
Lili dan yuto yang sedari tadi masih berbicara kini mulai bertarung dengan yuto yang menggila karena sudah kehilangan kesadarannya.
Yuto yang tadinya terlihat tenang saat pertandingan melawan chen kini terlihat ganas.
Yuto berjalan kesembarang arah dengan cepat hampir membuat lili kewalahan karena harus menghindar.
"Arghhh!"
Teriak yuto ganas mencakar tubuh lili.
Untung saja lili tak terluka parah karena dirinya yang langsung menghindar cepat.
Karena lili sudah lelah menghindar sedari tadi dirinya menetralisirkan tubuhnya saat melompat sehingga membuat lili dapat mengambang agak lama di udara.
Yuto yang berada dibawah itu mengarahkan petirnya menyerang tubuh lili yang melayang diudara dengan tekanan listrik yang besar.
Serangan dahsyat barusan membuat arena yang diberi penghalang itu rusak mengeluarkan suara ledakan besar sehingga banyak orang-orang yang semakin datang ke arena untuk melihat kejadian.
Asap-asap mengepul diudara dikarenakan ledakan barusan.
Beberapa saat mereka terdiam dan menunggu kepulan asap itu hilang yuto tidak sadar bahwa lili berada dibelakangnya.
Lili memang memancing yuto melakukan ledakan gila barusan karena hal itu dapat membuat kekuatannya melemah karena terlalu banyak terpakai.
"Buka pelindungnya!"
Teriak lili lalu memukul yuto sekuat tenaga dengan tangan kosong ke arah langit.
Yuto yang tiba-tiba dipukul keras seperti itu mengeluarkan darah segar dari bibir.
Tepat saat pelindung dibuka, yuto sudah melayang di udara karena pukulan lili barusan.
Dengan menggunakan kekuatan teleportasi, lili sekarang sudah berada dilangit menyusul yuto.
Tepat diatas tubuh yuto lili menendang perut anak laki-laki itu dengan keras sehingga yuto terbanting keras ketanah karena perbuatan lili.
Tentu saja hal itu dapat membuat tulang rusuknya yuto patah.
Yuto terbaring lemah di tanah menutup matanya merasakan sakit luar biasa karena sudah mendapatkan kesadarannya kembali.
"Gila, pukulan istrimu itu...apa dia punya otot?"
Tanya ato yang rasa kagumnya bukan main besar terhadap lili.
Begitu juga penonton dari kekaisaran langit mengagumi kekuatan lili yang dapat mengalahkan orang berkekuatan petir seperti itu.
"Hei, apa benar itu ratu kerajaan qi?"
Tanya salah satu murid perguruan dengan penasaran karena tak percaya jika seorang ratu dapat sekuat ini.
Bahkan jika dilihat-lihat lagi lili masih belum mengeluarkan kekuatan spiritnya.
Yang berarti lili adalah salah satu ratu terkuat di kekaisaran langit.
"Iya, dia seorang ratu, sekaligus guru mereka. Dia itu mamaku loh".
Sahut wei sombong menjawab pertanyaan murid perguruan kaisar langit itu.
" guru?!"
Perkataan wei barusan sontak membuat para murid-murid yang berada disana semakin tak percaya apa yang ada didengarnya.
Namun penglihatan mereka saat ini sudah membuktikan bahwa lili memanglah seorang guru dari perguruan qi.
***
"Kau bisa bangun?"
Tanya lili kepada yuto yang masih terbaring di tanah.
Lili memang sudah memprediksi bahwa yuto nantinya akan seperti ini, tapi menurut lili kelihatannya yuto lebih parah dari perkiraannya.
"Minum ini, chen tolong bantu dia".
Perintah lili lalu membiarkan chen membantu yuto untuk meminum pil dari lili.
"Eh?"
Ucap yuto bingung karena sudah tak merasakan sakit setelah meminum obat barusan.
”jangan remehkan kakak kami loh, dia itu seorang alchemist tingkat tinggi!"
Sahut nana tersenyum bangga memiliki guru seperti lili.
Senyuman nana barusan sempat membuat jantung yuto berdetak kencang, namun dirinya kembali menyadarkan pikirannya lalu berdiri seperti baik-baik saja.
__ADS_1
"Bukannya dia harusnya patah tulang karena serangan barusan?"
Tanya ato yang melihat yuto tengah baik-baik saja.
"Kau tak lihat ya saat lili memberikannya pil. Istriku itu tanpa diduga juga seorang alchemist hebat".
Bangga han tersenyum menatap istrinya.
Entah karena apa hari ini banyak yang memuji-muji lili. Dan itu sedikit membuat lili senang karena mendengar pujian dari suami, wei, bahkan anak-anak muridnya dan yang lain memuji dirinya.
" mulai hari ini kau muridku. Karena kau sudah berhasil membuat diriku kewalahan walaupun sebentar. Nanti malam aku akan pergi ke perguruan utata bebas untuk memberi tahu kepada pelatih".
Jelas lili lalu menggosok pipinya menggunakan lengan kanannya karena berkeringat.
Lili tak sadar bahwa lengan kananya itu berdarah sehingga darah dilengannya menempel banyak di pipi lili.
"Dia adalah teman baru kalian. Berusaha lah untuk berteman dengan baik".
Sambung lili lalu pergi berjalan kearah han dan ato.
Sedangkan yuto kini tengah dikelilingi 7 orang yang tak lain adalah murid-murid lili yang tengah memperkenalkan diri mereka karena senang mendapatkan teman baru.
" hei, kenapa wajahmu ini yaampun".
Tanya han yang langsung berlari menghampiri lili dan mengusap wajah istrinya menggunakan pakaiannya.
"Bajumu itu putih loh".
Ucap lili yang masih diam saat wajahnya di bersihkan han.
" darah siapa?"
Tanya han lagi yang masih khawatir melihat darah di tubuh lili.
"Itu darah mama. Lihat lengan mama ada bekas cakaran".
Sahut wei menunjuk lengan kanan lili.
Han pun tak sadar tadi jika lengan lili berdarah karena saat lili datang, han langsung terfokus dengan darah yang ada di wajah lili.
"Ayo balut dulu lenganmu agar darahnya tidak keluar banyak".
"Ato, apa kami boleh masuk kedalam dulu? Aku ingin membalut luka istriku".
Sambung han meminta ijin kepada ato.
Jawab ato lalu masuk mengajak lili dan han yang diikuti murid-muridnya.
"Namamu ye ya?"
Tanya gong menatap ye yang berjalan masuk kedalam istana kaisar.
"Iya"
Jawab ye gugup karena jarang sekali berbicara dengan orang-orang.
"Namamu sama dengan adikku".
Lanjut gong.
" benarkah? Apakah dia adalah ye yang diceritakan kak chen? Dimana dia berada?"
Tanya ye yang mulai tertarik dengan orang yang bernama sama dengan dirinya.
"Dia sudah bahagia dialam yang berbeda".
Jawab gong menatap lurus kedepan agar tidak mengingat-ngingat kejadian dimana adiknya meninggal.
" ah, maaf sudah bertanya".
"Tidak apa-apa. Kau mirip dengan adikku saat kecil".
Sambung gong mengelus kepala ye lembut dan masuk kedalam tempat peristirahatan yang diberikan kaisar ato untuk mereka beristirahat.
" kak lili, kaisar ato dimana?"
Tanya nana penasaran saat melihat ato yang langsung pergi tadi.
"Dia sedang memanggil seseorang".
Jawab lili yang tengah duduk membiarkan han membalut lukanya.
" sakit tidak?"
Tanya han lembut mengusap rambut lili pelan.
__ADS_1
Disaat han dan lili tengah menunjukkan adegan romantis. Anak muridnya tengah bercanda dengan suara gelak tawa yang besar.
"Leo, bulu hidungmu potong coba. Panjang banget itu".
Ucap nana yang tanpa malu memencet hidung leo dengan keras.
" sakit bodoh!"
Protes leo memegang hidungnya yang sudah merah karena perlakuan nana barusan.
Dan seperti biasa juga, xia dan jun tertawa kuat karena selalu merasa lucu dengan tingkah temannya walaupun sudah berkali-kali diperlihatkan.
"Gini aja deh, kepangkan saja bulu hidungnya".
Sahut xiao memberikan tips luar biasa. Teman-teman yang lain kini malah membayangkan bagaimana wajah leo jika bulu hidungnya dikepang.
Candaan mereka semakin lama semakin menjadi membuat suara ruangan itu menyebar keluar.
Yuto yang baru tau dengan sikap mereka hanya tertawa melihat tingkat teman-teman pertamanya.
Sedangkan wei sudah tertidur berbantalkan paha melly.
Wei yang sudah terbiasa dengan mereka tetap tertidur dengan nyaman karena sudah kebal dengan suara berisik seperti ini.
Ye yang sedari tadi bersama melly kini mulai membaurkan dirinya dan bermain bersama gong dengan senyum tawa yang keluar dari mulutnya.
" dimana saja selalu berisik seperti ini".
Ucap han menatap murid-murid lili serta orang-orang baru yang hadir bersama mereka.
"Tapi aku nyaman dengan yang seperti ini. Karena aku jadi tidak kesepian".
Sahut lili tersenyum mengingat dirinya didunia lama yang selalu sendirian.
Walaupun didunia lamanya lili sangat terkenal di negaranya, lili masih saja merasakan kesepian karena banyak orang yang terlalu takut berteman dengannya.
" hei, mulai sekarang kau tidak akan merasakan kesepian. Lihatlah, kami akan selalu ada bersama dirimu".
Kata han seraya mengelus punggung lili.
Tak lama kemudian, kaisar ato kembali datang keruangan mereka membawa seseorang yang terlihat pucat dan berusaha berdiri.
Saat lili menatap siapa yang dibawa kaisar ato dirinya langsung kaget karena tak percaya melihat seorang wanita ini.
Begitupun juga anak-anak murid lili yang kaget melihat wanita itu.
Wei yang terbangun saat melihat wanita itu langsung berlari kearah han dan lili karena merasa takut dan tidak ingin kejadian lama terulang lagi.
"Kau!"
Ucap lili, han dan muridnya berbarengan menatap wanita itu dengan kaget.
Sedangkan wanita itu juga kagetnya bukan main saat melihat orang-orang dihadapannya.
"Siapa?".
Tanya yuto, melly dan ye menampilkan wajah penasaran tak berdosa mereka.
" kalian sudah mengenalnya? Dia adalah adikku"
Jelas ato lalu membiarkan wanita itu atau adik ato duduk agar tidak pingsan.
"Lili, apa aku bisa meminta tolong kepaadamu untuk menyembuhkan penyakitnya. Dia pernah hilang tiba-tiba meninggalkan istana, dan saat pulang kemari dirinya sudah mendapatkan penyakit yang tak jelas. Bahkan para tabib terhebat tidak ada yang tau apa sebenarnya penyakit adikku".
" aku mendengar dari han, kau adalah seorang alchemist. Dan aku mempercayai kekuatanmu"
Sambung ato menjelaskan kejadian adiknya, sedangkan adik ato itu masih menunduk karena antara bersalah atau berterima kasih kepada lili.
"Baik, akan kucoba membantu semampuku"
Jawab lili membuat semua muridnya menganga tak percaya.
"Yang benar saja?".
Sahut mereka tak percaya dengan tindakan lili barusan.
Sedangkan lili kini tengah menghampiri wanita itu untuk menyembuhkan penyakitnya.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.