
4 hari sudah berlalu sejak kejadian perubahan han saat itu.
Lili yang pergi dari sana tidak dengan tangan kosong karena dirinya diperbolehkan wei mengambil seluruh benda pusaka kerajaan liyan yang sudah dimasukkannya didalam gelang hitam yang diberikan han.
Malam ini mereka sedang berada di pulau Qi.
Pulau ini dulunya adalah tempat tinggal han dan gu nin, bisa dibilang han lah penguasa pulau Qi.
Untung saja lili membawa burungnya, jika tidak mungkin mereka akan berjalan kaki selama seminggu.
"Disini tidak ada siapa-siapa tuh"
Ucap lili menunjuk pulau Qi dari atas langit.
Axe langsung mendarat turun kepulau Qi yang diikuti cloud dan tan.
Gu nin tiba-tiba saja berubah menjadi besar, lili menatap bingung kearah han yang melompat ke tubuh gu nin dan langsung pergi ke gunung.
Lili sangat lelah saat ini, jadi dirinya hanya duduk dan membaringkan wei yang sudah tertidur dipahanya.
Lili yang merasa mengantuk karena belum tidur menyender ke tubuh axe untuk tidur sebentar dan menunggu han kembali.
***
Mentari pagi menyinari wajah lili membuat tidurnya terganggu.
Dirinya sedang dipeluk dengan tangan yang besar dan hangat, lili yang merasakan itu melotot membuka matanya menatap laki-laki dihadapannya.
Dirinya ada didalam kamar yang besar dan mewah, kasur yang empuk dan besar.
Ingin lili teriak saat ini dan memukul han yang semakin memeluk lili dengan erat, tapi niatnya untuk memukul han langsung pudar seketika saat han tiba-tiba mencium pucuk kepala lili.
"Selamat pagi"
Ucap han memeluk lili dengan senyumnya yang merekah.
"Pagi" jawab lili yang sudah memerah sejak tadi. Lili mengedarkan pandangannya seperti sedang mencari seseorang.
"Ini dimana? dan wei ada dimana?"
Tanya lili sambil melepaskan tangan han yang sedang memeluknya, tetapi usahanya gagal karena han semakin menahan tangannya dan menindih kaki kanan lili yang membuat lili pasrah karena sudah tidak bisa bergerak.
"Apa kau tidak merindukan suamimu?" tanya han dengan wajaj yang diimutkan dan bibirnya yang manyun membuat lili ingin muntah dan menonjok han sekarang.
"Suami apanya, menikah saja belum" jawab lili dengan wajah kesal.
"Baiklah, kita menikah hari ini"
Ucap han enteng lalu berdiri menggendong lili seperti tuan putri.
"Apa yang kau lakukan? Turunkan aku bodoh!"
Teriak lili mengguncang-guncangkan kakinya meminta turun.
Tetapi karena kekuatan han yang lebih kuat dari pada lili, dirinya hanya kembali pasrah dan menelusupkan wajahnya di leher han karena menahan malu.
Han berjalan menuruni anak tangga satu persatu.
Dibawah terdengar ramai membuat lili semakin menutupi wajahnya di leher han.
"Haha, kau tidak ingin lepas dari ku ya?" tanya han berbisik tepat ditelinga lili membuat badan lili tegang seperti sedang disentrum listrik.
"Papa!" teriak wei melambai kearah han.
__ADS_1
Banyak bisikan dari orang-orang dibawah yang tidak mengerti dengan apa yang mereka lihat skarang.
"Hormat kepada yang mulia"
Ucap salah satu laki-laki dan menunduk kearah han yang masih setia menggendong lili.
"Hei, turunkan aku" bisik lili tepat ditelinga han.
Han merasakan geli ditelinganya dan wajahnya kini sedikit memerah karena bisikan lili.
Han menurunkan lili dengan pelan dan menggenggam tangannya lalu melirik kesemua orang.
"Baiklah, besok kami akan menikah"
Ucap han membuat lili membulatkan matanya dan menganga melirik han tak percaya.
Han kembali pergi menarik lili saat semua orang menepuk tangan ketika mendengar bahwa han akan menikah.
Wei bukan main senang dan meloncat-loncat sambil berteriak bahagia saar mendengar papa dan mamanya akan resmi menikah.
"Mau kemana?" tanya lili saat dirinya ditarik han pergi keluar.
"Ayo ikut sebentar" ucap han kembali menarik tangan lili kearah taman.
Lili tiba-tiba berhenti dan menghadap ke belakang memanggil seseorang.
Han melihat kebelakang dan tersenyum saat melihat wei yang dipanggil lili tadi langsung memeluk kaki han.
Han menggendong wei lalu kembali menggenggam lili mengarah ketaman.
Banyak pasang mata yang melihat han dengan tatapan bersyukur karena han masih ingin menikah dengan wanita.
Mereka kira han akan menikah oleh pria karena semenjak han hidup dirinya tidak pernah membawa perempuan.
Mereka sudah lama menunggu han akan pulang selama 300 tahun, dan sekarang han sudah kembali membuat semua orang bahagia karena pemimpin mereka sudah kembali.
Han,lii dan juga wei tengah duduk diseberang sungai melihat wei yang sedang bermain air.
"Jadi, kita ini dimana?"
Tanya lili sambil menatap han.
"Di kediaman ku, rumahku, dan pulau ku"
Jawab han sambil menggenggam jari lili.
Lili yang tidak kaget saat jarinya digenggam oleh han hanya biasa saja karena terbiasa dengan tingkah han yang tiba-tiba.
"Lalu kenapa disini tiba-tiba ramai orang?" tanya lili lalu melirik wei sambil tersenyum karena wei sedang tertawa menangkap ikan kecil.
"Saat pertama kali datang kau memang tidak akan sadar bahwa disini ada istana dan juga penduduk. Penduduk disini juga adalah siluman dan manusia yang bersatu" ucap han lalu berdiri menuju sungai ditempat wei sedang bermain.
"Hah? Siluman?" tanya lili bingung.
"Iya, sebenarnya mereka adalah hewan spirit, lalu ada manusia hebat yang membuat pil untuk merubah bentuk hewan spirit. Saat mereka memakan itu, hewan tadi bisa berubah menjadi manusia. Kerajaan ku ini dipenuhi manusia setengah hewan spirit karena perkawinan antara hewan spirit yang sudah berubah tadi menjadi manusia menikah dengan manusia".
"Tapi apakah mereka bisa kembali kebentuk semula?"
Tanya lili lagi.
"Tentu saja bisa, tapi saat mereka berubah menjadi hewan spirit dia akan bisa kembali menjadi manusia. Maka dari itu mereka disebut siluman"
Ucap han menyipratkan air ke tubuh wei membuat tubuh wei basah kuyup.
__ADS_1
"Jangan bilang hewan spirit disini milikmu?"
Tanya lili curiga dan berdiri lalu turun ke sungai menghampiri han dan wei.
"Iya, kira-kira ada 11 disini. Tapi, hanya putih lah yang tidak aku rubah. Karena putih selalu menolak".
Ucap han menggendong wei lalu menatap lili.
" jadi yang membuat pilnya itu kau? Bisa ajarkan aku? Guru han eh calon suami"
Tanya lili sambil menggoda han lalu menarik mereka berdua yang sudah basah naik keatas lagi.
"Aku bukan gurumu tapi aku suamimu"
Ucap han dengan wajah yang sedikit dimanyunkan membuat lili gemas ingin melempar wajah han masuk kedalam bak mandi.
"Iyaa iyaaa, jadii ajarkan aku ya"
Pinta lili dengan wajah yang diimutkannya membuat han hanya mengangguk pasrah karena tak tahan melihat wajah imut lili.
Lili tersenyum senang lalu mengambil wei dan menggendongnya.
"Kau basah kuyup begini. Ayo mandi sama mama"
Ucap lili mencium-cium pipi tembem wei dengan gemas.
"Mama mandikan wei ya?" tanya wei dengan raut wajahnya yang berbinar.
Lili tersenyum dan mengangguk-angguk membuat wei senang.
"Lili, aku boleh ikut mandi?"
Tanya han memasang wajah yang sedikit merah.
Lili berpikir saat ini han pasti memikir aneh-aneh.
Lili menghadap han lalu tersenyum manis membuat han mengira permintaannya disetujui lili.
Saat han sudah terlalu senang dan tersenyum dirinya malah diberikan tonjokan nikmat dari lili.
"MESUM!" ucap lili lalu pergi meninggalkan han yang terkapar di tanah.
Lili memang tidak segan-segan saat memukul han ketika dia kesal.
Han berdiri lalu pergi masuk mengikuti wei dan lili.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1