GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-68


__ADS_3

"Kak"


Panggil chen yang sedari tadi kebingubgan dengan apa yang dilihatnya.


"Ah kita masih menggunakan pakaian kerajaan kuno ini. Untung saja kakek memindahkan kita tepat di rumah besarnya. Ayo masuk, hanya aku yang mengetahui sandi rumah ini".


Ucap lili berjalan mengarah pintu besar rumah ini. Jika dilihat orang mereka tidak akan berpikir ini adalah sebuah rumah melainkan mansion besar yang terasingkan dari kota.


"Sandi?"


Tanya chen dan han bersamaan bingung dengan apa yang dikatakan lili lalu ikut masuk kedalam mansion besar ini.


"Nah,selamat datang dirumahku".


Ucap lili tersenyum senang karena memang dirinya sangat merindukan rumahnya.


"Entah mengapa tapi aku merasa rumah ini sangat istimewa".


Ucap han yang terkejut dengan isi rumah yang ditempatinya saat ini.


"Baiklah chen, kau bisa tidur dikamar manapun yang kau mau. Aku dan han akan tidur dikamarku. Panggil aku kalau ada apa-apa yah".


Ucap lili lalu pergi bersama han naik kelantai 3 menuju kamarnya.


"Wahh benda apa ini"


Ucap chen menunjuk televisi besar yang berada di ruang tamu.


Chen yang memang penasaran dengan dunia masa depan berkeliling melihat-lihat rumah lili. Chen terkejut saat dirinya tak sengaja memijak remote tv yang membuat tv nya menyala.


"AH SIALAN SIAPA ITU?"


Pekik chen karena kaget saat mendengar dentuman keras dari televisi.


"Wahhhh,KAK LILI! RAJA HANN!"


teriak chen memanggil keduanya dengan senang tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Lili yang memang sedang membersihkan diri menyuruh han turun untuk melihat apa yang dilakukan chen hingga memanggil mereka berdua.


"Ada ap- HUWOOO!! BENDA APA INI?!"


ucap han ikut-ikutan kaget saat melihat tv besar yang menyala menampilkan acara drama kuno.


"Hei apa benda ini adalah peramal masa lalu seseorang?"


Tanya han antusias mengira televisi ini adalah benda ajaib yang bisa melihat kehidupan dijaman mereka.


Padahal itu hanyalah televisi yang menampilkan acara serial drama kuno.


Lili yang sudah selesai bersih-bersih itu langsung turun melihat apa yang dilakukan anak murid dan suaminya itu.


"Kalian sedang apa sih?"


Tanya lili bingung menaikkan sebelah alisnya menatap chen dan han yang sangat antusias menonton tv.


"Kak, benda ini mengeluarkan wajah orang!"


Ucap chen menunjuk televisi itu dengan wajahnya yang terlihat girang melihat sesuatu yang menarik seperti ini.


"Hei,apakah ini adalah benda peramal masa lalu?"


Ucap han serius menatap lili seraya menunjuk kearah televisi.


"Pft- Puahahahahaha"


Gelak tawa lili meledak seketika saat mendengar apa yang dikatakan oleh chen dan han.


"Kalian ini haduhh, sepertinya aku harus mengajari kalian semua yang ada didunia masa depan ini. Ini adalah televisi, yah barang ajaib yang bisa mengeluarkan gambar. Namun,semua acara atau gambar yang keluar dari sini juga buatan dari manusia. Dijaman ini kami menggunakannya untuk mendapatkan hiburan atau mendapatkan berita dari negara luar".


Jelas lili sesimpel mungkin lalu mengambil remot tv dan mengubah acara-acara disana menunjukkan apa yang dikatakannya.


"Perkembangan manusia bahkan sangat mengerikan".


Ucap chen lalu terduduk di kursi sofa dan menonton acara melalui benda ajaib yang dikatakan lili adalah sebuah televisi.


"Kenapa kau memakai celana?"


Tanya han menatap lili yang memakai celana panjang dengan baju panjangnya.


"Ini namanya baju tidur".


Jawab lili simpel lalu ikut duduk disamping chen menonton acara televisi yang sudah lama tak ia lihat.


"Hei, tetapi kenapa seorang wanita memakai celana? Kau kan bukan laki-laki".


Tanya han lagi kembali menatap lili yang hampir tertawa lagi.


"Aduh kau ini. Dijaman ini wanita menggunakan celana. Hei, jaman sudah berkembang. Kau akan terkejut lagi nanti saat kubawa berkeliling dikota".


Ucap lili lalu mendorong han menuju kamar mereka agar cepat-cepat membersihkan diri.


"Chen! Kau juga bersihkan dirimu! Kalian akan kubuat seperti model nanti malam!"


Teriak lili lalu pergi kekamar kakeknya mencari pakaian mahal yang jarang dipakai kakeknya.

__ADS_1


"Hah? Model?"


Tanya chen kebingungan lalu pergi membersihkam diri mengikuti apa yang dikatakan lili barusan.


***


"Yang benar saja. Bahkan aku belum merias kalian"


Ucap lili kaget melihat han dan chen yang terlihat sempurna saat berganti pakaian.


"Hah aku merasa kecewa karena tak jadi merias kalian. Yasudah tunggu disini aku ingin berganti pakaian".


Ucap lili lalu pergi kedalam kamarnya berganti pakaian dan sedikit memoles wajahnya.


***


"Hei, sudah sejam".


Ucap han kepada chen yang memelas kelaparan menunggu lili sedari tadi.


"Maafkan aku, baiklah ayo berangkat".


Ucap lili yang dengan seenak jidatnya melompat dari lantai 2 membuat kagen han dan chen.


Han yang melihat gaya lili malam ini menjadi sangat jatuh cinta dengan istrinya. Istrinya terlihat sangat cantik dengan pakaian simpel itu walaupun han agak tak menyukai pakaian yang dipakai lili dilihat oleh orang lain.


"Tutup matamu wahai anak muda. Jangan melihat tubuh istriku".


Ucap han melotot kearah chen yang langsung menghadap kearah lain tak berani melihat lili.


"Kita akan kemana? Aku sudah lapar".


Rengek han yang mengikuti lili keluar rumah menuju bagasi.


"Huwoo!! Benda ini kan yang kulihat di televisi! Entah mengapa ini terlihat lebih keren!"


Ucap chen melihat mobil sport kesayangan lili terparkir cantik disana.


"Kita tidak akan menggunakan yang itu, karena hanya muat untuk dua orang".


Sahut lili lalu menghampiri mobil audi kesayangannya.


"Naiklah, kita akan bersenang-senang malam ini".


Ucap lili lalu melengos pergi dari perkarangan rumahnya bersama han dan chen.


"Lili, ini apa?"


Tanya han menunjuk kotak rokok yang tergeletak di Dasbor mobil.


Tanya lili yang langsung diangguki oleh han.


"Sebenarnya ini rokok,bentuknya saja yang berbeda dengan dijaman kuno".


Ucap lili lalu han yang hanya ber oh ria mengisap rokoknya. Sedangkan chen bukan main kagum dengan isi mobil yang sudah di modif oleh lili.


Lampu berwarna biru itu mengelilingi atap mobil sehingga terlihat cantik. Chen tak mengira bahwa di masa depan akan ada yang seperti ini, coba saja teman-temannya bisa ikut kemari.


Sedangkan teman-teman chen yang berada di zaman kuno.


"Weh,Chen kemana?"


Tanya xiao karena tak melihat chen sedari tadi.


"Hah?! Woi chen kemana?!"


Tanya leo lagi menatap sekeliling.


"Kalian bodoh apa gimana heh. Galiat tadi kak lili,raja han dan chen pergi ke masa depan?"


Tanya nana menatap ilfil teman idiotnya ini.


"Haa, chen tega sekali ninggalin kita"


Ucap xiao dramatis dengan nada yang dibuat-buat seperti sedang menangis.


"Idiot".


Ucap xia lalu pergi bersama yang lain untuk makan malam.


***


"Wahh gila sih,ganteng banget!"


"Yaampun, gila gila itu cowo ganteng bangett!!"


"Minta nomor hpnya yuk!"


"Yaampun mas rahimku anget".


"Artis ya?"


"Orang kaya lo,liat mobilnya".


"Bakso-baksoo"- kang bakso.

__ADS_1


Itulah yang dikatakan para wanita dan gadis-gadis dikota saat melihat han dan chen berjalan keluar dari mobil.


Lili yang merasa geram dengan tatapan para wanita kepada suaminya yang baru keluar dari mobil membuat lili langsung kembali mengambil kaca dan make upnya.


Lili merasa cemburu dia tak mau kalah dengan wanita bahenol disana. Dirinya juga ingin lebih terlihat cantik sebagai istri han.


"Lili,kenapa kau lama sekali?".


Tanya han yang sedari tadi menunggu lili diluar. Sedangkan chen hanya berdiri tegak karena kaget melihat restoran besar dihapannya. Bangunan mewah yang biasa di datangi oleh orang-orang kaya ini membuat chen terkagum.


"Mas, berdua aja?"


Tanya seorang gadis cantik menatap liar han yang sangat sempurna saat ini dengan rokok ditangannya.


Han terkesan seperti badboy yang sangat keren sedangkan chen terlihat seperti remaja yang imut.


(Han yang menunggu lili seraya mengisap rokoknya)


...


...


"Oh? Tidakk, ada istri yang bersamanya saat ini".


Ucap lili yang langsung keluar dari mobil dengan pakaian mewah serta wajahnya yang sudah dipolesnya sedemikian rupa menjadi sangat cantik.


Bahkan  semua mata para lelaki tertuju kepada lili.


Niat para perempuan yang ingin mendekati chen dan han buyar seketika karena merasa kalah cantik dengan keadaan lili saat ini.


"Gila gila! Cantik banget!"


"Gila, tu artis dari mana? Cantik banget".


"Sadarlah wahai manusia,dia sudah bersuami".


"Sudah punya suami bubar saja walaupun hatiku sakit menerima kenyataan".


Ucap para lelaki disana yang terdengar jelas tepat ditelinga han.


Entah mengapa han merasa geram karena mendengar perkataan para lelaki itu.


Walaupun mereka hanya berbisik namun han bisa mendengar dengan jelas karena memang semua indera yang ada ditubuhnya bisa merasakan apapun dengan kuat.


"Ayo sayang, aku sudah lapar".


Ucap han lalu mengecup pipi lili dan memeluk istrinya berjalan masuk kedalam restoran mewah itu.


"Anjir maluu".


Ucap wanita tadi yang menanyai han dan chen.


"Kak,tempatnya sangat diluar dugaan".


Ucap chen yang merasa bodo amat dengan kejadian tadi dan lebih memilih memperhatikan sekitar.


"Han".


Panggil lili ditengah jalan menatap suaminya tajam.


"Jika kau berani berbicara dengan perempuan lain akan kupatahkan tulang rusukmu".


Ucap lili lalu mencium pipi han dan tersenyum.


Sedangkan han yang mendengar perkataan lili itu bergidik ngeri dan menelan ludahnya takut dengan apa yang diucapkan lili.


"Sudahlah ayo makan dan kita akan pergi ke suatu tempat!"


Ucap lili lalu masuk kedalam restoran Bersama suami dan anak murid satunya yang terobesi dengan dunia modern ini.


***


"Kak ini apa? Ini apa? Kak yang itu? Wah ini apa?"


Tanya chen melihat berbagai jenis permainan di game chenter.


"Aku seperti sedang melihat diriku waktu kecil".


Ucap lili melihat tingkah chen yang senang saat melihat permainan disini.


Sedangkan han tetap berusaha tenang dan memeluk lili menutupi lekuk tubuh istrinya karena orang-orang yang melihat kearah lili sedari tadi.


"Lain kali pakailah pakaian yang lebih tertutup. Aku tak mau tubuh istriku dilihat oleh orang lain, dan juga kau sedang hamil perut mu memang belum membuncit tapi kau harus menutup perutmu dari sekarang bodoh".


Ucap han membuat lili tersenyum karena merasakan hangatnya perhatian han hari ini.


"Iyaiyaa, baiklah ayo kita main sampai mampus!"


Ucap lili lalu pergi bersama han dan chen memainkam semua permainan yang ada disini.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2