
Hari sudah sore namun lili juga tak kunjung bangun.
Tubuh lili sudah dipulihkan menjadi sehat seperti semula karena bantuan axe dan gunin.
Semua orang yang berada dipenginapan berkumpul di kamar dimana lili tengah terbaring lemah tak sadarkan diri.
Wajah han yang biasanya terlihat ngesalin kini terlihat rapuh karena lili yang masih belum sadarkan diri.
Suasana yang biasanya ramai kini terlihat sepi. Candaan dan tawa semua orang menghilang dan tergantikan dengan tangisan dan rasa sedih di dada.
Lili sangat penting bagi mereka semua. Lili yang membuat mereka semua dapat berkumpul seperti ini. Hanya lili yang bisa menerima mereka apa adanya seperti keluarga walaupun lili adalah seorang ratu.
Lili adalah segalanya bagi mereka. Lili sangat penting. Kabar mengerikan tentang jantung lili yang hampir meledak itu membuat rasa ingin hidup mereka semua juga hampir lenyap.
Rasanya mereka sudah tidak berguna lagi jika lili tidak ada bersama mereka.
Gunin,axe,cloud dan tan yang dulunya menolak keras lili juga terlihat sangat sedih dan tak ingin kehilangan lili.
Semua kebaikan dan ketulusan lili kepada mereka semua sangat besar.
Rasa sayang lili kepada semua orang yang bersamanya juga sangat besar.
Lili yang sudah membuang nama lilia jauh-jauh dari hidupnya hampir mati dua kali lagi.
Rasanya sangat sakit, bahkan bagi lili rasa sakit saat jantungnya akan meledak lebih parah daripada dirinya yang terbakar karena ledakan bom.
Semua orang masih duduk terdiam bersama menatap lili dengan tatapan kosong karena sudah tak bisa mengeluarkan air mata lagi.
Air mata mereka seakan-akan sudah habis. Semuanya berkumpul dan berdoa agar lili dapat bangun bermain bersama mereka seperti biasanya.
Wajah-wajah putus asa terlihat jelas diwajah mereka.
Hari-hari yang berat namun indah bersama lili menghilang begitu saja dipikiran mereka.
Pikiran lili akan mati selalu terlintas di otak mereka.
"Kak. Kau sudah janji akan mengajariku teknik pedang yang kau buat kan?"
Tanya xia menatap lili yang masih terbaring tak sadarkan diri di kasur.
Air mata xia rasanya ingin keluar lagi, namun dirinya dengan cepat menahan air mata itu agar tak membuat lili sedih jika melihat mereka menangis.
"Aku sudah kehilangan ye. Tapi kumohon, jangan kau lagi".
Ucap gong menunduk menyenderkan kepalanya yang sudah pusing karena terlalu lama menangis.
" nona, kumohon. Seberapa besarpun sakit yang kau rasakan jangan menyerah dan lawanlah rasa sakit itu. Bangunlah, kami menunggumu".
Sahut melly melanjutkan tangisannya karena memang sudah tak tahan menunggu lili bangun.
Sedangkan yang lain hanya diam karena sudah tak bisa berkata apa-apa lagi.
***
"Jantungku hampir meledak. Walaupun kakek menyuruhku untuk bangun, tetapi mata ini rasanya tak bisa terbuka. Aku tak kuat untuk menggerakkan seluruh organ tubuhku. Tempat ini sepi sekali".
Ucap lili menatap sekelilingnya yang hanya berwarna putih dengan kekosongan yang meluap diruangan itu.
" rasanya teringat disaat umurku 5 tahun. Dimana ayah dan ibu tak pernah memperdulikan aku. Hidupku penuh kehampaan dan kekosongan. Ahh, aku membenci suasana seperti ini".
Sambung lili lagi menundukkan kepalanya dan berdiam diri diruangan kosong itu.
Takut, marah dan sedih bercampur aduk dikepalanya karena tak bisa bangun sedari tadi.
"Haloo!!"
Teriak seseorang lagi membuat lili kaget karena tiba-tiba mendengar suara.
"Sia---"
Belum selesai lili berbicara dirinya sudah terdiam menatap 3 anak remaja dihadapannya.
"Hehe,sepertinya kakak kesusahan. Karena kakak juga sudah membantu kami dan teman-teman kami disana tanpa mengkhawatirkan tubuh kakak. Kami akan membantu kakak".
Ucap seorang gadis yang tersenyum kearah lili dengan tulus.
" maafkan aku soal waktu itu. Rasanya mulutku saat itu berbicara sendiri".
Sambungnya lagi meminta maaf dimana dirinya berbicara tidak karuan dihadapan lili dan teman-temannya.
"Vivi, jo,ye. Kakak benar-benar merindukan kalian".
Ujar lili yang langsung memeluk ketiga anak muridnya.
Muridnya yang telah meninggal karena membunuh satu sama lain itu kini malah kembali menjadi bersahabat seperti dulu.
" kak, ayo bangun".
Ucap jo tersenyum saat dipeluk lili karena memang terlalu rindu kepada gurunya.
"Ini adalah nagaku. Akan kuberikan kepada kakak. Tolong jaga dia baik-baik, dia itu sangat jinak".
Ujar vivi yang langsung memasukkan naganya kedalam tubuh lili.
Lili juga tak sempat menolak karena vivi yang tiba-tiba memberikan itu, jadi mau tak mau lili hanya tersenyum menerima hadiah dari anak muridnya.
" aku dan jo hanya bisa memberikan ini. Nah, sekarang kakak bisa bangun. Cepatlah, mereka menunggumu. Senang bisa bertemu dengan mu lagi!"
__ADS_1
Teriak ye dan gong yang sudah memberikan lili kekuatan agar tubuhnya dapat bergerak normal seperti biasa.
"Kak lili! Jaga nagaku ya!!"
Teriak vivi melambaikan tangannya kearah lili yang sudah terseret kealam sadarnya.
"Titip salamku untuk gong!"
Tepat saat teriakan terakhir dari ye mata lili terbuka sedikit demi sedikit.
Kepalanya terasa sangat sakit saat ingin berusaha untuk bangun.
Terlihat sekeliling lampu sudah menyala menandakan hari sudah malam.
Lili kembali melihat sekeliling yang penuh dengan anak muridnya,melly,wei,ye dan han tengah tertidur dilantai kamar lili berada sekarang.
"Han".
Panggil lili dengan suara yang sangat pelan.
Gu nin yang mendengar suara lili walaupun pelan itu langsung terbangun dan memukul kepala axe untuk melihat lili yang sudah tersadar.
"Kau sudah bangun!"
Ucap gunin senang karena melihat lili yang masih bisa sadar.
"Shutt, pelan saja bicaranya. Jangan ganggu yang lain".
Sahut lili menutup mulut gunin agar tidak mengoceh panjang lebar.
" axe, aku sudah kembali".
Ucap lili menatap axe yang sedari tadi menatap kearahnya khawatir.
"Selamat datang. Manusia bodoh".
Jawab axe lalu tersenyum kearah lili.
Karena axe tahu bahwa saat ini lili sangat membutuhkan han. Dirinya memukul kuat kepala han agar dapat bangun dari tidurnya.
" aw, sakit".
Ringis han memegang kepalanya karena merasakan pukulan nikmat dari axe.
"Han"
Panggil lili berusaha mengeluarkan suaranya walaupun terasa sakit.
Han yang sangat mengenal suara lili langsung mendongak keatas menatap lili terkejut.
"Bicaranya pelan-pelan saja. Biarkan mereka tidur".
" kau sudah sadar! Sayang, apa ada yang terasa sakit? Kau ingin sesuatu? Syukurlah, syukurlah kau baik-baik saja".
Han kembali menitikkan air matanya karena teralalu senang saat melihat lili yang terbangun saat ini.
"Jangan tidur dilantai. Tidur disampingku bersama wei".
Ucap lili menepuk-nepuk kasur besarnya yang masih cukup untuk menampung han dan wei.
Han pun dengan cepat menggendong wei agar naik keatas kasur,setelah itu han pergi menyusul beranjak naik keatas kasur agar dapat tidur bersama lili dan wei.
" tidurlah. Aku juga masih belum bisa bergerak saat ini. Cukup temani aku saja disini".
Sambung lili lalu menggenggam erat tangan han dan menutup matanya agar kembali tidur.
***
"SELAMAT PAGI SEMUANYAA!!!"
teriak lili dengan keras disaat pagi hari tiba. Tubuhnya sudah menjadi lebih baik, dan suaranya yang keras itu juga sudah kembali membuat lili bisa berbicara dengan bebas.
Teriakan lili hampir membuat wei yang berada disebelahnya terkejut sawan mendengar teriakan besar seperti itu.
Para murid yang lain juga terkejut dan bangun menatap lili yang tengah duduk dikasurnya.
"Selamat pagi. Wah kak lili sudah bangun".
Ucap xiao santai mengucek-ngucek matanya karena masih terdapat efek ngantuk pada dirinya sehingga pikiran otaknya menjadi lambat.
" eh?"
Tanya yang lain bingung menatap lili.
"KAK LILI SUDAH BANGUN WOI!"
teriak xiao saat sadar dari pikiran lambatnya.
Teman-temannya yang juga terkena efek lemot xiao langsung berlari kearah lili dengan senang.
"Haha, jangan erat-erat peluknya. Kakak gabisa napas nanti".
Ucap lili tertawa bahagia memeluk semua anak muridnya yang sudah tersenyum.
Wajah bahagia lili membuat mereka senang bagaikan virus yang menyebar.
Saat ini bagi mereka yang penting adalah kak lili baik-baik saja.
__ADS_1
" mama.. Huwaaa"
Tangis wei pecah memeluk mamanya karena terlalu senang.
Canda dan tawaan kembali datang kepada mereka karena lili yang sudah sadar.
"Baiklah, ayo makan. Melly, apa kau bisa memasak sarapannya?"
Tanya lili menatap melly yang masih tersenyum lalu menunduk mengikuti perintah lili.
"Melly".
Panggil lili menatap melly yang langsung memberhentikan langkah kakinya didepan pintu.
" ya nona?"
Tanya melly cepat menanyakan apa yang dibutuhkan lili karena dia akan dengan cepat melayani lili sepenuh hatinya.
"Terima kasih".
Ucap lili tersenyum manis kearah melly yang menjadi lebih semangat saat ini.
"Sama-sama".
Balas melly lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju dapur.
" kak melly! Tunggu dong, biar kami bantu".
Teriak nana dan xia bersamaan menyusul melly untuk membantu menyiapkan sarapan untuk semuanya.
"Nah, kalian mandi saja dulu".
Suruh lili kepada anak murid laki-lakinya yang langsung pergi berlari untuk mandi.
" leo, apa kau merasakannya?"
Tanya jun kepada leo ditengah-tengah perjalanannya menuju kamar masing-masing.
"Naga vivi, aku merasakan ada naga vivi disini. Kekuatan ini sangat tak asing".
Jawab leo membuat langkahnya dan jun terhenti memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
" wei dan ye. Kalian juga".
Suruh lili saat melihat wei dan ye yang masih menatapnya.
"Papa jaga mama ya! Ayo ye".
Ajak wei lalu pergi kelantai bawah untuk mandi dan bersiap-siap makan.
" lili, kenapa kau tak bangunkan aku tadi malam?"
Tanya han merasa bersalah karena dirinya yang tak ada disaat lili tengah berusaha.
Pertanyaan han barusan membuat lili rasanya ingin memukul kepala han yang tak sadar diri karena mengatainya ******** kemarin malam.
"Saat aku membangunkanmu aku mencubitmu. Kau malah mengataiku ******** dan pergi naik untuk tidur".
Jelas lili menatap han datar.
" eh, bukannya itu putih?"
Tanya han tak percaya karena memang disaat itu han mengira gu nin lah yang mencubitnya.
"Kau ***** ya? Aku yang menjaga anakmu dikamar tadi malam".
Jawab gu nin yang tak terima jika dirinya difitnah oleh orang idiot seperti han.
" ah lili, kumohon maafkan aku. Aku takkan mengulanginya. Aku janji".
Mohon han menunduk meminta maaf kepada lili karena sudah salah bicara.
"Iya tidak apa-apa. Yang penting kau sudah minta maaf".
Ucap lili mengelus-elus kepala han lembut membuat keadaan han menjadi kembali normal.
" bantu aku kebawah ya".
Sambung lili lalu mengadahkan tangannya keatas meminta gendong.
"Iya, tapi sebelum itu lili. Aku boleh cium gak?"
Tanya han malu-malu membuat lili gemas karena han biasanya langsung menyosor malah meminta izin saat ingin mencium dirinya.
Lili pun hanya mengangguk tersenyum menutup wajah gunin,axe,cloud dan tan memakai selimutnya agar tidak melihat han dan dirinya yang sedang berciuman.
"Aku mencintaimu".
Ucap han disela-sela ciumannya.
Lili yang mendengar itu hanya tersenyum manis membuat han semakin tak ingin keluar dari kamar dan ingin bersama lili terus dikamar.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.