
Lili saat ini sedang duduk disebrang danau besar dihadapannya.
Wei sudah tidur sejak tadi, sedangkan han sibuk mengurus pernikahan.
Sedangkan dia hanya duduk menatap langit seperti orang ****.
Cahaya sore menerpa wajah cantik lili, dirinya membaringkan tubuhnya di rumput sambil menutupkan matanya.
Jika diingat-ingat lagi dirinya sudah lama tidak membunuh atau menyiksa seseorang.
Rasanya tangan lili sangat gatal untuk membunuh, tetapi dirinya hanya menahan diri dan menunggu untuk melakukan perburuan ke hutan nue.
Lili yang memejamkan mata tidak sadar dan mulai tertidur menikmati hari-harinya.
***
"Dimana lili?!" bentak han yang sejak tadi sudah khawatir menunggu lili.
Hari sudah malam, tetapi lili belum juga ada diruangannya.
"Cari dia!" perintah han kepada pengawal istana.
Dirinya berlari mencari lili, dia sangat khawatir dan tidak ingin kehilangan gadis itu.
Han berlari menuju ruangan wei lalu dia hanya melihat si putih dan wei sedang tertidur pulas.
Dirinya kembali keluar dan menuju sungai, ingin rasanya dia menangis karena memikirkan lili yang tiba-tiba hilang dari dirinya.
Han terus berlari mengikuti arus sungai dan menatap danau didepannya.
Matanya melihat sekeliling dengan teliti mencari lili.
Saat melihat kearah kanan dirinya melotot dan menetralkan nafasnya karena menemukan lili yang sedang terbaring disebrang danau.
Dirinya berpikir lili saat ini sedang pingsan atau apa.
Han berlari menuju lili dan duduk disebelahnya.
Wajah tenang lili saat tidur yang disoroti oleh cahaya bulan membuat lili terlihat lebih cantik.
Han mendekatkan wajahnya kearah lili dan memejamkan matanya.
Tangan kanannya menahan di sebelah lili seperti sedang mengunci tubuh lili.
Cup
Han mencium lili dengan pelan.
Lili yang sedang tertidur merasakan bibirnya sedang bersentuh dengan benda yang kenyal. Lili menyipitkan matanya dan melotot kaget saat melihat han yang sedang menciumnya.
Ciuman pertamanya lili, sudah musnah hari ini dikarenakan han.
Harusnya lili menjaga ciumannya hingga besok untuk han sebagai suaminya.
Han memperdalam ciuman mereka dan mengelus pelan rambut lili.
Lili menutupkan matanya karena sudah terbawa suasana dengan kelakukan han, dia menarik tangannya dan memegang tekuk leher belakang han.
Han sedikit kaget karena lili terbangun, tetapi dirinya tetap melanjutkan tugasnya karena lili membalas ciumannya.
***
Pagi hari di istana Qi sudah ramai karena sibuk mempersiapkan acara pernikahan raja mereka.
Lili menyipitkan matanya menatap han lalu tersenyum.
__ADS_1
Sebenarnya setelah adegan ciuman malam tadi han hampir ingin melakukan 'itu' saat mereka sudah pulang.
Untungnya han percaya saat lili mengatakan bahwa dirinya sedang menstruasi. Mau tak mau han menahan nafsunya dan menampakkan raut wajah yang sedikit kecewa.
"Mau sampai kapan liatin aku?"
Tanya han dengan mata yang masih tertutup.
Lili sangat malu dan menutup wajahnya yang mungkin sudah memerah karena malu.
Lili hendak pergi beranjak dari kasur, tapi niatnya tidak berhasil lagi karena tangan besar han melilit erat dipinggangnya.
"Hei,Aku ingin mandi"
Ucap lili lalu berdiri pergi dari kasur.
Belum selangkah ia berjalan dirinya sudah ditarik lagi oleh han.
Dirinya terbaring tepat disebelah han, lili dipeluk sangat erat oleh han yang sedang tersenyum.
"Sebentar lagi aku akan didandani. Oh, atau kau mau aku terlihat jelek dimata rakyat lalu mereka tidak terima dengan hubungan kita? Kalau gitu aku tidur lagi"
Lili kembali memakai selimutnya dan memejamkan matanya untuk menunggu reaksi han yang sudah diprediksi nya.
Lili memutar badannya membelakangi han, tak lama kemudian dirinya sudah diguncang-guncang oleh han untuk bangun.
"Lilii, ayo bangun"
Han terus mengguncang-guncang tubuh lili membuat lili pusing setengah mati.
"Iiyaiyaiya lepaskan aku. Pusing tau gak!"
Lili dengan cepat pergi dari kasurnya meninggalkan han sendirian.
Han berpikir jail lalu mengikuti lili dari belakang diam-diam kearah kamar mandi.
Saar melihat Kolam hangat yang lebar dan besar untuk berendam membuat lili sangat ingin cepat-cepat mandi
Han mengintip lili seperti orang mesum dari balik kayu yang menutupi ruangan pemandian dan ruang masuk.
Dia melihat lili yang sudah membuka pakaiannya, dirinya langsung terlonjak kaget saat melihat punggung lili ada bekas luka yang sangat mengerikan untuk dilihat. Dia memang pernah melihat tubuh lili, tapi dia hanya melihat bagian depan dan tidak dapat melihat bagian punggung lili kemarin.
Ditambah lagi saat lili membuat lilitan kain untuk menutupi dadanya itu semakin membuat han tak tahan untuk menanyakan itu.
Punggungnya penuh dengan bekas bekas cambukan.
"LILI!" teriak han membuat lili yang sedang berada di dalam kolam menutupi bagian dadanya agar tidak terlihat han.
"K--KAU SEDANG APA DISINI IDIOT!"
Teriak lili menutupi wajahnya.
Han turun masuk kedalam kolam dan memutarkan tubuh lili.
Han saat ini ingin saja merobek-robek orang yang sudah melakukan kejahatan pada gadisnya.
"Siapa yang lakukan ini?"
Ucap han datar menatap bekas-bekas luka di tubuh lili.
Lili melotot kaget karena han membicarakan punggungnya yang mengerikan.
Lili bergetar antara ingin memberi tahu atau tidak.
Dirinya takut jika han meninggalkan lili karena tubuhnya yang jelek.
__ADS_1
"Ah, sudah lah tidak apa-apa"
Lili menghadap kearah han dan tersenyum terpaksa melirik han yang menatapnya agak khawatir.
"Kau sudah lihat kan? Aku bukan perempuan yang sempurna, sedangkan kau sangat sempurna jika dinilai dari mana pun. Apa kau jijik dengan ku? Apa kau sekarang berniat untuk pergi dari ku? Tidak apa-apa aku yang akan pergi dari sini".
Lili memandang air dibawahnya dan tiba-tiba membasuh wajahnya yang sudah menitikkan air mata.
" apa yang kau katakan? Aku tidak akan meninggalkan mu. Aku hanya merasakan sakit dihatiku saat melihat bekas luka itu"
Han memeluk lili dan menepuk-nepuk punggungnya agar lili lebih tenang.
Han menarik dagu lili dengan pelan untuk melihatnya.
Mata mereka saling bertemu, han lebih merasakan hatinya sakit saat melihat lili yang mengeluarkan air mata.
Lili juga bingung saat ini, kenapa dirinya malah menangis? Dirinya kan bukan orang lemah. Sejak dulu juga dia bukanlah orang yang cengeng, tapi saat ini kenapa berbeda?
"Aku cengeng banget"
Ucap lili sambil mengusap matanya dengan pelan.
Han mengelus pelan rambut lili dan tersenyum.
"Mau seperti apapun kau, aku tetap akan bersamamu. Dan juga bisakah kau ceritakan padaku?"
Tanya han melirik lili dengan pikirannya yang sangat ingin tau dengan bekas luka di tubuh lili.
"Dulu, aku tidak memiliki kekuatan apapun. Aku selalu dihina dan dicaci maki oleh orang disekeliling ku karena aku payah,lemah dan tidak berbakat. Selalu saja seperti itu jika ayah dan ibuku tidak ada, mereka selalu menyiksa ku dan merendahkanku dengan alasan aku adalah orang lemah. Tapi tenang saja, orang-orang itu sudah aku atasi".
Han sangat marah saat mendengar perkataan lili barusan.
DIa sangat ingin membunuh orang yang sudah menyiksa gadisnya.
Saat han menatap kebawah, dia hampir mimisan karena melihat dada lili yang besar itu teebasahi oleh air.
Dirinya cepat-cepat keluar dari kolam dan menahan nafsunya yang bergejolak hebat.
" k-kau cepatlah mandi. Upacara pernikahan akan dimulai siang nanti. Oh ya"
Han berhenti sejenak membuat lili terheran menaikkan alis kanannya keatas menunggu perkataan han selanjutnya.
"Dadamu besar"
Setelah mengucapkan itu han berlari sekuat tenaga menghindari lili yang sekarang tengah menyumpahi han dan mengamuk didalam sana.
Pelayan-pelayan hanya menatap bingung kearah raja mereka yang berlari dan darah dari hidungnya meleleh keluar serta wajah han yang memerah dan tertawa seperti orang mesum.
Mereka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lagi saat mendengar lili yang berteriak mengamuk menyumpahi han.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.