
Saat ini lili tengah dikerumuni orang-orang yang membuatnya terheran-heran karena mendengar pertanyaan yang sama sedari tadi.
Tentu saja saat ini lili hanya menganga dan melongo melihat orang-orang yang sibuk ingin melihat seperti apa sosok dirinya.
"Ehem!"
Deheman keras medusa tiba-tiba saja membuat orang-orang yang mengerumuni lili barusan langsung pergi kabur berceceran begitu saja.
"Loh? Malah kabur".
Ujar lili kebingungan melihat orang-orang yang kabur. Setelah itu berjalan pelan mengarah axe yang hendak mendarat ke bawah.
"Baiklah, ayo kita masuk terlebih dahulu. Kami akan menjelaskan semuanya".
Ajak medusa yang langsung menarik lili tiba-tiba kedalam.
" kami?"
***
"Jadi, apa kalian bisa menceritakan itu?"
Tanya lili yang masih melongo menatap 4 orang terduduk dilantai memberi salam kepadanya termasuk medusa.
"Anuu, bisakah kalian duduk dikursi saja?"
Tanya lili lagi menampakkan wajah garingnya yang masih belum terbiasa dengan keadaan seperti ini.
"Baiklah sebelum itu kami akan memperkenalkan diri kami terlebih dahulu".
" aku adalah medusa. Dan kau juga sudah tau itu, 3 orang ini adalah rekanku yang selalu bersama dewi kegelapan".
Ucap medusa menunjuk teman-temannya yang ada disamping.
"Aku adalah yuki, pemimpin siluman naga. Disebelahku bisa kau panggil 1 dan 2. Mereka adalah manusia buatan dewi kegelapan yang memiliki kekuatan hampir mencapai aku dan medusa. Kami berempat bisa dibilang saat ini adalah pengganti pemimpin kekaisaran dewi kegelapan".
" ah, senang bertemu dengan kalian. Anu, kalian bisa duduk dikursi bukan? Kenapa malah duduk dilantai?"
Tanya lili agak taenak karena sedari tadi hanya duduk santai dikursi, sedangkan lawan bicara atau tuan rumah malah duduk dilantai.
"Maafkan kami, kami akan duduk dikursi".
Jawab si yuki lalu menarik medusa dan 2 rekannya agar ikut duduk di kursi tamu membiarkan lili duduk manis di kursi yang biasanya dipakai oleh dewi kegelapan.
" jadi? Apa yang sebenarnya terjadi?"
Tanya lili lagi menatap 4 orang didepannya dengan wajah yang sangat menginginkan jawaban.
"Sesudah dewi kegelapan wafat, rohnya selalu datang disetiap tahunnya. Rohnya selalu berada dilangit dan dirinya membentuk awan agar menyerupai dirinya. Setiap tahun selalu ada upacara kematian dewi kegelapan, dan roh dewi kegelapan juga selalu datang. Namum, sudah hampir 2 tahun lebih roh dewi kegelapan tidak pernah muncul. Dan sebelum dia menghilang, dia sudah bertelekomunikasi dengan 1 dan 2 bahwa nantinya jika ada seseorang wanita yang bisa melewati 50 lebih rintangan di depan gerbang, maka kami harus menghormatinya dan menjadikannya pengganti dewi kegelapan. Karena, dewi kegelapan berkata bahwa kekuatan wanita yang akan datang itu akan sama persis dengannya".
Jelas yuki membuat lili merinding memikirkan bagaimana setiap tahunnya lili melihat awan yang berbentuk manusia. Tadi saja disaat melihat awan yang berbentuk dewi kegelapan lili bukan main takut dan merinding karena tak pernah melihat fenomena yang seperti itu selama hidupnya.
"Ah, apakah benar tidak ada yang bisa melewati itu?"
'Ah, padahal aku hanya membuat tali penarik yang kuat seperti yang sudah diajarkan kakek dimasa depan. Kekuatan talinya memang lebih hebat, namun apakah ini benar-benar boleh kuterima?"
Batin lili lalu menggaruk-garukkan kepalanya setelah bertanya barusan.
"Belum ada yang bisa melewati itu, andalah orang pertama. Kami juga sudah mendengarkan cerita dari medusa tentang anda yang seorang reinkarnasinya dewi kegelapan. Jadi,karena kami memang masih ragu. Apakah kami boleh melihat kekuatan anda?"
Tanya yuki menaikkan sebelah alisnya ingin melihat apakah lili benar-benar reinkarnasinya dewi kegelapan.
Lili saat ini entah mengapa merasa sangat kesal karena ditatap seperti sedang diremehkan oleh yuki yang menaikkan sebelah alisnya.
"Heh, jangan nangis ya. Terutama kau, yuki".
Setelah lili mengucapkan itu keadaan ruangan yang mereka tempati menjadi gelap gulita.
Medusa yang memang sudah merasakan kekuatan kegelapan lili hanya menutup mata dan telinganya kuat-kuat.
" hoo~ yukii"
Suara lili yang memanggil yuki barusan itu menggema keras membuat telinga yuki hampir menjadi tuli.
Mereka berempat saat ini sangat tersiksa didalam kegelapan yang dibuat oleh lili, entah mengapa rasanya mereka seperti ditekan kuat-kuat hingga menjadi seperti semut.
Dan saat mereka mendengar bisikan-bisikan dendam roh semakin membuat telinga berdenyut karena tak tahan mendengar terlalu banyak suara yang berpantulan.
__ADS_1
"Tolong,kumohon".
Setelah lili mendengar suara medusa yang meminta tolong dirinya langsung melenyapkan kekuatan kegelapannya dan kembali duduk dikursi seperti biasa.
" apa yang barusan terjadi?"
Ucap manusia buatan nomor 1 dengan keringat yang sudah bercucur deras.
Bahkan saat lili menatap mata nomor 1 dan 2 mereka terlihat seperti habis menangis karena matanya yang sampai berwarna merah gelap.
"Ah, maafkan aku yang sudah meremehkan anda".
Tutur yuki menunduk kembali kelantai dan menutup matanya bersiap menerima hukuman seperti yang dewi kegelapan lakukan jika dirinya tidak disiplin.
" baiklah, tapi apakah aku boleh meminta tolong satu hal?"
Tanya lili memainkan cangkir dimeja dan memikirkan apakah tindakan yang akan dia lakukan benar apa tidak.
"apa itu? "
Tanya medusa menatap lili serius.
"aku mempunyai misi untuk kalian. Kita lakukan nanti malam bersama anak muridku".
"sebelum itu, apa aku boleh pergi keluar melihat-lihat? "
Sambung lili bertanya kepada 4 orang yang ada dihadapannya karena merasa penasaran dengan keadaan dibawah yang sangat berisik.
Karena mendapat jawaban anggukan dari mereka berempat lili keluar dengan santainya ingin cepat-cepat pergi kebawah melihat-lihat.
***
"wah.. Ini sih mewah banget! "
Kagum lili melihat salah satu tempat seperti kuil yang penuh dengan patung harimau besar dari emas.
Lili yang memang sangat mengindahkan sesuatu bernama emas atau uang langsung masuk kedalam kuil untuk melihat-lihat dan memuaskan diri melihat emas besar disana.
"ah apakah disini tidak ad orang? "
Tanya lili bergumam melirik kearah kanan dan kiri.
Jujur saja, saat masuk kedalam kuil ini rasanya lili kembali masuk kedalam rumah yang hangat.
Kuil ini membuat lili mengingat sesuatu, namun saat lili mencoba mengingat lebih jelas kepalanya malah semakin sakit.
Krek.
Bunyi pijakan kayu terdengar oleh lili dari belakang pohon besar yg ada dikuil.
Karena lili yang penasaran dirinya berlari tanpa ragu dan menghilangkan suara pijakan kakinya untuk melihat orang mencurigakan dibelakang pohon.
Aura orang di pohon itu sangat kuat hingga dapat menusuk indera penciuman lili. Entah apa yng dilakukan orang itu tapi lili saat ini penasaran siapakah orang berbau kekuatan besar ini.
"siapa kau? "
Tanya lili yang tiba-tiba saja sudah terduduk diatas pohon.
Membuat orang yang sedang duduk dibawah itu terlonjat kaget karena lili yang tiba-tiba ada diatas pohon.
"kenapa kau menangis? "
Tanya lili lagi saat melihat mata wanita dihadapannya bengkak bukan main.
"ah, apa boleh aku menceritakan hal ini kepada orang yang baru pertama kali kulihat? "
Tanya balik wanita itu lalu terduduk di tanah dan menunduk lemas merasakan betapa lemahnya dirinya ini.
"hei, seorang wanita itu harus tampak kuat. Namun, banyak juga wanita yang selalu menyembunyikan kelemahan mereka saat mereka sedang sendiri. Wanita itu juga pasti ingin mendiskusikan tentang apa yang dihadapinya, apa yang dia rasakan kepada orang dekatnya. Yah walaupun aku bukan siapa-siapa, namun jika ingin bercerita aku dengan senang hati mendengarnya. Mungkin itu bisa meringankan bebanmu".
Ujar lili seraya melompat kebawah dan ikut duduk ditanah bersama wanita yang baru dilihatnya ini.
Lili agak merasa kasihan keadaan keadaan wanita ini, dia seperti sangat stress dengan masalah yang dihadapinya.
"aku memiliki seorang suami dan satu anak. Kami sangat bahagia dan hidup bersama-sama tanpa ada masalah atau pengganggu disekitar kami. Awalnya semua baik-baik saja. Namun, saat suamiku dan anakku pergi keluar kekaisaran untuk mencari buruan dan kayu bakar mereka tidak pulang-pulang. Hari juga sudah semakin larut malam namun mereka tetap tidak pulang, esoknya saat aku pergi mencari mereka diluar kekaisaran aku melihat suamiku sudah berubah menjadi sesuatu yang sangat mengerikan dan dirinya memakan tubuh anakku. Aku sangat takut dan berlari dengan kencang untuk kembali kekaisaran. Aku sangat bahagia karena masih bisa hidup dan selamat masuk kedalam kekaisaran, namun yang membuatku tidak bahagia adalah aku yang kehilangan anak dan suamiku sendiri. Aku menjadi seperti bukan apa-apa lagi sekarang".
Jelas wanita itu kembali menangis memberi tahu semua kejadian yang menimpa dirinya.
__ADS_1
Lili hanya terbengong memikirkan perkataan wanita ini saat dia mengatakan suaminya memakan anaknya.
"maaf menanyakan hal ini. Namun, apakah fisik suamimu berubah? "
Tanya lili penasaran menatap wanita disampingnya yang masih menangis.
"benar, tubuhnya menjadi lebih besar. Namun anehnya, dia seperti memiliki tanda berbentuk lingkaran di dagu dan jidatnya. Aku tak oaham mengapa itu bisa terjadi. Apakah kau mengetahui sesuatu? "
Tanya wanita itu yang langsung menghadap ketubuh lili dwngan wajah yang sudah serius menanyakan tentang suaminya.
"ah, kau tunggulah dirumahmu. Aku akan mencari keberadaan suamimu. Aku berjanji".
Ucap lili lalu berdiri mengulurkan tangannya ke arah wanita tadi agar dapat mengantar wanita ini pulang dengan aman.
"biar ku antarkan kau pulang. Ingatlah saat sudah sampai dirumah bersikaplah seperti tidak terjadi apa-apa. Kau harus bersikap kuat agar orang-orang tidak merendahkanmu".
Ucap lili lalu berjalan mengantarkan wanita ini pulang dengan aman.
***
Niat lili untuk berkeliling menjadi terurung karena dirinya masih memikirkan kejadian yang sepertinya sama dengan apa yg dijelaskan wamita tadi.
Lili kembali teringat dimana ada sosok iblis di tubuh adik kaisar ato yang dimana iblis itu adalah anak buah dari marcel.
Iblis itu juga memiliki tanda di jidat dan dagunya, lili mengira itu hanyalah ciri khasnya tapi sepertinya itu adalah tanda khas iblis dari anak buah marcel.
Lili kembali masuk kedalam istana kekaisaran dan mencari dimana keberadaan medusa.
"medusa! "
Panggil lili dengan suaranya yang melengking kuat dari lantai bawah istana hingga lantai atas membuat seluruh pelayan terkejut kaget dengan suara lili.
"iya nona? "
Tanya medusa dengan keringat yang mengalir karena berlari dengan kuat saat mendengar lili memanggilnya dengan kuat seperti itu.
"kumpulkan semua orang, aku memiliki tugas untuk kalian".
Perintah lili kepada medusa yang langsung menganggukkan kepalanya untuk menjalankan tugas
"baik"
Ucap medusa lalu menunduk memberi salam dan berjalan pergi mencari yang lain.
Saat melihat medusa yang sudah pergi, lili kembali berjalan kearah halaman yang terdapat sungai disana. Lili melihat axe yang tertidur dirumput dengan buah-buahan disekitarnya membuat lili rasanya ingin mencongkel mata axe sekarang juga.
"WOI! "
Teriak lili tepat ditelinga axe membuat axe terkaget dan mengepakkan sayapnya terbang kelangit karena terkejut.
"sialan ".
Ucap axe saat melihat lili yang ada didepan matanya dengan wajah yang marah.
Axe saat ini juga sangat marah karena lili yang tiba-tiba membangunkan diirinya.
Padahal sangat jarang dirinya merasakan bebas seperti saat ini.
"jangan malas-malasan! Pergilah kembali ke kekaisaran ato dan jemputlah mereka semua yang ada disana. Saat ini mungkin pertandingan sudah selesai, jika belum selesai katakanlah kepada mereka seperti ini. 'lili menyuruh kalian untuk datang kesana dengan cepat karena ini sangat penting. Kalian jangan terlalu perduli dengan pertandingan lemah ini, aku memiliki tugas yang sangat penting dan ini tidak dapat dielakkan.' katakan saja seperti itu"
Ucap lili dengn cepat dan kembali berlari meninggalkan axe yang malas dan beranjak pergi mengikuti perintah lili.
"tunggulah marcell, setelah ini akan kubuat kau menderita"
Gumam lili memikirkan bagaimana nantinya marcel akan merasa menderita setelah perbuatannya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.