GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-24


__ADS_3

"Lili kumohon jangan tinggalkan aku"


Ucap han dengan wajahnya yang sudah pucat di depan pintu.


Lili dan yui yang masih berakting melanjutkan aksi mereka membuat han semakin tak tahan.


"Kalau kau tidak mencintai putriku, jangan harap kau dapat bersamanya"


Yui menatap tajam han walaupun di hatinya merasa kasian kepada han yang sudah pucat memelas menatap lili.


"Aku mohonn, jangan tinggalkan aku"


Han berlutut menatap yui dan lili secara bergantian.


Lili melototkan matanya tak percaya dengan tingkah han yang sampai segitunya.


Lili terdiam memikirkan aktingnya mungkin sudah keterlaluan, dia berbisik kearah ibunya.


Setelah itu yui pergi melihat han yang masih berlutut dengan tatapan tak tega dan merasa bersalah.


"Siapa yang mau meninggalkan mu bodoh!"


Lili membaringkan wei dikasurnya dan berjalan kearah han yang sedang menatap lili.


Han hampir saja frustasi karena memikirkan lili yang akan pergi darinya, han dengan cepat berdiri lalu memeluk lili dengan kuat.


"Aduhh, kau terlalu erat. Aku merasa sesak dasar idiot"


Han melonggarkan pelukannya dan beralih menatap mata lili.


"Jangan tinggalkan aku"


Setelah mengatakan itu han kembali memeluk lili dengan erat seperti tidak ingin kehilangan apa yang ada dipelukannya saat ini.


Lili tersenyum lalu membalas pelukan han.


Berawal dari guru dan kini menjadi suaminya, memanglah hal yang tak terduga bagi lili.


Biarkanlah waktu berhenti saat ini agar lili terus bersama han.


"Han"


Ucap lili pelan tepat ditelinga han.


Han yang dipanggil langsung menatap lili tanpa melepaskan pelukannya.


"Apa? Apa kau butuh sesuatu? Tapi berjanji ya jangan tinggalkan aku"


Lili hampir tertawa saat melihat han yang berkata seperti itu terlihat seperti kucing hilang yang ingin dibawa pulang.


"Apa kau masih menyukai wen?"


Tanya lili menunduk menatap kakinya karena tidak berani melihat mata han.


"Kenapa malah membicarakan wen?"


Tanya han menarik dagu lili agar menatap matanya.


"T-tadi kau memikirkannya. Aku membaca pikiranmu saat itu"


Lili kembali menunduk kepalanya dan menutup matanya karena juga merasa bersalah sudah membaca isi pikiran orang seenaknya.


Han hanya menghembuskan nafasnya pelan lalu melihat lili yang kini masih menunduk.


"Aku kurang mengerti kenapa akhir-akhir ini kau menjadi sangat kuat. Tapi, aku benar-benar sudah tidak menyukainya. Aku juga tidak ingin menatap kebelakang lagi, masa laluku biarlah berlalu. Aku harus tetap menatap dan berjalan kedepan, bersamamu dan bersama wei. Aku memang mengingatnya tetapi tetap dirimulah yang ada dihatiku, kau lah yang selalu membuatku tergila-gila. Kau lah yang selalu membuat diriku merindukanmu walaupun hanya sedetik. Kumohon jangan ragukan cintaku, dan jangan tinggalkan aku"


Han membenamkan wajahnya ditekuk leher lili.


Lili tersenyum puas mendengarkan perkataan han walaupun terbesit rasa haru dihatinya.


"Aku tidak akan meninggalkanmu. Raja idiotku, milikku, suamiku".

__ADS_1


Lili mencium pipi han sekilas dan memeluk han dngan erat.


Han yang tiba-tiba diberi ciuman pipi langsung memerah dan melonggarkan pelukannya.


Han menatap lili agak lama, kepalanya dan kepala lili sudah hampir tidak memiliki batas lagi.


Sinar bulan menyinari lili dan han yang kini tengah berciuman mesra dengan rasa senang yang berlimpah.


Sedangkan mereka tidak tau jika wei bangun sedari tadi melihat kejadian barusan.


Saat melihat lili dan han berciuman wei langsung menutup matanya dan kembali tidur sambil tersenyum geli mengingat papa dan mamanya.


***


Sinar matahari masuk menyinari lili dan han yang masih tertidur.


Sama seperti biasanya lili dipeluk erat oleh han, tetapi bedanya adalah kini dia dan han berada di dalam ruangan khusus milik ratu dan raja.


Tempat dan kasur disini terlalu lebar dan mewah bagi lili, tetapi lili sangat nyaman berada disini seperti tidak ingin keluar.


" selamat pagi istriku"


Ucap han membenamkan wajahnya dileher lili membuat lili memerah karena mengingat dirinya sudah menikah dengan han.


Dia menatap rambutnya yang berubah lagi.


Rambutnya kembali menjadi hitam pekat, lili melepaskan pelukan han tanpa menghiraukan suaminya yang masih tidur, padahal tadi han sudah terbangun.


Tepat didepan kaca dirinya menganga lagi, rambut dan matanya benar-benar berubah kembali.


Mata ungu tajamnya dan juga rambut hitam pekatnya kembali, lili juga tidak tau kenapa bisa berubah secara tiba-tiba begini.


Saat melihat han yang masih tertidur membuat lili saat ini ingin mematahkan tulang kaki han agar dia bangun.


"Idiott!! Bangun!!!"


Teriak lili menggelegar diruangan hingga pelayan yang berada diluar mendengar teriakan lili sambil menggelengkan kepalanya heran.


"Memang ratu kitalah yang paling berani membentak raja"


Sedangkan yang lain hanya mengangguk-angguk sedikit terkejut karena lili yang membentak han.


***


Saat ini lili dan han sedang berada di singgasana raja dan ratu.


Lili yang dari tadi dudk mendengarkan masalah-masalah kerajaan mulai bosan dan keram di bagian bokongnya.


Menurutnya menjadi ratu itu sungguh tidak seru.


Lili yang mulai bosan kini menatap han sangat lama karena ketampanan han saat memecahkan masalah pada kerajaan.


Han yang merasa diperhatikan menoleh kearah lili lalu tersenyum saat lili memanyunkan bibirnya karena sudah bosan.


"Han, aku bosaaaannnn. Aku ingin melihat pelatihan pembunuh bayaran saja".


Lili berdiri dan memberikan salam kepada semua orang untuk berpamitan.


Han yang melihat lili pergi sedikit tidak tega lalu melirik ajudannya yaitu ghio.


Ghio yang ditatap sudah mengerti dan berjalan menggantikan han mengurus masalah kerajaan dengan langkah yang malas.


" sayang, tunggu aku"


Ucap han didepan umum mengejar lili.


Semua orang yang ada disana hanya heran dan menatap han sedikit terkejut karena sikap han.


Lili yang masih berada didepan pintu itu menatap han dengan tajam lalu menjewer telinga han dan menariknya keluar.


Tatapan heran orang-orang kini berubah menjadi kagum karena keberanian lili yang menjewer raja huawen didepan umum.

__ADS_1


"Bodoh bodoh bodoh! Kau ini tidak malu apa berkata seperti itu didepan orang-orang?"


Tanya lili yang masih menjewer han .


Disepanjang jalan mereka diliati oleh pengawal dan pelayan yang menggelengkan kepalanya dan tertawa melihat tingkah laku raja dan ratunya.


Lili dan han kini menuju perguruan istana qi untuk melihat murid-murid kerajaan qi dan juga pembunuh bayaran istana qi yang termasuk murid unggul di kerajaan qi.


Karena lili yang tidak ingin wei kenapa-kenapa dirinya membawa wei sekaligus akan mengajarkan sedikit ilmu beladiri kepada wei.


"Mama, aku juga ingin jadi kuat"


Ucap wei menunjuk para murid yang tengah berlatih pedang dan bela diri.


Wei mengambil ranting dan mengayun ayunkan rantingnya seperti sedang memegang pedang.


"Hahaha, mama akan mengajarimu nanti. Ayo kita liihat kakak-kakak yang kemarin"


Lili menggandeng tangan wei berjalan melewati lorong-lorong sambil melihat murid yang sedang berlatih membuatnya sedikit rindu dengan perguruan lamanya.


Han yang melihat lili menggenggam tangan wei seperti tidak menyadari bahwa han sedari tadi yang berada disampingnya.


Han menggenggam tangan lili dan berjalan paling depan sehingga mereka bertiga saling bergandengan membuat semua orang menatap keluarga kecil yang harmonis itu.


"Ah, nona lili. Apa kabar anda baik?"


Tanya xia mengahmpiri lili yang sedang berada diruangan latihan mereka.


Xia masih sedikit khawatir saat melihat keraguan dan kekacauan dihati lili, dia dapat merasakan gejolak dari tubuh seseorang dengan sekali lihat.


Itulah kemampuan xia yang jarang ditemukan.


"Panggil aku kakak saja"


Ucap lili tersenyum membuat xia yang tadinya khawatir kini sedikit lega.


"Ka-kakak?"


Ucap xia sedikit ragu karena berbicara seperti itu kepada sang ratu.


Lili yang jarang dipanggil kakak itu melihat xia dengan senyuman manisnya dan merangkul xia menghampiri yang lain tanpa menjaga imejnya didepan murid-murid unggulan han ini.


Han yang datang sedari tadi mengomel-ngomel kearah xiao yang memang sering diberi julukan pembuat masalah karena membawa wei melihat-lihat pedang tajam miliknya.


Han sangat takut jika wei kenapa- kenapa, maka dari itulah dia sedikit marah kepada xiao yang sembarangan.


Lili yang merasa telinganya akan pecah karena mendengar han yang mengomel menggenggam erat tangan han dan mencubit kulitnya dengan kuat.


"Berisikk idiot!"


Teriak lili sambil mencubit han yang kini masih merasakan sakit ditangannya.


Jo, chen, nana, leo, ye, gong, xiao, xia, jun, dan vivi tertawa melihat tingkah lili dan han yang belum pernah mereka lihat.


Sedangkan wei kini masih menatap pedang-pedang milik xiao sambil menganga kagum.


Tanpa memperdulikan yang lainnya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2