GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-62


__ADS_3

"Dewi kegelapan"


Ucap Rui dengan suara pelan serta tatapan mata yang masih melotot kaget karena mengira yang datang ke istana mereka adalah roh dewi kegelapan.


Kekuatan bahkan kehadirannya terasa sangat sama seperti Rui bertemu dewi kegelapan di masa yang lalu.


"Maafkan saya"


Sambungnya dengan air mata yang sudah menetes kelantai.


Rui saat ini terlihat semakin menyedihkan karena memang masih syok melihat roh dewi kegelapan dengan mata kepalanya sendiri.


Sedangkan kini marcel yang tengah sibuk karena serangan barusan masih diam tak bergeming dari singgasananya.


Kekuatan gelap yang merangkap satu istananya itu sungguh mengerikan, Saat itu bahkan dirinya sampai menangis karena tak kuat menahan kekuatan kegelapan yang memiliki roh jahat didalamnya.


"Dia sudah datang".


Ucap marcel tak percaya menatap langit-langit istananya karena dirinya juga masih belum memiliki pasukan yang matang untuk memulai perang dengan pasukan dewi kegelapan yang bisa dibilang mengerikan.


"Semuanya!! Lupakan Lilia terlebih dahulu!! Perkuat pertahanan istana!!. Para pasukan juga harus lebih dipersiapkan dengan matang! Lawan kita sudah datang, Dewi kegelapan kembali kemari! "


Tepat saat marcel mengucapkan nama dewi kegelapan semua petingga yang hadir disana langsung bungkam.


Rui yang baru datang juga menghentikan langkahnya terdiam kaku ditempatnya berdiri saat ini.


Marcel yang merasa aneh dengan sikap orang-orang ini menaikkan sebelah alisnya bingung dengan keadaan saat ini.


"perketat penjagaan dan kuatkan para pasukan. Jika berperang sekarang itu tidak akan mungkin. Aku sudah memakai cermin dunia bulan lalu. Jadi, dalam 10 bulan ini kita harus memperkuat dan menambah pasukan agar kalian tidak ingin kalah".


Sambung marcel lalu pergi keluar istana pergi menghampiri peti mati putri Amen-ra si legenda mesir yang dimana seorang wanita itu katanya bisa berbicara langsung kepada dewa dan memiliki kekuatan yang spesial.


"kau pasti akan sangat membantu. Tapi,saat ini aku masih belum bisa membangunkanmu. Karena perjalanan ini masih panjang. Lilia christiana dan dewi kegelapan ,kalian akan hancur seperti abu".


Ucap marcel terkekeh pelan menatap mayat putri Amen-ra dan memikirkan bagaimana nantinya jika lilia dan dewi kegelapan akan takut pada dirinya.


***


"Siapa yang menyuruhmu? "


Tanya yuki dengan wajah datarnya menatap wanita yang sudah menghancurkan informasi kerajaan dewi kegelapan.


"R-Rui"


Jawab wanita itu. Seketika sel yang saat ini tengah ditempati mereka menjadi hening.


Semuanya menjadi bungkam memikirkan kembali ucapan wanita ini yang menyebutkan nama Rui.


"Rui? Dia masih hidup? Kenapa bisa? Kenapa dia berada di kerajaan iblis?"


Yuki saat ini benar-benar frustasi memikirkan teman lamanya yang sudah lama menghilang.


Rui dulunya adalah pengikut setia dewi kegelapan bersama yuki dan medusa.


Entah kenapa tapi Rui pernah hilang selama beberapa bulan dan istana mendapatkan kabar buruk yang mengatakan bahwa rui sudah meninggal.


Namun, saat ini rui kembali hadir. Tapi, dirinya hadir bukan sebagai teman melainkan lawan.


"Urus orang ini. Aku ingin istirahat".


Pamit yuki lalu pergi begitu saja membiarkan 1 dan 2 menyelesaikan tugas mereka.

__ADS_1


"********"


Maki yuki dengan air mata yang sudah keluar mengingat kembali temannya yang sudah menghilang .


***


Hari-hari sudah berlalu dengan cepat. Semua pertahanan bahkan pintu masuk yang sudah diketahui itu sudah dipindahkan.


Wanita yang menghianati istana juga sudah dikeluarkan dari kerajaan dengan pikiran yang sudah diatur ulang agar tidak mengingat-ingat kerajaan dewi kegelapan.


Pasukan iblis juga diam-diam selalu datang ke kerajaan iblis untung menyerang.


Namun, karena bantuan anak murid lili yang menjaga di benteng luar istana banyak membuat iblis yang datang selalu kalah dan sekarat.


Bahkan mereka menjadi terkenal Dengan topeng rubah mereka yang saat ini sudah menjadi ciri khas.


Banyak anak-anak dikota dan bangsawan disana mengagumi mereka.


Tentu saja mereka yang terkenal dengan kata pahlawan itu membuat hidunng xiao menjadi sangat mengembang karena terlalu sering mendengar pujian-pujian tentang Dirinya.


"Hei"


Panggil lili seraya menepis pelan lengan xiao karena sudah tak tahan melihat wajah xiao yang selalu seperti ingin mati dengan hidung kembangnya.


"oh, nona lili. Selamat datang"


Ucap xiao yang sudah mendengar semuanya tentang lili si penguasa kerajaan dewi kegelapan dan lili seorang reinkarnasi dewi kegelapan.


"Panggil kakak saja bodoh! "


Kesal lili lalu masuk keruangan latihan khusus mereka karena lili masih memiliki hutang kepada para muridnya.


"kakak ular kemana? "


Menurut mereka semua medusa sudah seperti parasit. Bahkan mereka saja tak pernah menempel 24jam nonstop dengan kak lili.


"dia sedang pergi mencari orang yang memiliki senjata abadi waktu. Ada yang harus kuurus, dan aku harus pergi ke masa depan nanti bersama kalian dan han".


"kami juga??".


Tanya nana dengan mata yang berbinar memikirkan bagaimana rasanya jika pergi kemasa depan.


"Apa masa depan itu banyak wanitanya? "


Tanya leo dan jun bersamaan tak sabar melihat para wanita-wanita cantik dari masa depan.


"kalian akan tercengang nanti jika melihatnya. Baiklah tolong bahas itu nanti saja. Sekarang yang paling penting, aku harus mengajarkan kalian semua teknik baru khusus per orangan".


"AKHIRNYAA!!! TEKHNIK BARUKU DATANG JUGAA!! "


Teriak xiao yang saking senangnya dirinya berlali berkeliling ruangan memikirkan tekhnik pedang barunya yang akan diberikan langsung oleh kak lili.


***


"Perketat kuda-kudamu!! "


Teriak lili saat melihat kuda-kuda xia yang salah.


"Matamu harus fokus pada lawan. Ini adalah tekhnik duo yang kusiapkan untuk kalian berdua. Tetaplah bekerja sama, tekhnik yang kuajarkan sudah lumayan bagus ingatlah untuk tidak mengeluarkan tekhnik ini tanpa seijinku. Lanjutkan latihan kalian, aku ingin melihat yang lain".


Ucap lili lalu pergi begitu saja dan menghampiri yuto yang masih terduduk dilantai bersama chen.

__ADS_1


"haihh, andai saja yang lain dapat mengerti tekhnik ini hanya melalui buku seperti kalian berdua. Ah iya, Apa kalian sudah memahaminya? "


Tanya lili kepada yuto dan chen yang tengah membaca lembaran buku yang sudah disiapkan lili.


"kami sudah bisa melakukan tekhnik ini.  Tapi kami seperti kekurangan sesuatu".


Jawab chen dengan yuto yang hanya manggut-manggut mengiyakan perkataan chen.


"chen, coba kau tunjukkan padaku".


"baik"


Chen yang saat ini tengah memperlihatkan tekhniknya menjadi pusat perhatian mereka semua.


Keadaan yang tadinya berisik kini menjadi tenang.


Tiba-tiba saja saat chen menghembuskan nafasnya keadaan yang tadinya tenang juga kembali berubah menjadi mencekam.


Jaring laba-laba hantunya menempel ke segala arah. Bahkan ruangan latihan mereka saat ini penuh dengan jaring laba-labanya.


Chen menggigit jempolnya dengan cepat lalu meneteskan darahnya ke benang jaring yang menempel dimana-mana itu.


Walaupun hanya setetes darah yang dikeluarkan chen mampu menyebar ke segala arah dan menyatu dengan benang.  Tepat saat chen akan melanjutkan tekhniknya lili langsung mundur mengamankan anak muridnya bersama dirinya.


"meledaklah"


Tepat saat chen mengatakan itu benang-benang yang bersatu dengan darahnya itu meledak kuat membuat ruangan latihan mereka hancur seketika.


Beruntung yang lain selamat karena lili tadi masih sempat mengamankan anak muridnya.


Entah mengapa tapi saat ini lili benar-benar bangga dengan anak muridnya.


Mereka benar-benar anak luar biasa.


Bahkan lili juga sangat bangga karena tekhnik yang dia ciptakan dapat membuat serangan sebesar ini.


"itu hebat!! "


Teriak yang lain kagum lalu berlari kearah chen dengan senang kecuali xia yang masih berdiri memegang erat pedangnya.


"bukan saatnya untuk kagun seperti itu. Kita semua juga harus mengejar chen. Ayo xiao, kita lakukan tekhnik ini".


Ucap xia membuat semua orang terdiam memikirkan betulnya ucapan xia yang dimana mereka saat ini tidak boleh main-main terlebih dahulu.


"baiklah. Karena mungkin kalian akan membuat kekacauan lebih besar. Kita akan pergi ke hutan untuk latihan lebih serius".


Ucap lili lalu pergi keluar dari ruangan latihan mereka yang sudah hancur.


"anu, 1 aku boleh meminta tolong tentang hal ini kan? "


Tanya lili menunjuk kearah ruangan mereka yang barusan saja hancur.


"baik nona".


Jawab 1 lalu pergi dengan cepat melaksanakan apa yang dikatakan lili.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2