GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-49


__ADS_3

Saat ini lili tengah melihat apa yang terjadi dengan masa lalu roh jahat iblis itu.


Kagetnya lili bahwa perkataan vena benar jika iblis itu dulunya adalah manusia.


Terlihat disana lelaki yang menjadi iblis ini seperti tengah sekarat seraya memegang pisau ditangannya.


Dihadapan laki-laki itu terdapat anak perempuan beserta ibunya yang melindungi anak perempuan tersebut.


"Hehehe"


Kekeh lelaki itu menjilat darah yang terdapat di ujung pisaunya.


Lili bukan main geram saat melihat itu karena dirinya memang tak pernah membunuh orang yang tak bersalah.


"A-ayah".


Panggil anak perempuan itu mengadahkan tangannya kearah lelaki yang membawa pisau.


" ke-kenapa? I--ibu--"


Tak sempat melanjutkan perkataannya anak itu sudah tak sadarkan diri dengan mata yang terbuka lebar menatap ayahnya.


"Keluaga kalian yang membuat adikku meninggal! Kalian menjual adikku!Dan aku sudah berhasil menikah dengan anak keluarga besar kalian ini! Hahahaha, sudah lama aku menyimpan dendam ini sendirian. Aku kubagi rasa sakit ini kepada kalian semua!"


Teriaknya lalu menerobos pengawal dan membantai habis-habisan orang-orang yang ada didalam kediaman besar itu.


"Adikku. Hanya dia satu-satunya yang kupunya, tapi kalian malah menculiknya dan membuatnya meninggal hanya karena ingin mendapatkan uang!"


Sambungnya menampakkan wajah murkanya.


Dan lelaki ini benar-benar membuktikan perkataannya. Dia membunuh semua orang yang menghalanginya dan membantai habis seluruh orang disana.


"Kurang! Ini kurang!! Aku ingin membunuh lagi!"


Ujar lelaki itu seraya menatap sekeliling yang sudah penuh dengan orang mati.


Bercak darah serta darah kental yang mengalir sangat banyak membuat rumah itu terlihat seperti sedang dibanjiri darah.


"Kau ingin kuat?"


Tanya seseorang yang sedang menatap lelaki itu dari atap rumah keluarga yang dibunuhnya.


"Hee? Siapa kau?"


Tanya nya yang sudah menggenggam erat pisau ditangannya dan bersiap-siap untuk menyerang orang aneh diatap rumah.


"Kau ingin bergabung denganku? Kau akan mendapatkan kekuatan yang besar".


Tawar pria itu yang tersenyum saat melihat lawan bicaranya yang berlari kearahnya dengan hawa membunuh yang kuat.


" bergabung denganmu?! Kekuatan? Tunjukkan padaku sebesar apa kekuatan itu sialan!"


Teriak pria itu yang mengayunkan tangannya bersiap melempar pisau ditangannya.


Tepat setelah pisau dilemparkan lelaki yang berada di atap itu menghilang dan tiba-tiba saja berada dibelakangnya.


Satu pukulan dileher membuat pria berpisau itu jatuh kesakitan berusaha melihat wajah pria yang menjatuhkannya barusan.


"Dengan rasa ingin membunuhmu yang besar dan hawa nafsu akan darah. Kau ku jadikan budakku. Hari ini aku adalah rajamu, kau akan memiliki tanduk dikepalamu menandakan dirimu benar-benar menjadi iblis. Aku tak peduli dengan pendapatmu. Apa yang ku inginkan disini tentu saja akan didapatkan dengan mudah hahaha. Riu, buat dia menjadi iblis".


Jelas pria itu lalu menyuruh pelayannya agar membuat lelaki berpisau tadi menjadi anak buahnya.


Tekuk leher belakang lelaki itu dicakar oleh pelayan yang bernama riu tadi.


Tak lama kemudian tubuh pria itu berubah menjadi besar dengan tanduk yang tumbuh di kepalanya.


"Aku tak merasakan sakit".

__ADS_1


Ucap pria yang baru saja berubah menjadi iblis itu.


"Kau akan menjadi pengikutku. Tidak ada penolakan atau dirimu akan mati ditanganku".


Ujar si pria yang kembali duduk ke atas atap menatap kearah atap rumah lain yang terdapat banyak iblis baru buruannya.


" baik tuan".


Ucap iblis itu lalu menunduk menatap pria yang dipanggilnya sebagai tuan.


Tepat saat wajah pria atap itu terlihat, lili bukan main kaget dan langsung menutup kontak matanya dengan iblis tadi.


Lili yang kaget itu sampai terjatuh terduduk dilantai dengan keringat yang ada diwajahnya.


"Bagaimana ini bisa terjadi?"


Gumam lili bertanya pada dirinya sendiri.


Wajah pria yang dilihatnya itu benar-benar sama seperti terakhir kali yang ia lihat.


"Lili! Kau tidak apa-apa?"


Tanya han khawatir yang langsung merangkul tubuh lili agar bisa berdiri.


"Ada apa?"


Tanya han lagi memelankan suaranya.


"Aku tidak apa-apa".


Jawab lili agar semua orang tidak khawatir padanya.


Lili kembali menatap roh iblis dihadapannya yang sedang tersenyum.


" adikmu".


Ucap lili tiba-tiba membuat roh iblis yang tadinya tersenyum kearah lili langsung terdiam kaget karena mendengar ucapan lili.


Ucap lili menatap murka kearah roh iblis dihadapannya.


"Kau membunuh seluruh orang disana dengan hawa ingin membunuh yang tinggi. Ada seorang pria yang tengah duduk diatap memaksamu masuk kedalam aliran iblis. Karena kau diberikan fisik dan kekuatan yang besar kau mengikuti perintahnya dan banyak membunuh manusia agar manusia yang kau bunuh menjadi iblis dan bergabung dengan tuanmu. Benar bukan?"


Tanya lili yang sudah menyiapkan kertas dan tinta ditangannya.


"Kau diberi misi oleh tuanmu untuk membantu 3 bunga lotus yang bekerja sama dengan iblis. Akhirnya kau membawa pasukan iblis yang banyak dan masuk kedalam tubuh ini karena kau melihat aku yang membawanya. Tebakan ku benar semua bukan?"


Tanya lili lagi menatap iblis dihadapannya dengan wajah yang sudah merah padam karena mengingat lagi kejadian yang sudah diatur oleh pria brengsek itu.


Seluruh perkataan lili sangat tepat sasaran membuat iblis itu tersulut emosi.


"Biar kutebak. Nama tuanmu, marcel bukan?"


Tepat setelah lili mengatakan itu iblis tadi mengamuk ingin menghantam tubuh lili karena sudah menyebut nama tuannya. Untung saja ada vena yang langsung menahan, jika tidak mungkin lili sudah diserang iblis ini.


"Mulut kotormu tak berhak mengatakan itu ********!"


Makinya dengan keras.


"Hei".


Panggil lili dengan suara nya yang sudah marah.


" apa yang akan dipikirkan adikmu saat melihatmu berwujud jelek seperti ini?"


Tanya lili datar masih menunduk membaca mantra pada sebuah kertas yang sudah bertuliskan dengan tinta basah.


Mendadak perkataan lili barusan membuat iblis itu terdiam memikirkan bagaimana reaksi adiknya jika melihat dirinya berwujud seperti itu.

__ADS_1


"Aku memanggilmu!"


Teriak lili lalu mengeluarkan gerbang hitam dari kertas yang sudah dibacanya mantra barusan.


Gerbang hitam pemanggil arwah yang hanya bisa dilakukan sedikit orang itu mengeluarkan anak kecil yang kira-kira sebesar anak 5 tahun.


Tepat saat anak itu keluar air mata yang sudah lama tak dikeluarkan iblis itu mengucur deras saat melihat adiknya yang sudah meninggal ada dihadapannya.


"Lepaskan dia".


Perintah lili kepada vena yang langsung melepaskan iblis itu agar pergi bertemu adiknya.


" ka-kak!"


Panggil arwah anak laki-laki itu tersenyum kearah pria yang dipanggilnya kakak.


"Itu kau? Adikku? Bagaimana bisa?"


Tanya iblis itu memegang adiknya yang sudah lama tak ia lihat.


Ia rindu dengan adik satu-satunya yang dia miliki begitupun dengan adiknya yang rindu karena berpisah dengan kakaknya.


Raut wajah sedih terpancar jelas diwajah anak itu menatap kakaknya yang berubah menjadi iblis.


"Kakak, kembalilah. Jangan seperti ini, aku sedih melihatnya".


Ajak adiknya menggenggam erat tangan pria iblis itu.


" tentukan pilihanmu! Aku sudah tak punya waktu lagi".


Teriak lili mengingatkan iblis itu bahwa waktu pemanggilan arwah akan segera berakhir.


"Hatimu goyah, aku dapat merasakannya"


Suara lelaki yang membuat pria itu menjadi iblis bergema dikepalanya.


Hatinya goyah sebagai iblis karena ingin kembali menjadi manusia dan hidup bersama adiknya.


"Maafkan aku riu. Aku sudah tak berguna lagi. Tugasku selesai".


Balasnya lalu pergi bersama adiknya untuk masuk kedalam gerbang pemanggil arwah.


Tepat saat tubuhnya hampir masuk menyeluruh ke gerbang pemanggil arwah, pria itu berhenti dan berkata.


" nama lelaki itu marcel. Dia membentuk kerajaannya sendiri dengan iblis yang dibuatnya paksa dari manusia. Dia memiliki cermin dunia yang hanya bisa dipakai sekali setahun. Minggu lalu dia menggunakannya untuk pergi ke masa depan mengambil mumi putri Amen-Ra".


"aku memberi tahumu hanya untuk membalas budi karena sudah membawa adikku kemari. Hati-hatilah, karena mereka akan bergerak".


Lanjut pria iblis itu dan setelahnya dirinya menghilang masuk didalam gerbang arwah.


" terima kasih".


Ucap pria iblis itu dan adiknya tepat saat gerbang pemanggil arwah hilang dari hadapan lili.


"Marcel! Aku mengerti mengapa aku bisa ada disini. Selanjutnya aku akan menunggumu melawanku duluan. Lakukan apapun yang kau mau! Aku akan meladenimu"


Batin lili mengepalkan tangannya menunggu hari dimana dirinya akan bertemu marcel yang telah membuat lili kehilangan tubuh lilia nya.


Sedangkan han yang menatap lili tengah memasang wajah marah hanya diam menggeretakkan giginya marah seakan-akan tahu apa yang terjadi pada lili.


Bisa dibilang han memang tahu semuanya apa yang terjadi tentang lilia dan lili.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2