GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-41


__ADS_3

hari yang ditunggu-tunggu xiao dan lainnya telah tiba.


Subuh ini mereka latihan dengan sungguh-sungguh dengan lili yang melatih mereka tegas dan keras berbeda seperti biasanya.


Latihan yang hanya 2 jam itu akhirnya selesai karena matahari yang mulai menampakkan sinarnya.


"Kalian dengarkan aku baik-baik".


Ucap lili berdiri tepat didepan pintu menatap muridnya yang ngos-ngosan dan berkeringat duduk di rumput.


" pil yang kuberikan semalam adalah pil penambah kekuatan spirit. Kalian pasti tak menyadarinya kan?"


Tanya lili yang hanya dibalas gelengan kecil dari muridnya.


"Ya karena kalian bodoh".


Lanjut lili dengan senyumnya yang mengejek anak muridnya.


"Baiklah. Ayo makan".


Ajak lili yang sudah masuk kedalam ruangan.


Wei dan han sudah lapar sedari tadi karena menunggu murid lili selesai latihan.


" ugh, kalian kelamaan".


Protes han menatap yang lain sinis. Mereka yang ditatap sini itu malah mengejek han dan tertawa tampa memperdulikan status raja pada diri han.


"Cepatlah makan, setelah itu kalian bisa pergi".


" siap bos!"


***


"Hoi, kita akan kemana?"


Tanya chen seraya memakai pakaian atasnya.


"Balai kota. Kami ingin melihat perempuan cantik".


Jawab leo dan jun serentak lalu berlomba lari siapa yang paling cepat sampai kepintu utama adalah pemenang.


" xiao, gak ikutan tu lomba lari?"


Tanya chen menatap xiao yang masih berkaca


Sedari tadi.


"Enggak".


" biasanya kalian mirip bocah lari-larian gatau rebutin apa. Tapi kok kau malah kalem-kalem najisin".


"Heh berisik. Nih mau cium bau ketek orang tampan gak?"


Tawar xiao menampilkan wajahnya yang seperti om-om mesum.


"Pergi kau sial".


Maki chen seraya memukul punggung xiao lalu pergi keluar bersama yang lain untuk berkeliling kota.


Sedangkan lili,han dan wei tetap dipenginapan karena terlalu malas berjalan-jalan.


***


"Gila, ini lebih besar daripada ditempat kita".


Kagum nana menatap sekelilingnya.


" ah, karena belanjaan para wanita itu banyak kita pisah aja ya. Aku dan xia mau ketoko disana kalian terserah mau kemana, hilang gak pulang juga gapapa. Yasudah nanti langsung kumpul dipenginapan ya!!"


Setelah berkata seperti itu nana dengan cepat menarik xia untuk pergi melihat-lihat barang yang bagus.


"Yap. Leo dan aku pergi memburu wanita dulu ya. Dadah"


Jun yang sedari tadi gatal ingin melihat wanita cantik pun sudah pergi melaju mencuci matanya melihat yang segar-segar.


"CEMILAN!"


Teriak xiao tiba-tiba membuat chen dan gong yang berada disebelahnya terlonjak kaget.


"berisik sialan".


Ucap chen lalu berjalan diikuti xiao dari belakang. Begitupun juga gong yang berjalan mengikuti mereka menggeleng-geleng kan kepalanya karena melihat tingkah laku temannya.

__ADS_1


Tepat didepan toko roti bakar xiao berhenti dan berlari kearah toko tersebut dengan hati yang senang karena memikirkan rasa lezat roti yang akan masuk kedalam perutnya.


Chen dan gong yang tergiur melihat roti bakar itupun tertarik membeli dan menunggu  roti yang trngah dibuat si penjual.


Baru saja chen ingin duduk menunggu rotinya, ia melihat anak laki-laki yang tengah menatap toko roti dari luar.


Karena chen mengira anak itu akan membeli dia hanya diam saja dan menunggu sampai rotinya selesai.


Saat chen membayar dan mengambil rotinya ia sempat melirik anak kecil tadi yang masih berdiri menatap toko roti.


"Dik?"


Panggil chen berjongkok menatap anak laki-laki dihadapannya.


"Ya?"


Jawab anak itu dengan suara yang pelan.


Saat chen melihat kembali keadaan anak itu dirinya sedikit merasa kasihan karena melihat tubuh dan pakaian yang kotor.


"Chen!"


Panggil xiao menatapnya dari kejauhan.


"Ah, kalian duluan saja".


Ucap chen yang dibalas anggukan oleh xiao dan gong.


" baiklah! Nanti sebelum siang cepat kembali ke penginapan ya".


Sahut xiao lalu pergi kearah lain bersama gong.


"Sudah makan?"


Tanya chen kepada anak lelaki dihadapannya.


Yang ditanya hanya diam menunduk tak menjawab pertanyaan chen. Akhirnya chen pun kembali memesan satu roti bakar lagi dan memberikan rotinya kepada anak laki-laki tadi.


"Ambillah. Siapa namamu?".


Tanya chen lagi setelah memberikan roti pada anak itu.


" ye".


Jawaban anak itu seketika membuat mata kepala chen membulat karena mengingat nama temannya yang sudah meninggal.


" i-iya"


"Ah, namamu sama seperti temanku".


" benarkah?"


"Tentu saja".


Jawab chen menganggukkan kepalanya dan kembali mengingat kenangan bersama teman-temannya yang sudah pergi ke alam lain.


" oh ya ye. Dimana orang tuamu?"


"Ah, Ayah dan ibu melelangku di tempat pelelangan gelap. Aku dikurung selama 3 hari  lalu ada lelaki tua yang membantu aku untuk melarikan diri dari sana. Karena ketahuan membantu diriku dia dihukum mati oleh tuan yang membeliku".


Jelas anak itu yang masih memakan rotinya dan menunduk berusaha tak menampakkan wajahnya yang sedang sedih.


" kau tinggal dimana?"


Tanya chen lagi memberhentikan langkahnya menatap ye yang masih menunduk.


"Disana".


Ye menunjuk sebuah gubuk kecil dengan banyak sampah disekitarnya.


Entah apa yang sudah banyak terjadi pada anak ini chen bahkan tak menyangkanya.


Chen tak tahan untuk membiarkan anak kecil sepertinya hidup seperti ini. Walaupun baru mengenal anak itu chen harus membawa ye bersamanya untuk merasakan kebahagiaan di masa kecil.


"Mungkin ini tiba-tiba tapi, ayo ikut denganku".


Ajak chen mengulurkan tangannya kepada ye.


" apa kau ingin menjualku?"


Tanya ye menatap chen sedikit takut.


"Haih, jika aku ingin menjualmu sudah kulakukan dari tadi. Ayo kita ganti pakaianmu dengan yang lebih layak".

__ADS_1


***


Sedangkan dipenginapan, lili kini tengah duduk diatap penginapan menunggu axe,cloud dan tan yang akan datang membawa seseorang kemari.


Walaupun mungkin kedatangan mereka akan membuat warga menjadi rusuh dan heboh lili tetap senang melakukan itu karena dirinya memang suka memamerkan kehebatannya.


" oh, sudah datang".


Ucap lili tersenyum menatap langit yang sudah terdapat 3 burung phoenix.


Dan sesuai dugaan lili warga yang berlalu lalang langsung heboh menatap 3 burung legenda mengarah keatap penginapan terbesar yang terdapat perempuan diatas atap.


"GILA!! INI PERTAMA KALINYA AKU MELIHAT YANG SEPERTI INI!"


teriak seseorang dikerumunan menatap lili dan 3 burungnya.


"Melly! Kau datang".


Ucap lili senang saat melihat melly yang datang ke penginapan.


" nona, apa kau baik-baik saja? Aku dengar kau hamil! Apa kau benar-benar baik-baik saja?! Aku sangat khawatir!"


Teriak melly histeris karena sudah lama tak bertemu tuannya yang sangat dihormati.


"Hei tanya pelan-pelan oke? Wei kemarilah!"


Panggil lili menarik wei yang memeluk gunin tersenyum kearahnya.


"Ini melly. Teman barumu, dia akan bersamamu dan kami agar dirimu tidak kesepian".


Jelas lili yang membuat wei bukan main senang karena mendapatkan teman baru.


Wei melebarkan senyumnya dan menarik tangan melly mengajaknya bermain.


" haha, ayo-ayo kita bermain".


Sahut melly senang karena suka bermain dengan anak kecil apalagi sekarang dirinya sedang bersama lili membuatnya semakin senang.


"Sayang!"


Panggil han dari halaman belakang dengan manja membuat lili rasanya ingin melemparkan batu bata ke wajahnya.


"Iya sebentar. Kenapa!"


Tanya lili sedikit kesal menatap han dari pintu belakang.


"Burungmu itu mengganggu bertengger di atap".


Protes han menunjuk axe,cloud dan tan yang menjadi pusat perhatian sedari tadi.


Keadaan yang tadinya sejuk dan sepi kini berubah menjadi bising karena 3 burung lili membuat han tak nyaman.


" ah, maaf aku lupa".


"Baru kali ini aku melihat orang-orang yang terlalu santai saat ingin melakukan pertandingan besar".


Ucap han lalu kembali memakan cemilannya dan tersenyum menatap lili memarahi burungnya.


" BISAKAH KALIAN BERUBAH MENJADI KECIL SEPERTI GU NIN?"


Teriak lili dari bawah menatap keatas atap dengan menyipitkan matanya karena melihat sinar cahaya matahari.


"Bisa"


Jawab axe menganggukkan kepalanya.


"Kenapa gak daritadi sih idiot!!"


Teriak lili yang kesal mengapa disekitarnya terlalu banyak orang-orang bodoh.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2