
ROAARRR
Aungan harimau putih itu menggelegar keras dipenjuru kerajaan saat xixi dan chacha melawannya tiba-tiba.
'Kau itu dimana idiot'
Suara harimau tadi menggelegar dipikiran lili. Sepertinya harimau ini sedang marah, itu membuat lili senang.
Sebenarnya dia daritadi berada di diatas benteng pertahanan melihat pertengkaran saudari tirinya dengan harimau tadi.
"Akhhh"
Chacha terjatuh lemah saat harimau besar dihadapannya menggigit ular racunnya.
Harimau putih itu melempar ular kearah xixi, setelah lemparan itu raja chen langsung turun tangan untuk melawan langsung binatang yang sudah melukai putrinya.
Lili yang melihat raja turun tangan akhirnya menampakan dirinya dan pergi duluan menghampiri harimau buas itu bersama axe.
"HOII, IDIOT!! Kau benaran datang ya. Sangat cepat juga ternyata"
Lili menghampiri harimaunya dan turun dari punggung axe, tepat dia mendarat di kepala harimaunya.
Seluruh kerajaan yang melihat itu sangat-sangat takut dan menghawatirkan lili.
Raja chen juga hampir melempar meriam panas kearah harimau. Tapi karena pengakuan dari lili, semuanya tidak ada yang berani maju.
"HEII HEII, TENANGLAH KALIAN SEMUA. TIDAK ADA YANG BOLEH MENYERANG ATAU DIA AKAN MENGHANCURKAN KERAJAAN!!"
Lili berteriak sekuat sampai-sampai tenggorokannya berasa ingin pecah.
"Uhuk.. Hoi, cepat pergi dari sini!. Axe kau pimpin jalan didepan menuju lembah api"
Setelah berkata seperti itu axe dan harimau yang sedang di perintahinya ini pergi secepat mungkin dari kerajaan.
Tak butuh waktu yang lama mereka sudah sampai di lembah api.
"Roarr, apa-apaan kenapa kau membawa ku kehutan seperti ini?"
"Oh kau bisa bicara rupanya. Memang hewan dewa itu mengagumkan"
Lili mengeluarkan ekspresi yang sangat mengesalkan membuat axe dan harimau itu gemas sendiri.
"Roar,, benar-benar idiot"
"KAU YANG IDIOT!!"
setelah perdebatan kecil itu, lili turun dari harimau besar ini dan pergi memanggil tan dan cloud.
Sekarang dihadapannya terdapat 4 hewan peliharaan monster yang sangat besar.
Itu miliknya, dia sangat ingin memamerkan monster-monster nya. Tetapi sekarang bukanlah waktu yang tepat.
__ADS_1
Lili yang melihat tan dan cloud memeluk mereka dengan sayang.
Lili sangat beruntung karena axe,cloud dan tan tidak mengeluh meminta makan kepada lili.
Jika mereka minta makan, lili harus memberikan ayam satu tempat ternaknya sekali gitu?
Itu tidak akan mungkin.
Tapi dia juga tidak tau dengan monster barunya inu.
"Kau, harimau putih idiot namamu?"
"Roar, namaku junin"
"Nama yang begitu kuno,Aku tidak suka dengan itu. Gimana jika namamu gu nin, karena sepertinya kau terikat dengan tombak ini"
"Tapi, bisakah kau berubah menjadi lebih kecil. Sepertinya dirimu hampir menyamai gedung ditempat kerja lamaku"
"Bisa"
Saat gu nin memejamkan matanya, dia dikelilingi asap-asap yang banyak dan saat lili melihat lagi.
Gu nin menjadi lebih kecil seperti seekor kucing anggora.
Axe dan yang lainnya hanya merasakan aura kekuatan yang melebihi mereka bertiga.
Itu hanya membuat mereka diam dan menatap gu nin dengan rasa hormat.
Lili tertawa sejenak dan menghembuskan nafas lelah.
Dia tak percaya dengan apa yang terjadi padanya akhir-akhir ini.
Terlalu banyak keajaiban, tetapi itulah yang membuat dirinya suka.
Lili menggendong gu nin dan pergi kearah danau setelah memberikan syarat kepada yang lain agar kembali Ketempat mereka.
"Hei gu nin, sebenarnya namamu hanya berbeda sedikit saja ya?"
Lili duduk sambil mengelus gu nin dengan kekehannya yang membuat gu nin kesal mendengarnya.
"Lagipula, kau tau nama gu nin dari tombak itu ya?"
Gu nin buka suara sambil berbaringan dipaha lili merasakan elusan lembut yang membuatnya hampir tertidur.
Suara gu nin berubah sangat lucu, menurut lili suaranya benar-benar mirip dengan anak kecil.
"Haha suara mu, benar juga sih. Aku melihat tulisan GU NIN diujung tombaknya. Dan saat itu juga aku keluar dari ruangan yang ada di kalung ku"
Gu nin melihat kalung lili, saat itu juga dia kaget setengah mati.
Giok bulan purnama ada ditangan lili, dia sudah mencari giok itu dari lama tapi tidak ketemu.
__ADS_1
Tuannya si han pernah berkata bahwa giok pertama bulan akan datang sendiri mencari tuannya.
Mungkin perkataan han benar, bahwa gadis ini melebihi perkiraannya karena bisa mendapatkan monster tingkat tinggi yang langka saat masih muda menurutnya.
"Jaga giok itu baik-baik, jika sampai hilang aku takkan memaafkanmu. Karena itu juga peninggalan tuanku"
"Ini milik han?"
"Tentu saja, dia sangat hebat bukan? Padahal saat dia kecil dia selalu diremehkan hanya dia adalah anak dari pedagang. Dia selalu berlatih dan menjadi kuat hingga dia pergi ke gunung gong dan menemuiku. Mulai dari sanalah dia semakin bertambah kuat bersama dengan diriku. Hingga impian kami benar-benar tercapai, kami mendapat julukan dewa saat kami sudah melewati waktu 5 tahun".
" han itu benar-benar hebat sekali. Dia sampai bisa membuat peninggalan yang banyak didalam giok ini. Lihatlah dia sudah membuat keajaiban yang sangat tak terduga. Tunggulah aku, aku pasti akan melebihi mu".
Lili tersenyum puas dan bersemangat terhadap dirinya untuk melebihi han.
"Yaiya tapi dia tetaplah han yang idiot" ucap gu nin dengan wajah yang sedih mengingat kembali hubungan lamanya bersama han.
"Siapa yang kau panggil idiot? Hahh akhirnya aku bangun dari tidur yang lama haha"
Kalung giok yang dipakai lili tiba-tiba keluar suara seorang pria dan dengan sekejap mata sebuah roh pria tampan keluar dari kalung itu.
Gu nin yang melihat pria itu menganga dan membulatkan matanya. Dia tak percaya pada apa yang dilihat dirinya, tuannya han ada dihadapannya.
Begitu juga dengan lili, dia sangat terkejut hampir mimisan karena melihat roh pria tampan yang keluar dari kalungnya.
"Kehidupan zaman dulu memang luar biasa. Bwahahahaha.. Uhuk-uhuk aduh aku kebanyakan tertawa hari ini"
Lili tertawa senang yang membuat gu nin dan han menatapnya bingung.
"Yoo, idiot putih ku. Aku kembali, come to papa" han memeluk gu nin dengan wajahnya yang tersenyum merekah, lili yang melihat itu sungguh rasanya ingin pingsan saat ini juga.
'Yatuhan nikmat mana lagi yang kau dustakan'-lili
" kau yang idiot, dasar orang tua tidak tau diri"
"Hah, mulut pedas mu memang tidak bisa berubah ya. Benar-benar membuatku ingin melemparmu kedanau itu sekarang".
Lili yang daritadi hanya memperhatikan mereka berdua sangat terlihat ***** karena bengong penuh nafsu melihat han.
Han yang merasa diperhatikan melirik lili dan tersenyum.
Hal itu membuat lili ingin pingsan, ketampanannya berlipat-lipat ganda daripada orang-orang yang ditemuinya di zaman kuno ini.
" a--anu, apakah kau dewa han? Kenapa kau berada dikalungku?"
"Ahh iya, aku adalah han. Saat ini aku hanyalah roh, karena aku sudah mati ya begitulah. Aku berada disana karena rohku tersimpan dalam giok ini. Aku tertidur sangat lama karena mencari penggantiku, dan ternyata itu kamu. Jika dilihat-lihat kau cepat akrab dengan si putihku ini dan kau juga seorang gadis yang cantik. Hahahaha masa muda yang indah".
Han tertawa sekaligus senang dengan melihat apa yang ada dihadapannya. Dia juga sekarang sudah melihat harimau putihnya kembali.
Lili tersenyum manis dan cepat-cepat menunduk menghadap han.
" dewa, izinkan aku menjadi muridmu!"
__ADS_1
"..."