GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-67


__ADS_3

"Aku pul-".


"Lili!"


"Mama!!"


"Kak Lili!"


Teriak smua orang berbarengan tepat digerbang pintu istana.


"Kalian sedang apa he?"


Tanya lili bingung lalu mengelus elus dadanya karena sedikit kaget dengan teriakan mereka barusan.


"Kau kemana saja bodoh!"


Ucap han pelan seraya memeluk erat lili karena sedari tadi mengkhawatirkan lili yang belum pulang.


"Hei kalian pergilah masuk. Biarkan aku dan Lili bicara".


Ucap han mengusir anak muridnya lalu menyuruh wei masuk dengan nada suaranya yang dilembutkan.


"Arnold sudah menceritakannya padaku. Aku minta maaf".


Sambungnya menunduk tepat dihadapan lili.


"Sudahlah,aku mengerti. Aku juga lelah ingin istirahat".


Sahut lili lalu melengos masuk kedalam menuju kamarnya dengan perasaan dan pikiran yang berkecamuk.


Sedangkan han hanya berdiri kaku karena kaget melihat lili yang barusan menatapnya dingin.


"Besok tolong dengar penjelasanku walaupun kau sudah mengerti".


langkah kaki lili berhenti sejenak karena mendengar ucapan han barusan. Lili hanya mengangguk pelan lalu masuk kedalam meninggalkan han yang merengut menatapnya dari luar.


"Maafkan aku"


***


"Lili"


Panggil han pelan saat masuk kekamar lili pagi ini karena sejak tadi malam dirinya tidur dikamar lain menahan rindu ingin memeluk istrinya.


"Apa?"


Tanya lili lalu menoleh kearah han yang masih terdiam menatap lili.


"Aku mimta maaf karena sebenarnya aku sudah mengetahui asal usul dirimu. Walaupun begitu ini tidak ada sangkut pautnya dengan perasaanku. Perasaanku padamu tetap sama lili, aku hanya tidak ingin dirimu merasa kecewa padaku saat kuceritakan hal itu. Jadi aku menunggu waktu yang tepat dan sekarang kau mengetahuinya langsung dari arnold. Aku minta maaf".


Ucap han lalu menunduk menunggu suara lili yang akan marah-marah setelah ini.


1 menit sudah berlalu namun suara lili masih belum terdengar. Mereka berdua sama-sama terdiam menunggu siapa yang akan berbicara lagi.


Tak lama kemudian lili hanya menghebuskan nafasnya pelan dan tersenyum melirik ke arah han.


"Lain kali jangan diulang. Ayo turun, hari ini kita akan pergi"


Ucap lili lalu pergi keluar untuk mencari arnold.


"Permisi,tolong panggilkan chen dan arnold ke ruangan ku".


Ucap lili pada salah satu pelayan wanita yang langsung mengangguk melaksanakan perintah lili.


"Baik ratu".


Jawabnya lalu pergi melaksanakan apa yang dikatakan lili padanya.


"Hah? Ratu? Sejak kapan?"


Tanya lili bingung lalu pergi keruangannya dengan raut wajah yang tak dapat diartikan.


Sedangkan han hanya mengikuti lili dari belakang.


***

__ADS_1


"Baiklah, kenapa kau memilih pergi kemasa depan?"


Tanya arnold menatap lili sedikit bingung mengapa dirinya harus kembali kemasa depan.


"Lili sedang hamil, musuh yang berada disini sangat banyak. Kami juga tidak tau bagaimana cara liciknya para iblis itu akan mengacau jika lili tengah hamil disini".


Jawab han


"Aku juga mohon tolonglah jaga kedamaian ini hingga kami kembali dari masa depan".


Sahut lili menatap arnold serius lalu menoleh kesamping melihat chen yang bingung.


"Chen, kau akan ikut ke masa depan bersama kami".


Sambung lili lalu berdiri bersiap akan pergi ke masa depan.


"Hanya aku?"


Tanya chen kaget lalu menganga lebar saat mendapat jawaban anggukan dari lili.


"MAMAAAA!!"


Teriak wei dari pintu ruangan memukul keras pintu besar itu karena ingin masuk.


"MAMAAA!! BUKA PINTUNYA!!"


Teriak wei semakin keras dengan tangisan yang meledak.


"MAMA!!"


Tepat saat wei berteriak kencang barusan pintu ruangan besar lili yang terbuat dari kayu dan dilapisi besi itu hancur seketika.


Jika dilihat-lihat lagi tinggi pintu tersebut mencapai 3 meter.


Lili dan han terkaget bukan main saat melihat pintu itu hancur dan menampakkan wei yang berlari menangis kearah mereka serta anak murid lili yang menganga didepan pintu rusak itu.


"Yang benar saja".


Ucap nana lalu menganga lebar tak percaya melihat adegan dimana wei menghancurkan pintu besar itu sendirian.


Tanya lili seraya memeluk wei tak percaya dengan pikirannya.


"W-wei".


Jawab anak murid lili bersamaan.


"Kekuatannya kembali. Bagaimana bisa?"


Tanya lili menatap wei yang menangis lalu menatap han han dengan tatapannya yang bingung.


"Wei, mama sama papa pergi dulu ya".


Ucap han lalu mengelus lembut kepala anak angkatnya itu.


Tangisan wei semakin keras saat mendengar perkataan han barusan.


"Huss uda udah, anak mama uda besar masa nangisnya besar banget".


"Kek, apa aku boleh meminta pertolongan?"


Tanya lili yang langsung dijawab anggukan dari arnold.


"Tolong latihlah wei dan anak muridku bersama dua orang dibelakang itu".


Ucap lili menunjuk medusa dan yuki menggunakan dagunya.


"Baiklah, wei mama pergi yah".


Ucap lili lalu tersenyum lembut mengelus kepala wei.


Baru saja ingin berdiri tubuh lili sudah terkurung erat dengan pelukan anak muridnya yang tiba-tiba datang itu.


"Kakak harus pulang. Rumahmu ada disini dan kami adalah keluargamu".


Ucap xiao yang memang sudah menganggap lili seperti kakaknya sendiri.

__ADS_1


"Hei, kalian itu sudah besar. Aku juga tidak mati, aku hanya pergi selama setahun lalu kembali kesini".


Ucap lili menatap anak muridnya yang sudah berlinang air mata.


"Mama"


Panggil wei pelan seraya menarik pelan pakaian lili.


"Maafkan wei yang selama ini selalu menyusahkan papa dan mama. Jaga adik wei baik-baik yah. Wei disini pasti akan giat belajar mengembangkan kekuatan fisik dan kepintaran wei".


Ucap wei tersenyum lebar menampakkan deretan giginya seraya menghapus air matanya yang jatuh.


"Kak, Apakau ingat hari dimana kami bertarung dengan para iblis itu? Jika tidak ada kakak yang mengorbankan nyawa mungkin saat ini kami tidak akan mungkin bisa hidup disini".


Lili hanya terdiam menatap sendu anak muridnya yang sangat terlihat kacau akan kepergiannya yang hanya untuk satu tahun kedepan.


"Kak, kami semua memang tidak memiliki orang tua tapi walaupun begitu karena datangnya kak lili ke istana qi kami dapat merasakan kehangatan keluarga, yah memang walaupun kita ini tidak memiliki hubungan darah tetapi Kakak sudah kami anggap seperti keluarga sendiri. dan juga kami tau bahwa kakak sangat menyayangi kami".


"Hei"


Panggil lili membuat xiao yang tadinya berbicara langsung terdiam diikuti dengan yang lainnya.


"Baru kali ini aku merasakan ada orang yang sangat menghargai keberadaanku, bahkan kalian sampai-sampai berkumpul seperti ini".


Ucap lili lalu kembali diam menatap Seluruh wajah anak muridnya.


"Aku akan menceritakan kisah temanku kepada kalian. Suatu hari,Ada seorang gadis kecil yang sangat mencintai keluarganya Tengah bermain di taman. Ayah dan ibunya hanyalah seorang rakyat biasa yang memiliki kehidupan harmonis. Namun,sesuatu terjadi kepada anak itu. Sesuatu yang tak sanggup ia dengar,sesuatu yang membuat dirinya menjadi tidak berguna. Saat umurnya yang ke 5 tahun ayahnya mengetahui bahwa anak ini bukan anak kandungnya melainkan seorang anak haram. Anak yang berusia 5 tahun itu langsung merasakan kepedihan dan paitnya hidup. Yang dimana harusnya anak-anak pergi bermain dan tertawa bersama teman-teman sebayanya tetapi anak ini selalu dijadikan budak dan dipermainkan oleh ayahnya sendiri. Saat umurnya 7 tahun anak ini dibuang oleh ayahnya dan dipungut oleh seorang wanita pemilik panti asuhan dan merawat anak ini dengan lembut selayaknya orang tua menjaga anaknya. Karena anak ini dulunya memang sudah merasakan kejamnya hidup pola pikirnya menjadi lebih dewasa,menjadi lebih pendiam,dan kadang juga menyukai hal-hal berbau kekerasan".


Ucap Lili lalu mengode kearah kakeknya atau arnold untuk segera membuka gerbang dimensi.


"Anak ini kemudian diasuh oleh seorang kakek tua yang sangat baik hati. Kakek itu mengajari semua hal kepada anak ini, kakek ini memiliki kekayaan yang besar dan berusaha mencari penerus. Dia adalah seorang pembunuh bayaran dan anak itu sudah dipilihnya sebagai penerusnya. Anak ini juga dengan senang tumbuh dewasa dengan hidup yang bertujuan akan menjadi seperti kakeknya. Namun, dirinya yang dulu masih memiliki teman bermain kini malah dijauhi karena orang-orang takut dengan dirinya yang seorang pembunuh bayaran. Saat itu yang dimilikinya hanyalah kakek dan itu masih membuatnya senang. Namun,tak lama kemudian kakeknya meninggal dunia. Tinggallah dia seorang diri dirumah besar itu tanpa ada kasih sayang yang hangat lagi dari kakeknya".


"Keajaiban pun mulai terjadi disaat dirinya melaksanakan misi untuk membunuh seorang pemuda tampan yang melanggar aturan negaranya. Anak itu meninggal karena ledakan besar yang terjadi disana, namun dirinya merasa seperti hidup lagi dan merasakan keanehan yang sangat luar biasa saat dirinya terbangun. Tempat yang kuno,bahkan rumah-rumah kuno serta pakaian semua orang yang tidak mungkin masih dipakai di negaranya kecuali jika ada hari tertentu. Bahkan kekuatan yang dianggapnya mitos ada didalam dunia ini. Hewan yang berbicara bahkan roh yang ada didalam kalung dapat berinteraksi dengannya. Para siluman bahkan manusia ular ada didunia itu".


"Anak ini melewati ruang dan waktu. Sehingga dirinya kembali ke masa kuno yang dimana kehidupan disana sangat berbeda. Anak ini lebih terkejut karena dirinya adalah seorang reinkarnasi dari dewi kegelapan. Dirinya yang sering membantai orang itu dan juga kebijaksanaan yang ada didalam dirinya memang cocok dengan dewi kegelapan. Saat ini anak ini berada disini".


Ucap lili lalu berjalan menarik chen dan han ikut masuk kedalam gerbang dimensi.


"Anak itu adalah aku".


Ucap lili yang terakhir lalu menghilang didalam gerbang tersebut bersama chen dan han.


Anak muridnya bahkan yang lain merasa bingung tak percaya dengan apa yang dikatakan Lili.


Melly yang ada disana juga merasa percaya dengan perkataan lili.


Karena memang disaat hari lili meninggal dunia melly menyaksikan hal tersebut namun saat melly masuk kedalam kamar tuan putrinya lili kembali hidup. Semua cerita yang diceritakan lili barusan sangat masuk diakal.


"Dewi kegelapan? Kak Lili? Pembunuh bayaran? Anak haram?"


Tanya xiao bingung lalu menatap arnold,yuki dan medusa meminta penjelasan.


"Dia sudah memberanikan diri untuk bercerita. Kami akan bercerita yang lebih detailnya nanti. Sekarang kalian pergilah untuk beristirahat".


Ucap arnold lalu pergi berdiri menatap langit yang mulai mendung dari jendela besar istana itu.


"Bahkan kepergianmu dari zaman ini membuat langit ingin menangis"


Ucap arnold lalu tersenyum lembut menatap langit.


"Sampai jumpa,cucuku".


Sambungnya lalu pergi keluar dari ruangan rapat bersama yuki dan medusa.


*


*


*


*


**bersambung.


ig: penimelinda**_

__ADS_1


__ADS_2