GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-34


__ADS_3

"aku tau kau ingat, katakan berapa orang yang dia kirim kemari"


Ucap lili menatap perempuan dihadapannya yang kini sudah terbebas dari ikatan pengendali dari bunga lotus.


"100 pasukan beserta 7 orang pertapa tingkat 8".


Jawab perempuan itu lalu tak lama kemudian perempuan itu kembali pingsan karena lili yang mematahkan kesadarannya.


"tingkatan pertapa tidaklah mudah untuk dihadapi. Aku sangat bingung kenapa mereka dapat mengendalikan orang-orang yang kuat".


Jelas han lalu kembali melanjutkan perjalanannya keluar dari lorong gua.


Tepat didepan air terjun lili berhenti dan menatap keluar yang dimana keadaan masih tenang karena muridnya dan juga vivi masih berbicara.


Lili menutup matanya dan membuka mata batinnya menatap lorong masuk gua yang penuh dengan orang-orang yang tengah bertarung melawan mahkluk aneh dan besar yang dimana adalah penghuni gua ini.


Saat melihat sekeliling lagi ada tujuh orang yang mungkin dikatakan wanita tadi tengah berlari cepat masuk kedalam gua tanpa hambatan.


Karena terlalu cepat lili agak sedikit kurang fokus mengikuti gerakan tujuh orang itu.


"roh spiritku, kau kembali kedalam"


Perintah lili yang masih menutup matanya dan menyuruh roh spiritnya agar masuk kedalam kalung gioknya.


"lili, ayo kita keluar".


Ajak han menarik tangan lili. Tetap saja yang ditarik masih berdiri kokoh ditempatnya berpijak.


Han mengangkat sebelah alisnya bingung menatap lili yang masih berdiri dengan mata tertutup.


"jangan dulu".


Cegah lili lalu menghubungkan dirinya dengan chen melewati telepati.


"chen, ini aku gurumu lili. Ada yang hampir masuk kedalam, cepatlah buat perangkap menggunakan jaring laba-labamu. Katakan pada yang lain untuk bersiap-siap. Aku melihatmu dari sini"


Suara lili terdengar jelas di telinga chen. Chen dengan cepat berjalan pelan kearah pintu gua dan dengan cepat membuat perangkap menggunakan jaring laba-labanya.


Vivi yang kaget otomatis langsung menghadap kebelakang melihat chen yang berdiri tegap mengadahkan tangannya kelangit menandakan misi dimulai.


"maafkan kami vivi"


Ucap chen pelan lalu meletakkan racun di jaring laba-labanya.


Sedangkan yang lain kini melawan vivi bersama-sama.


Entah perasaan mereka atau apa kekuatan vivi seperti lebih besar daripada mereka semua mau tak mau chen akan menggunakan strategi yang sudah mereka persiapkan.


"nana, pertebalkan kekuatan jaringku. Kau tetap bersembunyi dibelakang. Ingatlah dengan persiapan yang sudah kita lakukan".


Setelah mengatakan itu chen berlari kelangit-langit gua dan berdiam diri menutupi auranya menunggu gilirannya datang.


"apa mereka bisa?"


Tanya han sedikit khawatir menatap muridnya dari dalam.


"pasti bisa karena strategi kali ini akan berada diluar pemikiran vivi".


Jawab lili sedikit tersenyum lalu menatap han.


"aku membutuhkanmu untuk menunjukkan jalan"


Ucap lili menarik perempuan tadi dan meletakkannya ditubuh axe.


"gunakan teleportasimu, ayo kita keluar".


Perintah lili yang langsung dituruti han.


Lubang hitam besar didinding gua terlihat sangat menyeramkan tetapi orang lain tidak akan mengetahui bahwa itu adalah pintu teleportasi yang diubah han agar orang lain yang tidak tau akan takut untuk mendekati pintu tersebut.


Lili berjalan masuk kedalam pintu teleportasi diikuti dengan han dan yang lainnya.


Setelah semua telah masuk han dengan cepat menutup pimtu teleportasi membuat lubang hitam didinding gua tadi menghilang.


***


"kau benar-benar anak buah 3 bunga lotus?"


Tanya xia mengayunkan pedangnya tepat dimata kanan vivi sedangkan xiao berdiri mengadahkan pedangnya dimata kiri vivi.


Vivi tertawa keras lalu merubah tatapannya menjadi tajam. Vivi yang polos dan ceria itu kini terlihat sangat serius bahkan aura yang dikeluarkannya sangat mencengkam.


Chen yang sangat peka terhadap sekitar langsung mendeteksi aura yang dikeluarkan vivi dari langit-langit gua.


"wah, ketahuan nih".


Ucap vivi lalu mengeluarkan naga hijaunya yang berubah menjadi hitam dan menjadi lebih besar dari biasanya.


Jo yang terbang dengan elang emasnya tertusuk oleh ekor naga hitam vivi berkali-kali tanpa ampun.


Jiwa bahkan roh dari tubuh jo menghilang terhisap kedalam tubuh naga itu.


Xia berteriak kencang antara kaget,takut serta sedih melihat jo yang langsung hilang dalam sekejap.


Pertemanan mereka yang sudah lama dengan ikatan yang kuat kini hancur terpecah belah.


Chen yang sudah tak bisa menahan diri diatas kini melompat turun kebawah menatap vivi dengan tajam.


"beginikah kau membalas budi?"


Tanya chen yang berdiri tegap mengepalkan tangannya menatap vivi.


"Hahaha. Kalian marah? Ayo kemari kalau ingin mati"


Tantang vivi yang kini tengah duduk bersantai dikepala naganya.


"kenapa kau menjadi seperti ini?"

__ADS_1


Tanya nana yang sudah terduduk lemah di atas air.


"kenapa?! Kalian masih bertanya kenapa?!!!. Kalian tidak tahu ya kalau aku sangat mencintai raja sebelum dia menghilang selama 300 tahun? Kalian lupa ya kalau aku siluman yang dapat hidup melebihi 500 tahun? Kalian bahkan tidak memikirkan perasaan ku saat raja dan wanita itu menikah!"


"aku beruntung karena ikut andil dalam pertarungan di kerajaan wu hari itu. Jika tidak mungkin aku tidak akan bertemu dengan 3 bunga lotus untuk membalas dendamku kepada ****** yang kalian hormati itu. Aku juga sudah lelah menutupi kekuatanku sejak hari itu, bahkan aku lelah untuk berpura-pura bahagia saat bersama dengan kalian. Kalian para sampah tak cocok berteman dengan ku!"


Teriak vivi dengan keras membuat chen serta yang lain marah.


"marah? Harusnya akulah yang marah pada kalian brengsek!"


Vivi mengamuk dan mengarahkan naganya kearah chen dan yang lain untuk dihabisi.


Anehnya saat ini tubuh naga itu tertahan kuat oleh sesuatu, vivi sangat bingung dan menggeretakkan giginya menguatkan dorongan kekuatannya untuk menghabisi yang lain.


Tetap saja dorongan itu tak mampu melewati pertahanan tadi, saat naganya kembali mundur vivi terkejut saat melihat lili yang berdiri tenang diatas air memegang pedang miliknya.


"aku dengar semuanya saat dilorong goa tadi"


Ucap lili tenang walaupun didalam hatinya sangat marah karena memikirkan perkataan vivi barusan. entah karena apa tapi saat ini Lili berpikir vivi tak bermaksud mengatakan hal itu.


Vivi sangat mengingatkan Lili pada marcel yang membuatnya mati saat itu, ingin saja saat ini lili memotong tubuh vivi menjadi perkedel.


"wah,wah si penolong akhirnya sudah datang".


Ucap vivi menatap lili dengan remeh.


Chen,xia,nana,xiao dan yang lain kagum dengan apa yang lili lakukan barusan.


Baru saja lili ingin berjalan tetapi tubuhnya tertahan karena xia yang menarik tangan lili untuk kembali.


"kak, biarkan kami mengurusnya. Cepatlah jemput adik wei. Kami tidak ingin selalu menyusahkan kakak".


Bujuk xia yang kini memegang pedangnya dengan erat menatap vivi penuh amarah.


Xia sangat marah pada vivi terutama pemikiran vivi yang sepele hanya karena cinta dan malah menghianati hubungan pertemanan mereka.


Bahkan vivi tidak menganggap mereka teman melainkan sampah. itu sangat membuat kesabaran xia yang ditahan dari tadi kini sudah meluap.


" kakak kenapa disini?"


Tanya chenĀ  menatap lili dengan bingung memikirkan darimana lili datang.


"Buka jaring laba-labamu di pintu goa. Han ada di lorong masuk".


Ucap lili lalu kembali maju menatap vivi dengan remeh.


Chen dengan cepat berlari dan membuka jaring laba-laba beracunnya dan setelah terbuka menampakkan han, axe dan gu nin yang membuat pandangan vivi menjadi tidak fokus.


" hei kau anak kecil"


Panggil lili santai menopangkan dagunya di ujung pedang menatap kearah vivi dengan remeh.


Sedangkan yang dipanggil bukan main marah dan kesal menatap lili.


"Kau suka suamiku? Heh"


"Dia bukan suamimu! Dia milikku!"


Teriak vivi dengan angkuh.


"Oh begitu? Kau ingin melihat ini?"


Tanya lili lalu menarik pergelangan tangan han dan mendempetkan tubuhnya dengan tubuh han.


Tanpa malu lili mencium bibir han disertai dengan ******* yang dibuat han.


Xiao melototkan matanya melihat pameran adegan romantis lili dan han.


Sedangkan chen dan yang lain menganga dan menutup wajahnya dengan mengintip lewat sela-sela jari.


Vivi bukan main kesal saat melihat lili dan han yang bercumbu itu semakin memanas.


"Lili, anak-anak melihat".


Bisik han pelan disela-sela ciuman mereka.


" tidak peduli. Kau itu milikku!'


Balas lili membuat han yang mendengarnya bukan main senang dengan sikap lili yang seperti sedang cemburu.


"BRENGSEK!"


teriak vivi lalu menyerang lili menggunakan naganya.


Tapi dengan cepat han membuat pelindung disekitarnya dan lili.


Han maju menatap vivi dengan tersenyum lalu langkahnya terhenti dan han berkata.


"Kau siapa ya?"


Tanya han memasang tampang bodohnya membuat gu nin yang berada dibelakang pun rasanya ingin memukul kepala han.


Ye yang tak tahan menahan tawa terbahak-bahak menertawai vivi.


"Kau sampah berani menertawaiku?"


Tanya vivi lalu menatap rendah ye.


Tak lama kemudian tubuh vivi menghilang dan tiba-tiba saja vivi sudah berada dibelakang tubuh ye menusuk tubuhnya menggunakan pisau yang beracun.


Gong berlari dengan cepat menahan adiknya yang hampir jatuh.


"Ye, tahan sebentar. NANA! TOLONG ADIKKU!"


teriak gong yang menahan air matanya.


Nana dengan cepat berlari kearah ye dan mengeluarkan sihirnya untuk menolong ye, sialnya sihirnya tak mempan pada racun yang dibuat vivi itu.

__ADS_1


"Percuma hahaha. Sebentar lagi dia akan mati! Racun itu tidak memiliki penawar!"


Teriak vivi lalu tertawa sebesar-besarnya menikmati kesengsaraan orang-orang dihadapannya.


"Cukup sudah sialan! Kau bahkan berani membunuh muridku dihadapan ku! Hari ini, Malam ini, menit dan detik ini jangan harap kau bisa bernafas!"


Lili berlari memegang pedangnya kearah vivi.


Sedetik kemudian tubuh lili menjadi banyak dan pergerakan tubuh lili lebih cepat membuat vivi kewalahan.


"Tidak! Kakak bisa kenapa-kenapa nanti!"


Ucap xia sedikit takut melihat lili yang bertarung melawan vivi.


"Jangan meremehkan istriku"


Tegas han lalu menatap lili dengan tenang menunggu hasil yang memuaskan.


"Kulit naga ini sangat tebal. Cara yang paling mudah untuk menghabisinya adalah masuk kedalam tubuh ini"


Batin lili yang kini sedang duduk tenang diatas naga vivi.


Sedangkan vivi tengah sibuk melawan bayangan-bayangannya.


Lili menancapkan pedangnya tepat dikepala naga itu membuatnya meraung kesakitan.


Dalam kesempatan itu lili masuk dengan cepat melalui mulut naga vivi dan meluncur cepat masuk kedalam tubuh naga itu.


Lili mengeluarkan pisau kecil dari gioknya dan terus berjalan mengarah ke jantung.


Saat sudah menemukan jantungnya lili menyayat-nyayat pelan jantung naga itu menyiksanya dengan pelan dari dalam.


Naga hitam vivi semakin meraung kesakitan dan tak lama kemudian tubuh naga itu melemah dan mulai terjatuh kedalam air.


Sedangkan lili masih didalam tubuh naga itu mengambil sesuatu, han yang melihat naga beserta lili didalamnya kini jatuh kedalam air sangat khawatir akan keadaan istrinya.


"Pyuh, untung masih sempat mengambil pedangku"


Ucap lili sedikit terendanh-engah memegang pedang ditangannya dan berenang kebebatuan yang ada di sudut-sudut gua.


"Nagaku!"


Teriak vivi menatap nanar naganya dan beralih menatap lili yang kini tengah bersama han.


Lili membentukkan jarinya seperti pistol dan mengarahkan tangannya kewajah vivi.


"Dor!"


Teriak lili membuat semua orang terkejut.


Dan mereka lebih terkejut karena lili yang menghilang tepat saat dirinya berteriak dor.


"Maafkan aku"


Ucap lili pelan dibelalanh tubuh Vivi.Baru saja vivi menoleh kebelakang lehernya sudah ditebas habis oleh lili membuat kepala dan tubuhnya terpisah.


Semua orang terkejut melihat vivi dibunuh oleh lili, mereka benar-benar sangat tak ingin vivi pergi tapi yang sebenarnya ingin pergi adalah vivi sendiri dan mereka tidak akan menghalangi vivi yang akan pergi dari dunia ini.


"Sudah lama aku tidak membunuh orang. Rasanya gatal ditanganku berkurang"


Ucap lili lalu menyimpan pedangnya dan berlari cepat kearah ye.


"Bagaimana dengan ye?"


Tanya lili dengan nafas yang tersengal-sengal.


Gong tak bisa menahan tangisnya lagi.


Walaupun gong laki-laki dirinya tetap berhak menangis.


Gong kehilangan adiknya, adik satu-satunya yang dia sayangi telah meninggal.


Racun yang ada ditubuh ye memang tidak dapat disembuhkan dan tak ada penawarnya.


Malam ini mereka kehilangan 3 teman sekaligus.


Sangat sedih rasanya kehilangan teman yang sangat berharga.


"Aku gagal menjadi guru".


Ucap lili menyindir dirinya sendiri membuat mereka dengan cepat menatap lili.


" tidak, kau adalah guru terhebat kami. Biarpun mereka tak ada di dunia ini pasti diatas sana mereka selalu menemani kita".


Ucap xia menyemangati yang lain walaupun air mata sudah menetes lagi dari pelupuk matanya.


"Baik, ayoo kita cari adik wei! Kita semua kuat!"


Teriak xiao membuat mereka semua tersenyum lalu kembali menatap lili dan han untuk menyemangati lili lagi.


"Gong, aku minta maaf"


Ucap lili menundukkan kepalanya menghadap gong membuat gong mau tak mau dengan cepat berdiri.


"Kak, aku ini kuat loh. Aku sudah tidak apa-apa. Adikku diatas sana pasti tenang dan akan hidup bahagia disana"


Balas gong dan menarik lili agar keluar bersama membawa pulang adik wei.


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2