
"Nona, anak yang memiliki kekuatan langit tidak berada disini. Magic core juga susah ditemukan". Ucap salah satu pengawal kepercayaan ketua naga iblis itu.
" Apa?! Anak itu tidak disini?. Padahal anak itulah yang paling penting disini".
Ucap ketua dari komplotan pemberontak naga iblis itu dengan suara yang ditinggikan menandakan dirinya sedang marah.
Ketua dari komplotan ini adalah seorang wanita yang berparas cantik namun memiliki sifat psikopat.
Wanita ini bernama vena, dia adalah wanita yang memiliki kekuatan naga api iblis. Maka dari itulah dia membuat nama komplotannya dengan nama naga iblis.
"Cepat pergi dan cari lagi magic core hingga ketemu".
Perintah vena dengan menatap seluruh pasukannya yang sedang mencari dengan tatapan tajam.
***
Lili kini sudah sampai di tanah kerajaan liyan. Lingkungan disekitar kerajaan sudah hancur tak tersisa, kerajaan yang sudah berdiri kokoh sejak lama kini hancur dan rubuh.
Sekuat apa musuhnya ini?
Lili melirik ke arah depan yang terdapat banyak pasukan sedang mondar-mandir mencari sesuatu.
Lili dan axe berhenti sejenak karena merasakan api iblis yang hampir sama dengan cloud, tapi menurut lili kekuatan api ini lebih besar.
" axe, kau merasakannya?" tanya lili dan menatap tajam kearah depan.
Axe hanya mengangguk dan menatap semua pasukan dengan tatapan yang sama.
"Cloud,tan. Apapun yang terjadi tetap jaga wei". Perintah lili dan langsung pergi kearah kerajaan tanpa memperdulikan panggilan wei.
" naik sejauh mungkin kelangit dan turun tanpa menggunakan sayap mu. Saat sudah sampai kebawah keluarkan seluruh api neraka mu. Buat semuanya terbakar"
Axe tiba-tiba langsung naik keatas langit dengan cepat membuat semua pasukan dan juga vena melirik kearah atas.
Saat sudah sampai dilangit, axe menutup sayapnya dan jatuh dengan sangat laju.
"Kau urus yang ini axe" setelah mengucapkan itu, lili melompat dari tubuh axe dan menyelinap diam-diam masuk kehutan.
Dirinya duduk dan memejamkan matanya untuk berubah wujud lagi.
Sekarang ini memang sudah giliran han untuk keluar, dan membasmi semua orang jahat disana.
Tepat saat rohnya han masuk dan wujudnya berhasil berubah, terdengar ledakan besar yang dipastikan disebabkan oleh axe.
Han mengambil tombaknya dan melirik gu nin yang masih tertidur.
"Kau masih sempat tidur? Cepat berubah tukang tidur!" han memukul kepala gu nin dan membuat harimau itu mengeluarkan aumannya.
Gu nin merubah badannya menjadi besar dan dilengkapi wajah yang sangat masam karena kesal.
Tubuh gu nin yang berubah menjadi besar terlihat sangat jelas dihadapan semua orang.
Vena yang melirik han sempat terpana karena ketampanan han, tetapi dirinya merasa resah saat naga iblis di dirinya bergejolak seperti ingin kabur.
ROARRR
Auman keras gu nin yang terlihat sangat kesal membuat seluruh orang melirik kearahnya, saat ini dia mengamuk menghancurkan apa yang ada didepannya.
Tentu saja itu adalah perintah dari han untuk berbuat seperti harimau liar.
"Yoo, apa yang kau cari disini?" tanya han yang tiba-tiba saja sudah berada dibelakang vena.
Vena merasakan aura yang sangat kuat membuat dirinya mundur dan memasang kuda-kuda untuk menghindari han.
Vena mengeluarkan pedangnya, pedang yang dipakai vena adalah pedang setan neraka.
__ADS_1
Pedang ini sangat ganas jika digunakan dengan baik, kekuatan pedang ini hampir mendekati kekuatan tombak 'GU NIN' yang dipegang han.
"Serahkan anak itu!" perintah vena dan mengarahkan pedangnya dihadapan han.
"Anak?" tanya han yang berteleportasi dan tiba-tiba sudah berada dibelakang vena.
Vena kali ini lebih waspada dan menusukkann pedang setannya ditanah.
"Ya!! Anak berkekuatan langit dan bumi itu!!"
Tanah bergetar dengan sangat kuat.
Tanah yang mereka pijaki terbuka dan menampakan lava-lava dibawah sana.
Gu nin mengaktifkan sayapnya dan terbang keatas bersama axe dan han.
"Axe! Kau jaga wei"
Perintah han dengan lantang.
Lawan dihadapan han tidak mudah ditumbangkan.
Dirinya yang saat ini belum mendapatkan seluruh kekuatannya, jadi mungkin saja kekuatannya saat ini bisa mengalahkan vena tapi dengan pengorbanan yang besar.
"Naga iblis! Keluarlah!"
Teriak vena dan mencabutkan pedangnya dari tanah.
Naga api yang besar dan panjang keluar dari belahan tanah tadi.
Saat naga itu keluar hawa disekeliling han terasa sangat panas.
Naga iblis itu menatap gu nin agak sedikit gemetar.
"Putih, aktifkan duri racun mu"
Gu nin mengangguk lalu merubah dirinya lagi.
Bulu-bulu yang lembut gu nin berubah menjadi tegang dan keras. Ujung bulu nya menjadi tajam seperti jarum, gu nin mengibaskan ekornya dan bulu-bulu yang ada diekornya terlepas dan mengarah ke naga iblis.
Naga iblis dengan cepat menepis bulu gu nin. Bukannya bulu seperti jarum itu tertepis tetapi duri racun milik gu nin tertancap masuk kedalam tubuh naga iblis.
Naga itu sempat berhenti sejenak dan menyemburkan apinya kearah gu nin karena murka oleh perbuatan harimau dihadapannya.
Gu nin menganga sangat lebar dan terlihat inti api suci berwarna biru keputihan menggumpal didepan mulutnya.
Api itu semakin membesar dan membentuk bulat, naga iblis yang melihat inti api itu tak sempat kabur karena gu nin langsung menembakkan bola apinya ke arah naga iblis yang sekarang sudah terbakar habis di dalam api suci gu nin.
"Tidak, tidak,tidak Naga kuuu!"
Vena menatap naganya yang sudah terbakar didalam inti api dengan amarah yang sudah melampaui batasnya.
Vena melemparkan pedangnya ketubuh lili sangat cepat dan han juga tidak bisa memprediksi sebelumnya.
Darah merembas keluar dari perut tubuh lili yang sedang dipakai han.
Darah merah pekat itu mengalir keluar dari mulut lili.
Wujud lili berubah kembali menjadi perempuan, tetapi roh han masih sadar dan merasakan sakit dibagian perutnya.
Vena melihat han dengan tatapan bingung karena han yang tiba-tiba saja berubah menjadi perempuan.
"Akhh--"
Rasa sakit yang sudah lama tidak dirasakan oleh han menjalar ditubuh lili yang pastinya sedang dirasakan oleh han.
__ADS_1
han mengarahkan tombaknya kearah vena dan menyedot kekuatan beserta roh vena kedalam tombaknya.
Han terbatuk-batuk saat melepaskan pedang setan milik vena di perut lili.
Darah keluar dari tenggorokannya, saat pedang itu terlepas roh han langsung keluar dari tubuh lili.
Roh lili kembali sadar dan saat terbangun, lili terbatuk-batuk mengeluarkan banyak darah.
Dia memang tau apa yang sudah terjadi sedari tadi, jika memang rohnya yang merasakan tusukan pedang tadi mungkin saja dia akan tewas.
Untunglah han tadi sempat menyembuhkan tubuh lili, sehingga dia masih bisa terbangun.
"MAMA!!" pekik wei berlari dan menangis kearah lili.
Wei memeluk lili dengan erat dan menangis menghawatirkan lili membuat lili tersenyum hangat.
"Lili, maafkan aku" ucap han tiba-tiba membuat lili menoleh kearahnya dengan bingung.
"Kenapa minta maaf?"
Tanya lili sambil melepaskan pelukannya lalu berdiri menghadap roh han sambil memegang perutnya.
"Maafkan aku sudah membuat tubuhmu terluka, maafkan aku tidak bisa menjaga dirimu baik-baik. Maafkan aku, karena aku telah gagal menjadi seorang laki-laki yang baik". Ucap han memegang jari kelingking lili dan menunduk kebawah.
" pftt, apa yang kau pikirkan. Lihat kan, aku baik-baik saja" lili tersenyum cerah dengan wajahnya yang sedikit memerah karena jarinya sedang digenggam oleh han.
"Jangan tinggalkan aku"
Pinta han sambil menempelkan tangan kanan lili di pipinya.
Han saat ini benar-benar terlihat sangat imut, lili hanya mengangguk dengan senyumnya yang merekah.
"Apa-apaan ini. Memang 2 pasangan idiot yang serasi"
Ucap gu nin lalu tertidur lagi karena lelah dengan aktivitasnya barusan.
Sedangkan axe, cloud, dan tan hanya menonton lili yang sedang memerah seperti tomat.
Wei duduk bersila menatap mama dan papanya yang sudah berjuang melawan musuh wei sekarang sedang bermesraan.
Wei memang tidak sia-sia menjadi anak angkat lili, walaupun anak angkat wei sudah sangat senang karena lili benar-benar menganggap wei ada dihidupnya.
"Papa, mama udah dong mesra-mesranya"
Ucap wei membuat lili dan han tiba-tiba menjauh seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Wei hanya tertawa senang melihat tingkah konyol orang tua angkatnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1