
"Eh, bagaimana dengan pasukan yang lain?"
Tanya gong memberhentikan langkah kakinya dan terdiam tepat di pintu goa yang menuju lorong keluar.
"Han dan aku sudah membereskannya. Kami melewati pintu teleportasi karena tidak ingin mengganggu kalian dan vivi. Tapi karena telingaku sangat tajam karena mendengar perkataan buruk dari vivi yang membuatku geram".
Jawab lili menatap murid-muridnya lalu berjalan mendahului yang lain.
" cloud, tan! Kalian apa-apaan hanya berdiam disana tidak membantu mereka?"
Tanya lili memarahi dua hewan spiritnya yang tak lain adalah anak-anak axe.
"Yasudahlah. Aku minta maaf kepada kalian semua. Aku bukan guru yang baik, aku gagal mendidik kalian. Aku kehilangan muridku, dan kalian juga jangan pergi seperti mereka dengan cepat. Kalau kalian pergi dengan cepat meninggalkan aku didunia ini sendirian aku tak akan memafkan kalian semua"
Jelas lili lalu pergi berjalan keluar gua diikuti yang lain.
Ditengah perjalanan lorong goa itu semua tampak murung dengan kepala yang ditundukkan kebawah karena kehilangan orang-orang yang berharga.
"Ye, aku selalu mendoakanmu dari sini".
Ucap gong pelan mengusap matanya lalu kembali berjalan keluar mengikuti lili.
***
" Kau yakin ini tempatnya? "
Tanya lili menatap pagoda yang bertingkat 7 dihadapannya.
Sedangkan wanita yang ditanyai lili hanya mengangguk patuh dan terdiam menggigil karena takut ingin masuk kedalam.
"Didalam bahaya, jangan masuk! "
Cegah wanita itu yang masih duduk terdiam di tubuh axe.
Lili yang hendak melanjutkan langkahnya kini berhenti dan mengangkat alisnya menatap bingung wanita yang dia siksa tadi.
"Pagoda ini sangat berbahaya jangan masuk! "
Teriak wanita itu lagi dengan tubuh yang sudah bergetar saat melihat Pagoda didepannya.
"Hei, aku tak tau kau siapa. Tapi, Terima kasih sudah mengingatkan. Aku sudah tau apa yang ada didalam sana"
Ucap lili menenangkan wanita tadi lalu menutup matanya dan membuka mata batinnya melihat dimana keberadaan wei.
Tepat ditingkatkan paling atas ada terdapat wei beserta 3 orang dewasa yang tengah berdiri membawa belati.
Lili dengan cepat membuka matanya kembali dan terdiam menatap semua orang.
"Cloud, kau antarkan wanita ini kekerajaan qi untuk diperiksa. Yang lain ikuti rencana ku! "
Perintah lili dan mulai membicarakan rencananya kepada yang lain.
***
Dhuarr
Dentuman keras yang dibuat lili didalam Pagoda itu membuat 3 orang diatas yang tak lain adalah 3 bunga lotus langsung berlari kebawah untuk memastikan kekacauan besar barusan.
Wei yang masih terikat di dalam ruangan itu hampir sekarat karena kekuatannya sudah diambil seluruhnya oleh 3 orang tadi.
"Mama"
Panggil wei pelan dengan suara yang serak.
Saat wei ditinggal sendirian disana, han dengan cepat masuk menghancurkan tembok Pagoda tingkat atas itu dan membawa wei yang kini tengah sekarat berada dipelukan han.
"Sialan! Ini rencana mereka! "
Teriak wen yang memberhentikan langkahnya saat mendengar dentuman keras di tingkat atas.
Wen bergegas naik keatas dan dirinya kembali terdiam saat melihat wei yang sudah tidak ada didalam ruangan beserta tembok yang sudah rusak parah.
"Cih, tunggu kau lili Wu. Akan kurebut semuanya darimu! "
Ucap wen dan berlari cepat kearah bawah yang dimana sudah terdapat 2 temannya yaitu Liu dan Zhen.
"Hoho, kau kah yang namanya wen? "
Tanya lili yang suaranya menggelegar didalam Pagoda itu.
Saat Liu, Zhen dan wen melihat keseluruh arah mereka tidak dapat melihat dimana keberadaan lili, bahkan mereka tak mampu merasakan jiwa kekuatan lili.
"Anak-anak. Lakukan! "
__ADS_1
Perintah lili yang masih belum menampakkan wujudnya.
Wen, Liu dan Zhen memasang kuda-kuda bersiap dengan apa yang akan mereka hadapi.
Mungkin menurut Wen akan sangat mudah tetapi pikirannya terlalu jauh dari kenyataan yang dimana murid-murid lili melawan mereka tanpa menampakkan tubuh.
"Inilah yang kusebut. Mode transparan hahaha"
Ucap lili lalu duduk bersantai ditangga Pagoda melihat murid-muridnya yang tak dapat dilihat itu melawan Wen dan yang lainnya.
Lili kembali menutup matanya dan saat membuka mata Wen, Liu dan Zhen langsung terdiam kaku ditempat mereka berdiri.
Anak-anak murid lili kini sudah dapat terlihat beserta lili yang tengah berjalan menatap remeh Wen.
Jaring laba-laba beracun tersebar ke setiap ruangan seperti karet yang diikatkan ke mana-mana.
Xia yang berdiri dengan tenang disalah satu jaring laba-laba milik chen menodongkan pedangnya tepat di jakun milik Zhen.
Sedangkan xiao sudah menusuk pelan leher Zhen dari belakang menggunakan pedangnya.
Gong yang berdiri tenang menghadap Liu.
Tepat dibelakang gong ada terdapat tapak Budha emas besar yang kini sudah siap untuk mengeluarkan ledakan tepat dihadapan wajah Liu.
Sedangkan leo dan jun menatap Wen datar beserta naga yang sudah mengelilingi tubuh wen.
3 bunga lotus tak dapat bergerak sembarangan saat ini.
Walaupun sebenarnya mereka bisa melawan tetapi saat ini kekuatan mereka belum pulih karena belum melakukan ritual kekuatan langit dan bumi.
"Kalian bahkan berani menyentuh anakku! "
Teriak lili menggenggam erat pedangnya dengan wajah yang sudah murka karena mengingat perlakuan 3 bunga lotus yang tak dapat dimaafkan.
"Wen? "
Tanya han didepan pintu menatap Wen yang tak lain adalah kekasih lamanya.
Wei yang tadinya bersama han kini sudah berada di tubuh axe terduduk lemah. Bahkan saking lemahnya wei sudah tak kuat untuk berbicara. Dengan senyuman yang lembut wei menyunggingkan senyumnya kepada lili untuk memberi tahu mamanya bahwa dia tidak apa-apa.
"Han. Kau bahkan datang".
Ucap Wen menatap han penuh harap.
Tak lama kemudian mereka bertiga menghilang dari pagoda.
Lili dengan cepat berlari keluar ruangan dan menatap sekitaran yang sudah dikerumuni oleh iblis.
Spontan lili langsung menatap kearah wei yang masih terduduk lemas ditubuh axe.
" axe, lindungi anakku".
Perintah lili lalu kembali menatap sekerumunan iblis yang mengarah kemereka.
"Xia,chen, gong, dan jun kalian kearah selatan. Xiao, nana dan leo kalian kearah utara. Han, vena dan gu nin diarah barat. Biarkan aku yang mengurus bagian timur".
Ucap lili yang langsung dilaksanakan muridnya kecuali han yang masih berdiri disamping lili.
" lili, aku ingin bersamamu saja"
Rengek han menatap lili penuh harap seakan-akan tidak memperdulikan iblis yang tengah menghampiri mereka.
"Cih, pergi saja dengan mantanmu itu".
Ucap lili lalu berjalan pelan menatap iblis-iblis yang semakin mendekat.
"Cepatlah pergi urusi yang disana. Atau aku tidak akan bicara lagi denganmu!"
Ancam lili menatap han tajam. Han yang mendengar perkataan lili barusan dengan cepat pergi kearah timur bersama gu nin dan vena.
"Tan, karena cloud sedang menjaga wanita itu dan axe sedang menjaga anakku. Kau ikut aku melawan bersama".
Ucap lili menatap burung phoenix es nya yang sudah lebih besar dan lebih kuat daripada yang pertama kali dia lihat.
Lili mengeluarkan pedangnya dan menutup matanya kembali untuk menyambungkan dirinya dan chen.
" chen, apa kau tau disini ada berapa iblis?"
Tanya lili yang suaranya menggelegar di kepala chen.
"Karena dataran ini sangat luas. Kurasa iblis-iblis ini bisa mencapai 3000 pasukan disetiap arah yang berbeda".
Jawab chen bertelepati sambil melawan iblis-iblis dihadapannya.
__ADS_1
" baiklah".
Setelah mengatakan itu sambungan telepati antara lili dan chen terputus.
Rambutnya yang berwarna coklat muda kini mulai berubah.
Bagian kanannya berubah warna menjadi merah, sedangkan bagian kirinya berwarna hitam.
Matanya yang berwarna hitam mengkilat itu juga kini berubah. Bagian kanan matanya menjadi biru sedangkan bagian kirinya berwarna ungu terang.
Pedangnya yang tajam digeretkan ketanah membuat tanah yang tadinya datar kini terbelah karena pedangnya.
Lili tersenyum tipis saat melihat wen tengah berada dibarisan belakang memimpin pasukan iblis ini.
"Ketemu lagi".
Ucap lili tiba-tiba tepat dibelakang tubuh wen.
Wen yang menoleh kebelakang bukan main kaget saat melihat apa yang ada dihadapannya.
" siapa kau!?"
Tanya wen sambil berteriak.
Lili mengangkat sebelah alisnya lalu kembali tersenyum menatap wen.
Bahkan lili yang baru berubah setengah ini sudah tidak dikenali oleh musuhnya.
"Hah, kau bahkan tak ingat istri mantanmu".
Ucap lili santai menatap wen remeh.
" lili? Bagaimana bisa? Mahkluk apa kau ini?"
Tanya wen lalu kembali menatap pasukan iblisnya yang tengah dicabik-cabik oleh burung phoenix yang mungkin tengah masuk dalam tahap dewa pertama.
"Cih,jangan alihkan pandanganmu. Oh ya, bagian mana yang menyentuh tubuh anakku? Aku sangat ingin membakar bagian itu, bila perlu akan kutambahi dengan siraman air garam. Apa kau suka?"
Tanya lili menyunggingkan sudut bibirnya memikirkan siksaan seperti apa yang akan dia berikan kepada wen.
"Cih, bahkan pasukanku tak akan bisa kau bunuh!"
Ucap wen yang kini mengeluarkan kekuatannya.
Bunga lotus berwarna ungu mengitari tubuh wen dan semakin lama juga bunga itu semakin banyak.
"Meremehkanku? Kau simpan saja dulu kekuatanmu. Roh spirit, keluarlah".
Roh spirit lili dengan cepat keluar dari gioknya dan menunduk memberi salam kepada lili.
Tak lama kemudian roh tadi membuat sebuah pelindung tebal yang mengitari wen membuatnya terperangkap didalam sana.
Wen yang terperangkap itu mengeluarkan serangannya bertubi-tubi tetapi tetap saja tidak bisa menembus pelindung yang dibuat roh spirit milik lili.
" sialan kau ******!"
Maki wen memukul pelindung itu tanpa memikirkan tangannya yang mulai berdarah.
Lili tetap saja tidak menggubris makian wen walaupun telinganya sangat sakit mendengar ucapan tak bermutu wen.
" kau jaga dia disini. Dan kau wen! Lihat baik-baik bagaimana aku akan membunuh semua iblismu. Bila perlu akan kubawa semua kepala mereka agar kau dapat melihat iblis kesayanganmu!"
Ucap lili lalu pergi meninggalkan wen yang masih terperangkap didalam pelindung tebal tak dapat ditembus itu.
Sedangkan roh spirit lili tengah berduduk santai menatap wen tanpa minat dan terus menjaga sekitarnya mengikuti perintah lili.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1