
"Jadi, dimana magic core nya?"
Tanya lili sedikit menunduk menghadap wei.
"Ayo ikuti aku"
Wei menarik tangan lili dan berjalan mengarah ke bangunan yang sudah rubuh.
Saat sampai disana wei melepaskan genggamannya dan berlari membuang batu-batu dan kayu yang menutupi lantai.
Lili yang melihat wei agak kesulitan langsung berlari dan membantu membersihkan lantai yang sudah berserakan dengan batu dan kayu besar.
Wei menunduk dan menekan-nekan lantai seperti sedang mencari sesuatu.
Lili hanya bingung dan terkejut saat lantai yang sedang mereka pijaki malah terbuka lebar membuat lili dan wei jatuh kedalam.
"Aduhh aku terkejut"
Ucap lili saat sudah terduduk di kasur yang sangat tebal.
Saat melihat kearah depan dirinya melihat barang-barang pusaka milik keluarga liyan.
Ingin saja rasanya lili mengambil semua barang-barang di hadapannya ini.
"Tempat ini hanya wei yang tau. Saat wei dikurung di sini, aku menemukan ruangan ini" ucap wei dan berjalan kearah ruangan yang memiliki pintu agak besar.
Lili hanya ber oh riaa mendengar perkataan wei lalu mengikutinya.
Saat masuk kedalam ruangan yang tadi, lili merasakan dingin dan rasa panas yang luar biasa secara bersamaan.
Panas dan dingin yg dirasakannya membuat tulang badannya seperti membeku.
"Mama, kau kenapa?"
Tanya wei saat melihat lili bergetar dan menggeretakkan giginya.
"Apa kau tidak merasakan panas dan dingin yang kuat disini?"
Tanya lili kembali dan menatap wei dengan bingung.
Wei hanya menjawab dengan gelengan yang menandakan dirinya tak merasakan apapun.
Wei mengambil berlian berwarna ungu yang bercampur dengan warna merah dan biru.
Setelah mendapatkan magic core mereka kembali keluar dari ruangan itu dan menghampiri axe, tan, cloud dan gu nin.
"Han, keluarlah"
Ucap lili pelan dan tiba-tiba roh han langsung keluar dari giok lili.
Han terlihat pucat karena rohnya sudah mengeluarkan banyak kekuatan.
"Baik, mari kita buat papamu menjadi manusia lagi"
Ucap lili mengelus pucuk kepala wei dengan lembut.
Wei mengangguk dengan senyumannya yang lebar karena tidak sabar untk memeluk papanya.
"Gu nin, kau masih mau tidur atau tidak akan kuberikan apel manis?" tanya lili menatap gu nin yang langsung terbangun karena ancaman lili.
Gu nin dengan cepat berlari dan berubah lagi menjadi besar.
"Tahan ya, aku hanya membutuhkan sedikit darahmu"
__ADS_1
Lili mengambil pisau kecilnya lalu menusukkan pisaunya di kaki gu nin.
Dia hanya menusuk kecil agar tidak terlalu banyak darah keluar dari tubuh gu nin.
2 tetes darah sudah cukup untuk melakukan pengembalian tubuh han.
Gu nin hanya merasakan kakinya sedikit gatal lalu menggaruk kaki dan berubah menjadi kecil lagi.
Han menatap wei dan lili secara bergantian.
"Benarkah kalian ingin melakukannya?" tanya han
"Kenapa tidak?" ucap lili sambil menggenggam tangan dingin han.
Lili, wei dan gu nin membentuk segitiga yang ditengahnya terdapat han.
Diatas kepala han ada magic core yang sedang terbang dengan diam.
Lili dan juga wei menggigit jarinya dan mengeluarkan setetes darah lalu meletakkannya dibawah lantai.
Darah gu nin diletakkan tepat diatas magic core.
Berlian itu tiba-tiba saja langsung berubah menjadi ungu saat darah gu nin diletakkan diatasnya.
Gu nin kembali menggigit tangannya dan meneteskan darahnya di lantai.
Darah yang mereka teteskan sudah berbentuk segitiga.
Lili berjongkok dan mengeluarkan api hitamnya lalu membakar darah mereka yang ada dilantai.
Darah yang terbakar itu menjalar kedarah yang lain dan api itu sekarang sedang membentuk segitiga mengelilingi han.
"Wahai dewa langit dan bumi.
Ucap lili dan gunin secara bersamaan lalu menatap langit.
Wei berdiri agak ketakutakan saat melihat pusaran langit hitam yang tiba-tiba saja mengeluarkan seekor naga berwarna hijau mengarah ke magic core dan han.
Naga itu dengan cepat meluncur ke bawah dan berhenti diatas magic core, naga itu memakannya lalu mengelilingi roh han.
Roh han sedang berada dililitan naga besar ini, dirinya merasakan panas yang sangat luar biasa.
Darah bercucuran dari dirinya, han menahan rasa sakitnya agar tidak pingsan saat ini.
Han semakin terlihat jelas seperti manusia, kakinya sudah bisa menapak di tanah.
Api berkobar kuat di sekeliling han membuat dirinya hampir pingsan karena tak kuat.
Dirinya terbatuk-batuk mengeluarkan darah hitam lalu disambung darah berwarna merah yang berarti dirinya sudah memdapatkan tubuh nya kembali.
Han tersenyum lalu pingsan terduduk ditanah.
"Aku berhasil lili"
naga yang melilit han kembali menatap kelangit dan naikik dengan cepat kearah langit lalu menghilang masuk kedalam pusaran awan hitam.
Lili melirik kearah han yang terbaring pingsan dengan tubuh yang kembali menjadi manusia, tetapi tubuhnya han saat ini sedang telanjang membuat lili membalikkan badannya dan menunduk malu menatap tanah.
Beruntung wei tidak sempat melihat han karena lili yang menarik wei lalu menutup matanya.
"Berikan aku kain" ucap gu nin meminta kepada lili.
Lili mengambil kain dan mengeluarkan kain hitam dari gelangnya.
__ADS_1
Gu nin mengambil kain itu dengan menggigitnya dan pergi menutupi tubuh han.
Gu nin meloncat-loncat diperut han lalu memukul-mukul wajah tampan han dengan kuat.
Han terbangun kaget dan langsung terduduk melihat kembali tangannya yang seperti manusia lagi.
"Lili, aku berhasil. Aku menjadi manusia lagii"
Ucap han kegirangan ingin menghampiri lili, tetapi dirinya terdiam dan malu karena mendengar perkataan gu nin.
"Pakai pakaian mu, kau terlihat seperti orang mesum saat ini"
Ucap gu nin lalu kembali kearah axe dan membaringkan dirinya agar bisa tidur dengan nyaman.
Han memerah bukan main karena malu, dia menutupi tubuhnya dengan kain lalu duduk bersila menutupi kepala dan tubuh nya dengan kain yang menyisakan wajahnya saja.
"Wei, apa disini tidak ada pakaian?"
Tanya han kepada wei yang masih ditutupi matanya.
"Sepertinya ada jika dicari"
Ucap wei sambil membuka tangan lili yang menutupi matanya.
Wei membalikkan badannya dan menghampiri han lalu memeluk leher han.
"Papa"
Ucap wei tersenyum membuat han sedikit terkejut lalu memeluk wei dengan erat.
Wei adalah anaknya dan lili, walaupun bukan berasal dari rahim lili, yang terpenting adalah dia adalah papa dari anak ini.
Yang berarti dia adalah suaminya lili, han tersenyum-senyum sendiri membuat lili yang tadinya senyum sekarang malah melihat han dengan bingung.
"Anu, pakaiannya"
Ucap lili melirik wei lalu menatap han yang sedang menatap mata ungu indah lili dengan senyumannya membuat lili salah tingkah.
"Kau terlalu tampan, jangan tersenyum"
Ucap lili dengan wajah yang memerah karena tiba-tiba saja dirinya mengucapkan kalimat keramat.
Han tertawa dan semakin tersenyum menatap lili.
Wei menarik tangan lili dan mereka bertiga berpelukan yang ditengah-tengahnya terdapat wei yang senang merasakan pelukan orang tua.
Axe, cloud dan tan sedang duduk dan melihat keluarga yang harmonis didepan mereka.
Sedangkan gu nin sudah kembali tertidur memimpikan apel manisnya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung