
"Kakak beneran mau nyembuhin dia?"
Tanya xia agak geram karena kembali teringat dimana hari wei menghilang, dan dimana juga hari kematian 3 temannya.
"Kalian bodoh ya? Lihatlah, guru han saja tetap santai karena setuju dengan tindakan kak lili".
Jawab chen yang sedari tadi memperhatikan sekitarnya.
Memang wanita yang dibawa kaisar ato ini adalah wanita yang pernah menyerang kerajaan qi bersama pasukan 3bunga lotus.
Mereka sangat mengingat wajah wanita ini karena melihat lili yang menyeretnya dengan rantai untuk menemukan wei.
(Lihat chapter 33)
"Terima kasih sudah melepaskan diriku dari segel bunga lotus".
Langkah kaki lili yang mengarah ke wanita itu langsung terhenti karena mendengar perkataannya.
Saat ini lili memang tidak ada niat lain selain membantu menyembuhkan wanita ini.
Tapi karena mendengar perkataan itu barusan lili kembali mengingat bagaimana 3 muridnya meninggal, han yang hampir sekarat karena mengeluarkan guyo, wei yang diculik untuk persiapan tumbal bunga lotus, serta vivi yang menghianati mereka karena alasan dia mencintai han.
" hah, sudahlah. Harusnya aku yang berterima kasih kepadamu karena sudah memberi tahu keberadaan anakku. Aku juga minta maaf karena sudah menggeretmu dengan rantai saat itu".
Ucapan lili barusan membuat ato melototkan matanya meminta penjelasan.
"Apa maksudnya?"
Tanya ato menampilkan wajahnya yang kebingungan karena tak tahu apa-apa saat ini.
"Nanti akan aku jelaskan. Tapi, bisakah kalian membawa ranjang kayu dan tolong letakkan di halaman. Aku takut ruanganmu malah terbakar".
Ucap lili memerintah para pengawal untuk menyiapkan hal itu karena dirinya akan menyembuhkan wanita ini diluar.
" siapa namamu?".
Tanya lili seraya berjalan keluar memegang wanita disebelahnya agar berjalan lebih mudah.
Sedangkan yang lain hanya mengikuti lili dari belakang untuk melihat proses pengobatannya.
"Papa, mama mau diculik tante itu".
Bisik wei pelan karena masih takut mengingat dirinya diculik waktu itu.
"Enggak kok. Tuh malahan seperti mama yang lagi culik tante itu".
Balas han yang berniat menenangkan wei agar tidak takut.
" panggil saja aku lin".
Balas wanita itu lalu membaringkan dirinya di ranjang yang sudah disiapkan.
Mereka semua saat ini tengah berada di halaman belakang istana mengelilingi lili dan lin yang ingin melangsungkan proses pengobatan.
Banyak tabib istana yang melihat penyembuhan.
Karena mereka selalu tak berhasil menemukan penyakit nona muda mereka.
Tentu saja hal itu membuat para tabib diremehkan karena tak bisa mencari tahu apa penyakit nonanya.
Dan kini mereka yang tengah melihat lili hanya meremehkan dan berbisik bahwa lili tak akan berhasil menyembuhkan nona muda.
"Axe!"
Panggil lili menghadap burung kecil berwarna merah tengah bertengger di pohom yang tak lain adalah axe.
"Berubahlah kebentuk aslimu".
__ADS_1
Perintah lili lalu kembali diam melihat axe yang mengubah dirinya.
Untung saja halaman istana ini besar. Jika tidak, mungkin saja bangunan di sebelahnya itu pasti akan hancur.
" keluarkan api hukuman nerakamu".
Api berwarna merah kelat keluar dari mulut axe saat mendengar perintah lili barusan.
"Oo aku tak suka ini".
Ucap gu nin lalu pergi bersembunyi dibelakang tan yang memiliki kekuatan es agar tidak merasakan panas berlebihan.
Memang saat ini tan dan gu nin masih berada dalam bentuk palsu mereka.
Tetapi kekuatan tan yang sudah berkembang pesat karena lili itu sudah dapat mendinginkan 5 orang dalam bentuk kecil.
"Ini akan sakit. Kau siap?"
Tanya lili yang agak ragu karena melihat wajah lin yang masih belum siap dengan pengobatan ini.
"Aku siap".
" tutup matamu dan tulikan pendengaranmu. Saat kau sudah terkena api neraka hukuman kau tak akan bisa keluar sebelum benda itu menghilang".
Jelas lili lalu mengendalikan api neraka hukuman milik axe tanpa merasakan panas Sekalipun karena lili memang sudah merasakan api hukuman neraka ini saat pakaiannya diracuni chacha dan xixi.
"Benda apa?"
Tanya semua orang yang berada disana penasaran karena mendengar percakapan mereka barusan.
"Kalian akan melihatnya nanti".
Ucap lili lalu membiarkan api neraka membentuk lingkaran besar.
Setelah berbentuk lingkaran besar seperti itu lili mengendalikan api axe agar menelan lin kedalam lingkaran.
Tepat saat lin masuk ke lingkaran api hukuman nereka dirinya berteriak kesakitan dengan keras.
Dan disaat lili memperketat lingkaran api itu agar mengikat lin didalamnya nampaklah roh berwarna hitam gelap yang keluar dari tubuh lin.
Roh yang memiliki tanduk dikepalanya menandakan roh ini adalah roh jahat iblis.
" keluarkan vena!"
Teriak lili kearah han karena waktu api hukuman neraka akan habis.
Namun roh iblis ini masih menempel di tubuh lin yang tengah berteriak kesakitan.
Han dengan cepat menjentikkan jarinya dan tiba-tiba saja tombak miliknya ada ditangan kanannya.
Tanpa menunggu waktu lama han langsung mengeluarkan roh vena dari tombaknya.
"Ada apa ini? Mengganggu tidurku saja".
Ucap vena mengusap matanya melirik sekeliling yang penuh dengan manusia yang tengah menatap dirinya.
"Anak buahmu bukan?"
Tanya lili menunjuk roh iblis yang berada didalam api neraka.
"Lah, si kipli kenapa bisa disitu? Tapi sepertinya jenis dia agak berbeda. Iblis bagianku bukan lah roh jahat bertanduk jelek seperti dia. Kami hanya memiliki telinga dan taring yang panjang. Bukan tanduk seperti itu"
Bingung vena menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Bantu aku tarik anak buahmu ini".
Pinta lili yang sudah berkeringat karena tak tahan mengendalikan gejolak api hukuman neraka.
__ADS_1
" gak mau, kau siapa menyuruh-nyuruh sang ratu iblis".
Balas vena yang langsung ditatap horror han dan lili.
"Mau mati dua kali?"
Tanya lili menampilkan wajah datarnya karena sudah tak tahan dengan sikap vena yang membuang-buang waktu.
"Baiklah-baiklaahhhh"
Pasrah vena malas lalu melayang terbang membawa pedang setannya.
"Tepat saat aku melemparkan pedangnya, kau cepat selamatkan wanita ini".
Lanjut vena yang sudah berancang-ancang melemparkan pedangnya.
Dengan arahan lili vena melempar pedangnya kearah roh iblis agar roh iblis itu terserap ke pedangnya.
Tepat saat pedang vena tertancap kearah roh iblis lili langsung berteleportasi menyelamatkan lin dengan cara masuk kedalam lingkaran api hukuman.
Untunglah lili dan lin tidak terkena pedang setan milik vena.
Roh yang tertancap pedang itu masih melayang terdiam diudara.
Api neraka milik axe juga kini sudah padam karena waktu yang sudah ditentukan.
" xia, bantu dia meminum pil ini. Nana, sembuhkan kulit luarnya dengan sihirmu".
Perintah lili lalu pergi menghampiri vena dan anak buahnya yang tengah tertancap pedang.
"Jangan serap rohnya dulu".
Larang lili menatap vena yang hanya pasrah mengikuti perkataan lili.
" darimana kau berasal?".
Tanya lili seraya mencekik leher roh iblis dihadapannya.
"Raja iblis. Hehe, dia akan membunuhmu".
Jawab iblis itu.
Setelah mengucapkan kalimat terakhirnya, roh iblis tadi langsung diserap oleh pedang milik vena.
Sesi pengobatan ini selesai menyisakan rasa ragu di hati han karena mendengar perkataan ini dua kali.
Siapa sebenarnya raja iblis?
***
" hehehe"
Tawa seorang pria yang tengah duduk disinggasananya.
"Tuan marcel, kami sudah membawa petinya".
Ucap pengawal lalu pergi meninggalkan ruangan karena sudah menyelesaikan tugasnya.
" benar, itu benar! Akulah marcel, raja iblis yang akan membunuh mu sebentar lagi lilia christiana! Beserta suami tersayangmu yang memiliki guyo itu".
Teriaknya lalu kembali tertawa memikirkan bagaimana jadinya jika lili akan mati ditangannya.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.