GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-72


__ADS_3

Pagi hari berikutnya wei,lili dan han pergi mengikuti arah yang ditunjuk wei untuk mencari dimana magic core berada.


"Arah jarum jam 9 aku merasakannya"


Ucap wei seraya menutup matanya merasakan tekanan energi yg semakin kuat.


Lili yang mendengar perkataan wei langsung menambah kecepatan mobil karena memang mereka saat ini harus cepat-cepat mendapatkan berlian magic core.


"Kau yakin akan pergi keluar menggunakan wujud ini? "


tanya han menatap lili yang merubah wujudnya menjadi Lilia.


"Jika memakai wajah ini akan lebih mudah aku mendapatkan sesuatu. lagipula sepertinya aku mengetahui kemana tujuan kita".


jawab Lili lalu memakai kacamata hitamnya dan tersenyum saat melihat gedung besar dihadapannya.


dirinya sudah menebak hal ini dan ternyata benar. berlian magic core yang dicarinya tersimpan di pasar gelap.


Saat sudah sampai ke gedung pasar gelap tersebut lili beserta wei dan han langsung berjalan masuk kedalam.


baru saja ingin menginjakkan kakinya kedalam lili sudah ditahan para penjaga karena tidak menunjukkan kartu atau tanda pengenal pengunjung resmi pasar gelap tersebut.


"Maaf, bisakah anda memperlihatkan kartu anda?"


tanya seorang pria berotot menatap lili tak sedap. awalnya pria itu agak ragu untuk bertanya karena merasa tak asing dan segan saat melihat wajah lili.


"perlukah aku menunjukkan itu?"


tanya lili lalu membuka kaca matanya.


"panggil direkturmu. katakan bahwa Lilia menunggunya".


ucap lili lagi lalu tetap berdiri diluar menatap para penjaga yang kaget melihat dirinya.


"siapa kau? kau mengenal direktur? apa kau sudah ada janji dengannya?"


tanya pria berotot itu lagi membuat lili risih.


"hahh, sebenarnya ak malas menghubunginya tapi sepertinya kau sungguh cerewet".


Ucap lili malas lalu mengeluarkan handphonenya dan mencari salah satu nomor lalu menelpon nomor tersebut.


"WOI!"


panggil lili berteriak di menghadap handphonenya.


^^^"hei? kau kembali? "^^^


tanya seseorang dari handphone lili dengan suara yang gemetar


"aku kira kau sudah--"


"hei turunlah,anak buahmu merepotkan. aku ada dibawah".


ucap lili memotong perkataan orang itu lalu mematikan telepon nya dan kembali berdiri menghadap pria berotot tadi.


beberapa saat kemudian datanglah seseorang perempuan cantik yang berlari saat keluar dari lift menuju kearah lili.


"GILA!! KAU KEMBALII! AKU TAU KAU TAKKAN MATI SEMUDAH ITU"


teriak perempuan cantik itu lalu berlari memeluk lili kesenangan.


"hei janda, kau kira ak bisa mati secepat itu? "


tanya lili membalas pelukan dan menoyor pelan kepala perempuan cantik itu.


"wahh siapa ini? "


tanya perempuan itu menunjuk han kagum dengan ketampanan pria yang ada di hadapannya.


"suamiku"


jawab lili cepat lalu menatap malas kearah perempuan cantik tersebut.


"wahh, setelah menghilang sekian lama kau datang membawa suami. perkenalkan namaku Lina, aku adalah pengikut setia kak lilia dan disebelahmu? YAAMPUNNN! KAU PUNYA ANAK?! APA INI ANAKMU?! "

__ADS_1


Teriak Lina kaget saat melihat wei yang mengintip dari belakang tubuh han.


"Ini anak angkatku. hah sudahlah, berbicara denganmu takkan ada habisnya. aku ingin masuk kedalam karena ada sesuatu yang harus kulakukan"


ucap lili lalu masuk kedalam menatap tajam kearah penjaga tadi.


lina yang melihat lili menatap tajam anak buahnya langsung mengomel panjang lebar kepada penjaga tersebut.


"Anu kak! Maaf aku tak bisa menemanimu. ini kartu VIP gunakanlah sepuasmu. semua yang akan kau lakukan disini juga akan kutanggung semua silahkan menikmati. aku lupa bahwa saat ini aku ada rapat. Babayy aku cinta kamu muah"


Lina yang langsung kabur itu membuat han tak bisa berkata apa-apa karena merasa kagum mendengar lina yang berbicara cepat dengan sekali tarikan napas seperti itu.


berbeda dengan lili yang hanya menatap datar kepergian lina karena memang sudah terbiasa dengan sifat aneh perempuan itu.


"yosh, ayo kelantai bawah".


ucap lili lalu menarik wei dan menggendong anaknya itu menuju tempat yang sudah dicari-carinya.


***


"lewat sini nona"


ucap salah satu karyawan saat melihat kartu vip yang dipegang lili.


"maaf nona, anak kecil tidak diperbolehkan masuk"


sambungnya menghalang pintu.


"siapa yang bisa melarangku disini? "


tanya lili menaikkan sebelah alisnya menatap heran pelayan didepannya.


"nona lilia,maaf kami memperlakukan nona seperti ini. tidak apa-apa masuk saja nona tolong maafkan anak buahku"


ucap seorang pemuda yang barusan berlari menghampiri lili.


lili yang tak menghiraukan hal tersebut langsung berjalan santai masuk kedalam ruangan vip yang diberikan lina.


"kau ini bagaimana sih. itu adalah tamu penting bos besar,jika kau buat masalah dengannya aku yakin kau akan dipecat karena orang itu adalah orang kesayangan bos"


"dan kau juga harus tau,nona itu adalah lilia christiana yang sempat menghilang".


sambungnya lalu pergi begitu saja untuk memberi tahu kepada para pelayan agar memberikan pelayanan istimewa kepada lili karena suruhan lina.


pelayan yang barusan mendengar perkataan pemuda itu hanya menegukkan ludahnya merasa merinding saat tau bahwa perempuan cantik tadi adalah lilia christiana si pembunuh bayaran.


***


"aaa yaampun bosan banget"


keluh xiao yang terbaring di kasur dengan wajah yang lesu.


DHUARRR


suara ledakan terdengar kuat tepat diluar rumah lili.


karena ingin mengetahui apa yang terjadi anak-anak murid lili berlari keluar melihat kerusakan didepan rumah gurunya itu.


"wah gila apa-apaan ini?"


tanya xia tak percaya saat melihat lubang besar ditanah yang mungkin terjadi karena ledakan barusan.


"minggir aku ingin melihat lebih dekat"


ucap yuto karena memang dirinya berdiri paling belakang dan tidak bisa melihat apa-apa.


yuto berjalan cepat menuju lubang besar tersebut. dirinya berdiam diri cukup lama melihat kedalam lubang itu dengan tatapan yang heran.


"hei, kurasa kalian harus melihat ini"


ucapnya lalu melompat turun kedalam lubang itu begitu saja.


teman-temannya yang melihat yuto turun ikut berlari dan menyusul yuto yang masuk kedalam lubang tadi.


"nana, tolong berikan penerangan"

__ADS_1


ucap gong karena tak dapat melihat dengan jelas keadaan didalam.


nana yang mendengar perkataan gong langsung membuat bola cahaya yang agak besar untuk menerangi jalan.


saat bola cahaya itu menyoroti lubang ternyata ada jalan tersembunyi di bawah tanah.


lorong panjang tersebut kini sudah dipenuhi bola cahaya yang dibuat nana agar lebih terang.


mereka berjalan menyusuri lorong tersebut tanpa takut dan penasaran akan apa yang ada didepan sana.


"sebenarnya apa yang terjadi?"


tanya xiao yang sudah memegang pedangnya bersiap-siap menghadapi apa yang akan ada didepannya.


"ledakan lubang sebesar ini tidak dapat dilakukan manusia biasa. aku rasa ada seseorang yang seperti kita".


ucap xia berpikir keras lalu terdiam memberhentikan langkahnya membuat semua temannya bingung.


xia hanya menaikkan tangannya memberi tanda agar teman-temannya dapat diam.


sesuatu yang ada didalam sana terasa sangat familiar ditubuh xia. seperti ada kekuatan seseorang yang ia kenal.


"SIAPA DISANA! "


teriak seseorang dari arah dalam jalan bawah tanah tersebut.


mereka yang mendengar suara orang didalam langsung terkejut dan menghentikan langkah menoleh kearah xia yang memberi kode lagi.


xia memberi instruksi kepada teman-temannya agar menggunakan teknik transparan yang diajarkan lilia.


ada seorang penyusup dikediaman gurunya maka mereka tak akan bisa tinggal diam begitu saja.


xiao dan xia langsung memegang pedangnya dalam wujud transparan berlari kencang mengarah suara itu berasal.


nana yang memang seorang penyihir membuat awan yang ditumpanginya bersama gong,yuto,leo dan jun.


sedangkan chen berjalan dilangit" lorong itu menggunakan kekuatannya.


tepat saat mereka semua tiba di tujuan xia kembali memberi arahan agar teman-temannya dapat mengepung seorang penyusup ini.


dalam hitungan ketiga mereka sudah berada di posisi masing".


nana yang sigap dibelakang menaikkan tongkat sihirnya bersiap-siap untuk menyerang.


karena nana memang butuh pelindung gong dan yuto berdiri tepat dihadapan nana.


chen yang masih berdiri diatas langit-langit sudah menempelkan jaringnya ke setiap sudut.


karena xia dan xiao adalah khusus penyerang mereka berdiri tepat disamping lawan.


sedangkan leo dan jun hanya berdiri manis menunggu momen yang tepat mengeluarkan naganya.


"Akhirnya aku mendapatkan ini"


ucap orang itu .


"apa yang kau dapatkan?".


tanya xia berbisik tepat ditelinga penyusup tersebut lalu menghilangkan teknik transparan mereka.


penyusup yang tadinya terlihat tenang itu kini terkejut melihat sekelilingnya yang sudah mengepung dirinya.


"siapa? siapa kalian?"


tanya penyusup itu yang langsung menutup wajahnya menggunakan topeng rubah.


xia yang melihat topeng rubah itu agak terkejut lalu menodongkan pedang tepat diwajah penyusup itu.


"jawab aku, siapa kau?"


xia tak menghiraukan pertanyaan orang itu dan malah bertanya balik seraya menodongkan pedang dengan wajah yang mengerikan.


"aku? --"


**bersambung**

__ADS_1


__ADS_2