GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-60


__ADS_3

"tetaplah berada di jarak ini. Masing-masing pergilah mencari sudut yang tepat untuk menyerang. Jangan sampai ceroboh ingatlah itu"


Ucap chen lalu berkeliling membuat perbatasan penyerangan antara teman-temannya dan kekaisaran langit atau bisa dibilang kekaisaran dewa ato.


"biarkan para kesatria itu maju dari berbagai sisi. Buatlah ledakan ditempat yang aman, jangan sampai ada korban hanya karena kecerobohan kalian"


Sambung chen lagi lalu duduk terdiam memegang panah beserta anak panah yang sudah ditempelkan logo atau tanda kekaisaran iblis.


Satu persatu anak panah sudah diluncurkan chen dan teman-temannya dari berbagai arah.


Semua anak panah yang terbang itu juga mendarat ditempat-tempat yang memungkinkan tidak terkena korban.


Kesatria kerajaan dewi kegelapan yang bisa dibilang memiliki kekuatan diatas rata-rata juga menyerang menggunakan panah yang memang sudah di persiapkan lili dari awal.


Kekaisaran langit yang sudah sadar terkena serangan langsung bersiap-siap menyiapkan prajurit yang akan berperang diluar.


Saat ini istana kaisar ato sedang dihujani ribuan anak panah sehingga membuat para pelayan dan prajurit disana panik.


Ato yang mendapatkan kabar bahwa istanya sedang di serang langsung beranjak pergi keluar mengatur prajuritnya untuk melawan balik dan melihat keadaan diluar apakah rakyatnya juga terkena serangan atau tidak.


"darimana datangnya panah ini! "


Teriak ato panik bukan main karena sedari tadi panah tersebut tidak berhenti menghujani istananya.


Ato yang sudah tak bisa menahan badannya agar tidak keluar dari perkarangan istana itu kini berlari kencang melihat kondisi diluar.


Baru saja dirinya keluar dari gerbang ato sudah merinding melihat ribuan anak panah menghujani kawasan kekaisarannya.


"kaisar ato sudah keluar, kalian pergilah"


Perintah chen mengusir para kesatria yang sudah membantu mereka menjalankan misi.


"hei kalian siap? "


Tanya chen yang sudah mengeluarkan 3 anak panah berapi dan bersiap-siap menembaknya sekaligus.


"maafkan kami kaisar ato"


Ucap nana lalu menembakkan anak panah nya bersama teman-teman yang lain.


Setelah menembakkan anak panah terakhir mereka semua langsung pergi berlari kedalam hutan dan kembali ke istana dewi kegelapan.


Anak panah yang mendarat ke permukaan langsung meledak kuat mengeluarkan api yang berkobar disana.


Anak panah yang meledak barusan juga menjalar membuat ato kesulitan melindungu rumah-rumah para rakyatnya.


20 menit kemudian keadaan sudah mulai membaik.


Ato juga sudah beristirahat membiarkan anak buahnya mencari tau asal usul serangan barusan.


"kaisar,kami sudah mendapatkan informasi tentang penyerangan hari ini. Dari yang kami dapat,panah-panah tersebut memiliki tanda kerajaan iblis".


Tepat saat tangan kanan ato berbicara dirinya kembali merasa emosi mengingat adiknya yang kerasukan iblis hingga adiknya hidup tidak normal.


Beruntung ato menemui lili yang dapat menyembuhkan adiknya jika tidak sampai sekarangpun ato tidak akan tau darimana asal usul penyakit adiknya.


"Dia memulai peperangan.Panggil para anggota kematian, kita akan menyelidiki ini terlebih dahulu".


Ucap ato emosi menggenggam tangannya sendiri dengan kuat bersiap-siap mengalahkan kerajaan iblis.


"baik tuan"

__ADS_1


***


"Inikah kerajaan iblis itu? "


Tanya Lili sedikit kagum saat melihat kerajaan yang sangat besar dengan suasana mencekam disekitarnya.


"iya nona"


Jawab medusa sopan lalu menunggu Lili memberikan perintah kepadanya.


"baiklah"


Lili tiba-tiba saja menarik kepala han agar menyatu ke kepalanya.


Tentu saja hal itu membuat han terkejut, bahkan medusa yang sedari tadi diam sekarang ternganga lebar dengan mata yang sudah membulat sempurna berpikir Lili akan mencium han disaat-saat seperti ini.


"kau sudah melihatnya kan? "


Tanya Lili yang hanya diangguki Han sebagai jawabannya.


'ah, kau hanya memberikan ingatanmu. Sayang sekali, kupikir aku dapat melihat kalian berciuman. Yaampun nona Lili maafkan aku, kotornya pikiranku ini'


Batin medusa yang langsung terdiam dengan wajah yang sudah memerah memikirkan hal-hal tak senonoh antara Han dan Lili.


"Hei, kau ketularan idiotnya Han ya? "


tanya Lili sedikit jijik karena saat ini Medusa benar-benar terlihat seperti Han.


Yap, Han selalu berperilaku seperti itu jika sudah menghayal tentang Lili.


Entah apa-apa yang dipikirkannya namun itu sangat mengesalkan.


Ucap Lili lalu pergi tiba-tiba bersama han meninggalkan medusa yang masih berdiri disana.


"Hoi Medusa, kau tunggu disini dan menonton saja ya! "


Teriak lili lalu pergi terbang keatas langit.


Lili dan han saat ini menggunakan mode transparan sehingga tubuh mereka tak dapat dilihat.


Karena Lili sudah menyusun rencana dengan rapi, Han kini melaksanakan apa yang dikatakan Lili.


Otak Lili itu memang sangat pintar, Han saja tak pernah sampai memikirkan Hal yang seperti ini.


"Lili, ingatlah jangan berlebihan. Aku khawatir kau akan kenapa-napa"


Ucap han lalu mengeluarkan kekuatan intinya yang dapat mengeluarkan orang yang terbuat dari awan dengan menggunakan wajah dewi kegelapan.


Medusa yang hanya menonton sedari tadi kaget bukan main saat melihat awan yang dibentuk han menyerupai dewi kegelapan adalah roh dewi kegelapan.


Sedangkan para iblis yang berada di kerajaan sudah heboh melihat apa yang ada dilangit.


Rui atau bisa dibilang tangan kanan marcell juga terkaget melihat bayangan orang yang sudah lama tak dilihatnya.


Lili tersenyum senang saat melihat para iblis yang tiba-tiba terfokus pada bayangan palsu dewi kegelapan ini.


"hei-hei, jangan menangis ya"


Setelah itu lili mengeluarkan kekuatan kegelapannya dan menyelimuti seluruh kerajaan dengan kekuatan gelapnya.


Kosong,gelap,dingin dan menakutkan. Itulah yang para iblis itu rasakan.

__ADS_1


Marcell yang berada didalam istana bahkan masi sempat merasakan merinding walaupun sudah menggunakan pelindung.


Marcell ingin keluar mencari apa yang terjadi diluar, namun keadaan ini terlalu gelap seperti dirinya sedang berada diruangan gelap tanpa cahaya sedikitpun.


Seluruh kerajaan menjadi gelap gulita. Rui yang merasakan aura familiar dari kekuatan kegelapan ini menitikkan air matanya saat mendengar roh-roh dari kekuatan kegelapan ini.


"Dewi kegelapan"


Ucap rui pelan.


Setelah ucapan rui barusan kegelapan yang menyelimuti mereka barusan menghilang dengan cepat.


Lili, han dan medusa pun sudah pergi menjauh dari kerajaan tanpa meninggalkan jejak apapun.


Lili datang kemari hanya ingin memberikan serta ingin menjalani ide liciknya agar hidupnya sedikit lebih tenang sementara.


"begitu saja? Kenapa tidak di hancurkan saja?"


Tanya Medusa bingung mengapa mereka datang jauh-jauh hanya untuk melakukan hal yang seperti itu.


"kau bodoh ya? Mereka masih belum mengetahui bahwa akulah reinkarnasi dewi kegelapan. Jika aku melakukan hal itu maka saat ini mereka pasti akan memfokuskan penyerangan kepada dewi kegelapan dan mereka akan melupakanku sementara. Nah, disaat mereka sibuk dengan kerajaan dewi kegelapan aku akan pergi mencari sekutu dan menjalankan ideku. Lagipula, aku ingin bersantai sejenak"


Jelas Lili lalu sadar akan dirinya yang keceplosan mengatakan dirinya adalah reinkarnasi dewi kegelapan.


"ha-haan? "


Tanya Lili kaget saat melihat han yang hanya diam dan terus berlari bersama mereka.


"aku sudah tau, aku juga sudah tau kalau kau sebenarnya bukan Lili yang asli. Namun kalian itu sama saja,sebelum aku bertemu denganmu roh dewi kegelapanlah yang mengirimku padamu. Dia sudah menceritakan semuanya,biarpun begitu aku tetap mencintaimu"


Penjelasan han barusan benar-benar membuat Lili bungkam seribu bahasa. Lili tak tau akan mengatakan apalagi dihadapan Han.


"sudahlah, kita lanjutkan nanti saja jika sudah pulang"


Ucap han menenangkan Lili lalu tersenyum lembut kearah istrinya.


'bodoh! Kenapa kau masih bisa tersenyum, walaupun sepertinya kau memang ingin aku jujur namun aku tak pernah memberitahumu kau tetap tenang dan bersikap biasa saja. Han, kau itu manusia seperti apasih? Gara-gara kau aku sepertinya merasakan cinta luar biasa yang membuatku tak bisa jauh-jauh darimu'


Batin Lili lalu memikirkan betapa jahatnya dirinya karena tak pernah jujur kepada Han.


"Hei, sudah kukatakan aku tetap mencintaimu"


"uwah, seneng banget liatin orang bucin"


Batin medusa lalu kembali memikirkan hal-hal tak senonoh tentang lili dan han.


"otak sialan! "


Teriak medusa ditengah hutan dengan darah yang sudah mengucur dari hidungnya.


"kenapa si idiot ini? "


Ucap lili menampilkan wajahnya yang benar-benar kesal lalu berlari lebih cepat karena tak tahan dengan medusa yang makin dilihat semakin terlihat bodoh.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2