
"Xiao mundur kebelakang!!"
Teriak xia saat tubuh saudaranya hampir terkena serangan dari musuh.
"Sial! Kita susah bekerja sama jika tidak ada chen".
Umpat yuto yang sudah ngos ngosan meladeni musuh yang datang sedari tadi.
"Xiao dan xia, kalian jaga diarah barat. Jun dan leo arah timur. Yuto kau jaga diarah selatan dan biarkan aku jaga di utara".
Ucap Gong yang langsung dilaksanakan oleh teman-temannya untuk melawan para iblis yang menyerang mereka ini.
"Nana, pergilah ke istana tolong panggilkan bantuan! Iblis-iblis ini berbeda dengan yang kita lawan".
Sambung gong menatap nana serius. Nana yang merasa juga sedang darurat ingin memanggil hewan sucinya. Namun gong tetap menahan nana agar tak mengeluarkannya karena ini adalah perintah dari kak lili.
"Setidaknya aku ingin membantu".
Ucap nana lalu berdiri tepat ditengah-tengah dan menghidupkan beberapa pohon lotus besar yang sudah diberi pelindung hanya untuk teman-temannya.
"Jika kalian terluka makanlah bunga lotus ini. Walaupun tak meyembuhkan fisik luar kalian namun kondisi tubuh dalammu akan cepat pulih. Baiklah aku akan pergi".
Ucap nana lalu pergi menyusuri hutan menggunakan kekuatannya.
"Chen,Kami juga masih bisa bekerja sama tanpamu. Apa kau bangga haha".
Ucap xiao yang mulai terkendali melawan para iblis ini.
Sebelum kejadian.
"Hei, aku bosan sekali karena tidak ada kak lili" .
Ucap nana yang terbaring dilantai dengan wajah sengsaranya.
"Hahh bahkan chen yang selalu kujaili itu tengah bersenang-senang disana".
Sahut jun memelas menjungkir balikkan badannya dikasur milik xiao.
Ya,saat ini mereka semua tengah berkumpul dikamar xiao karena merasa bosan saat sedang tidak melakukan apa-apa.
"Hei,bagaimana jika kita berlatih?"
Tanya xia yang langsung berdiri dari tempat duduknya menatap semua temannya yang mengangguk mengiyakan pertanyaan xia.
"Ayo latihan ditempat kemarin!"
Ajak jun dan leo berbarengan karena memang tempat latihan bersama lili kemarin sangat besar dan luas. Tempatnya juga terlihat indah karena rumput dan pohon-pohon disana masih terlihat sangat hijau.
Karena memang mereka semua sudah setuju untuk berlatih sekarang ini mereka tengah menuju kesana bersama axe agar lebih cepat sampai.
Jarak dari istana hingga ketempat latihan menempuh berkilo-kilo meter sehingga harus meminta tolong axe mengantarkan mereka kesana.
"Terima kasih,nanti akan kuberikan apel manis".
Ucap nana melambai kearah axe yang terbang kembali ke istana karena sudah mengantarkan anak murid lili ketempat tujuan.
"Aku ini hewan spirit tau".
Batin axe meratapi nasib nya yang memang selalu menjadi pengantar lili dan muridnya kemana-mana.
"Haih, baiklah mari kita keluarkan tekhnik bar- eh?"
Ucapan jun berhenti disaat dirinya melihat segerombolan iblis yang berkumpul di pohon beringin.
"Loh? Itu?"
Tunjuk jun kearah gerombolan iblis tadi. Tepat saat semua temannya menoleh kearah yang ditunjuk leo para iblis itu tersenyum licik dan langsung berlari untuk menyerang.
"Sial! Mereka banyak!".
Umpat yuto lalu memasang kuda-kudanya bersiap untuk menyerang bersama yang lainnya.
Kembali ke sekarang.
"Hei! Jangan melemah!"
Teriak gong yang memperhatikan teman-temannya seraya melawan para iblis.
"Energi ku habis!".
Sahut Xia lalu mundur kebelakang untuk memakan bunga lotus yang dibuat oleh nana.
"Uhuk- nana cepatlah!"
Ucap xia seraya mengunyah satu bunga lotus itu dengan lahap dan kembali ke xiao untuk melawan balik para iblis itu.
***
"Sial, mereka mengejarku!"
Gumam nana seraya menoleh kebelakang melihat beberapa iblis yang mengejarnya.
"Maafkan aku kak lili".
Sambungnya lalu mengeluarkan kelinci sucinya yang dibuatnya lebih kecil agar tidak kelihatan musuh.
__ADS_1
"Pergi lah dan minta bantuan ke istana".
Ucap nana lalu membiarkan kelinci sucinya pergi menuju istana.
Karena kelinci tersebut adalah hewan suci tentu saja kecepatan kelinci itu melebihi rata-rata dan sudah nana perkirakan kelincinya akan memanggil bantuan untuk mereka.
"Nona kecil".
Panggil salah satu iblis yang berada dihadapan nana.
terdapat sepuluh iblis yang mengepung nana saat ini, dan itu membuat nana sedikit lega karena masih ada harapan untuk menang.
"Hei"
Panggil nana tersenyum manis menatap iblis-iblis yang mengepungnya saat ini.
"Iblis gadungan seperti kalian tak layak memijakkan tanah kerajaan".
Sambungnya nana sengaja ingin membuat provokasi.
"Hah? Jaga mulutmu bocah".
Jawab salah satu iblis tak terima dengan perkataan nana seraya maju melawan bocah dihadapannya.
Belum sempat untuk menyerang nana tubuh iblis itu terpental kuat secara tiba-tiba.
"Apa yang terjadi?"
Tanya iblis lainnya bingung saat melihat temannya terpental seperti itu, padahal sepertinya tidak ada apa-apa dihadapan gadis itu.
"Lihatlah diri kalian. Seorang manusia yang merelakan tubuhnya untuk menjadi iblis demi mendapatkan kekuatan. Keluargamu,anak,istri,adik,dan kakak kalian. Apa kalian tidak merasa malu dengan mereka?"
Tanya nana menatap sendu para iblis yang terdiam mengepungnya.
Setelah menanyakan itu, nana mengeluarkan kertas kecil lalu dikoyak-koyak olehnya.
Setelah mengoyaki kertas itu nana melempar asal kertasnya lalu menutup matanya mengeluarkan kekuatan sihirnya dengan konsentrasi penuh.
Saat mengeluarkan kekuatan sihirnya, nana juga berhasil menangkap memori para iblis yang menampilkan orang-orang terpenting bagi mereka.
Walaupun sangat sulit untuk dikendalikan oleh nana dirinya berhasil lalu tersenyum membuka matanya.
Sedetik kemudian nana menghilang dari tempat sehingga para iblis yang tadinya menatap nana kini bingung mencari-cari gadis itu.
Namun,tepat saat nana menghilang kertas-kertas yang telah dikoyak sembarang oleh nana iu kini membentuk seperti manusia.
Menampilkan wajah-wajah yang tak asing bagi para iblis disana itu.
Para iblis itu terdiam melihat orang yang mereka sayangi ada didepan mata.
Adik,kakak,ibu,dan ayah bahkan seorang istri yang mereka rindukan itu ada dihadapan mereka.
Batin nana yang sudah tidak bisa mengatur nafasnya sendiri karena tak bisa mengendalikan manusia kertas sebanyak ini.
"Aku tidak tau setelah ini masih bisa bernafas atau tidak. Tetapi ini pasti akan berhasil".
Sambungnya lagi lalu terdiam meneteskan air matanya.
Tubuhnya melayang dilangit melihat teman-temannya yang masih bertarung sekuat tenaga disana.
Nana kembali tersenyum seraya meneteskan air matanya. Dirinya berniat untuk mengeluarkan seluruh sisa kekuatannya untuk membunuh iblis dibawahnya.
Nana juga berpikir bahwa dirinya sudah salah karena bukan seseorang yang kuat. Bahkan kekuatannya yang besar ini juga masih memiliki batas menandakan dirinya lemah. Tidak seperti Lili yang selalu membuatnya kagum, dirinya hanyalah orang lemah yang menjadi beban teman-temannya.
"Teman-temanku,kak lili,raja han,wei,gu nin,axe,dan yang lainnya. Terima kasih".
Ucapnya lalu kembali merasa sesak dan menutup matanya membiarkan air matanya jatuh ketanah.
Waktunya sedikit lagi habis,para iblis yang berada dibawahnya ini juga satu persatu sadar akan manusia kertas yang dibuat nana.
"Langit,air dan tanah. Hancurkanlah tubuhku jika diriku sudah tiada didunia ini".
Sambungnya lagi karena ada yang tidak boleh dilihat oleh siapapun dengan apa yang ada ditubuhnya.
Nana mengangkat kedua tangannya mengeluarkan seluruh kekuatannya. Darah segar keluar dari mata nana, tepat saat darah itu mengucur kepipinya ledakan kuat terjadi di tengah hutan itu membakar habis iblis-iblis yang mengepung nana.
Ledakan besar itu membuat kekacauan yang sangat besar. Xia dan yang lainnya menjadi kaget saat melihat ledakan besar barusan.
Tepat saat ledakan itu datang yuki datang menghabisi seluruh iblis yang datang mengacau didaerah kerajaan dewi kegelapan.
"Nana! Kau berhasil memanggil bantuan".
Ucap xia senang dengan napas yang sudah tak beraturan karena sangat lelah mengeluarkan banyak energi.
"Ledakan apa itu? Apa kau yang membuatnya?"
Tanya leo kepada yuki,kaget melihat ledakan besar disana.
"Bukan aku".
Ucap yuki lalu kembali melawan iblis-iblis itu dan mengeluarkan segel nya yang saat ini sudah mengurung para iblis itu di pohon beringin.
"Oh ya, kelinci suci ini yang memanggil ku".
Sambungnya memegang kelinci putih yang tak lain adalah kelinci milik nana.
__ADS_1
"Loh? Nana dimana?"
Tanya xia bingung lalu kembali melihat hutan yang sudah hancur terbakar karena ledakan barusan.
"Bunga lotusnya menjadi layu".
Tunjuk gong kearah bunga lotus yang nana tumbuhkan menjadi layu.
"Ledakan itu,nana menghilang,bunganya layu bahkan hewan suci milik nana. Tidak mungkin kan?"
Xia langsung berlari menuju kearah hutan yang baru saja terjadi ledakan itu. Dengan jantungnya yang berdegup kencang berpikir semoga yang dipikirnya saat ini tidak benar.
Temannya bahkan yuki mengikuti xia yang berlari kearah hutan karena juga merasa khawatir.
Tepat saat tiba dihutan tubuh xia menjadi merinding melihat pohon-pohon yang terbakar dan juga mayat puluhan iblis yang terbakar hangus.
Kelinci suci yang dibawa oleh yuki itu langsung melompat dan berlari menuju salah satu pohon yang masih berdiri tegak ditengah hutan.
Xia dan yang lainnya mengikuti kearah mana kelinci itu pergi,tepat saat kelinci itu berhenti tubuh xia menjadi kaku.
Leo,gong,xiao dan yang lainnya juga terdiam melotot kaget dengan apa yang mereka lihat saat ini.
Yuto yang memang memiliki rasa dengan nana itu terduduk lemas ditanah menggigit bibirnya sendiri agar tidak menangis.
"Tidak mungkin".
Ucap xia dengan air mata yang mengalir menatap tubuh nana yang terluka.
Bahkan saat ini mereka benar-benar tak dapat mendengar suara detak jantung dari tubuh nana lagi.
"Jangan kau! Tidak lagi! Aku tidak ingin kehilangan sahabatku! Nana! Bangun!"
Teriak xia menggoyang-goyangkan tubuh nana berharap temannya akan bangun.
Gong yang terdiam itu menahan dadanya yang sesak mengingat ye yang meninggalkan dirinya. Bahkan nana yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri kini pergi meninggalkannya lagi.
"Nana,kumohon bangun".
Ucap xia lagi lalu menangis sejadi-jadinya ditengah hutan dengan semua temannya yang juga menahan sesak melihat tubuh nana yang terluka parah seperti itu.
***
"Kau sudah bekerja keras selama ini".
Ucap seorang gadis menatap makam sahabatnya yang meninggal di pertarungan.
"Jasamu akan kami kenang, kau berperan besar disini"
Sambungnya lagi lalu tersenyum lembut meninggalkan makam sahabtnya dengan hati yang sakit.
"Huwaaahhhh, aku menangis".
Ucap xiao saat selesai menonton televisi barusan.
"Hahh, kenapa pangerannya harus meninggal Saat perang . aku kasihan dengan gadis Yang menyukainya".
Sahut xia seraya mengelap ingusnya menggunakan tisu karena sangat sedih dengan acara drama yang ditonton mereka bersama yang lain.
Sedangkan lili hanya tersenyum menatap anak muridnya yang tidak pecicilan seperti biasanya.
Anak-anak murid lili sengaja dipindahkan ke masa depan karena wajah mereka sudah terlihat oleh para iblis itu.
Mereka lalai dan lupa menggunakan topeng rubahnya karena kaget dengan para iblis yang menyerang mereka tiba-tiba.
Jika saja chen ada disana mungkin itu tidak akan terjadi.
Jika wajah mereka sudah diketahui,keamanan untuk mereka kemungkinan menjadi 20% karena mungkin mereka akan lebih diincar oleh para iblis.
Nana juga berhasil selamat dari kondisi sekaratnya karena bantuan arnold dan lili.
Karena tepat saat tubuh nana dibawa kembali ke kerajaan, arnold dengan cepat membawa nana dan yang lainnya ke masa depan karena yang mengetahui teknik penyembuhan seperti nana hanyalah lili.
"Hoi nana,ambilkan keripik kentangnya dong".
Suruh xiao dengan senyum tak tau malunya.
"Ambil sendiri dong!"
Teriak nana lalu menjulurkan lidahnya mengejek xiao yang kini mengeluarkan wajah kesalnya.
"Wahh, burung apa itu?"
Tanya leo kepada lili menunjuk televisi yang menampilkan pesawat.
Chen yang merasa pintar itu kini tersenyum melihat teman-temannya lalu menjawab pertanyaan leo.
"Itu Namanya burung
Puyuh
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung