GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-26


__ADS_3

"Nana, tetaplah dibelakang ku"


Ucap chen yang tengah berjongkok mengeluarkan bayangan jaring laba-laba ditanah.


Jaring yang dibuat chen lebih tipis dari biasanya dan menjalar ditanah seperti sehelai bayangan.


Nana yang berdiri paling belakang membuat pelindung satu sisi yang menutupi chen dan nana menjadi tidak terlihat dilain sisi.


Sedangkan dibagian nana dan chen dapat melihat dengan jelas keadaan diluar pelindung.


Jaring tipis milik chen kini menjalar mengikuti gerakan-gerakan 8 temannya yang sedang mengincar lili.


Ditambah lagi dirinya membuat satu jaring bayangan untuk menangkap lili diam-diam.


Chen yang membuat dan mengendalikan banyak jaring juga membutuhkan energi dalam yang kuat, maka dari itulah nana tetap berada dibelakang untuk menambah kekuatan chen dan menambah kekuatan serta ketebalan pada jaring laba-laba hantu milik chen.


Lili agak kewalahan karena serang bertubi-tubi yang diberikan 8 murid itu tidak ada hentinya.


Bahkan entah mengapa mereka menjadi lebih kuat dan gesit menggunakan teleportasi membuat lili semakin bingung.


Jun, leo dan vivi melingkari lili mengeluarkan  samurai dan memasang kuda-kuda kearah lili.


Jo yang terbang mengitari lili dan memberikan serangan membuat kefokusan pada diri lili menjadi hilang.


Ditambah lagi xiao,xia, ye dan gong yang melingkari lili di barisan kedua sambil mengeluarkan pedang dan jurus tapak budha mereka.


Mata lili bergerak cepat melirik sekitarnya mencari nana dan chen yang tidak kelihatan sejak tadi.


Jun dan yang lain kini memperkuat barisan mereka sehingga celah-celah tidak dapat terlihat oleh lili.


Lili yang berdiri ditengah-tengah sambil memegang tongkat besi itu kini berputar dan berpikir mencari cara.


Dirinya terkepung dengan pertahanan yang kuat dari 8 murid itu.


"Memang tidak ada cara lain ya"


Ucap lili lalu menutup matanya untuk mengeluarkan api hitamnya.


Saat membuka matanya, mata ungu yang tadinya sedikit redup kini menjadi lebih bercahaya.


Tubuh lili kini dipenuhi oleh api hitam yang menjalar disetiap tubuhnya.


Para guru dan para tetua sedikit bergetar takut karena kekuatan lili yang mencekam suasana.


Penonton yang tadinya hanya murid kini malah menjadi ramai karena para guru dan tetua menonton latihan lili dan murid unggul istana qi yang tidak ada hentinya dari tadi.


Tangan kanan dan kiri lili mengeluarkan api hitam pekatnya dan melempar kesembarang arah seperti biasanya. Bedanya sekarang adalah lemparan lili sangat cepat hingga tidak dapat diprediksi.


Api hitam yang dilemparnya kini dikendalikan ke arah 8 murid dihadapannya.


Ledakan kuat menghantam satu persatu murid unggulan istana qi.


Asap-asap menggumpal disekeliling lili karena ledakan barusan, baru saja lili ingin bergerak tetapi kakinya seperti tertahan sesuatu.


Benda itu menjalar keatas tubuh lili dan mengikat setiap tubuh lili membuatnya tidak bisa bergerak menatap sekeliling dengan penuh tanya.


Asap-asap yang tadinya menggumpal kini menghilang dan menampakkan 8 murid yang berjongkok masih diposisi tadi tidak bergerak sedikit pun.


Jo yang tadinya terbang kini ikut berjongkok dihadapan lili dengan menyaluarkan kekuatannya pada jaring laba-laba milik chen sehingga kekuatan bayangan jaring laba-laba semakin kuat.


Chen dan nana yang tadinya tidak ada kini menampakkan dirinya yang masih berjongkok menatap lili dengan puas.


Bayangan jaring laba-labanya kini menyambungkan dirinya dan teman-temannya lalu mengikat lili dengan jaring yang sudah disalurkan kekuatan disetiap anggota tim untuk mengikat lili.


Jaring yang disihir oleh nana dan ditambah semua kekuatan temannya membuat lili sedikit susah untuk melepas bayangan jaring yang entah mengapa sangat kuat dibandingkan yang tadi.

__ADS_1


Bayangan jaring yang di berasal dari chen lalu merambat ke setiap barisan lingkaran dan kini menjalar ke jo.


Setiap anggota yang sudah terikat oleh bayangan chen menyalurkan kekuatannya dan menjalar lagi untuk mengikat musuh yang berada di titik tengah.


"Apa berhasil?"


Tanya nana yang melihat teman-temannya menahan sakit dan tetap berjongkok menyalurkan kekuatan mereka.


Ini adalah harapan mereka satu-satunya, jika cara ini tidak berhasil juga mereka akan gagal.


"Aku menyerah"


Ucap lili lalu berdiri mengatur nafasnya yang agak sedikit terganggu karena ikatan bayangan jaring milik chen yang kini sudah terlepas karena lili yang mengucapkan kata menyerah.


Chen  dan yang lainnya bersorak senang dan terbaring ditanah karena sudah kehilangan banyak energi saat melawan lili, apalagi saat mereka dilemparkan api hitam milik lili, untung saja ada nana yang langsung membuat pelindung.


Walaupun pelindung itu tidak kuat tetapi mereka sangat bersyukur karena dampak dari ledakan api hitam lili tidak terlalu besar.


Han berlari kecil menggendong wei dan menghampiri lili dengan wajahnya yang khawatir.


"Sayang. Kau tidak apa-apa kan?"


Tanya han sambil menurunkan wei ketanah


Lalu menggenggam tangan lili dengan erat.


Lili yang melihat han khawatir padanya merasakan sedikit senang karena selalu diperhatikan oleh han.


Dia tersenyum dan menggelengkan kepalanya menandakan dirinya baik-baik saja.


"Kau tidak perlu memaksakan diri. Aku tak ingin kau nantinya jadi sakit atau terluka"


Ucap han lagi lalu mengelus pelan tangan lili dengan lembut.


Lili mengangguk-angguk lalu tersenyum kearah han.


Han merasakan senang luar biasa saat mendengar lili yang berkata suami padanya dan juga senyum manis yang diberikan lili membuat han tidak tahan ingin menciumnya.


Beruntung han dapat menahan dirinya karena melihat seluruh murid dan guru sedang menatap mereka.


Lili berjalan ke arah muridnya tanpa melepaskan genggaman tangannya pada han.


Tepat saat didepan jun dan yang lainnnya lili menatap mereka dengan ekspresi seperti sedang marah membuat mereka yang tadinya terbaring dan terduduk lemas kini menjadi tegap dan tegang saat melihat lili.


"Kalian lulus".


Ucap lili lalu tersenyum mengacungkan jempolnya dengan semangat.


" EHHHHHH!!!"


teriak mereka tidak percaya dengan ucapan lili barusan. Padahal tidak ada satupun dari mereka yang mendapatkan tongkat besinya.


Lili yang masih menggenggam tongkat besinya juga mengerti kenapa mereka semua memasang wajah yang tak percaya dan penuh tanya.


"Sudah kukatakan. Jika kalian adalah sebuah tim yang kuat, kalian pasti bisa mengalahkanku. Tongkat besi ini hanyalah sebuah pengecoh agar kalian terpecah belah tanpa bersatu untuk mengincar tongkatnya sendirian. Tes kali ini adalah tentang kerja sama tim, walaupun kalian tadi sempat Terpecah belah dan tidak mengingat kerja sama pada tim tetapi kalian kembali bersatu dengan tekad dan harapan yang kuat. Kalian hebat".


Chen kembali puas dengan perkataan lili yang berhasil ditebaknya.


Lili yang melihat chen yang pastinya telah memberikan formasi kepada teman-temannya melangkah maju dan berdiri dihadapan chen yang masih terduduk.


" otakmu memang tak perlu diragukan"


Lili mengelus kepala chen dengan lembut dan sedikit bangga karena melihat anak muridnya  yang berbakat.


Chen hanya tersenyum senang karena mendapat pujian dan merasakan tatapan iri teman-temannya, tapi saat melihat kedepan dirinya seakan-akan membeku karena melihat han yang membara menatap lili yang mengelus dirinya.

__ADS_1


"Kak, kami jugaa dong"


Ucap xiao yang tadinya bermain dengan wei kini menatap lili dengan harap diikuti yang lain.


Jo, jun dan yang lainnya langsung maju kedepan hadapan lili seperti kucing yang ingin dielus majikannya.


"Haha. Iya iya"


Lili mengelus semuanya dengan senyum yang mengembang senang.


Han yang tadinya sedikit cemburu kini mulai terdiam dan tersenyum karena melihat momen yang sangat langka.


Setelah lili mengelus mereka, han langsung memeluk lili dan menyenderkan dagunya di kepala lili.


"Aduh. Orang dewasa sedang bermesraan"


Ucap vivi menutup matanya lalu tertawa karena mendengar temannya yang bersorak kearah lili dan han.


"Ciieee cieee"


Teriakan mereka menggelegar ditambah siulan membuat wajah lili menjadi merah padam.


Lili mencubit perut han sedikit kuat tetapi yang dicubit malah mempererat pelukannya dan menggendong lili.


"Idiot!"


Lili yang berteriak karena kaget saat han tiba-tiba menggendongnya membuat mereka kembali tertawa.


Han berbalik kebelakang dan memberhentikan langkahnya.


Karena lili yang menatap han ingin mengatakan sesuatu kepada muridnya.


"Bolehkah mereka tinggal diistana?"


Tanya lili yang dibalas anggukan oleh han dan membisikkan sesuatu ketelinga lili membuat wajahnya memerah karena malu.


Lili pun mengiyakan permintaan han karena sudah kewajiban dirinya sebagai istri.


"Mulai hari ini kalian tinggal diistana. Oh ya xiao, tolong bawa anakku nanti keistana sepertinya dia tak mau lepas denganmu"


Setelah mengucapkan itu han langsung berteleportasi kembali ke istana dengan senyumnya yang melebar.


Sedangkan leo dan yang lainnya bertatapan dengan wajah tak percaya.


Rasanya saat ini mereka ingin berguling-guling di tanah karena bahagia.


Mereka sangat beruntung karena menjadi murid lili, maka dari itulah mereka bertekad akan menjadi yang terbaik dan selalu membuat lili bangga.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2