GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-20


__ADS_3

Lili sudah sampai di kerajaan wu.


Keaadan sekitar tampak sepi, didalam kerajaan juga kosong tidak ada siapa-siapa.


Pelayan dan pengawal yang biasanya mondar-mandir karena sibuk malah tidak ada di istana.


"Kau berdua ikut aku dibelakang. Han, gu nin dan yang lainnya bersembunyi mengikuti kami. Kalian kan pembunuh bayaran, jika kalian tidak bisa bersembunyi seperti bayangan aku tidak akan mengakui kalian".


Ucap lili lalu membalikkan badannya yang diikuti xiao dan xia.


Han dan yang lainnya hanya mengangguk mengikuti lili tanpa suara.


Lorong istana tampak sepi dan kosong, lili mendengar suara isakan didalam ruang pertemuan kerajaan.


" xiao, coba kau lihat didalam ada apa"


Perintah lili lalu menatap pintu besar yang menuju ruang pertemuan dihadapannya.


Dia mengeluarkan tudung merah dan menutupi wajahnya, xia menatap lili dengan bingung memikirkan apa yang akan dilakukan lili selanjutnya.


"Nona, didalam terdapat banyak orang yang sedang disekap. Disana juga ada prajurit tingkat 5 , kira-kira ada 12 orang".


Ucap xiao agak berbisik didekat lili agar tidak terdengar oleh orang yang ada didalam.


Pemikiran lili tidak pernah meleset, dia juga sudah menduga bahwa disini adalah tempat penyekapan.


Lili menunduk tersenyum menutupi matanya, xiao dan xia mengeluarkan pedangnya untuk menunggu perintah.


Lili yang mendengar suara decitan pedang langsung mengangkat tangannya agar mereka meletakkan pedangnya kembali.


Lili membuka gelangnya dan mengeluarkan pedang setan yang dipakai oleh vena, saat memegang itu dirinya kembali merasakan panas api neraka milik axe.


Warna merah dirambutnya sudah semakin menjalar kesetiap helai rambut.


Lili yang didalam tudung merah itu bergetar membuat xiao dan xia khawatir.


Han melihat lili dari pohon menyipitkan matanya merasakan tubuh lili yang dipenuhi api suci tingkat 8 milik axe.


" axe, cepatlah kemari"


Lili tetap melanjutkan rencananya setelah bertelepati dengan axe.


Walaupun ditubuhnya saat ini sangat sakit tetapi yang lebih terpenting hanyalah nyawa orang-orang yang ada didalam.


Axe datang dan mendarat tepat di atap ruang pertemuan istana itu.


"Kepakkan sayapmu sekuat mungkin"


Axe mengepakkan sayapnya dengan kencang ke ruang pertemuan, orang-orang yang ada didalam merasa was-was karena merasa guncangan hebat barusan.


Prajurit yang berjaga bergegas keluar dari ruang pertemuan untuk memastikan keadaan.


"Xiao, xia saat mereka datang cepatlah pergi selamatkan orang-orang didalam"


Ucap lili lalu berdiri tegak didepan pintu.


"Taa-tapi"


"Ini perintah!"


Xiao dan xia mau tidak mau langsung pergi bersembunyi kebelakang ruangan untuk bersiap-siap menyelamatkan orang-orang yang ada didalam.


Lili yang masih merasakan sakit di dalam tudung itu menggeretakkan giginya ingin melampiaskan rasa sakitnya.


Keringat bercucuran di tubuh lili membuat pakaiannya sedikit basah.


Axe yang berada diatas atap menatap lili dan mengeluarkan setengah kekuatannya.


Lili menangis terdiam merasakan sakit yang semakin menjalar ditubuhnya.


Tulang-tulang nya seperti ingin hancur, dia menunduk dan duduk dilantai untuk bermeditasi.


7 prajurit tingkat 5 itu sudah berdiri dihadapan lili yang tengah duduk terdiam.


Apalagi saat ini wanita yang dihadapan mereka memakai pakaian pengantin.


"Mama"


Ucap wei pelan mengulurkan tangannya kearah lili walaupun dirinya tidak akan mencapai lili.

__ADS_1


Han yang masih menggendong wei sedang bersembunyi didalam pohon beringin yang besar.


Sedangkan yang lain ada yang di pohon juga dan atap-atap istana memandang lili dari jarak jauh.


Salah satu prajurit naga iblis itu tersenyum meremehkan kearah perempuan bertudung di hadapannya.


Ia menarik tudung lili dengan kasar membuat han saat ini juga ingin


menghajar orang-orang hina yang tak pantas memegang apa yang menjadi miliknya.


Han, wei dan yang lainnya melototkan mata karena kaget melihat warna rambut lili yang berubah lagi menjadi merah.


Bola mata ungu menyala milik lili kini berubah menjadi biru cerah.


Lili kini tampak seperti axe dengan bola mata yang berwarna biru cerah.


Lili menatap 7 prajurit dihadapannya dengan tajam lalu berdiri membersihkan debu dipakaiannya tanpa menghawatirkan musuh yang ada dihadapannya.


"Hoi bocah! Kau meremehkan kami ya?!" ucap salah satu wanita prajurit dari naga iblis,bisa Dibilang dialah pemimpin dari kelompok parajurit disini.


Lili menatap wanita itu lalu diam sejenak menatap axe yang masih terdiam diatas atap.


"Kau urus 6 orang itu axe"


Ucap lili yang membuat 7 prajurit disana menatap keatas seakan-akan tak percaya dengan apa yang dilihat mereka.


"K--kau siapa kau?!"


Wanita itu menunjuk lili dengan wajah yang sedikit gemetar karena melihat axe.


Apalagi saat melihat lili yang bola matanya berwarna sama dengan axe semakin membuatnya khawatir akan keselamatannya.


Lili tertawa menatap prajurit-prajurit dihadapannya gemetar ketakutan.


"Xiao, xia apakah yang didalam sudah beres?"


Lili berteriak sengaja dan pintu besar ruangan pertemuan kembali terbuka lebar dengan orang-orang yang berlarian berhamburan keluar sambil menangis bahagia.


"Sudah nona"


Ucap xia menunduk kearah lili.


Lili kembali menatap axe dan menggelengkan kepalanya agar axe tidak turun tangan.


Lili melangkah maju menatap rendah wanita yang sudah berteriak kasar didepan wajahnya.


Lili mengeluarkan jurus silat dan karatenya saat masih sma dulu.


Han, xia, xiao agak bingung dengan jurus penggunaan bela diri lili yang tidak pernah mereka lihat.


Gerakan lili yang lincah memutari 7 prajurit naga iblis itu membuat mereka terpojok ditengah-tengah putaran lili.


Lili membagi tubuhnya menjadi 3, jurus ini adalah jurus bayangan yang bisa dikatakan jurus tingkat tinggi.


Han pun tak mengerti kenapa lili bisa mempelajari jurus itu, bahkan di tim pembunuh bayaran istana nya hanya xiao dan vivi yang bisa melakukan itu.


"Sehebat apa ratu kita ini?" tanya ye tak percaya melihat kekuatan lili yang msih belum dikeluarkan seluruhnya.


Xia masih terkagum-kagum melihat lili yang sedang memojokkan musuhnya sedangkan xiao tengah menganga tak percaya menatap lili.


Lili mengeluarkan pedang setannya yang sudah dikelilingi api berwarna merah sedangkan ditangan kirinya terdapat api hitam yang menggumpal.


Lili melemparkan api hitamnya berbentuk bulat mengitari 7 prajurit itu.


"D-dari mana kau dapatkan pedang setan?!"


Tanya wanita itu melotot membuat lili sangat resah karena mulut perempuan dihadapannya tidak bisa diam.


"Siapa? Siapa pemimpin kalian?!"


Api hitam itu semakin menjalar kearah mereka.


Wanita berisik yang merepotkan tadi melompat keluar dan menendang wajah lili.


Dia bingung karena kakinya tertahan oleh sesuatu dan dirinya merasakan panas yang luarbiasa hingga ke urat-uratnya.


Lili menahan kaki wanita ini dengan hanya satu tangan, dirinya memusatkan kekuatan api hitam di tangannya membuat siapapun yang memegang tangannya akan merasakan panas yang tajam.


"Xia,xiao bisa uruskan yang disana?" tanya lili menunjuk 6 prajurit laki-laki yang terkepung oleh api hitam miliknya.

__ADS_1


Lili mematahkan kaki wanita tadi dengan sekali tekuk dan melayangkan tubuh wanita itu ketembok.


Banyak pasang mata yang menatap mereka, terutama xixi,chacha dan daniel.


Mereka tak percaya dengan lili yang sekarang, lili bahkan melebihi kekuatan mereka saat ini.


Prajurit-prajurit dari naga iblis berhamburan datang menuju ke ruang pertemuan istana untuk membunuh orang-orang yang ada disana.


Lili menarik kalung wanita yang sudah terkapar tadi dan mengeluarkan pisau kecilnya.


"Kesalahan terburukmu adalah memakai kalung disaat sedang bertarung. Inilah resiko yang kau dapat"


Lili menyeret wanita tadi dengan memegang kalung yang ada dilehernya.


Lili sudah lama tidak menyiksa orang, dirinya melempar wanita itu lagi kearah tembok dan menatap semua orang.


"Apa yang kalian tunggu? Xixi, chacha dan daniel! Keluarkan kekuatan kalian dan kalahkan orang-orang itu. Jika tidak, jangan harap kalian akan tinggal disini".


Lili mengancam mereka bertiga, posisi mereka yang saat ini juga harus dipertaruhkan pergi berjuang melawan prajurit naga iblis.


Xiao dan xia juga membantu mengalahkan prajurit itu dengan lihai karena menuruti perintah lili.


Lili kembali mengeluarkan api hitam di tangan kanannya.


Sedangkan tangan kirinya memegang pisau kecil yang sudah dipenuhi oleh api neraka milik axe.


" katakan padaku! Siapa dan dimana orang itu"


Lili menggoreskan pisau kecil itu dileher wanita tadi, kulit halus dan lembut milik wanita itu kini terbakar karena pisau kecil lili.


Dirinya tak tahan lagi merasakan sakit ditubuhnya dari tadi.


"D--di aa--aula"


Ucap wanita itu terbata-bata. Lili melempar pisau kecilnya dan kembali mengambil pedang setan miliknya.


Api hitam menjalar dibagian kanan tubuh lili sedangkan api merah pekat menjalar di bagian kiri tubuh lili.


Mata kanan lili berubah kembali menjadi ungu dan rambut bagian kanannya berubah menjadi hitam.


Han dan anak buahnya menatap lili sedikit ngeri karena perubahan lili seperti sudah ditingkatan dewa.


Mereka tidak bisa mendeteksi berapa kekuatan lili dan juga peringkatnya, tetapi yang terpenting saat ini adalah lili yang memiliki kekuatan besar.


"Sampah!"


Lili menebas kepala wanita itu dengan pedang setannya tanpa ampun.


Wei yang menatap lili sedikit takut dan kagum.


"Papa, apakah mama adalah malaikat pencabut nyawa?"


Tanya wei yang hampir membuat tawa han menggelegar.


Han tetap menahan tawaannya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Lili kini pergi dari ruang pertemuan dan berjalan menuju aula yang masih diikuti han tanpa ketahuan sedikitpun.


"Axe, hancurkan saja musuh yang ada didepan matamu"


"Dan kau gu nin, kemarilah dan mengamuk kearah musuh. Jika bisa kau makan saja mereka"


Ucap lili melewati telepati kepada axe dan gu nin.


Mereka berdua menuruti perintah lili dan menghancurkan musuh yang tetap datang berhamburan.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2