GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-23


__ADS_3

Bagian tengah kerajaan wu hancur karena pertarungan mereka dari tadi.


Ditambah lagi sekarang dentuman kuat yang dibuat oleh wuzi dan vena.


Lili terbangun dari pingsannya karena keadaannya yang mulai membaik.


Lili menatap sekeliling dan melihat semua orang terduduk lemah sambil menonton pertarungan vena dan wuzi.


Lili menarik kain baju han dan duduk menyender ke pundak han.


Han masih khawatir karena keadaan lili yang masih dibilang lemah saat ini, wei yang melihat lili terbangun langsung berlari dan memeluk lili dengan erat.


Entah karena apa energi lili seperti pulih kembali saat wei memeluknya, lili menatap wei lalu beralih lagi menatap wuzi.


"Eh, han. Wuzi mengeluarkan air mata? Dan apa pula arti tanda dilehernya"


Tanya lili saat melihat gerak-gerik wuzi yang sedikit aneh.


Lili juga kurang mengerti kenapa wuzi masih bisa bertahan selama ini, dan juga wuzi yang tiba-tiba saja menjadi kuat semakin membuat lili curiga.


Han menatap leher wuzi dan meneliti ada 3 tanda kecil berbentuk bunga lotus berwarna merah.


Han melototkan matanya dan menatap lili tidak percaya.


"Itu tanda 3 lotus merah. Orang itu pasti terkena jutsu yang sama seperti ibumu"


Ucap han lalu membuka mata saktinya untuk melihat apa yang ada ditubuh wuzi.


Han berdiri tiba-tiba dan membuat pelindung diantara wuzi dan vena.


Yang lain menatap han tiba-tiba meminta penjelasan, begitu juga dengan lili yang menatap han menaikkan sebelah alisnya.


Han berjalan menghampiri wuzi yang masih memasang kuda-kudanya untuk melawan han.


Tak sempat wuzi melawan karena Han yang lebih cepat mematahkan jutsu itu dan membawa wuzi yang sekarang sudah pingsan ke tempat gu nin dan yang lainnya.


"Apa maksudnya?!" tanya vena tak percaya, karena belum puas untuk membunuh wuzi.


"Nana, baca semua ingatannya"


Ucap han menghadap kearah nana.


Nana dengan cepat menuju kearah wuzi dan mengeluarkan sihirnya lalu terpejam agak lama.


Nana yang sedari terpejam dan terdiam kini membuka matanya menatap semua orang yang melihat kearahnya dengan intens.


"Apa yang kalian semua lihat? Apa ada upil di hidungku?"


Tanya nana memecahkan suasana yang tadinya serius kini menjadi hancur karena gelak tawa xiao dan jo.


"Diam! katakan apa yang kau lihat"


Ucap han membuat semua orang menjadi diam dan sunyi.


Nana menatap wei lalu menunjuk wei dengan wajah datarnya.


"Ada 1 orang perempuan dan 2 orang laki-laki yang tiba-tiba datang kepadanya di belakang gunung academy. Kalau tidak salah laki-laki itu menyebut si nama perempuan itu wen, setelah pemuda ini bertemu dengan mereka bertiga, dia langsung tak sadarkan diri".


Han melototkan matanya mendengar nama wen yang sudah lama menghilang.


" sasaran mereka adalah anak ini. Mereka berniat untk menumbalkannya ke 9 tingkat pagoda "


Sambung nana menunjuk wei yang masih memeluk lili lalu melihat sekeliling dengan wajah yang tidak tau apa-apa.


"Kenapa semua orang mengincar wei!? Kau vena!! Kenapa kau mengincar wei!?"


Tanya lili frustasi melihat tingkah konyol orang-orang yang ingin menculik wei.


Kenapa mereka sangat ingin menculik wei yang masih anak-anak.

__ADS_1


"Entah kenapa saat bertemu wuzi aku tiba-tiba saja terlena dan mengikuti sarannya. Dia berkata jika aku dapat menemukan anak berkekuatan langit dan bumi diriku akan menjadi dewa paling kuat di dunia ini"


Jawan vena sedikit menunduk dan merasa bersalah karena dirinya yang terlalu mudah untuk dihasut.


Lili yang sudah lelah sedari tadi menggendong wei dan berjalan menuju ayahnya tanpa memperdulikan yang lain.


Ayahnya terkapar lemah dengan darah-darah yang sangat banyak.


Lili naik ketubuh axe dan meletakkan wei agar duduk diam disana.


Dia melompat turun dan berjalan mengarah ayahnya lalu meletakkan ayahnya ditubuh cloud.


"Sembuhkan ayahku menggunakan apimu saat diperjalanan nanti"


Ucap lili menatap mata cloud.


"Master, aku bisa menyembuhkan lukanya. Tetapi aku tidak bisa menghilangkan bekas-bekas lukanya"


Ucap cloud yang hanya diberi balasan anggukan oleh lili.


"Tidak apa-apa"


Lili kembali berjalan kearah axe dan melompat ditubuh burung phoenixnya.


Tanpa mengatakan apa-apa kepada yang lain, lili pergi bersama wei,axe,tan dan cloud yang membawa chun.


Han menatap kepergian lili yang tiba-tiba tanpa memberi tahunya sedikit merasa sedih.


Yang lain menatap lili heran sedangkan xia menatap lili dengan wajah yang sedikit khawatir karena bisa mengetahui isi hati lili.


***


2 burung phoenix berkekuatan api dan 1 burung phoenix berkekuatan es menuju istana qi.


Hari sudah sore, para tamu yang tadi ramai kini sudah pulang dan hanya menyisakan pelayan di halaman istana.


Yui menatap lili yang datang dengan 3 burung phoenix menganga tak percaya.


"Lili, ada apa dengan rambut dan matamu? Dimana ayahmu?"


Tanya yui yang berlari menuju lili.


"Itu akan kujelaskan nanti. Aku akan membawa ayah ke tabib istana dulu"


Ucap lili lalu berjalan membopong ayahnya tanpa merasakan berat beban.


Wei yang merasa takut melihat yui hanya menunduk dan mengikuti lili sambil menggenggan erat pakaian mamanya.


***


Malam hari sudah tiba.


Lili, wei dan yui kini sedang berada diruangan khusus milik lili.


Yui tidak pulang ke kerajaan wu karena berniat untuk menginap disini terlebih dahulu.


Yui duduk dikursi yang berada diujung ruangan, cahaya bulan masuk melewati jendela yang berada disebelah yui membuatnya terlihat sedikit lebih elegan saat terkena sinar bulan.


Wei tertidur pulas dikasur yang berbantalkan paha lili sambil memeluk pinggang ramping mamanya.


Lili hanya menunggu yui melontarkan pertanyaan padanya.


"Jadi, kenapa kau bisa menikah tiba-tiba seperti ini"


Tanya yui menatap lili sambil menopangkan dagu di tangannya.


"Han adalah guruku, aku mencintainya. Aku tidak tau sejak kapan aku menyukainya, rasa suka itu tiba-tiba berubah menjadi sayang dan atak lama juga rasa sayang itu tumbuh menjadi cinta. Ibu, apakah aku salah karena mencintai seseorang secepat ini? Apakah aku salah karena menikah secepat ini?".


Tanya lili lalu menunduk merasa bersalah karena tiba-tiba saja menikah tanpa memikirkan perasaan orang tuanya.

__ADS_1


" nak, mencintai seseorang tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya butuh waktu sedetik saat kau berkedip melihatnya, rasa cinta itu sudah pasti akan tumbuh. Banyak orang-orang yang menyepelekan cinta pandangan pertama, tapi buktinya sekarang adalah kamu. Kamu berhak memilih apa yang baik bagimu dan ibu sangat menghargainya.


Jika kau memang menikah dengannya karena keinginanmu yang ikhlas dan dirimu yang mencintainya ibu sudah bisa sepenuhnya merestui hubungan mu. Karena, apapun yang kau pilih pastilah sesuatu yang sangat spesial. Tapi lain kali katakan dulu pada ibu".


Ucap yui berjalan kearah lili lalu mengelus pelan rambut anak perempuannya dengan lembut.


"Jadi, kenapa kau bisa mengangkat putri liyan ini menjadi anakmu"


Tanya yui lagi melihat wei sangat imut saat tertidur.


"Bukan liyan. Tetapi wei huawen"


Ucap lili menatap ibunya yang seperti ingin meminta penjelasan.


"Han huawen, marga suamiku. Mungkin ibu juga bingung kenapa marga suamiku tidak mengikuti nama kerajaan qi. Berbeda dengan kerajaan lain yang menggunakan marga menjadi nama kerajaan yang membuat mereka berkuasa hanya karena nama marga. Maka dari itulah kenapa anggota-anggota istana memiliki nama yang mengikuti nama kerajaan. Disini berbeda, nama marga yang mengikuti nama kerajaan tidak berlaku. Maka dari itulah tidak ada keturunan yang bermarga QI".


Ucap lili lalu kembali melanjutkan semua ceritanya yang berawal dari pertarungan tadi siang hingga rambut dan matanya berubah.


Waktu berlalu agak lama, lili menutup mulutnya dan merasakan kekuatan han yang menunu ke ruangannya.


Lili mengode kearah ibunya dan berakting mengeluarkan wajah memelasnya saat han sedang berhenti didepan pintu karena mendengar suara lili.


" ibuuu, aku mencintai han. Tetapi kenapa dirinya masih memikirkan wanita lain"


Ucap lili dengan suaranya yang digemetarkan seperti ingin menangis. Padahal didalam hatinya sedang tertawa dan membayangkan wajah han diluar sana.


Han yang mendengarkan perkataan lili barusan langsung terdiam dan gemetar karena mendengar lili yang seperti ingin menangis.


"****** kau han! Suruh siapa memikirkan wanita yang bernama wen itu. Untung saja aku dapat membaca pikiran orang, jika tidak mungkin aku tidak akan tau apa-apa bahwa wanita itu adalah kenangan terindahmu"


Batin lili yang agak merasakan sakit didadanya saat mengingat han yang memikirkan wanita lain tadi.


Lili meneteskan air matanya dan terisak-isak menghayati aktingnya membuat han semakin gemetaran merasakan sakit mendengar lili yang menangis.


"Nak, jangan menangis lagi. Ibu mohon, nanti penyakitmu kambuh jika menangis. Ibu tak mau kau tertidur selama 2 bulan seperti kemarin"


Ucap yui yang menambah-nambah cerita lalu menjempolkan tangannya kearah lili.


Lili sangat kagum dengan akting ibunya yang sangat mulus ini.


Ditambah lagi ibunya yang mengarang cerita semakin membuat han yang ada diluar khawatir setengah mati.


"Ibuuu, huhuuuu. Apa yang harus aku lakukannn? Dia tidak mencintai ku huwaa"


Ucap lili bergetar menahan tawanya. Suara lili yang bergetar seperti itu benar-benar terdengar sedang menangis.


"Kalian harus cerai!. Besok ibu akan mengurus semuanya. Sudah memang seharusnya ibu menjodohkan mu"


Ucap yui lalu menutup mulut dan matanya menahan tawa.


Han yang mendengar kata cerai sangat terkejut dan ingin mati rasanya.


Wajahnya dipenuhi keringat dingin dan tanpa ragu dia mendobraki pintu ruangan milik lili kasar dengan wajahnya yang sawan dan pucat memikirkan lili yang akan meninggalkannya.


Brakk


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2