena lili yang sudah tidak bisa menahan diri xiao pun dipukul habis-habisan.


"Gak mati kan?"


Tanya lili menepuk-nepuk pundak xiao pelan yang dibalas anggukan serta jempolan tangannya.


"Ngeri banget woy!" batin semuanya meneguk ludah pelan lalu tersenyum semanis mungkin saat melihat lili agar tidak terkena imbas seperti xiao.


"Kalian gamau makan?"


Tanya lili menatap semua orang yang terdiam melirik kearahnya dan tak sadar dengan makanan yang ada dihadapan mereka.


Tepat saat tersadar dari lamunan mereka langsung menatap makanan yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.


"Nasinya sampai sebaskom besar gitu?"


Tatap nana tak percaya saat melihat nasi sebaskom yang berbau harum bumbu masakan dihadapannya.


"Namanya nasi goreng loh"


Jelas lili seraya duduk tepat disebelah han.


"Hah? Nasi? Digoreng? Aku gapernah mendengar legenda nasi digoreng seperti ini".


Bingung chen si anak pintar dengan serius memikirkan darimana asal nasi goreng ini.


" wahh,AYAM!!"


Teriak wei senang saat melihat banyak ayam yang baru diletakkan dimeja.


"Ini ayam bakar dengan bumbu spesial dariku. Hehe".


Sombong lili lalu mengambil nasi yang ada dibaskom tadi lalu diletakkan dipiring.


"Oh ya pelayan! Tolong ambilkan telurnya ya".


Perintah lili dengan teriakannya yang besar.


Tak lama menunggu pelayan sudah membawa telur mata sapi goreng satu piring penuh yang ditumpuk-tumpuk.


Tepat saat lili meletakkan telur goreng diatas nasi gorengnya ia memberikan piring tadi ke han.


"Makanlah".


Tawar lili lalu kembali mengambil nasi untuk diberikan kepada muridnya serta wei.


"kak, kami bisa ambil sendiri kok".


Ucap gong yang tak enak saat lili sendiri yang mengambilkan makanan untuk mereka.

__ADS_1


" e-enakk".


Ucap han lalu melahap makanannya dengan cepat dan kembali meminta tambah kepada lili.


Begitupun dengan yang lain kini berebutan untuk menambah nasinya.


"Pelan-pelan makannya. Nasinya banyak kok, ayam bakarnya satu orang satu.jadi jangan rebutan".


Ucap lili lalu kembali duduk memakan nasi gorengnya.


" gak mau ayamnya? Enak lohh"


Tanya han pelan tanpa menghiraukan murid serta wei yang berisik berkelahi tentang makanan sedari tadi.


"Gak deh".


jawab lili melanjutkan makannya.


" nganga coba".


Ucap han menatap lili yang kini tengah menganga mengikuti perkataannya.


Dan terjadilah Adegan suap menyuap antara han dan lili.


Tak lama kemudian seluruh orang sudah selesai menyantap makanan mereka.


Lili yang ingin mengatakan sesuatu itu menahan semuanya agar tidak pergi dulu dari meja makan.


"Besok adalah hari pertandingan".


Ucap lili menatap seluruh muridnya dengan serius.


"Dan besok aku tidak ikut serta dalam pertandingan yang tidak seperti direncanakan kemarin".


Jelasnya seraya memangku wei di pahanya.


" Lho? Kenapa? "


Tanya xiao masih memakan paha ayam bakar yang dia sisakan tadi.


"Aku hamil".


Bahkan han yang ada disampingnya melotot kaget mendengar perkataan lili.


" WAAHHH!! KAKAK HAMIL!! "


Teriak xiao dan nana dengan keras yang mungkin akan terdengar hingga luar ruangan.


Dan benar saja pengawal dan pelayan tiba-tiba berlari masuk kedalam ruangan makan melihat lili dan han dengan kaget.


"Ratu hamil? "


Tanya pelayan yang ada didepan pintu tadi dan dibalas anggukan cepat oleh xiao dan yang lainnya.


"RATU HAMILL!! "


Teriak pelayan itu senang lalu berlari mengelilingi istana memberi tahu kan informasi yang sangat penting.


"Benaran?kapan?Anak siapa sih? "


Tanya han tak percaya kembali menatap lili penuh harap.


"Udah 2 minggu. Anak siapa lagi ya kalau bukan anakmu! Idiot bikin naik darah".


Marah lili menjitak kepala han karena terlalu bodoh menanyakan pertanyaan seperti itu.


"AYOO BELI PERALATAN BAYI! "


Ajak han senang bukan main menarik tangan lili mengarah pintu keluar meninggalkan yang lain.


"Cepet banget woy! "


Komplain xiao kepada han yang kebelet ingin membeli pakaian bayi.


"Lili".


Panggil han menatap bola mata istrinya yang berwarna hitam itu.


" Hem? "

__ADS_1


"Tau gak? "


"Gak tau"


"AKU SENENG BANGETT!!!! "


Teriak han lalu menggendong lili pergi keliling istana untuk menyebar kebahagiaannya yang membuncah karena mengingat lili yang hamil anaknya.


"Mama".


Panggil wei pelan yang ditinggal didalam ruangan makan.


" Gaperlu sedih! Mama kan berhak bahagia sama anaknya. Lagipun aku kan cuma anak angkatnya".


Batin wei yang langsung tersenyum dan berjalan pergi ke ruangannya menghampiri gu nin.


"Putihh, mau apel manis ga? Aku lagi baik nih".


Tawar wei kepada gu nin.


Gu nin yang tadinya tertidur langsung terbangun saat mendengar kata apel manis yang diucapkan wei.


Gu nin pun dengan cepat berlari menghampiri wei lalu memakan apel manisnya.


" Biasanya kau pelit untuk memberikan aku apel".


Ucap Gu nin seraya memakan apel manisnya dengan lahap.


"Entahlah, aku sedang lagi baik saja".


Jelas wei mengelus tubuh Gu nin yang kecil.


" Mama hamil lho".


Ucap wei lagi memeluk Gu nin


"Haih, bertambah lagi bebanku nanti".


Jawab Gu nin memikirkan dirinya akan menjaga anak kecil lagi.


***


Ditempat lain ada terdapat seorang lelaki yang duduk dikursi singgasananya dengan tatapan yang sombong dikelilingi banyak perempuan cantik.


" Hoo~~. Kita akan bertemu lagi lilia christiana"


Ucap lelaki itu menyunggingkan senyum tipisnya menunggu hari dimana dirinya akan bertemu orang yang ditunggu-tunggu.


"Tuan, kami sudah mendapatkan 5 pembunuh terkuat dibagian barat. Mereka menyetujui kontrak kita".


Jelas salah satu pelayannya atau bisa dibilang orang kepercayaan lelaki yang ddipanggilnya tuan.


" Kumpulkan lagi, pergi lah ke utara dan selatan. Kau masih boleh sedikit bersantai karena hari itu masih sedikit jauh".


Jawab lelaki tadi seraya memeluk dia perempuan disamping kiri dan kanannya.


Sedangkan perempuan yang lain memeluk kakinya bahkan lehernya, satu badannya dipenuhi perempuan cantik membuat dirinya puas dengan kehidupannya yang sekarang.


"Baik tuan. Saya permisi".


Pamit pelayan itu keluar dari pintu ruangannya yang besar dan kembali melanjutkan tugasnya yang diberikan tuannya barusan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2