GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-71


__ADS_3

"Aku datang"


Ucap arnold yang keluar tiba-tiba dari lubang dimensinya beserta yuki,medusa,wei 1 dan 2.


Lili yang tengah bersantai itu hanya menatap kaget lalu kegirangan melihat wei ikut datang ke masa depan.


" aa sayanggku. Udah makan? Kok kau keliatan kurusan?".


Tanya lili mencubit-cubit pipi wei dengan pelan.


"HAN!!"


teriak lili memanggil suaminya yang saat ini tengah tertidur di kamar.


"Iy-- yaampunnn anakku".


Ucap han yang langsung histeris saat melihat wei bersama lili.


Sudah hampir dua minggu mereka tidak bertemu tapi bagi han dan lili mereka seperti sudah tidak bertemu satu tahun.


"Ehem?"


Dehem arnold menatap lili dan han secara bergantian lalu menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.


"Hei, tenanglah. Cepatlah untuk mengurus ini. Kerajaan tidak boleh kosong lama-lama".


Sambungnya lalu duduk disofa ruang tamu rumah lamanya.


"Ehem baiklahh. Yu--ehh"


Ucapan lili terhenti karena melihat yuki dan medusa yang terlalu antusias melihat barang-barang modern.


"Hei".


Panggil lili dengan suaranya yang datar. Yuki dan medusa yang mendengar itu langsung ikut duduk disebelah arnold dan menyengir lebar seakan-akan tidak terjadi apa-apa barusan.


"Kita harus mengumpulkan informasi mengenai tempat iblis itu tinggal. Medusa, karena ular adalah hewan yang pandai menyelundup kau kutugaskan untuk menjadi mata-mata disana. Pergilah ke dunia iblis bersama vena".


Ucap lili lalu menatap han meminta tongkat gu nin itu.


Han yang memang tak perlu mengeluarkan tongkatnya langsung saja mengeluarkan roh vena.


"Aku? Bersama wanita iblis ini?"


Tanya medusa menatap yuki dan arnold secara bergantian karena mereka hanya diam sedari tadi.


"Heh cewek ular, aku baru saja datang kau sudah menghinaku?"


Tanya vena menatap jijik medusa.


Medusa yang tidak terima itu menjambak rambut vena dengan keras.


Vena yang juga merasa tidak terima ikut menjambak rambut medusa dengan keras dan terjadilah acara jambak menjambak disana.


"Menghina apanya?! Kau kan memang iblis!"


Sanggah medusa tak terima.


"Haishh, wanita tua ini".


Yuki menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat medusa dan vena yang sibuk bertengkar.


Karena lili tak terlalu peduli dirinya membiarkan aksi jambak-jambakan itu karena menurutnya itu tontonan yang lucu.


"1 dan 2"


Panggil lili lalu dengan cepat 1 dan 2 langsung menghadap kearah lili dan menunduk patuh.


"Haishh, jangan menunduk dan tegaplah. Walaupun aku adalah atasan kalian tapi aku tak mengajarkan kalian menunduk hingga seperti itu".


Ucap lili saat melihat 1 dan 2 yang tadinya menjongkokkan badannya dan menundukkan kepalanya seperti tahanan yang siap dipenggal lehernya.


"Berdiri yang tegap, dan tundukkan sedikit kepalamu. Jangan tunduk seperti kau ingin mencium lantai".


Sambung lili


"1 dan 2 kuberi kalian nama hari ini. 1 namamu mulai hari ini adalah miki dan kau 2 adalah niki. Yah karena kalian kembar, itu adalah nama yang bagus. Hoho, anakku yang besar".


Ucap lili karena merasa senang memberikan nama untuk seseorang lalu memeluk miki dan niki dengan senang.


Miki dan niki pun juga begitu karena mereka bisa merasakan kehangatan yang sudah lama hilang sejak dewi kegelapan pergi.


Apalagi sekarang mereka memiliki nama pemberian oleh lili.


"Baiklah miki dan niki, aku memiliki tugas untuk kalian. Pergilah ikut ke dunia iblis dengan wujud anak kecil. Tutuplah aura kekuatan kalian dan jadilah anak iblis biasa yang tidak memiliki kekuatan sihir namun memiliki fisik yang kuat. Amati seluruh orang,cara kebiasaan para iblis,kelemahan para iblis dan semuanya. Vena akan membagikan kekuatannya kepada kalian agar lebih sempurna terlihat seperti iblis".


Ucap lili lalu mengode kearah vena yang sudah acak-acakan itu untuk memberi sedikit kekuatannya.


"Ini agak sakit, aku ingin jail".

__ADS_1


Ucap vena lalu menyentil jidat kedua anak kembar dihadapannya.


Miki dan niki yang sepertinya emosi hanya tersenyum dengan ekspresi yang sangat terlihat sedang marah.


"Hei, kalau begitu kenapa harus kirim aku dan cewek sial ini lagi?"


Tanya medusa seraya membenarkan rambutnya  yang acak-acakan.


"Tugas kalian berbeda. Mereka menyelundup masuk langsung kedalam kehidupan masyarakat iblis disana. Kalian akan memata-matai kehidupan kerajaann dan mendapatkan informasi kerajaan iblis. Vena adalah ratu iblis murni, pergilah dengan menggunakan wujud vena. Roh vena akan masuk kedalam tubuhmu dan kalian berdua harus bekerja sama dengan benar".


Ucap lili lalu kembali menatap vena dan medusa secara bergantian.


"Hah? Yang benar saja aku bersama cewek gila ini".


Sahut vena tak suka menatap garang kearah medusa. Begitupun medusa yang menatap tajam vena dengan uratnya yang sudah menonjol ingin melakukan pertarungan antara wanita yaitu jambak menjambak.


"Haish, sepertinya ini akan sulit jika kalian harus berada ditubuh yang sama. Kalian ada yang memiliki magic core?"


Tanya lili lalu menatap yang lain dengan satu alisnya yang naik.


" hei lili? Kau?"


Tanya han tak percaya karena dapat mengetahui apa yang akan dilakukan lili.


"Wei"


Panggil lili menatap lembut kearah anaknya ini.


"Wei tau kok ma, wei juga bisa merasakannya. Di masa sekarang wei bahkan dapat merasakannya".


Ucap wei membuat lili terkaget. Bagaimana bisa berlian seperti itu terdapat di masa ini.


"Waktu kita tak banyak, kalian kembalilah ke istana dan kembalilah saat sudah mendapat pesan dariku. Wei akan tetap bersamaku disini hingga kami menemukan berlian itu".


"Ada apa sih? Jangan bilang kalian ingin membangkitkan tubuh roh Gentayangan lagi?".


Tanya vena yang masih belum mengerti untuk siapa lili akan melakukan hal tersebut.


"Bocah ini, kekuatannya benar-benar mengerikan. Kau baik-baiklah disini wei".


Ucap yuki lalu pergi pulang bersama arnold,medusa serta miki dan niki.


Sedangkan vena kembali masuk kedalam tongkat han dan wei menginap dirumah lili karena harus mencari berlian magic core itu.


"Maksudmu apa?"


Tanya medusa ditengah perjalanan menatap bingung yuki yang ada disampingnya.


Jelas yuki sedangkan medusa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Sayangg".


Panggil han manja dengan wajahnya yang dibuat imut. Mungkin jika para gadis lain yang melihat hal ini akan kejang-kejang pingsan namun lili malah merasa jijik dan ingin rasanya menendang wajah suaminya ini.


"Loh ada wei?"


Tanya xiao yang baru kembali dari perpustakaan.


Wei yang melihat xiao dan teman yang lain datang tersenyum senang melihat orang-orang yang sudah lama tak dilihatnya.


"Hahh bagaimana keadaan melly yaa".


Ucap lili karena memang merasa agak rindu dengan teman pertamanya dimasa lalu.


"Ah! Itu dia! Aku melupakan hal penting!"


Ucap lili tiba-tiba membuat han yang disamping nya terkejut menatap lili dengan aneh.


"Heii heii".


Panggil lili kearah anak muridnya dengan wajah yang datar dan matanya yang tajam.


"Ayo jujur, siapa Disini yang menyukai melly?"


Tanya lili menatap intens anak-anak muridnya.


Tepat saat lili mengatakan itu yang lain spontan Langsung melirik kearah jun dengan mata yang melotot mengode kearah lili.


Xiao yang berada disamping jun itu menyampingkan bibirnya menunjuk jun menggunakan bibirnya.


Jun bahkan tak sadar bahwa semua temannya menatap dirinya seperti itu, karena saat lili menanyakan hal itu dirinya langsung menunduk takut jika akan ditanya-tanya oleh lili.


"Oh? Kau ya jun?"


Batin lili lalu tersenyum jahat menatap kearah jun yang menunduk.


Lili melihat kearah leo dan mengode anak muridnya itu agar mengikuti aktingnya.


"Baiklah jika tidak ada, leo kau kemarilah".

__ADS_1


Panggil lili lalu tertawa senang memancing jun yang masih menunduk.


"Nahh, leo akan dipilih untuk menjadi suami  sementara melly didunia iblis".


Ucap lili lalu menatap jun yang langsung spontan menaikkan kepalanya merasa tak adil.


Sedangkan lili tersenyum lebar menampilkan deretan giginya dengan alis yang dinaik turunkan saat melihat jun yang menatap kearahnya.


" wah, masa jombloku akan berakhir".


Ucap leo mengikuti cerita yang tengah dibuat lili ini.


"Ada apa jun? Apa kau tak setuju? Kau menatapku dengan mata yang melotot seperti itu mengerikan tau".


Tanya leo kembali mengerjai temannya itu.


"Hei, melly Itu punya ku".


Sahut jun tiba-tiba menatap tajam leo yang langsung tertawa terbahak-bahak karena jun yang terang-terangan mengatakan bahwa melly adalah miliknya.


"Hoho, jun sudah besar".


Ucap lili lalu menepuk-nepuk pundak jun dengan kuat karena merasa lucu melihat percintaan para remaja ini.


"Hei apaan sih".


Jun yang saat ini malu itu langsung berlari keluar meninggalkan semua orang yang saat ini tertawa keras disana.


"Sayangg,ayo tidur".


Ucap han memeluk erat istrinya dari belakang dan pergi naik kelantai atas bersama lili.


"Ah yang benar saja, itu sudah tidak mempan. Kami sudah kebal melihat yang seperti itu".


Ucap anak murid lili lalu ikut pergi berhamburan melakukan aktivitas masing-masing dirumah besar ini.


"Wei, kita nonton televisi yuk".


Ucap xia dan nana mengajak wei untuk menonton televisi.


"Televisi itu apa?"


Tanya wei bingung.


"Kotak ajaib".


Jawab nana pede lalu berjalan senang kearah televisi bersama xia dan nana.


Xiao,gong,chen dan yuto juga sudah pergi kelantai atas karena ingin memainkan ps4 yang baru saja dibeli lili karena permintaan dari chen.


Sedangkan jun kembali kekamarnya merutuki dirinya sendiri karena malu dengan kejadian barusan.


"Hei, bagi kalian itu tidak mempan. Tapi bagi diriku yang jomblo ini itu sangat menusuk hati".


Ucap leo mendramatis mengingat bagaimana lili dan han bermesraan.


Plak


"Kumenangiss~~ membayangkan".


" ah lagu itu sangat cocok untuk diriku yang menyedihkan ini". Ucap leo lalu naik kelantai atas merasa lesu dan ingin istirahat tak kuat dengan kesendiriannya yang tak melihat wanita cantik diluar.


Sedangkan ditempat xia,nanq dan wei kini xia tengah mengumpat kesal karena salah memilih siaran.


"Ah sial! Sinetron cinta tak baik untuk anak-anak!"


Ucap xia lalu mengubah siaran televisi itu hingga lagu yang sangat mendukung keadaan leo saat ini terganti.


"Ah , aku ingin main game saja".


Ucap leo lalu berlari cepat kelantai atas menyusul teman-temannya.


Sedangkan dikamar han dan lili.


" sayang, buat anak lagi yuk!"


Ajak han Seraya mengelus-elus perut istrinya.


"Hei, diamlah atau ku patahkan burungmu itu".


Ucap lili kesal lalu tertidur memeluk han.


Walaupun lili kesal dengan perkataan han dirinya tetap tak bisa jauh-jauh dari suaminya ini.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2