GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-21


__ADS_3

Dentingan pedang dan teriakan semangat orang-orang yang saling membunuh itu menggelegar kerasa hingga terdengar sampai aula istana.


Seorang laki-laki bertubuh jangkung dan berparas tampan itu keluar dari aula dengan wajahnya yang kesal karena berisik.


"Shuttt, kalian bersembunyi dengan aman"


Ucap lili menahan pergerakan xiao dan xia dibelakang tembok.


"Tapi, nona apa tidak apa-apa?"


Tanya xia sedikit khawatir.


"Tidak apa-apa, kalian tetap bersama dibelakangku. Keluarlah jika sudah aku berikan tanda"


Lili berjalan menutupi wajahnya dengan tudung.


Pedang setan yang dipakainya diseret ke lantai hingga membunyikan suara decitan pedang yang keras di lorong istana menuju aula.


Lelaki yang tengah berdiri dipintu itu tersenyum karena dirinya sudah menunggu lili sedari tadi.


"Tan, cloud , axe. Berkumpul di halaman istana. Jika aku sudah memberikan tanda cepat-cepatlah datang ke aula"


Axe, cloud dan tan yang tersambung telepati dengan lili langsung pergi dengan cepat untuk berkumpul di halaman istana.


Lili tetap berjalan menyeret pedangnya yang kini sudah dia alirkan api dan berjalan menuju lelaki tadi. Han tidak pernah bisa menduga apa yang ada dipikiran lili yang setiap saat selalu berbuat nekat.


"Hahahaahha, apa kau kemari ingin meminta maaf?!"


Ucap laki-laki itu, lili merasa dirinya tidak asing dengan suara laki-laki ini.


Tapi lili tetap saja berjalan tanpa memperdulikan lelaki dihadapannya.


"Mau lihat ayahmu?"


Lelaki itu membuka pintu besar aula yang memperlihatkan chun sedang diikat oleh tali dan badannya yang dilumuri darah bekas cambukan.


Lili mengarahkan pedangnya dan menghajar lelaki itu tiba-tiba. Bukannya terkena serangan tapi lelaki itu dengan cepat menghindar dari lili.


"Sepertinya aku salah karena menyembuhkan lehermu kembali. Pangeran wuzi"


Ucap lili tetap mengayunkan pedangnya.


Wuzi saat ini entah mengapa kekuatannya meningkat sangat drastis, lili melonggarkan keamanannya dan sengaja melemahkan kekuatannya.


Wuzi menangkap kaki lili dan melempar tubuh lili ke tembok didalam aula.


Tudung lili terbuka dari kepalanya, wuzi agak kaget saat melihat rupa lili sekarang.


Warna rambut yang berubah menjadi merah dan juga mata berwarna biru cerah itu mengingatkan wuzi dengan burung phoenix yang membunuh naganya.


"Cambuk dia"


Ucap wuzi memerintah 2 orang lelaki yang memiliki hewan spirit burung hantu untuk mencambuk tubuh chun.


Saat lili mengedarkan pandangannya dirinya melihat 8 orang lagi yang memiliki hewan spirit.


Kekuatan spirit hewan itu semuanya adalah berbentuk api, lili berdiri menatap wuzi dengan horror.


"Apa maumu ********!"


Ucap lili menunjuk wuzi seperti sedang mengancam.


"Yahh, mungkin aku agak bersyukur karena dirimu masih membiarkan aku hidup saat itu. Tapi tetap saja aku tidak terima dengan kelakuan mu yang seenaknya membunuh nagaku. Aku beruntung sekali vena dapat terpana pada ketampanan ku, dan juga dia mudah sekali dibohongi"


Ucap wuzi membelakangi lili dan menatap chun yang tengah sekarat.


Saat melihat kebelakang lagi lili sudah tidak ada disana.


Suara siulan menggema di aula membuat orang-orang itu memasang kuda-kudanya dan melihat sekeliling.


Suara siulan semakin membesar di ruangan itu, han dan yang lainnya bersembunyi dilangit-langit atap melihat lili yang masih bersiul memberikan tanda.


"Kalian cepat lah datang!!"


Axe dan yang lainnya bergerak dengan cepat menuju aula.


Lili menatap pasukannya dan han lalu berbicara tanpa mengeluarkan suara.

__ADS_1


Lili berbicara kepada yang lainnya untuk mengeluarkan hewan spiritnya saat melompat turun melawan musuh dibawah.


Utunglah mereka paham dengan perkataan lili walaupun hanya melihat gerakan bibir lili.


"Gu nin, cepat kemari dan jaga wei bersamamu"


Gu nin yang tengah mencakar tubuh musuhnya kini berhenti dan pergi secepat mungkin kearah aula.


"Keluar kau sialan!!"


Teriak wuzi mengeluarkan kekuatan apinya yang hampir sama seperti vena.


Yang lain juga sama, mereka mengeluarkan kekuatannya dan melirik sekeliling lagi.


Lili mengangkat tangannya keatas lalu menunjuk jarinya kebawah.


Saat itu juga lili melompat ke bawah tepat diatas kepala wuzi.


Wuzi yang terkejut mengadahkan kepalanya keatas, sedangkan lili sudah memiting kepala wuzi mengunakan tangannya dan meletakkan pisau ditekuk leher wuzi lalu menggesekkan pisau itu perlahan-lahan.


Jo, leo, vivi dan yang lainnya turun kebawah dan bertarung melawan musuhnya.


"Aku punya kejutan"


Ucap lili berbisik ditelinga wuzi membuatnya sedikit merinding.


Lili bersiul sekali lagi lalu tiba-tiba saja atap aula rubuh.


3 ekor burung phoenix masuk kedalam aula besar itu dan mengelilingi lili yang sedang memiting wuzi.


Auman naga vivi menggelegar kuat membuat aula menjadi rubuh.


Naga milik vivi,jun dan leo terbang keatas langit membuat seluruh orang yang ada disekitarnya bergidik ngeri melihat 3 naga legenda hijau yang jarang ditemukan kini sedang melilit 3 anak buah wuzi dilangit.


Wuzi sangat geram lalu menggigit bibirnya hingga berdarah.


Darahnya diteteskan ke lantai dan dirinya membacakan sesuatu.


Saat kalimat akhir diucapkan wuzi tanah mulai bergetar dan terbelah seperti kejadian vena memanggil naganya.


Lili yang terkejut hampir masuk kedalam belahan tanah itu, untunglah ada gu nin yang langsung menangkap lili.


Wei yang melihat gu nin langsung menangis dan berlari memeluk kaki gu nin.


Gu nin menunduk dan membiarkan wei tidur di bulu hangatnya.


Ada 5 ekor hewan spirit milik anak buah wuzi yang kini sudah dikepung oleh jaring laba-laba hantu milik chen.


Nina yang merupakan penyihir membuat jaring laba-laba milik chen diperkuat dan membuat pelindung disekitar hewan spirit itu.


Ye dan gong maju bersama mengeluarkan kekuatan tapak budhanya.


Pengendali hewan spirit atau anak buahnya wuzi merinding saat melihat patung dewa budha yang dikeluarkan ye dan gong sedang tersenyum.


"Kenapa patungnya tersenyum!"


Tapak budha yang ditujukan kepada 5 anak buah wuzi dan juga hewan spiritnya langsung terkapar karena hantaman besar dari kekuatan ye dan gong.


Chen memiliki ide licik saat melihat hewan spirit yang sedang terkapar didepannya.


Dia berbisik-bisik kepada nana membuat nana mengangguk-ngangguk tersenyum jahat.


"Hhahahahaha, keluar kauu prasaaa!"


Teriak wuzi lalu tiba-tiba saja tanah yang terbelah tadi mengeluarkan naga berkepala dua yang besar.


Bentuk naga ini bahkan mengalahkan vivi, jun dan leo.


Lili mengeluarkan pedang setannya membuat naga dihadapannya seperti ingin menunduk.


"Keluarkan roh vena"


Ucap lili kepada han yang langsung merapalkan sesuatu pada tombaknya.


Kerincing di tombak han berbunyi sangat kuat dan terbang keatas yang sudah dipenuhi asap.


Han memegang tombaknya dan menggigit jarinya mengeluarkan darah, saat itu juga roh vena keluar menatap wuzi dengan horror.

__ADS_1


"Oy vena! Ingin balas dendam bersama?"


Ucap lili mengajak vena lalu menyodorkan pedang setan miliknya.


Lili sengaja dari tadi membiarkan roh vena yang ada didalam tombak han mendengar jelas perkataan wuzi saat mengatakan bahwa wuzi hanya memanfaatkan vena.


"Hahaha, hanya roh seperti itu mana bisa melawan prasa ku"


Wuzi tertawa dan memanggil lagi naga api dari bawah tanah.


"Keluarlah binsa"


Vena melototkan matanya mendengar nama binsa yaitu nama hewan spirit milik ayahnya.


Hewan yang ini sangat ganas, bahkan vena tidak sanggup melawan ini.


Langit menjadi gelap saat binsa keluar dari lubang tanah itu.


"Siapa bilang tidak bisa?"


Tanya nana tiba-tiba maju dan menampilkan 5 hewan spirit milik anak buah wuzi yang kini sedang menunduk patuh dibelakang nana.


Hewan spirit ini terlihat lebih besar dan kuat daripada yang tadi.


Warna tubuh mereka juga berubah berwarna hitam, itu dikarenakan sihir nina yang mengendalikan 5 hewan karena ide dari chen yang licik.


"Tidak ada yang tidak mungkin kan"


Ucap xiao yang kini sedikit mengejek menatap wuzi.


Lili berdiri paling depan dengan axe, cloud, dan tan dibelakangnya.


Roh vena yang memegang pedang setannya lagi terbang tepat disebelah lili.


Deretan belakang terdapat gu nin, wei , han dan juga ayah lili ditubuh gu nin.


Nana dan juga 5 hewan spirit yang dikendalikan olehnya.


Xiao, xia ,ye dan gong berada disebelah kanan berdiri menatap wuzi dengan mengejek.


Chen berdiri diatas tubuh laba-laba hantunya yang berada disebelah kiri nana.


Vivi, jun, dan leo berada diatas langit dengan naga hijau legenda mereka yang melayang dilangit menghadap prasa dan binsa.


Begitupun jo dan elang emasnya yang kini sedang terbang diatas naga milik vivi.


"Sementara ini mungkin kita harus bekerja sama" ucap vena yang menatap lili tersenyum.


"Ya, sepertinya binsa itu bisa ditumbangkan dengan kekuatan kita saat ini"


Ucap lili lalu mengekuarkan api merah di tangan kirinya dan api hitam ditangan kanannya.


Mata kanannya berubah kembali menjadi ungu dan rambut bagian kanannya berubah menadi hitam.


Tampilan lili saat ini membuat wuzi agak takut karena lili terlihat seperti monster dengan warna rambut dan mata yang berbeda.


Api ditangan kanan dan kiri lili menggumpal mengelilingi tubuh lili yang akan maju melawan binsa, prasa dan wuzi.


Dia akan membalaskan dendam ayahnya yang sudah mereka siksa didepan mata lili.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2