
Namaku lilia christiana. Perempuan yang selalu di takuti dan dihormati di negaraku.
Hidupku penuh kesengsaraan dan kepedihan yang mendalam. Diriku dibuang orang tuaku dan dipungut oleh pemilik rumah panti asuhan.
Aku dijaga dan diberi makan serta pakaian yang layak.
Banyak anak-anak yang juga tak mempunyai orang tua di panti asuhan itu.
Awalnya aku takut saat melihat banyak anak-anak disana. Tetapi, rasa takutku hilang karena anak-anak panti asuhan yang seumuran denganku sangat baik dan ceria.
Mereka selalu mengajakku bermain bersama membuat kepribadian ku menjadi ceria berbeda dengan masa kecilku yang dulu kelam bersama orang tua tak bertanggung jawab.
Sekitar 2 tahun kemudian aku mendapat orang tua asuh.
Lelaki tua kaya yang hanya tinggal sendiri dimansion besar membuatku sedikit takut dan mengira bahwa diriku akan dijual.
Nyatanya tidak. Kakek itu sangat baik padaku, dia merawatku seperti anaknya sendiri.
Memang jika dilihat-lihat rumah kakek itu terdapat banyak senjata tajam dan juga banyak senjata yang biasanya dipakai para tentara seperti yang aku lihat ditelevisi.
Kakek mengajariku bagaimana cara bertarung yang baik dan juga selalu menyuruhku untuk membaca seluruh buku di perpustakaan besar pribadinya.
Aku membaca banyak macam buku dalam satu hari.
Rak-rak buku yang besar dengan jumlah banyak sudah kubaca semua membuat pikiran otakku meningkat pesat.
Saat itu aku masih berumur 8 tahun. Dan saat itu aku sudah diajari banyak hal oleh kakek.
Dalam 7 tahun aku menjalani hari-hari yang berat dengan rasa sakit ditubuh seakan-akan tulangku akan hancur karena terlalu banyak latihan.
Itulah yang aku rasakan setiap hari tanpa keluar dari rumah dan tidak bersekolah seperti anak-anak yang lain.
Menurutku itu tidak apa-apa. Karena bagiku mengikuti harapan kakek adalah yang terbaik.
Tepat disaat umurku yang ke 18 tahun kakek sedang terbaring lemah dikasurnya dan berkata kepadaku bahwa aku adalah keturunan selanjutnya.
Mansion besar yang mewah ini kakek dapatkan karena hasil dari tugasnya yang harus membunuh orang-orang yang melanggar aturan di negaranya.
Kakek mengatakan jika aku tidak melanjutkan tugas kakeknya mungkin negaranya akan menjadi kacau balau karena orang-orang melanggar aturan yang ada.
Apalagi sekarang karena kakek yang sudah tua dia berhenti beberapa tahun untuk mencari penerus, mungkin saja saat ini sudah banyak lagi penjahat yang datang.
Kakek berkata padaku jika aku tidak ingin melanjutkan tugas kakek itu tidak apa-apa karena tugas ini adalah tugas yang berat. Bahkan aku bisa saja kehilangan suasana hangat bersama teman atau keluarga disaat menjadi pembunuh bayaran.
Karena kakek mengatakan itu dengan penuh harap. Aku pun harus memenuhinya dan berpikir bahwa itu adalah hasil dari kerja kerasku selama ini.
Aku menjadi pembunuh bayaran dan menghasilkan banyak uang.
Para penjahat yang menjadi-jadi itu sudah kuhukum.
Dalam dua bulan namaku sudah terkenal di masyarakat. Dan benar apa yang dikatakan kakek bahwa sekelilingku akan terasa berbeda karena disaat teman-teman yang dulunya berada di panti asuhan bersamaku mulai menjauh karena takut padaku.
Aku merasa kecewa dan sedih saat melihat orang-orang menjauh dariku.
Mereka memang menghormati ku karena aku sudah membunuh penjahat yang sudah membuat mereka resah.
Namun rasa hormat itu tak pernah berubah menjadi persahabatan.
Mungkin inilah yang dirasakan kakek saat pertama kali menjadi pembunuh bayaran.
Aku mengikhlaskan itu semua dan tetap berpikir bahwa aku masih memiliki kakek.
Tapi, pikiran itu hilang seketika disaat kakekku meninggal karena usia nya yang sudah tua.
Aku tak ingin kehilangan orang yang kusayang seperti ini. Tapi jika itu sudah ditakdirkan aku tak bisa menolaknya.
Aku tetap melanjutkan apa yang dibilang kakek hingga sampailah aku terbunuh karena ledakan bom.
Aku hidup kembali dan aku tak mengerti mengapa itu terjadi. Namun, dikehidupan baru itu aku langsung bertemu seseorang yang bernama melly. Dia mengkhawatirkan diriku dan bahkan selalu menemaniku dimanapun itu.
Kehidupan baru ini aku menemukan banyak keanehan.
Dimulai dari diriku yang memiliki kekuatan seperti didalam game,hewan-hewan yang berbentuk seperti raksasa bahkan hewan itu dapat bicara.
Aku bertemu banyak orang yang saat ini sangat aku sayang.
Aku sangat nyaman tinggal di kehidupan baru ini. Aku sangat bersyukur karena dapat kembali bercanda ria bersama orang-orang yang aku sayang.
Sudah lama waktu berlalu aku menemukan orang yang membuatku mati dan masuk kedalam tubuh perempuan yang bernama lili ini.
Roh ku terbawa ke dunia ini disaat lelaki yang bernama marcel itu mengaktifkan cermin dunia.
Disaat itu aku memang sudah mati karena ledakan bom. Namun, karena rohku masih berada bersama marcel aku juga ikut terbawa kemari.
Aku memasuki tubuh perempuan cantik bernama lili wu yang disaat itu juga tengah meninggal dikarenakan kakak tirinya.
Aku membalaskan dendam lili dan menjalani hidupku disini bersama orang tua yang baik hati berbeda dengan kehidupanku sebelumnya.
Saat ini marcel sangat ingin menyingkirkanku karena tak ingin rencananya bersama pasukan iblis barunya menjadi kacau.
Tentu saja aku tak akan mengalah dan juga akan mencari cara untuk membunuh marcel yang telah gagal dia bunuh.
Perjalananku kali ini akan lebih berat karena mungkin saat ini marcel juga menjadi berbeda karena sudah mendapatkan kekuatan seperti dirinya.
Aku akan berusaha dengan keras untuk menyingkirkan marcel.
Karena aku sudah tidak ingin pergi dari kehidupan baru yang hangat ini.
***
Saat ini chen bersama teman-temannya tengah berlari dan kemudian berhenti di atas pohon menatap sekeliling dengan seksama.
"Aroma iblis".
Ujar yuto tiba-tiba saat mencium aroma iblis yang menusuk hidungnya. Yuto memang memiliki indera penciuman yang tajam. Hal itu membuat semua teman-temannya menatap kearah yuto yang tengah terduduk membaca gulungan yang lili berikan.
__ADS_1
" diarah mana?"
Tanya chen.
"Arah selatan dan utara".
Jawab yuto lalu menyimpan gulungannya dan kembali berdiri karena sudah membaca teknik menggunakan pedang.
"Sebentar!".
Cegah yuto disaat hidungnya merasakan aroma itu semakin menusuk hidungnya.
Hal itu membuat teman-temannya terhenti karena kaget dan kembali menatap yuto meminta penjelasan.
" mereka mendekat!"
Sambungnya lalu kembali menutup wajahnya menggunakan topeng rubah yang dibuat lili.
"Pakai topengnya. Jangan sampai wajah kita terlihat! Nana, kau tetap berada disini karena kaulah yang paling penting. Bersembunyilah dengan aman dan gunakan teknik transparan yang diajarkan kak lili. Kami akan bersama-sama menyerang".
Jelas chen dan kini bersiap-siap bersama temannya untuk menyelesaikan misi ini.
" mereka datang!"
Ucap yuto saat melihat 3 iblis berbadan besar yang mengarah ke mereka.
"Baiklah. Ayo turun".
Tepat saat chen mengatakan itu mereka semua sudah melompat tinggi ke langit dan bersiap menyerang meninggalkan nana yang menambahkan kekuatan teman-temannya dari atas pohon.
Chen yang tadinya melayang diudara kini mendarat dengan sempurna ditanah dan langsung mengeluarkan kekuatan jaring laba-labanya dan meletekkan tangannya di tanah agar jaringnya merambat dan mengikat tubuh iblis yang ada dihadapannya.
" xiao!"
Tepat saat benang jaringnya terikat kuat ditubuh iblis itu chen berteriak kuat memanggil xiao agar memenggal tubuh iblis ini.
"Gak usah teriak-teriak woy!!"
Teriak xiao menjawab panggilan chenĀ dan berlari secepat kilat kearah iblis yang diikat chen.
Kecepatan xiao yang tak terlihat itu tiba-tiba saja sudah membelah perut iblis itu memisahkan kepala dan kakinya.
Karena merasa bagian mereka sudah selesai chen dan xiao tersenyum sombong kearah teman-temannya yang belum selesai.
Diarah lain terdapat jun, xia dan gong.
Gong yang mengumpulkan kekuatan tapak budha ditangannya mengepalkan kuat tangan kanannya bersiap untuk menyerang iblis ini.
Begitupun dengan jun yang mengumpulkan kekuatan naganya di tangan kanan agar bisa memukul iblis itu dengan kuat bersama gong.
Sedangkan xia berlari cepat kearah lain yang berjarak sekitar 30 meter menunggu iblis itu datang kearahnya.
Belum sempat iblis itu mengeluarkan kekuatan dirinya sudah melayang jauh saat dipukul keras oleh gong dan jun bersamaan.
Dan tepat saat xia ingin mendarat kebawah,tubuh iblis itu sudah berada dibawahnya.
Dengan cepat xia melemparkan pedangnya dan menancap kuat tubuh iblis yang sudah tak bisa bergerak lagi karena tancapan kuat dari pedang milik xia.
Xia mencabut paksa pedangnya membuat darah iblis itu keluar berceceran.
"Hei chen!! Coba lihat ini".
Teriak xiao menunjuk kearah iblis yang tadi ditebasnya tengah mengembalikan tubuhnya.
Ini sungguh aneh dan hampir membuat chen muntah karena belum pernah melihat hal yang seperti ini.
"Xia! Menjauh darinya! Dia masih hidup!".
Teriak xiao mengingatkan xia yang terlalu dekat dengan iblis yang ditusuknya.
Xia dengan cepat berlari dan kini sudah berada bersama gong dan jun.
Terlihat iblis yang ditusuknya tengah meregenerasikan tubuhnya agar kembali pulih.
" kak lili! Mereka sudah xiao tebas tetapi anehnya mereka dapat beregenerasi dengan cepat!"
Ucap chen bertelepati yang membuat lili juga agak bingung mendengarnya.
Lili yang tengah khawatir saat ini kembali menyuruh han agar dapat mengeluarkan vena.
"Anak muridku sudah menebas tubuh iblis itu. Tapi mengapa dia masih bisa beregenerasi?"
Tanya lili yang tak sabar menunggu jawaban karena memikirkan anak-anak muridnya yang tengah kesusahan.
"Karena kelemahan mereka adalah leher. Bukan perut atau tangan dan kaki".
Jawab vena malas lalu kembali masuk kedalam tombak han karena ingin tertidur.
" tebas lehernya!".
Balas lili bertelepati dipikiran chen dan kembali menunggu kabar dari anak muridnya saat chen mematikan kontak telepati barusan.
"Kalian semua! Hancurkan lehernya agar kepala dan tubuh mereka terpisah!".
Teriak chen kepada semua teman-temannya yang mengangguk mengerti.
" sialan. Ternyata kalian sudah tau ya? Ah tidak apa-apalah. Toh, kalian akan mati sebentar lagi".
Sahut salah satu iblis yang berhasil menyatukan tubuh dan kakinya kini menatap chen dan xiao secara bergantian.
Iblis tadi tiba-tiba saja mengeluarkan cambuk panjang yang terbuat dari besi.
Cambukkan kuat diberikan iblis itu yang mengarah ke xiao dan chen. Beruntung xiao dan chen tidak terkena cambukkan dahsyat tadi karena nana yang memberikan pelindung.
"Hati-hati bodoh!".
__ADS_1
Teriak nana lalu kembali fokus menambahkan kekuatan pada teman-temannya.
" hei xiao. Kau tebas lehernya aku akan ikat cambuknya".
Ucap chen memberikan ide membuat dua orang remaja laki-laki itu dengan cepat bergerak mengarah ke iblis dihadapan mereka.
Chen mengeluarkan benang jaring tipisnya dan melilit kuat cambuk besi itu hingga tak bisa bergerak karena semakin tipis jaring benang yang dikeluarkan chen akan semakin besar kekuatannya.
"Sialan kau boca--akhhh!"
Teriak iblis itu yang kini sudah kehilangan kepalanya karena barusan xiao menebas leher iblis itu secepat kilat.
Dan benar yang dikatakan lili. Tubuh dan kepala iblis itu sudah tak bergerak lagi.
Xia yang Melihat iblis bagian xiao terkapar kini mulai maju duluan meninggalkan jun dan gong.
"Baiklah, kami serahkan padamu".
Ucap gong dan jun lalu pergi kembali ke pohon menjaga keamanan nana.
Xia berlari lebih cepat dari biasanya dan melompat tepat kearah iblis dihadapannya.
Genggaman tangannya pada pedang semakin kuat.
Dan saat mendarat xia sudah berada dibelakang tubuh iblis itu dan menebasnya dengan cepat.
Tubuh iblis yang baru saja ditebas xia mengeluarkan darah yang lebih banyak daripada tadi.
Tubuh iblis itu terkapar dengan kepalanya yang sudah dipijaki xia berkali-kali hingga hancur.
Xiao yang melihat xia menginjak-injak kepala iblis itu sampai hancur mendadak merinding dan kembali kepada teman-temannya yang sudah berada di pohon tempat nana berada.
Chen kembali menghampiri nana dan memberikan kepala iblis tadi agar nana dapat melaksanakan tugas yang diberikan lili.
Leo yang sedari tadi melawan iblis sendirian mulai mencari dimana keberadaan yuto.
Leo rasanya ingin melempar wajah yuto yang tengah melongo melihat teman-temannya yang berhasil mengalahkan iblis.
Karena leo juga malas untuk mengeluarkan energi dirinya berlari kebelakang dan mendorong yuto agar maju melawan iblis.
"Gantian gantian. Kau tak ada melawan dari tadi sih"
Cibir leo lalu berjalan senang menghampiri teman-temannya karena sudah tak perlu mengotori tangannya.
Yuto pun hanya pasrah dan melakukan apa yang dikatakan leo.
Petir berwarna kuning keluar menyelimuti tubuh yuto.
Tepat disaat iblis itu maju kepala nya sudah terpotong karena yuto yang tiba-tiba saja sudah sampai disana.
Yuto menggunakan pedangnya dengan baik membuat xiao bangga karena ada juga temannya yang bisa memakai pedang.
"Itu cepat sekali!"
Kagum jun karena memang kecepatan yuto tadi benar-benar melebihi mereka semua.
"Dia menggunakan kekuatan kilatnya yang bisa membuat kecepatannya berkali-kali lipat. Itulah keunggulan dari orang yang berkekuatan spirit petir".
Ujar chen memberi penjelasan kepada teman-temannya.
" eh, yuto kenapa masih berdiri disitu? Coba samperin sana leo!"
Suruh xiao yang sedari tadi melihat yuto tak bergerak sama sekali dari tempatnya.
Leo pun hanya berjalan malas dan saat tiba didepan yuto dirinya sangat ingin meludahi temannya sekarang ini.
"DIA TIDUR WOI! BISA BANGET TIDUR BEDIRI!"
Teriak leo saat melihat yuto tengah menutup matanya dengan suara dengkuran yang terdengar sampai telinganya.
"BANGUN! KIPLI!"
sambung leo memukul perut yuto.
Hal itu sontak membuat yuto pingsan antara terkejut dan rasa sakit.
"Aku sudah melihatnya. Masih ada beberapa belas lagi disekitar kota. Jangan biarkan mereka lolos".
Ucap nana yang sudah selesai menggali informasi saat melihat rekaman ulang kehidupan iblis yang dibunuh chen dan xiao tadi.
" mulai dari sini kita berpencar. Lempar benda ini kelangit saat kalian sedang dalam masalah. Kak lili yang menyarankan itu, dan jangan sampai membuat para warga keluar dari rumahnya".
Jelas chen lalu memberikan bola-bola kecil kepada teman-temannya.
"Xia! Udah dong nginjaknya! Kakimu gak sakit apa?!"
Tanya nana saat melihat xia yang masih menginjak-injak wajah iblis tadi karena mengira jika tidak diinjak iblis itu akan kembali hidup.
"Iya iya".
Jawab xia yang langsung berlari menghampiri teman-temannya.
"Kita semua sudah tau apa kelemahan mereka. Baiklah, ayo kita berpencar".
Setelah mengatakan itu chen dan yang lainnya sudah pergi dari tempat kejadian dan berpencar untuk membunuh iblis-iblis yang berkeliaran di malam hari ini.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1